
Pagi - pagi sekali Egga sudah mendapatkan informasi mengenai berandalan yang telah memukuli Tara waktu itu, sebelumnya ia sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk memata - matai mereka. Ia langsung bergegas ke tempat dimana berandalan itu berada dan kebetulan mereka sedang menindas anak - anak jalanan yang tidak bersalah di tempat biasa.
Egga tidak sendirian menuju ke tempat itu, sebelumnya ia menghubungi Eggy sesuai janji nya agar tidak sendirian menghadapi mereka.
Mereka juga sudah mengancang - ngancang (menyusun rencana) untuk bisa menangkap mereka dan tak lupa juga mereka menghubungi polisi untuk datang ke tempat mereka beraksi.
Setelah banyak nya pertumpahan darah serta luka memar yang mereka dapatkan, akhirnya mereka berhasil meringkus berandalan itu meski awalnya ada perlawanan dari mereka (adegan berantem nya di skip ya 😁👌).
Namun salah satu dari berandalan itu berhasil melepaskan dirinya dari cengkaraman Egga lalu menusuk Egga dari belakang dengan menggunakan obeng yang ia selipkan pada tali pinggangnya. Sontak membuat Eggy shock dan polisi pun langsung mengambil tindakan untuk melumpuhkan sang pelaku dengan menembak kaki si pelaku dan ia berhasil di ringkus kembali lalu membawa mereka ke kantor polisi.
Mata Eggy memerah ketika ia melihat abang nya tidak bisa mengelak dan tertusuk begitu saja.
"Abaaaaaang aaaaaaaaaaa....". Eggy berteriak memanggil Egga yang sudah terjatuh tak sadarkan diri lalu ia mengejar abang nya dan segera menghubungi rumah sakit.
" Cepat bawa ambulance ke jalan stasiun kereta api. Cepaaaaaaat". Eggy berteriak memerintahkan pihak rumah sakit.
Air mata Eggy tak hentinya mengalir sembari ia memberikan pertolongan pertama pada abang nya.
"Bertahan lah bang, bertahan lah bang, bertahan hu hu hu aaaaaaaaach...". Pintanya, tangan nya gemetaran saat ia berusaha menutupi luka tusukan tersebut agar Egga tidak mengeluarkan banyak darah.
Semua warga yang baru menyadari ada nya keributan pada tempat yang sunyi itu lalu mereka berlarian dan mendekati tempat kejadian.
Mereka berbondong - bondong mengerumuni Eggy dan Egga. Ada yang sibuk mengambil video beserta foto mereka untuk makanan bagi akun sosial media mereka.
Lantas membuat Eggy menjadi geram.
"Kalian jangan dekat - dekaaaat. Kalau kalian tidak bisa membantu jangan kalian sibuk mengambil video atau pun foto kamiiii. Supaya apa hah? Bukan nya nolong malah kalian jadikan sebuah tontonan hah? hu hu hu". Eggy berteriak memarahi mereka yang sedang mengerumuninya.
Beberapa polisi berusaha untuk membubarkan kerumunan tersebut. Sebagian dari mereka ada yang merasa tertegun dan sebagian lainnya berbisik - bisik mencibirnya. Perlahan mereka pun mundur teratur dan tidak berani mendekati hingga ambulance pun tiba lalu membawa mereka menuju ke rumah sakit.
Setiba di rumah sakit, Egga langsung di larikan ke ruangan operasi. Meski tidak sanggup, Eggy harus turun tangan menangani abang nya.
"Tolong hubungi istri saya soal kecelakaan ini dan bilang untuk tidak memberitahukan orang tua saya terlebih dahulu". Ia memerintahkan itu pada asistennya.
"Baik dok".
Eggy berlari menuju ke ruangan operasi setelah semua persiapan telah lengkap, bahkan ia tidak sempat mengganti baju nya yang masih bersimbah darah abang nya itu.
Dengan rasa gugup, deg - degan, sedih dan takut, Eggy memulai operasi tersebut dan tak lupa ia membaca doa serta berdzikir selama berjalan nya proses operasi.
__ADS_1
Ratna yang baru tiba di rumah sakit untuk bertugas langsung di kejutkan dengan kejadian tersebut. Ia mendengar kabar tersebut dari beberapa perawat yang sedang bertugas di pagi itu. Sontak membuatnya lemas serta gemetaran.
Meski kaki nya terasa lemas namun ia berusaha untuk berlari menuju ke ruangan operasi. Ia ingin menerobos masuk ke dalam namun di hadang oleh perawat yang sedang menjaga pintu ruangan tersebut.
"Eggaaaaaaaa hu hu hu".
Air mata Ratna tumpah sejadi - jadi nya. Kaki nya semakin lemas sehingga ia merosot ke lantai.
Tak lama Almira pun muncul dengan tergesa - gesa setelah ia mendapat telpon dari asisten suaminya, ia melihat Ratna duduk tak berdaya di lantai sambil menangis menunggu mereka yang ada di dalam.
Almira mendekatinya kemudian memegang pundaknya.
"Dok...".
Ratna mengangkat kepalanya untuk melihat Almira lalu menyambar tubuh Almira dan menangis di pelukan Almira.
" Egga Al... Egga... Hu hu hu hu".
"Iya Dok. Kita doa kan saja supaya Bang Egga baik - baik saja dan proses operasinya berjalan dengan lancar". Almira mengusap punggung Ratna untuk menenangkan dirinya. Almira pun tak kuasa menahan air matanya.
Berjam - jam Almira dan Ratna menunggu mereka yang ada di dalam dan berharap semoga di saat mereka keluar, mereka membawa kabar baik.
Terdengar suara seseorang akan membuka pintu, secepat kilat Ratna dan Almira mendekat. Mereka melihat Eggy berjalan lemas serta wajahnya yang terlihat pucat seperti mayat hidup.
Sedangkan tim medis yang lainnya sibuk berlarian keluar sambil membawa peralatan medis yang sudah selesai di pakai.
Mereka ketakutan ketika melihat espresi wajah Eggy. Sehingga Ratna nekat menerobos masuk ke dalam. "Egga".
"Gimana kondisi Bang Egga Suam?".
Eggy menitihkan air mata nya lalu memeluk Almira dengan erat.
"Suam.. Jangan nakuti Ist seperti ini lah Suam. Bang Egga gimana kondisi nya sekarang Suam hu hu hu". Almira semakin cemas, lama kelamaan ia merasakan tubuh Eggy terasa berat dan terkulai lemas. Almira semakin panik karena Eggy mendadak pingsan di pelukkannya.
" Suam... Suam...". Kemudian ia menggoncang tubuh Eggy yang tidak meresponnya sama sekali.
Ia pun berteriak sambil menangis meminta tolong pada tim medis untuk memeriksa kondisi Eggy.
"Tolong... Tolong... Tolong... Ini suami saya pingsan".
__ADS_1
Tim medis dengan sigap membawa Eggy ke ruangan IGD.
....
Almira begitu cemas, entah kenapa ia tidak bisa berdiam diri. Ia mondar - mandir ke kanan ke kiri sembari menunggu Eggy sadar. Ia enggak bisa berbuat apa - apa pada Egga bahkan kondisinya saja ia tidak tahu.
" Jangan mondar - mandir sayang nanti perutnya sakit". Eggy mengejutkan nya.
Sontak membuat Almira menyambar tubuh Eggy ketika ia mendengar suara Eggy yang sudah sadar. Tangisan Almira pecah di dalam pelukannya sehingga hijab nya pun basah karena air matanya.
"Hu hu hu hu, Ist takut hu hu hu".
Eggy membelai kepala Almira.
" Sstt... Sstt... Jangan nangis sayang. Suam enggak apa - apa kok".
"Hu.. Hu.. Hu.. Hu..."
"Sudah Ist, jangan lah nangis gitu. Nanti perut Ist sakit lagi, jahitan nya baru kering nanti bisa kebuka lagi jahitannya kalau Ist kayak gini. Suam enggak apa - apa kok sayang". Eggy membangkit tubuhnya, lalu mengusap air mata Almira.
" Hu hu hu hu". Almira masih tersengkuk - sengkuk menatap wajah Eggy yang lebam - lebam serta di perban karena tidak bisa mengelak hantaman dari berandalan - berandalan itu.
"Jangan nangis lagi ya sayang. Beneran Suam sudah enggak apa - apa kok". Eggy tersenyum lalu memeluk Almira dengan erat.
" Terus kondisi Bang Egga gimana Suam?".
Eggy melepaskan pelukan nya, wajah nya terlihat murung dan sedih.
Tak lama Eggy dan Almira memutuskan untuk memberi tahu kan berita buruk tersebut kepada Tara beserta Pak Wijaya dan Bu Hanna. Tentu saja membuat kedua nya shock dan langsung ke rumah sakit.
Almira membantu memapah Eggy untuk berjalan menemui orang tua nya yang baru saja tiba dengan menangis histeris. Pak Wijaya benar - benar menyesal.
"Kalau saja Papa mendengarkan penjelasan abang mu, mungkin ini semua enggak terjadi Gy hu hu hu ini semua salah Papa hu hu hu".
" Sudah lah Pa, enggak perlu di sesali, yang terjadi biar lah terjadi. Kita harus ikhlas menerima nya. Papa enggak boleh menyalahkan diri Papa seperti ini". Eggy berusaha menguatkan Papa nya.
"Om... Papa dimana?". Tara yang baru tiba bersama dengan Bu Diah, langsung menanyakan kondisinya pada Eggy.
Mereka memandangnya dengan lirih. Eggy pun mengajak mereka untuk masuk ke ruangan untuk menemui Egga.
__ADS_1
" Papa.....". Teriaknya sembari menangis dengan histeris.