Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 64


__ADS_3

Dengan cool dan bikin siapa pun yang melihat nya bakal meleleh Eggy berjalan memasuki ruangan khusus untuk para dokter muda, di dalam sudah pada berdatangan dokter lain nya.


Sebagian Para dokter muda yang wanita bertingkah sok cantik ketika Eggy memasuki ruangan. Tak heran baru dua hari Eggy jadi dokter koas Eggy sudah banyak fans di rumah sakit rang cakep gitu celebgram malah, apa lagi kalau mereka tau kalau Eggy itu anak pemilik rumah sakit hmm makin - makin lah mereka itu.


"Pagi dokter Eggy ". Sapa seorang dokter cantik plus centil yang bernama Keira Luvita yang tertulis jelas di name tag nya, sembari senyum - senyum.


Sedang kan dokter yang lain mengguit - guit lengan Keira dan menggerutu melihat Keira yang agresif.


"Pagi juga ". Balas nya sapaan tersebut dengan senyuman getir di bibir nya.


"Dokter Eggy udah sarapan belum ?, kalau belum ini aku bawain bekal khusus untuk dokter Eggy ". Keira menyodorkan kotak bekal berwarna ungu milik nya.


"He he enggak perlu repot - repot saya udah bawa sendiri kok ". Eggy memamerkan bungkusan yang dia tenteng sejak di kasih mertua nya.


"Yaaaah . . . Jadi ini untuk siapa donk kalau gitu ". Manyun nya kecewa.


Yang lain nya tertawa kecil menertawakan Keira yang di tolak sama Eggy.


Eggy/ "Kasi aja sama yang lain, mungkin ada yang belum sarapan, makasi ya udah niat buat kan sarapan untuk saya dan maaf saya enggak bisa menerima nya". Senyum nya.


"Dokter Eggy . . . ". Seorang wanita yang tak lain Tante Maya memanggil Eggy dari pintu ruangan nya.


"Iya Dok . . . ". Eggy pun menoleh.


Maya/ "Kamu ke ruangan saya sekarang ".


"Baik Dok ". Eggy berjalan menyusul tante Maya masuk ke ruangan nya meninggalkan mereka yang masih menatap nya berjalan menuju ruangan kepala Dokter rumah sakit.


"Assalamualaikum ". Eggy memasuki ruangan dan langsung duduk di kursi yang ada di hadapan Tante nya itu sembari meletakan tas dan bungkusan nya di atas meja.


Maya/ "Waalaikumsalam, kamu belum sarapan kan ? ".


"Kok tante tau ?". Eggy menaikan alis kanan nya.


Maya/ "Tadi mama kamu nelpon tante, bilang kalau mama kamu tau dari Almira kamu itu enggak sempat sarapan".


Eggy/ "Fuuuht . . . Mama mah lebay lah pakek bilang - bilang ke tante, emang nya Eggy anak kecil apa ".


"Bukan lebay, tapi mama kamu itu sayang sama kamu ". Tante Maya bangkit dari duduk nya dan menjewer kuping kiri Eggy.


"Adooh adooh adooh iya iya tante ampon ". Rintih nya kesakitan.


"Gimana mau ngurusi keluarga kalau kamu nya sendiri enggak bisa ngurusi diri sendiri ". Tante maya melepaskan jeweran nya dan duduk kembali.


"Iya Tante . . . Tadi enggak sempat sarapan karna Eggy kesiangan bangun nya ". Sambil mengusap kuping nya yang abis di jewer.


"Kesiangan bangun nya atau emang sengaja bangun nya di siang - siangin ". Tante Maya memplototi Eggy.


"He he he . . . ". Cengengesan.


Maya/ "Ya udah sekarang kamu makan itu sarapan dari mertua kamu setengah jam lagi keliling nge - check pasien ".


"Siap buk Dokter ". Eggy meletakkan tangan nya tanda hormat untuk Tante Maya.


Tante maya menggeleng - gelengkan kepala nya.


Eggy/ "Oh ya Tante belum ada cerita kan sama Mama Papa soal Almira keguguran ?". Sambil membuka bungkusan nasi lemak yang akan dia santap.


Maya/ "Belum . . Kenapa ?".


Eggy/ "Hmm . . Tante enggak usah ngasi tau mereka ya soal itu, soal nya kami enggak mau mereka sedih kalau tau kabar itu, rasa cemas mereka aja masih belum kelar masa mau di tambah lagi, jadi jangan cerita - cerita ya tante ".


Maya/ "Huh . . . Emang lah ya kalian ini. Iya iya tante bakal tutup mulut soal itu ".


Eggy/ "He he he makasi tante ku yang paling cantik yang paling baik hati dan plus plus plus ".

__ADS_1


Maya/ "Ada mau nya aja muji nya lebay gitu ".


Eggy/ "Ha ha ha . . . Tapi tante paska kecelakaan ini enggak ada terjadi sesuatu yang buruk kan pada Almira ?".


Maya/ "Alhamdulillah enggak ada masalah apa pun, cuma tubuh Almira sedikit melemah, dia nanti nya enggak bisa kerja terlalu banyak atau berat apa lagi sampek kelelahan bisa - bisa dia akan nge drop, dan lagi kalau Almira nanti hamil lagi itu mesti extra hati - hati karna wanita yang pernah keguguran akan rentan jatuh nya janin dan akan mengalami keguguran lagi apa lagi Almira mengalami benturan yang keras, biasa nya kalau wanita hamil muda mengalami benturan keras seperti Almira, dia enggak akan bisa hamil lagi, jadi kalian harus banyak bersyukur sama ALLAH karna itu enggak terjadi sama Almira ".


Eggy terlihat lemas plus cemas mendengar nya dan menghentikan makan nya.


Maya/ "Tapi enggak apa - apa , kamu tenang aja semua nya In Sya ALLAH akan baik - baik aja asalkan kalian bisa hati - hati, maka nya kamu itu harus pande ngejaga diri jangan sampek melemah karna tanggung jawab kamu besar, banyak yang membutuhkan kamu terutama istri kamu, ngerti ?". Nasihat nya.


Eggy/ "Iya Tante . . Makasi ya tan udah nasihati Eggy, In Sya ALLAH Eggy bertanggung jawab dan mampu memikul nya ".


Maya/ "Verry good . . . Dan lagi selama 3 bulan kamu dan Almira belum boleh berhubungan dulu ".


Mata Eggy terbelalak/ "Apa . . ?, 3 bulan tante ?".


Maya/ "Iya . . Itu untuk menjaga rahim Almira agar terhindar dari yang tidak kita ingin kan, wanita paska keguguran belum bisa hamil dalam waktu dekat dia di beri waktu paling cepat 6 bulan karna kalau kurang dari 6 bulan itu akan jadi sia - sia, janin enggak akan bertahan di rahim sang ibu ".


Eggy/ "Huuuuh . . . Bakalan puasa lah Eggy kalau gitu ".


Maya/ "Ha ha ha kalian sabar - sabar aja, enggak perlu terburu - buru kalian masih muda jadi nikmati aja masa pacaran kalian, kayak tante sama Om he he he ".


"Hmm . . . Iya tan, tante juga ya harus sabar - sabar menanti calon baby Harahap ". Eggy juga menyemangati tante nya yang sudah 2 tahun menikah tapi masih belum di karuniain buah hati.


"Iya In Sya ALLAH, ya udah kamu cepat sarapan nya 15 menit lagi kita siap - siap nge - check pasien ". Senyum nya dan memburu - buruin Eggy.


"Iya ".


Sedang kan di luar ruangan Tante Maya tepat nya di ruangan dokter muda, sudah riuh membicara kan Eggy yang enggak keluar - keluar dari ruangan itu.


Keira/ "Kok dokter Eggy enggak keluar - keluar ya ?". Sembari melihat pintu ruangan tersebut.


"Mungkin dia kenak tegur kali atau jangan - jangan dokter Maya ada hubungan lagi sama dokter Eggy ". Seorang dokter muda lain nya menyambung alias Githa.


Githa/ "Pacaran atau semacam nya gitu ".


Keira/ "Ahh . . Enggak mungkin masa selera dokter Eggy tua ".


Githa/ "Lho kenapa enggak mungkin kan zaman sekarang banyak cowok yang suka daun tua, lagian kan dokter Maya cantik trus enggak keliatan juga kalau udah berumur ".


Mereka berpikir yang tidak - tidak tentang tante Maya dan Eggy.


"Udah kalian jangan menggosip aja kerja nya, siap - siap sanah bentar lagi kita tugas ". Intan menyudahi pembicaraan mereka.


Sedang kan dokter muda yang cantik putih bening dan tinggi bak model yang berdiri di samping Intan tersenyum sinis kepada Keira dan Githa, dan meninggalkan mereka tanpa kata.


Githa/ "Itu dokter Tari kenapa ya . . Cantik - cantik kok jutek amat ". Ternyata Githa memperhatikan Tari.


Keira/ "Hmm . . . Mungkin dia iri kali ".


Intan/ "Kan . . Kan . . Mulai lagi, harus nya kalian yang iri sama dokter Tari bukan sebalik nya, cak kalian ingat dokter Tari pasangan tim nya sama siapa hayo ?, lagian apa yang di irikan dokter Tari sama kalian? Ha ha ha ". Dokter Intan malah meledek 2 dokter itu sembari bibir nya menyungging ke arah dokter Tari yang menghampiri Eggy yang baru keluar dari ruangan Dokter Maya.


Githa/ "Iya ya . . Harus nya kita yang iri ya, hmm . . Enak banget ya jadi dokter Tari dampingan tim nya sama dokter Eggy, ngeliat mereka berdua berdiri bersamaan gitu kayak pasangan yang udah di takdir kan, sama - sama cakep, sama- sama pintar dan unggul, pasangan yang serasi banget ". Ujar nya melihat dengan kagum ke arah Dokter Tari dan Eggy yang sedang mengobrol berdua di samping pintu ruangan.


"Enak aja kamu ngomong nya gitu, dokter Eggy serasi nya sama aku bukan nya sama dokter Tari ". Keira nyolot enggak terima dengan pandangan Githa.


Sedangkan Intan menggelengkan kepala nya sembari memutar bola mata nya.


Tari/ "Dokter Eggy kenapa di suruh ke ruangan sama dokter Maya?, apa ada masalah?".


Eggy/ "enggak ada masalah apa - apa kok, dokter Maya cuma ngasi tahu saya soal hasil pemeriksaan pasien Vvip 1 ".


Tari/ "Mm . . Tapi kenapa cuma dokter Eggy aja ya yang di kasi tau, kok aku enggak?, Kan kita 1 tim ".


Eggy/ "Huh . . . Umm . . . Tadi dokter Maya nyarik dokter Tari juga tapi karna dokter Tari enggak keliatan di ruangan maka nya dokter Maya ngasi tau nya ke saya nanti saya yang ngasi tau ke dokter Tari, oh ya udah yok kita nge - check pasien ". Bohong nya dan cepat - cepat mengajak dokter Tari tugas biar dokter Tari enggak kepo lebih banyak.

__ADS_1


Dokter Tari menatap Eggy dengan pandangan curiga dan menyusul Eggy yang berjalan lebih dulu dari nya.


Mereka berdua menuju ke ruangan Vvip 1 tepat ruangan Almira di rawat inap.


Tok . . . Tok . .


#kletek


"Assalamualaikum ". Eggy dan Tari berseru mengucapkan salam sembari berjalan mendekati Almira yang udah siap - siap di periksa sama sang Suami ehh sang dokter.


"Waalaikumsalam ". Jawab nya sembari tersenyum.


Eggy melirik ke arah sekitar ruangan namun mata nya tidak menemukan Mamak mertua nya.


"Permisi ya buk ". Dokter Tari mengecheck tensi darah Almira.


"Iya Dok ". Ujar nya tapi mata nya menatap Eggy begitu juga sebalik nya, selagi dokter Tari yang memeriksa kondisi Almira. Eggy mengambil kesempatan untuk mengisyaratkan untuk Almira tanpa sepengetahuan Tari.


Eggy/ "Mamak mana?".


Almira/ "Keluar bentar".


Eggy/ "Ouh . . Love You emmuah ".


Almira/ "Love You too ".


Asik - asik nya mereka berkomunikasi dengan isyarat bibir tanpa suara dokter Tari membuyarkan mereka.


"Semua nya normal ya buk ". Tari selesai dengan tugas nya dan membereskan alat - alat medis nya.


"Alhamdulillah . . Ibuk enggak boleh banyak - banyak pikiran dan enggak boleh kerja sedikit pun, kalau bisa pun makan nya jangan sendiri tapi di suapi ya buk ". Eggy menimpal pemeriksaan Almira dan malah menambah - nambahi nya sendiri.


Almira tau ini pasti akal - akalan Eggy biar dia ntar yang nyuapi nya makan.


"Iya dokter, saya akan laksanakan ". Sembari senyum - senyum yang di kulum.


Sedang kan Tari melirik Almira yang menurut pandangan nya sedikit ganjen sama Eggy.


Tari/ "Ya udah kami permisi dulu ya buk ". Pamit nya dan keluar lebih dulu.


Dan lagi Eggy mengambil kesempatan dengan gerak cepat Eggy mencium kening Almira dan berlari menyusul Tari sebelum dia curiga.


"Daaaaa sayang Love You ". Ucap nya dengan pelan.


Sembari berjalan dokter Tari memeriksa hasil pemeriksaan yang dia tulis barusan.


Tari/ "Dokter Eggy hasil pemeriksaan nya biar aku aja ya yang nulis ntar kalau udah siap aku kasi ke dokter Eggy". Menoleh ke arah Eggy yang nafas nya sedikit ngos - ngosan.


Eggy/ "Ouh enggak perlu Dokter, punya saya biar saya saja yang ngerjain nya, kalau dokter Tari yang ngerjai nya sama aja bohong, itu bukan hasil kerja saya nama nya he he ".


Tari/ "Enggak apa - apa kok dokter, aku ikhlas kok ".


Eggy/ "Enggak usah dok, terimakasih ". Tolak nya sembari mengambil map hasil pemeriksaan yang di pegang Tari. Sedang kan Tari tersenyum getir dan kecewa.


Tari/ "Ouh ya kayak nya pasien Vvip 1 naksir deh sama dokter Eggy he he he ".


"Huh ? Masa sih Dok ?". Rasa nya Eggy pengen ketawa dengan ucapan Tari yang manyatakan istri nya sendiri naksir diri nya.


Tari/ "Iya soal nya saya perhatiin dari awal kita yang di tugas kan untuk jadi dokter Vvip 1, pasien enggak henti nya menatap dokter Eggy setiap kita ke ruangan nya".


Eggy/ "Ha ha ha mungkin perasaan dokter Tari aja kali itu ".


Tari/ "Ha ha ha mungkin kali ya. Tapi emang wajar sih kalau dokter Eggy banyak yang sukai rang dokter Eggy dokter paling cakep di rumah sakit ini hi hi ".


Eggy/ "Ah ha ha ha ".

__ADS_1


__ADS_2