Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 18 #S2


__ADS_3

Aira/ "Ra . . . Ntar siang kamu mau ya ikut kakak ke rumah Hafiz". Pinta nya pada Almira yang tengah sibuk memasak di dapur, sedang kan dia hanya duduk memandori adek nya.


Almira/ "Ngapain?".


Aira/ "Dia hari ini ada acara syukuran karna dia mau berangkat umroh, trus dia ngundang kakak sama kamu".


Almira/ "Yang berangkat dia?".


Aira/ "Iya, dia sekeluarga sih".


Almira/ "Hmm . . . Udah ntar pas dia balik aja kita ke rumah nya kan biar sekalian dapat air zam - zam ha ha ha".


Aira/ "Haiiiiizt . . . Emank lah ini, lagian enggak perlu datang pas dia udah balik pun bakal di anterin itu air zam - zam ke rumah bahkan ole - ole khusus pun lagi untuk kamu".


Almira menaik kan alis mata nya sebelah.


"Maye (kenapa) pulak gitu?".


Aira/ "Iya lah, secara ya kan dia kan naksir sama kamu sejak ketemu di acara nikahan nya Rani dan Gilang ha ha ha".


Almira/ "ahh masa sih?, Ra pikir kayak nya dia suka nya sama kakak lah bukan sama Ra".


Aira/ "Hemm . . . Maka nya jadi orang enggak usah cuek - cuek amat, lagian ya siapa pun yang ngeliat udah bisa ketau' an kalau si Hafiz itu suka nya sama kamu bukan sama kakak. Aneh kamu".


Almira/ "Huh . . . Entah lah kak" maklom lah enggak sukak merhatiin - merhatiin orang.


Aira/ "Hmm . . maka nya jadi orang enggak usah cuek - cuek amat. Jadi kamu ikut enggak nih ntar siang?".


Almira/ "Iya - iya ikut, bilang sama pacar mu itu jangan naik kereta, Ra enggak mau tarik tiga - tarik tiga".


Aira/ "Dia naik mobil, enggak mungkin juga kita tarik tiga soal nya rumah si Hafiz di kota sana, kalau kita tarik tiga bisa kenak polisi lah kita".


Almira/ "Okeh lah kalau begitu, ya udah sana, enggak usah ganggu - ganggu Ra lagi masak, ntar enggak kelar - kelar ini masak nya".


Aira/ "Iyaaa, pokok nya ntar siap masak, kamu langsung besiap jadi siap sholat dzuhur kita langsung gerak".

__ADS_1


"Heemm iyaaaa". Almira melanjut kan masak nya.


.


.


Flash Back . . .


Para tamu dan sanak saudara begitu riang memeriah kan acara pernikahan Rani dan Gilang. Tak ketinggalan Almira yang begitu cantik mengenakan set dress bridesmaids berwarna baby blue dan hijab fashion ala wanita turkey serta make up yang natural look.


Almira turut berbahagia di hari istimewa sahabat serta sepupu nya itu. Gerak - gerik Almira mengalih kan perhatian seorang cowok tampan, tegap tinggi, kulit putih dan berkaca mata. Sejak dia datang dan mata nya mendapati sosok Almira, ia tak lepas memperhati kan gerak - gerik Almira.


Dia adalah Hafiz saudara dari mempelai pria alias Gilang dan kebetulan dia teman sekolah Aira di masa SMA tapi lain jurusan, meski pun begitu tapi mereka saling kenal satu sama lain. Hafiz melihat kakak beradik ini alias Aira dan Almira. Ia mendatangi mereka.


"Aira kan?". Hafiz mengaget kan Aira yang berdiri di sebelah Almira tepat nya di samping meja buah.


Aira memperhatikan wajah Hafiz mencoba mengingat siapa sosok yang mengaget kan nya itu.


Hafiz/ "Enggak ingat sama aku?, Hafiz anak IPS 1".


Hafiz/ "Ha ha ha iya, udah rusak mata aku sejak kerja, asek layar laptop aja yang aku pandang he he he, kamu apa kabar?, makin cantik aja aku tengok he he".


Aira/ "Alhamdulillah sehat, makasi banyak he he. kamu sendiri apa kabar nya?, Oh ya udah nikah kamu?".


Hafiz/ "Alhamdulillah sehat juga Ra. Belum Ra he he he. Kamu udah?"


Aira/ "In Sya ALLAH, doa kan aja ya secepat nya".


Hafiz/ "Iya semoga di segera kan Aamiin, orang mana calon?".


Aira/ "Orang medan juga enggak jauh - jauh he he he"


Hafiz/ "Iya lah ngapain jauh - jauh he he he".


Aira/ "Oh ya kamu teman nya rani dan gilang ya?

__ADS_1


Hafiz/ " Bukan, aku sepupu nya si Gilang dari Mama nya. Tadi aku kaget pas ngeliat kamu trus enggak yakin juga kalau itu kamu, maka nya aku samperin. Enggak nyangka ya kita bakal ketemu di sini he he he.


Aira/ "Ouh ha ha ha kalau aku sepupu nya Rani, iya ya enggak nyangka juga, sempit kali rupa nya dunia ini he he he . . . Oh ya lupa Kenalin ini adek aku, Ra . . .". Aira menyingkut tangan Almira yang sejak tadi melamun enggak jelas.


"He ??". Almira menoleh. Hafiz menyungging kan senyum nya untuk Almira dan hal yang di tunggu - tunggu nya sejak tadi.


Aira/ "Ini kenali kawan kakak waktu SMA".


"Oh . . . Iya Almira". Dia tersenyum sembari mengulur kan tangan nya.


"Hafiz". Menyambut uluran tangan Almira.


Ekor mata Almira mendapati sosok yang paling dia hindari yakni Ari yang menghadiri acara itu juga bersama dengan teman - teman nya dan Lana pacar nya. Awal nya Almira terpaku dan membalik kan badan nya bermaksud untuk menghindar, tapi entah dari mana muncul pemikiran seolah - olah dia biasa - biasa saja, seperti tak mengenal satu sama lain serta menunjuk kan kalau dia bahagia.


Sejak di tinggal bentar oleh Aira karna dia menerima panggilan dari tunangan nya, Almira berdua bersama Hafiz, mereka asyik mengobrol serta celetuk - celetukan yang di lontar kan oleh Hafiz membuat mereka tertawa bersama.


Dari sisi lain Ari tak menyangka bakal melihat sosok Almira sedang bercanda tawa bersama seorang cowok yang tak di kenal nya. Mata nya tak lepas melihat mereka berdua.


.


.


Flash On . . .


"Makasi banyak ya udah mau datang, aku kira kalian enggak mau datang he he". Hafiz menyambut kedatangan Aira, Ryan tunangan Aira dan Almira.


Aira/ "Iya . . Kami juga makasi karna udah ngundang kami".


"Ya udah, kalian makan lah ayok". Hafiz meminta mereka untuk menyantap sajian yang sudah tersedia di meja makan.


"Makan Ra". Hafiz tersenyum pada Almira.


"Iya Bang". Singkat nya, Almira merasa segan di tambah lagi lumayan ramai nya sanak saudara Hafiz yang datang.


Mereka mengobrol Sembari menyantap makanan yang sudah mereka ambil.

__ADS_1


Sedang kan Almira hanya terdiam berkutat pada hp nya dan Hafiz memperhati kan itu.


__ADS_2