Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 31 #S3


__ADS_3

Eggy berlari masuk ke dalam rumah nya yang tidak terkunci. Sebelumnya ia sudah menyusul Almira ke sekolah Ghifari, namun mereka sudah kembali setelah Eggy tiba di sekolah itu dan juga ia sudah berulang kali menghubungi ke nomor selular Almira, namun Almira pun tak menjawab panggilan tersebut.


Eggy mencari anak dan istri nya ke seluruh ruangan rumah nya yang terlihat sunyi tak berpenghuni, ia melihat snow tertidur nyaman di tempat tidur nya. Tidak ada tanda - tanda bahwa anak dan istri nya berada di rumah.


"Assalamualaikum". Terdengar suara Almira dan Ghifari mengucapkan salam. Eggy langsung bergegas mengejar mereka yang baru tiba entah dari mana. Ia langsung menyambar tubuh Almira tanpa peduli anak nya akan melihat ketika ia memeluk Almira.


Sontak membuat Almira terkejut tiba - tiba suami nya sudah di rumah.


"Maafin Suam". Bisik nya dan mempererat pelukan nya. Hati Almira sempat meluluh pada nya.


" Daddy kok tumben hari ini cepat pulang?". Ghifari yang menyaksikan orang tua nya itu merasa heran kenapa Daddy nya sudah pulang di siang bolong gini dan kenapa tiba - tiba Daddy nya langsung memeluk Mommy nya seperti orang ketakutan.


Eggy dan Almira tersadar bahwa mereka bukan hanya berdua di saat itu. Almira merenggang kan tubuh nya untuk melepaskan pelukannya.


"Eh he he he iya sayang, Daddy mau makan siang bareng sama Ghifari dan Mommy". Senyum Eggy merekah melihat anak nya, lalu kemudian ia berlutut di hadapan nya.


" Hemmm.... Tapi sayang nya Mommy sama Ghifari baru saja siap makan siang. Karena Mommy enggak masak hari ini jadi Mommy ngajak Ghifari makan di restoran ayam goreng di depan komplek rumah". Ujar nya sembari melirik Almira.


Eggy menelan ludah nya karena ia ingin membujuk Almira dengan mewujudkan keinginan nya yang ingin makan siang bertiga malah gagal.


"Jiaaaah terus Daddy gimana donk? Masa iya Daddy makan sendiri, apa lagi Mommy kamu enggak masak, jadi Daddy mau makan apa donk? Perut Daddy sudah lapar ini. Hiks hiks hiks". Eggy berpura - pura merengek seperti anak kecil dan sesekali ia melirik Almira yang terlihat cuek.


" Ya sudah, Daddy beli pesan antar saja makanan nya terus Daddy makan di rumah deh". Ghifari memberi nya saran.


"Oh... Iya juga ya. Tapi nanti kalau Daddy sudah pesan makanan nya Ghifari dan Mommy harus nemeni Daddy makan ya? He he he". Eggy melirik Almira.


" Oke siap Daddy".


Eggy merogohkan kantong jas nya untuk mengambil ponsel nya.


"Oke kalau gitu Daddy pesan makanan nya dulu".


" Enggak usah, biar Mommy masak saja". Almira mencelah mereka kemudian berjalan ke dapur meninggalkan mereka.


Eggy tersenyum ceria ternyata istri nya peka terhadap diri nya.


"Terimakasih ya Mommy". Teriak nya dengan sengaja sembari senyum - senyum.


Hanya butuh setengah jam Almira memasak makanan untuk Eggy. Makanan yang berupa ayam goreng, sayur sop serta sambal kini sudah terhidang di atas meja makan.


Eggy dengan lahap nya menyantap masakan istri nya. Sesuai dengan janji, Ghifari dan Almira turut menemani nya untuk makan.


" Daddy doyan apa lapar?". Ghifari tercengang melihat Eggy begitu lahap menyantap masakan tersebut, sempat ia menelan ludah nya sendiri.


"He he he, dua - dua nya sayang. Habis nya masakan Mommy kamu sedap sih he he he". Eggy mengacungi kedua jempol nya mengarah ke Almira. Sedang kan Almira terpaksa menahan senyum nya karena ia masih marah.


" Oh ya Ghifari enggak mau makan lagi? Enak lho. Nanti Daddy habisin ini kalau Ghifari enggak mau he he he".


"Enggak lah Dad. Ghifari sudah kenyang. Daddy habisin saja sendiri makanan nya". Bagi Ghifari melihat Daddy nya lahap gitu saja sudah membuat isi perut nya penuh dan tak akan sanggup jika di isi lagi he he he.


Setelah Eggy selesai makan, Almira langsung membersihkan sisa piring nya dan akan membawa nya ke dapur.


" Daddy enggak balik lagi ke rumah sakit?". Ghifari bertanya pada Eggy yang sedang melihat wajah Almira.


Almira melirik nya sekilas menanti jawaban apa yang terlontar dari mulut Eggy.


"Enggak sayang, kayak nya Daddy mau istirahat saja di rumah". Jawab nya sambil melihat ekspresi Almira.

__ADS_1


Setelah mendapatkan jawaban dari Eggy, Almira langsung ke dapur dan tak lupa ia membawa piring kotor bekas sisa makan tersebut.


" Tadi saja pas di rumah sakit bilang nya, Suam lagi banyak kerjaan, mesti di siapkan hari ini juga, sekarang giliran di tanya sama anak nya bilang Daddy mau istirahat di rumah. Apa'an dasar labil". Almira menggerutu sendiri sekaligus mencibir Eggy dari belakang sambil mencuci piring kotor tersebut.


Eggy yang ternyata menyusul diri nya ke dapur, sontak membuat nya tertawa kecil mendengar istri nya menggerutu sendiri. Eggy mendekati nya tanpa suara lalu memeluk nya dari belakang. Sontak membuat Almira kaget.


"Umm... Istri nya Dokter Reggy Aditya Wijaya makin cakep ya kalau lagi merepet - merepet (ngedumel) sendiri kayak gini hi hi hi". Bisik nya.


Almira merengutkan wajah nya, sebenarnya ia ingin sekali tertawa, paling enggak nya hanya sekedar tersenyum, namun ia berusaha menahan nya. Kalau tidak seperti itu, itu akan meruntuhkan gengsi nya.


Eggy memegang tangan Almira yang masih mencuci piring - piring itu. Ia membantu nya dan menuntun tangan Almira membilas piring nya. Tak sedikit pun Almira menepis tangan Eggy hingga mereka selesai mencuci piring tersebut.


Eggy membalikkan badan Almira dan memandang nya dengan penuh kasih sayang.


"Maafin Suam ya sayang?". Ujar nya sembari menyentuh pipi Almira.


Almira tak bergeming menatap Eggy yang menyesal karena sekali lagi membuat Almira marah.


"Suam enggak bermaksud untuk enggak ngejelasi soal kemeja itu sama Ist. Dan Suam juga enggak bermaksud untuk pamer - pamer hak nya Ist sama cewek lain. Suam beneran enggak sengaja buka baju Suam di depan Aulia. Waktu itu Suam lagi buru - buru, ingat enggak waktu kejadian kecelakaan Lufti yang Suam ceritain ke Ist? Nah! Pas itu kemeja Suam sudah habis bersimbah darah nya Lutfi, terus karena Suam lagi buru - buru mau menangani Lutfi, Suam langsung ganti baju dan enggak sadar kalau Aulia masih ada di ruangan Suam. Kalau soal Aulia mencuci nya, sumpah Suam enggak tahu apa - apa". Ia menjelas kan nya pada Almira.


"Lagian gara - gara Ist juga, pagi - pagi sudah ngebuat mood Suam jadi enggak bagus, maka nya Suam enggak kepikiran untuk menjelaskan nya langsung soal kemeja itu dan Aulia".


Almira mengerutkan dahi nya, ia merasa heran, kapan ia melakukan kesalahan sehingga ia membuat Eggy bad mood.


" Gara - gara Ist?".


"Iya lah. Gara - gara Ist masih nyimpan sapu tangan pemberian mantan nya". Eggy mengingat kan nya pasal sapu tangan milik Ari.


" Apa? Hah... Sapu tangan itu memang punya si Ari tapi bukan berarti pemberian dari Ari untuk Ist. Ist enggak sengaja nemuin sapu tangan nya yang terjatuh waktu pertama kali Ist sama Ari ketemu di rumah sakit. Dia enggak sengaja ngejatuhin nya setelah dia lari buru - buru masuk ke dalam rumah sakit dan kebetulan Ist orang yang menemukan nya".


"Banyak kali alasan Ist. Suam enggak percaya. Kalau memang itu enggak sengaja nemu, kenapa enggak langsung di balikin waktu Ist berduaan sama Ari di depan ruang ICU? Kenapa masih di simpan di dalam lemari? Malah di dalam lemari yang khusus lagi. Jangan - jangan Ist memang masih berharap sama si Ari kan. Di tambah lagi sekarang dia sudah berstatus duda". Eggy balik mengungkit moment itu.


Eggy melepaskan lingkaran tangan nya dari pinggang Almira.


"Kenapa jadi bawa - bawa Aulia? Aulia itu asisten Suam. Dia kan sudah lama jadi bawahan Suam, kenapa baru sekarang Ist curiga'an kayak gini? Kenapa enggak dari dulu? Urusan dia suka atau enggak nya sama Suam itu enggak penting sama Suam, lagian itu sudah jadi hak dia mau suka sama siapa saja dan itu juga enggak penting. Kalau Ari itu siapa nya Ist? Dia mantan nya Ist, laki - laki yang pernah mengisi hari - hari Ist di masa lalu. Lagian Ist juga entah kenapa akhir - akhir ini bawa'an nya curiga'an mulu sama Suam".


"Ya wajar lah Ist curiga sama Suam. Perkara sapu tangan Ari ada sama Ist itu sama sekali enggak ada hubungan nya sama masa lalu atau pun masa sekarang, semua nya sudah tidak ada apa - apa lagi, itu cuma sapu tangan yang kebetulan nemu. Lah Suam... Suam itu memperlihatkan hak nya Ist sama Aulia. Memperlihatkan nya dengan secara langsung. Istri mana yang rela tubuh suami nya di lihat sama cewek lain?". Almira mulai berbicara dengan nada tinggi sehingga Ghifari sempat melirik ke arah dapur karena ia mendengar suara Mommy nya berbicara.


Eggy mengacak rambut nya, aturannya mereka berbaikan malah makin bertengkar.


"Kan sudah Suam bilang. Kalau itu tidak sengaja. Lagian kalau memang sudah tidak ada apa - apa nya lagi, kenapa Ari menahan Ist untuk pergi di saat di depan ruang ICU? Padahal kan dia juga tahu kalau anak kita lagi sakit, enggak bisa di tinggal sendirian terlalu lama. Di situ Suam benar - benar marah".


"Kenapa enggak marah saja langsung di saat itu? Kenapa enggak langsung luapkan saja kemarahannya pada saat itu? Lagian siapa yang tahu kalau Suam buka baju nya di depan dia dengan sengaja atau enggak? Atau bisa jadi Suam itu memang sudah sering kayak gitu cuma baru kali ini saja ketahuan nya. Sekarang Ist sudah ngerti kenapa Suam betah kali di rumah sakit, bukan cuma karena alasan pasien tapi karena alasan khusus. Sudah lah Ist enggak mau perpanjang masalah ini lagi, bikin sakit kepala saja". Almira pergi meninggalkan Eggy dengan kemarahan nya.


"Ist... Ist... Tunggu dulu, kita belum selesai bicara nya. Ist....". Eggy pun menyusul Almira yang berjalan menuju ke dalam kamar nya. Mereka sempat melirik Ghifari yang bingung melihat mereka.


" Daddy... Mommy kenapa?".


"Hah? Enggak apa - apa kok sayang. Mommy lagi kebelet ke kamar mandi saja kok he he he". Eggy terpaksa membohongi anaknya demi menjaga psikologis anak nya kalau tahu mereka sedang bertengkar kecil.


"Ouhmmm".


" Oh ya Ghifari enggak tidur siang?". Eggy mendekati Ghifari dan duduk di samping nya.


"Enggak Dad, Ghifari enggak ngantuk. Hoooaaaaam". Jawabnya sembari menguap dan menutup mulut nya.


Eggy tertawa kecil melihat anak nya.

__ADS_1


" Enggak ngantuk tapi nguap nya besar gitu he he he. Sudah - sudah, ayo kita tidur siang. Kali ini Daddy yang akan nemenin Abang Ghifari tidur siang, soal nya Daddy juga sudah ngantuk kali hooaaaaam". Eggy pun berdiri serta membangkitkan tubuh anak nya.


"Tapi kita bilang dulu sama Mommy, kalau kita mau tidur siang, nanti Mommy ke cari'an kita". Ghifari melirik ke arah pintu kamar orang tua nya.


" Sudah. Enggak usah. Nanti kan Mommy tahu sendiri kok kalau kita lagi tidur siang. Nah sekarang ayok kita masuk ke dalam kamar. Mari kita tiduuuuur he he he". Eggy mendorong pundak anak nya dengan lembut untuk berjalan menuju ke kamar Ghifari.


Di dalam kamar, Almira sedang duduk terdiam di atas tempat tidur nya sembari melihat sapu tangan milik Ari yang sengaja ia keluar kan dari lemari nya. Ia masih merasa kesal pada Eggy.


"Gara - gara kau nih aku jadi bertengkar sama suami aku". Almira ngedumel sendiri pada sapu tangan itu.


" Ehh... Enggak juga sih. Bukan karena kau juga, tapi karena itu tuh asisten pribadi nya huffft. Ngeseliiiiin". Almira merapatkan gigi nya.


Kemudian ia keluar dari kamar nya. Ia melirik ke seluruh ruangan yang terlihat sunyi tak berpenghuni. Ia mengerutkan dahi nya.


"Kemana mereka? Apa main - main di luar ya?". Almira pun berjalan keluar rumah namun tak menemukan siapa pun di sana dan pintu pagar pun masih tergembok dari dalam serta mobil suami nya pun masih terparkir rapi di garasi.


" Enggak ada. Kalau mereka keluar, sudah pasti pintu enggak tergembok kayak gitu". Pikir nya dan kembali masuk ke dalam rumah. Ia mencari mereka ke halaman belakang dan ruang belajar Ghifari namun tak juga menemukan mereka, hingga akhirnya ia pun berjalan menuju ke kamar Ghifari lalu membuka pintu kamar tersebut tanpa suara.


Almira geleng kepala sembari tersenyum, ternyata anak dan suami nya sudah tertidur berdua di atas tempat tidur Ghifari sambil berpelukan. Sungguh pemandangan yang membuat hati Almira meluluh dan melupakan kemarahannya. Almira mendekati kedua nya tanpa suara lalu membelai rambut Ghifari sembari memandangi wajah kedua nya.


"Rambut Daddy nya enggak di belai juga?". Tiba - tiba Eggy menarik tangan Almira lalu meletakkan nya di atas kepalanya. Sontak membuat Almira terkejut lalu menarik tangan nya dari kepala Eggy, ternyata Eggy terbangun karena ke datangannya. Eggy membuka mata nya sambil senyum - senyum melihat Almira yang sedang menatapnya dengan sinis.


"Masih marah?". Dengan lemah lembut Eggy mempertanyakan nya pada Almira.


Almira membuang muka nya, ia enggan melihat Eggy. Perlahan Eggy mendekati Almira sembari meraih tangan nya.


" Ist... Sudah lah. Kita enggak usah lah kayak gini. Kita sudah jadi orang tua lho, masa iya kita debat karena masalah ini. Suam minta maaf ya sayang, Suam yang salah, enggak seharusnya Suam kayak gitu, terus enggak seharusnya juga Suam cemburu buta gara - gara sapu tangan itu".


Almira membalik kan badan nya kemudian melihat wajah memelas Eggy.


"Maafin Suam ya sayang". Eggy tersenyum lebar sembari mengelus pipi Almira.


Almira pun mengangguk pelan lalu tersenyum dengan mata nya yang berkaca - kaca.


" Maafin Ist juga ya Suam karena Ist terlalu curiga sama Suam".


"Iya, enggak apa - apa kok sayang, sekarang Suam sudah faham kok kenapa Ist akhir - akhir ini sering curiga sama Suam".


" Kenapa?".


"Karena Suam yang tampan dan keren ini memang pantas untuk di curigai he he he". Celetuk nya sambil bergaya sok cakep nya.


"Hiiiis, kepedean kali. Lagian Suam itu tak tampan dan tak keren lah. Suam itu cantik". Almira menahan tawa nya menggoda Eggy.


" Hiiis kan...! Di bilang cantik lagi kan. Iiiiiiih". Eggy melesekkan kaki nya sehingga menggoncang kan tempat tidur anak nya.


"Ehh... Jangan lasak kayak gitu, nanti anak nya bangun lho Suam". Almira memukul kaki Eggy untuk menghentikan nya sembari melirik Ghifari yang tertidur pulas.


" Eh... Iya he he he. Ya sudah kalau gitu kita keluar yuk, biar enggak terganggu Ghifari nya. Kalau enggak kita ke kamar kita saja hi hi hi". Eggy mengedip - ngedip kan mata nya memberi kode pada Almira dengan genit.


Almira justru memplototin nya.


"Kenapa mata nya di kedip - kedipin kayak gitu? Enggak usah ngada - ngada lah. Ini sudah mau sore". Almira pun bangkit dari duduk nya dan keluar dari kamar Ghifari.


" Iiih tuh kan, rang belum siap ngobrol nya malah di tinggalin lagi. Hufft. Ist... Ist...". Eggy bergegas menyusul Almira keluar.


"Ist... Kata nya sudah maaf - maafan masa Suam nya di tinggalin lagi". Eggy menarik tangan Almira sembari memanyunkan bibir nya.

__ADS_1


" Hiiis... Ist kebelet tauk. Ist mau ke kamar mandi. Sudah enggak tahan ini". Almira menarik tangannya lalu ngacir menuju ke kamar mandi.


"Jangan lari - lari sayang, nanti terpeleset". Teriak nya sembari tertawa kecil melihat Almira buru - buru berlari masuk ke kamar mandi.


__ADS_2