Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 69


__ADS_3

Flash back . . .


20 tahun yang lalu tepat di rumah sakit XXX. Pada saat itu Egga berumur 9 tahun dan Eggy berumuran 8 tahun. Egga dan Eggy kecil di ajak kakek mereka ke rumah sakit. Meski awal nya Eggy memberontak enggak mau ikut tapi karna Egga merampas boneka kesayangan nya dan mengancam akan membuang nya kalau Eggy enggak mau ikut ke rumah sakit, dan mau enggak mau Eggy juga ikut.


"Bang Egga mintak lah boneka Eggy, kan Eggy udah ikut kesini ". Eggy merengek pada Egga yang duduk di samping kakek mereka di dalam ruangan nya.


Egga/ "Enggak mau, lagian Eggy kan anak laki - laki trus udah besar masa masih main boneka ".


"Abang mintak lah ". Eggy mencoba merampas boneka itu tapi usaha nya enggak barhasil. Egga malah lari keluar ruangan membawa boneka itu.


Eggy pun menyusul mengejar nya keluar. Eggy mencari - cari Egga namun tak ketemu.


Sedang kan Egga berondok di bawah meja reseptionis sambil tertawa pelan celingukan melihat adik nya mencari.


"Huaaa enggak mau enggak mauuuuu ". Teriak suara anak perempuan berumur sekitar 6 tahun menangis di pangkuan Mama nya.


Egga menoleh ke arah anak perempuan itu.


Mama anak perempuan itu/ "Enggak apa - apa sayang, dokter nya baik kok, lagian kamu enggak di suntik". Bujuk nya.


"Enggak mau, adek takut Ma ". Tangisan nya semakin pecah.


Egga menghampiri anak perempuan itu dan menyodorkan boneka helikopter milik Eggy. anak perempuan itu serta Mama nya menoleh.


"Matahari kecil, kamu jangan nangis kalau kamu nangis ntar helikopter nya enggak bisa terbang ". Egga memanggil nya matahari kecil sebab Egga melihat anak perempuan itu memakai jepit rambut berbentuk Matahari.


Egga/ "kalau kamu mau sembuh kamu enggak usah takut di periksa sama dokter, dokter disini kakek aku, trus kakek aku orang nya baik kok, ini boneka helikopter nya untuk kamu jadi kamu jangan takut dan jangan nangis lagi ya ".


Anak perempuan itu mengambil boneka itu di tangan Egga dan berhenti menangis, sedang kan Mama nya tersenyum terharu melihat Egga.


"Bang . . . Bang . . . ". Terdengar suara teriakan Eggy memanggil Egga.


Egga celingukan dan berlari meninggalkan anak perempuan itu tanpa kata.


Dan anak kecil itu tak nangis lagi dan enggak takut lagi sama dokter.


Egga menghampiri Eggy yang udah di dalam ruangan kakek mereka karna capek mencari nya.

__ADS_1


"Mana boneka Eggy ?, sini balikin ". Eggy menadahkan tangan nya ke arah Egga.


"Maaf . . . Boneka nya abang tinggalin pas abang ke toilet trus pas abang balik lagi boneka nya udah enggak ada ". Egga sengaja berbohong.


"Enggak mau Eggy, enggak mau, pokok nya carik boneka nya sampek dapat, Eggy enggak mau tau, kakek . . . ". Eggy merengek pada kakek nya.


Kakek/ "Iya iya nanti kita carik ya ".


Eggy/ "Enggak mau nanti, Eggy mau nya sekarang".


Kakek/ "Iya . . . Iya kita carik sekarang, yok yok kita carik ".


Hampir 1 jam mereka mencari boneka itu di seluruh rumah sakit namun enggak di temu kan. Egga yang hanya pura - pura mencari menemukan jepit rambut berbentuk Matahari yang dia yakini punya anak perempuan itu.


Eggy makin nangis karna boneka nya enggak ketemu.


Egga/ "Udah lah Gy . . Nantik kita belik lagi boneka nya yang sama kek gitu ". Bujuk nya.


Eggy/ "Enggak mau, itu boneka pemberian terakhir dari nenek enggak sama dengan boneka yang lain nya ". Menangis.


Kakek dan Egga terenyuh dengan alasan Eggy kenapa dia sayang kali dengan boneka itu.


Flash on . . . .


Egga balik ke medan karna ada urusan perusahaan nya. Setelah Eggy menunjukan yang mana wanita yang selama ini mencari nya alias dokter Tari.


Egga jadi sering ke rumah sakit hanya melihat dokter Tari dari jarak jauh.


Sampai hari nya tiba dimana Egga siap untuk menemui dokter Tari.


Egga melihat dokter Tari duduk sendiri di taman rumah sakit dimana tempat itu tempat yang hampir setiap hari nya dia datangi setelah mengetahui status Eggy.


Egga menghampiri nya.


"Matahari kecil, kamu jangan murung kalau kamu murung nanti helikopter nya enggak bisa terbang ". Egga menyodorkan boneka helikopter itu sama persis seperti di waktu 20 tahun yang lalu dan mengagetkan dokter Tari yang melihat boneka itu dan mendongak untuk melihat seseorang yang mengagetkan nya.


"Hai Matahari kecil ". Sapa nya sembari tersenyum kepada Dokter Tari yang raut wajah nya terlihat sangat bingung.

__ADS_1


"Bang Egga tadi jadi jumpai dokter Tari ?". Almira yang duduk di atas tempat tidur penasaran soal rencana bang Egga yang mau jumpai dokter Tari.


"Jadi kata nya ". Eggy mengelap rambut nya dengan handuk karna habis mandi sepulang dia dari rumah sakit, dan Eggy hanya memakai celana pendek plus singlet putih nya.


"Trus apa cerita? ". Makin kepo.


"Enggak tau ". Eggy menaikan bahu nya dan meletakkan handuk nya di gantungan khusus untuk handuk.


Almira/ "Kok Suamku enggak tau sih ".


"Ya emang enggak tau sayang, soal nya bang Egga belum ada cerita ". Eggy menghampiri dan duduk di sebelah Almira.


Almira/ "huft emang nya Suamku enggak ada di situ? ".


"Enggak kerjaan Suammu ada disitu Istku sayang Iiiiiihsssh ". Eggy menarik hidung Almira karna gemes.


Almira/ "Ya kan enggak apa - apa juga kalau Suamku disitu biar tau gimana cerita nya ".


Eggy menggelengkan kepala nya karna kekepoan istri nya.


Almira masih nyerocos juga/ "kalau gini kan Istmu jadi penasaran kali gimana bang Egga sama Dokter Tar . . . Mmmmm ". ucapan Almira terputus dan membuat nya terdiam karna Eggy sudah melahap habis bibir Almira.


Eggy melepaskan nya sembari menatap nya dengan jarak 5 cm mungkin.


"Istku enggak usah kepo ngurusi orang lain, mending Istku ngurusi Suammu dan melanjutkan apa yang Suammu mulai ".


Nafas Almira yang hangat begitu terasa di wajah Eggy sehingga Eggy semakin ingin memburu nya. Tak menunggu waktu yang lama Eggy kembali menyerang Almira.


Sejenak Eggy tersadar dengan ucapan Tante Maya soal mereka tidak boleh berhubungan hingga 3 bulan dan teringat juga kejadian Almira yg hampir pingsan karna ulah nya di rumah sakit .


Eggy menghentikan serangan nya, dengan kecewa ia membalikan badan dan merebah kan badan nya di samping Almira tanpa kata.


Almira melirik tampang Eggy seperti nya sedang kesal.


Tiba - tiba Eggy melesek seperti anak kecil dan mengagetkan Almira yang berada di samping nya .


"Ya ALLAH kenapa Engkau menyiksa ku seperti ini . . . ". Teriak nya sambil melihat ke langit - langit merengek karna harus terhenti di seperempat jalan.

__ADS_1


Sedang kan Almira hanya tertawa kecil melihat tingkah Suami nya merengek seperti anak kecil.


__ADS_2