
Setelah malam pertunangan Egga dan Almira berlalu.
Eggy kembali normal melakukan aktifitas nya, kuliah plus photo shoot tanpa memikirkan perasaan nya terhadap Almira yang bakal jadi kakak ipar nya. Bukan brarti prasaan nya udah hilang bahkan Eggy enggak mampu menghilangkan perasaan itu.
Seminggu sebelum acara pernikahan Egga dan Almira.
"Gy . . Hari ini kau ada waktu kosong enggak ? ". Egga tiba - tiba muncul dengan dandan rapi bertanya pada Eggy yang sibuk memasukan tas dan alat medis nya ke dalam mobil nya.
"Hmm . . Cuma ke kampus aja hari ini, itu pun sampek jam 10, kenapa ?". Eggy menoleh berhadapan dengan Egga yang sejak tadi berdiri di belakang nya.
Egga / "Pas kalau gitu. Kau hari ini pokok nya harus ngawani aku, trus hari ini aku yang ngantar kau ke kampus abis itu ntar jam 10 aku jemput kau "
Eggy/ " Iihh apaan kau nya nih, ngawani kemana ?, lagian aku udah ngeletak barang - barang aku ke dalam mobil, enggak ada enggak ada ".
"Udah pokok nya kau harus nuruti apa kata aku, oke. Sekarang kau masuk ke mobil biar aku yang nyetir ngantar kau pakek mobil kau ". Egga tersenyum lebar melihat adik nya memasang wajah sedikit jengkel tapi nurut apa kata abang nya.
Beberapa menit kemudian setelah perjalanan dari rumah menuju kampus Universitas Sumatera Utara Kedokteran.
"Awas kalau kau enggak jemput aku ya ?". Eggy merapatkan gigi nya mengancam abang nya.
Egga/ "Ya enggak mungkin lah, ntar kalau udah keluar telpon aku".
"Hmm . . . ". Dan keluar dari mobil.
Sehabis mengantar Eggy ke kampus nya, Egga langsung menuju kerumah Almira untuk menjemputnya.
Singkat cerita, tepat jam 10 pagi . . .
" Bang aku udah keluar ". Pesan WA dari Eggy untuk Egga.
Egga pun meluncur menjemput Eggy. Di parkiran kampus tepat nya di dalam mobil bersama Almira yang duduk di sebelah nya, menunggu Eggy yang belum muncul juga.
" Mana kau?, aku udah di parkiran ini, kata nya udah keluar". Pesan wa Egga.
Almira yang berdiam melihat ke arah tepat di depan pintu gedung yang terlihat dari jarak yang cukup jauh sesosok cowok memakai almamater kedokteran berwarna putih sedang berdiri sambil mengobrol bersama bapak - bapak berpakaian jas rapi yang kemungkinan itu dosen nya.
Tak lama mengobrol dengan dosen nya, Eggy berjalan menuju parkiran tapi Eggy malah di jegat segerombolan mahasiswi cewek cantik, ada yang meminta foto bareng dengan nya, ada yang ngasi cemilan minuman dan ada yang ngasi bunga.
"Aiiih mak jang . . . Udah kayak artis papan atas aja ini bocah di krumuni kek gitu". Egga yang melihat dari dalam mobil tertawa geli sedang kan Almira hanya tertawa kecil namun tetap melihat ke arah Eggy.
Ekor mata Eggy tak sengaja melihat sesosok Almira yang berada di dalam mobil nya bersama Egga, terkejut serta merubah mood nya.
Krumunan para fans nya Eggy pun bubar, secepat kilat Eggy lari masuk ke dalam mobil takut ntar di jegat lagi sama krumunan kayak tadi.
"Fuuuuht, Alhamdulillah ". Ujar nya sembari menyandarkan tubuh nya pada jok mobil.
"Ngeri kau ya, udah macam artis aja, takut nya kau kuliah bukan mau belajar lagi tapi tebar pesona ". Egga melirik Eggy melalui kaca spion.
"Ya belajar lah, lagian aku enggak perlu tebar pesona, tuh cewek - cewek udah klepek - klepek sama aku ". Keluar sombong nya.
"Gaya kali kau, kau kira kau ganteng kali ". Egga menghidupkan mesin mobil dan keluar dari parkiran.
Eggy/ "Wooop bukan ganteng lagi tapi perfect, itu artis - artis yang di jakarta kayak Omar daniel trus pemeran utama yang ada di komik - komik romantis kalah sama aku, masih menang aku kemana - mana lah ha ha ha ".
Sentak Almira melirik mendengar ucapan Eggy seperti menyindir nya.
Egga/ "Ya ya ya . . . Percaya percaya ".
Dreeeeetttt drrrrrrtttt . . .
Hp Eggy bergetar yang ternyata Omen yang menelpon.
Eggy/ "Ya hallo, assalamualaikum".
Omen/ "Waalaikumsalam, kau dimana ?".
__ADS_1
Eggy/ "Ini lagi di jalan, kenapa?".
Omen/ "Kau ke studio sekarang bisa?".
Eggy/ "Enggak bisa aku sekarang soal nya aku mau ngawani si Egga ntah kemana ini aku di culik nya, mang ada apa?".
Egga melirik Eggy. "Ck ".
Omen/ "Ini ada brand yang mau minta nambah slot pemotretan kau ".
Eggy/ "Enggak bisa aku, kan aku udah bilang untuk sekarang - sekarang ini aku batasi slot nya segitu enggak mau nambah - nambah lagi, aku bukan robot".
Omen/ "Nambah satu aja masa kau enggak bisa".
Eggy/ "Ya udah lah nanti aku pikirin tapi sekarang aku enggak bisa kesana".
Omen/ "Ya udah jangan lama - lama tapi mikir nya ".
Eggy/ "Iyaa . . . ".
Omen/ "Ehh iya . . . Pasti disitu ada calon kakak ipar ya ? Ha ha ".
Eggy/ "Hmm . . . ".
Omen/ "Ciye . . . Ciye . . Ciye . . Yang mau nemeni calon kakak ipar wk wkwkkk ".
Eggy/ "Si***n kau men ha ha ha, udah lah kau sanah kerja, enggak usah ganggu aku".
Omen/ "Ciye . . Ciye . . Ciye . . Bakal susah move on nih ha ha ha ".
Eggy/ "awas kau ya nanti kalau jumpa, ku jitak kepala kau, ya udah Assalamualaikum ". Eggy jadi kesal plus geli sendiri karna ledekan Omen dan memutuskan telponnya tanpa mendengar jawaban salam dari Omen.
Eggy/ "dia nyuruh ke studio sekarang karna ada brand minta aku nambah slot pemotretan aku".
Egga/ "Ouh . . Emank udah penuh slot nya ".
Eggy/ "Udah . . . Aku enggak banyak - banyak ngambil soal nya kan aku lagi fokus kuliah, jadi di batasi cuma 20 slot / bulan".
Egga/ "Biasa nya berapa rupa nya / bulan ?".
Eggy/ "Ntah aku pun tak tau, soal nya aku maen setuju - setuju aja ha ha ha ".
Egga/ "hmm . . . Ya udah yang penting jangan mengganggu kuliah kau lagi ".
Eggy/ "Iya aku tau itu, oh ya . . Ini sebenar nya kita mau kemana sih ?".
Egga/ "Tanya lah sama Rara, kita mau kemana Ra ?". Egga melirik ke arah Almira yang dari tadi di cueki sama dua abang beradik ini.
Almira/ "Ha . . . ? ". Menoleh.
Eggy/ "Astaghfirullah . . . Jahat kali kau bang, dari tadi kita asek sor becakap aja sampek kita cueki calon kakak ipar aku he he he ". Celetuk nya demi menetralkan hati nya yang berkecamuk sejak tau ada Almira.
"He he he enggak pa pa kok, lagian lebih enak dengerin kalian cerita dari pada ikutan cerita he he ". Almira tersenyum canggung.
Almira dan Egga berjalan lebih di depan dari Eggy yang mengikuti mereka.
__ADS_1
Eggy menaruh curiga kalau mereka bakal ngedatangi toko perhiasan tempat waktu dia membeli cincin Almira dan ternyata benar.
"Mudah - mudahan enggak ketemu sama mbak itu lagi ". Batin nya sambil celingak - celinguk mengechek seisi toko. "Alhamdulillah tak ada mbak itu".
Selagi menunggu Egga dan Almira memilih cincin pernikahan mereka, Eggy lebih memilih duduk sambil main game di ipad nya.
"Gy . . . Sini lah bentar ". Egga memanggil nya ke meja perhiasan , dengan segera Eggy bangkit dari duduk nya dan berdiri tepat di sebelah Almira.
"Ini, coba lah kau lihat, cantik yang mana? ". Egga menunjukan dua pilihan cincin berlian dengan design yang berbeda.
Salah satu karyawan toko itu sedang memperhatikan Eggy dengan jarak dekat. Dan . . .
"Ehh . . . Mas Eggy . . . Akhir nya balik lagi ke toko ini ". Dengan Ramah spg itu menyapa Eggy dan memukul manja lengan Eggy.
Sentak Egga, Almira apa lagi Eggy menoleh ke arah orang yang menyapa nya.
DAMN . . . . .
"eh he he mbak, masi ingat aja sama saya he he ". Wajah Eggy spontan seperti kucing ketauan ngambil ikan di dapur.
Spg / "Ya ingat lah . . . Masa iya saya enggak tanda sama Mas Eggy selebgram yang terkenal, siapa sih yang lupa sama mas Eggy walau pun baru sekali kesini ".
Egga/ "Kau pernah beli disini Gy? ".
Spg / " Oh iya mas cakep, mas Eggy pernah beli cincin disini untuk pacar nya, nah . . . Cincin kayak gini yang di beli mas Eggy untuk pacar nya ". Serobot nya sambil meletakkan cincin itu di atas meja.
"Tamat riwayat aku". Batin nya sambil melirik Almira yang sedang melirik cincin yang serupa dengan cincin yang di beli Eggy.
Spg/ "Lucu nya mas Eggy ini enggak tau ukuran jari manis pacar nya, jadi nya ya saya sarankan mas Eggy nyobak di jari kelingking nya mas Eggy, kalau jodoh nya mas Eggy pasti bakalan cocok sama jari manis pacar nya, iya kan mas Eggy?, jadi gimana mas, pasti cocokan sama jari manis pacar nya mas Eggy? ".
"I . . . Iya cocok ". Tersenyum getir. Dalam hati nya. "Emank lah ini mbak nya minta di plester itu mulut, enggak tau dia orang yang di maksud ada disini juga hiks hiks 😤😠".
Egga/ "Emank bisa gitu, kalau di ukur dari jari petanda jodoh kita? ".
Spg/ "Ya . . Enggak tau sih Mas, nama nya juga petuah zaman nenek moyang dulu".
Egga/ "Jadi penasaran, mau nyobak enggak Ra?". Egga menoleh ke arah Almira dan ngetes cincin ke jari kelingking nya, lalu menyodorkan cincin itu ke Almira untuk di pakai di jari manis nya.
Sayang nya . . .
"Kebesaran ". Almira tersenyum dan melepaskan cincin itu.
Egga/ "Ah ha ha mitos nih, ini saya sama calon istri saya enggak pas nya ha ha ".
Eggy/ "Ya elah bang. . . Lagian percaya aja sama gituan, mbak nya lagi nih, kan udah saya bilang itu mitos bukti nya saya udah cocok cincin nya tapi enggak berjodoh malah udah mau nikah orang nya. Dan trus ini sekarang udah mbak liat sendiri mereka yang seminggu lagi mau nikah malah enggak cocok cincin nya ha ha ".
Spg/ "Iya sih ha ha ha, tapi kan enggak pa pa Mas, ngitung - ngitung buat hiburan ha ha ".
Eggy/ "Ya udah sekarang gini lah mbak, coba saya pinjam cincin mbak yang di jari manis itu, biar saya tes di kelingking saya, kalau cocok brarti mbak jodoh saya donk ha ha ha ". Eggy menggoda spg itu hingga wajah nya memerah tersipu malu.
Spg/ "Jangan lah mas, bisa di mutilasi saya sama suami saya he he he ".
Malam nya . . .
Di kamar Almira terdiam menatap cincin pemberian Eggy sembari mengingat ucapan spg toko perhiasan itu, dan faham betul kalau wanita yang di maksud adalah diri nya sendiri.
Almira berfikir memakai nya kembali di jari manis nya untuk terakhir kali nya merasakan dekapan sebuah cincin yang memeluk erat pada jari manis nya.
"Dua orang asing di pertemukan dengan cara yang tidak sengaja, dunia terasa sempit dengan seketika tanpa tahu apa maksud takdir. Begitu dekat namun tidak di persatukan. Mitos yang terlihat nyata namun ternyata hanya harapan semata. Kini tak tau apa yang akan terjadi. Berharap semua nya adalah yang terbaik ".
Sedang kan di waktu yang bersamaan Eggy di dalam kamar nya sambil melihat dan curhat dengan kedua hamster nya yang sedang bermain.
"hmm . . . Dua orang asing akhir nya akan tetap menjadi dua orang asing, padahal udah dekat tapi terasa asing, takdir emank enggak bisa ketebak ya, betul enggak tuh Gi, Mi . . ?"
__ADS_1
"Ciiit ciiiit ciiiit ciiit" . . . .