
Almira dan Eggy panik mondar - mandir ke sana kemari, karena terlalu banyak bersenda gurau pada larut malam akhir nya mereka bangun kesiangan. Almira sibuk menyiapkan pakaian Eggy untuk bertugas sedang kan Eggy baru saja keluar dari kamar mandi.
Eggy/ "Sudah biar Suam saja yang nyiapin pakaian nya. Ist ke kamar mandi sana, ngambil wudhu, sudah jam 6 lewat itu".
Almira mengangguk.
"Ya sudah, Suam sholat lah dulu". Almira pun menuju ke kamar mandi.
Setelah panik karena kesiangan, akhir nya mereka bisa sarapan dengan tenang, tak lupa mereka membangunkan Ghifari untuk sarapan bersama sebelum Eggy bertugas. Di tengah menikmati sarapan mereka dengan roti selai dan susu hangat, tanpa izin dan basa - basi, tiba - tiba Ria membuka tirai mereka.
Ketiga anak beranak itu terkejut dan menoleh ke arah Ria yang tersenyum kikuk.
"Eh he he he, maaf awak ganggu. Awak cuma mau nawarin ini untuk sarapan he he he". Ria mendekati mereka sembari menyodori sepiring gorengan yang sengaja ia beli khusus untuk mereka bertiga.
Tampang mereka berbeda - beda melihat Ria. Almira terlihat getir, Ghifari terlihat kesal sedang kan Eggy terlihat bingung. Almira pun mengambil piring yang berisi gorengan itu.
"Terimakasi banyak ya Ria, jadi ngerepoti ngasi beginian he he he".
" Enggak apa - apa kak, lagian kan kita sekamar jadi sudah seharus nya berbagi, kita kan sudah kayak keluarga he he he". Dengan percaya diri ia berkata seperti itu sembari melirik Eggy yang kembali fokus dengan roti nya.
"Eh he he he iya, sekali lagi terimakasi ya". Almira pun melirik Ria, ia tahu tujuan nya apa.
" Ya sudah kak, silahkan di lanjutin lagi sarapan nya, maaf awak ganggu he he he. Dokter Eggy selamat sarapan ya he he he".
Eggy menoleh nya.
"Ha? Ah... Iya, terimakasih banyak ya buk he he he". Eggy menebarkan senyuman nya yang membuat Ria meleleh. Ria pun menutup kembali tirai itu.
" Enggak usah senyum - senyum kayak gitu, pantesan saja banyak perempuan yang ngejar - ngejar Suam, ternyata Suam tebar pesona ke sana ke sini sama mereka. Iya kan?". Almira mengecilkan suara nya dan memplototi Eggy begitu sinis.
"Haiiiih.... Seperti nya Mommy kamu lagi cemburu nak, masa Daddy senyum di bilang tebar pesona". Eggy berbicara pelan pada Ghifari yang sejak tadi tertawa kecil melihat Mommy nya memarahi Daddy nya.
" Tapi Mommy betul Dad, kalau pesona Daddy tuh bikin banyak yang suka sama Daddy. Tuh bukti nya Ibu itu kemarin bilang kalau dia suka sama Daddy dari dulu". Ghifari berpihak ke Mommy nya.
Almira/ "Nah, dengar tuh apa kata anak nya, atau jangan - jangan Suam emang kenal juga sama dia, terus sengaja ngeletak mereka di sini".
Eggy/ " Hah? Ya ALLAH, Suam saja enggak kenal sama mereka, masa iya sih, sudah deh sayang, ini masih terlalu pagi untuk ngeprank - ngeprank".
"Ini enggak ngeprank sama sekali Suam. Sudah, cepat habisin sarapan nya. Ini sudah siang". Perintah nya sembari membuka lebar jendela kamar itu, sehingga udara yang sejuk masuk mengisi ruangan.
Sedang kan Eggy jadi tidak nafsu makan karena untuk pertama kali nya di pagi hari ia kenak omel sama istri nya sendiri perkara senyumnya.
"Suam berangkat kerja ya Ist" . Dengan tampang lesu ia menghampiri Almira sembari mengulurkan tangan nya, Almira pun mencium tangan nya.
"Hmmp...". Masih ngambek.
" Jangan cemberut gitu lah sayang, nanti Suam enggak bisa semangat kerja nya kalau Ist kayak gini hiks hiks".
"Enggak usah lebay, enggak malu tuh di lihatin sama anak nya". Bibir Almira menunjuk ke arah Ghifari yang merasa lucu melihat kedua orang tua nya.
" Ha ha ha Daddy kayak anak kecil". Ia malah meledek Daddy nya.
"Tuh dengar apa kata anak nya? Kayak anak kecil, maka nya kalau tebar pesona tuh cukup sama binik saja jangan ke semua orang". Kali ini Almira benar - benar cemburu bukan ngeprank Eggy. Untuk pertama kali nya mendadak Almira merasa cemburu dan tak henti nya mengomelin Eggy, mungkin efek hormon kehamilan nya kali ya.
Secepat kilat Eggy mencium Almira sebagai mood booster nya. Sedangkan Ghifari langsung menutup mata nya.
"Daaaa Sayang, Daddy berangkat kerja dulu yaaa". Eggy pun mencium ubun - ubun anak nya sembari tertawa kecil melihat Almira yang akhirnya terpaku.
" Daaaa Daddy he he he".
Eggy pun ngacir keluar kamar sebelum si tetangga melihat nya dan akan membuat Almira tambah merajuk.
"Iiiiih ngeseliiiiin". Dumel nya sembari menahan senyum nya.
Setelah ia membereskan bekas sarapan mereka, Almira ingin menarik tirai mereka. Ia bermaksud agar anak Ria juga bisa menonton tv yang terletak lebih ke sisi mereka.
" Mommy jangan di buka". Yang tadi nya ia fokus sama film kartun nya, spontan ia melarang Mommynya.
"Enggak boleh gitu lho sayang, mana tahu kan Aidil nya mau nonton tv juga, kamu harus berbagi nak". Almira menarik hidung nya.
" Huffft". Ia mengendus.
Ria sibuk melirik ke area mereka, ia mencari sosok Eggy, namun ia tak menemukan nya.
"Ehh... Kak. Sudah siap sarapan nya?".
" Sudah". Almira tersenyum ramah pada nya.
"Oh ya kalau Aidil mau nonton tv bilang saja, biar ibu bukain tirai nya".
Ria/ " Ah ha ha ha enggak usah repot - repot kak, lagian Aidil enggak suka kok nonton tv, dia lebih senang baca buku, enggak pernah mau kalau nonton tv, karena Aidil anak nya rajin baca buku fu fu fu. Iya kan nak?".
"Ma... Awas... Mama ngehalangi Aidil nonton tv, ini kartun kesukaan Aidil". Aidil menggeserkan tubuh Ria sedikit agar ia bisa menonton tv.
#kriik kriik kriiik...
__ADS_1
" Eh he he he, kok tumben - tumbenan kali kamu nak mau nonton tv he he he".
Yang tadi nya ia begitu percaya diri, kini ia tertawa getir ketika ia melihat anak nya lebih fokus nonton tv nya ketimbang Ghifari, ia merasa sedikit malu kepada Almira. Sedang kan Almira rasa nya ingin tertawa tapi takut Ria tersinggung, akhir nya ia menahan tawa nya.
"Enggak apa - apa lah Ria, nama nya juga anak - anak pasti ada rasa bosan nya, mungkin Aidil lagi bosan baca buku he he he". Seperti sindirian buat Ria.
Ria/ " He he he iya ya kak, mungkin karena bosan di rumah sakit juga ini".
Almira tersenyum dan siap - siap mendapatkan pertanyaan dari Ria, sebab ia masih melirik ke arah bagian mereka.
"Oh ya kak, emm... Cerita nya Dokter Eggy nya kemana ya? Kok sudah enggak kelihatan". Pertanyaan itu akhir nya terlontar juga. Dan benar dugaan Almira.
Almira/ " Oh, Dokter Eg eh maksud nya suami saya sudah berangkat dari tadi".
"Sudah berangkat ternyata, tapi kok saya enggak ngeliat ya Dokter Eggy lewat, padahal saya sudah nungguin Dokter Eggy lewat". Ceplos nya.
" Eh... Maksud nya padahal saya kan di sebelah, kok bisa enggak kelihatan ya he he he".
"Oh mungkin kamu nya lagi merem kali, makanya enggak lihat he he he".
Almira mulai malas dengan nya. Ia menggerutu di dalam hati nya.
"Apa maksud nya coba? Nungguin lakik orang lewat. Mau ngegoda lakik orang ya?".
Ria/ "Hmm... Mungkin tadi pas saya lagi nyiapin barang - barang suami saya kali ya, maka nya enggak lihat kalau dokter Eggy sudah lewat he he he".
" Mungkin".
"Kenapa lah kakak dari awal enggak bilang kalau Dokter Eggy tuh suami kakak, kalau gini kan awak jadi malu sudah nyeritain nya di depan akak he he he". Ria tersipu malu.
Almira/ " Enggak apa - apa Ria, santai saja he he he".
"Gimana mau bilang, rang dia asek nyerocos saja, enggak ada ngasi kesempatan orang ngomong". Batin Almira.
"Eh... Jangan di ganti lah siaran nya, kan film nya belum habis". Tiba - tiba Aidil protes karena Ghifari mengganti chanel tv yang lain.
" Kan lagi iklan, kamu enggak lihat apa tadi tuh iklan, maka nya aku ganti". Ghifari berbicara sedikit ngegas.
"Biari saja lah kalau iklan, paling bentar lagi main film nya. Ganti yang tadi, nanti film nya habis". Aidil enggak kalah ngegas nya.
" Kalau aku enggak mau gimana? Lagian ini kan kamar aku dan ini rumah sakit Daddy aku, jadi suka - suka aku lah". Lah malah keluar lantam nya, dengan tatapan kesal.
"Eh.. Eh.. Ehh.. Ghifari...". Almira langsung mendekati anak nya sembari memandangnya dengan tampang tegas.
"Ah enggak usah kak. Ini lagi, kamu itu enggak boleh kayak gitu, harus nya kamu nonton saja, enggak perlu protes kalau di ganti siaran nya. Enggak puas apa setiap hari nonton tv saja, nanti mata kamu bisa rusak kalau nonton tv terus, di suruh baca buku enggak mau, nonton tv nomor satu". Ria memarahi Aidil, ucapan nya menyindir atau apa nih? Tapi secara enggak langsung Ria keceplosan berkata kebenaran nya kalau anak nya suka nonton tv ketimbang baca buku.
Aidil tertunduk malu karena di marahi seperti itu.
"Sudah Ria, nama nya juga anak kecil". Almira mengambil remote tv nya dari genggaman tangan anak nya, lalu memberikan nya pada Aidil.
" Nah... Aidil pegang saja remote nya, Aidil bisa nonton film kesukaan Aidil. Ghifari nya sudah enggak mau nonton tv nya lagi kok". Tutur nya dengan lembut.
Sedang kan Ghifari merengutkan wajah nya, ia melirik Aidil yang tersenyum kemenangan seperti mengejek diri nya. Ghifari menutupi diri nya dengan selimut. Ia merasa kesal.
Setelah kejadian itu Ghifari benar - benar merajuk dan kesal pada mommy nya. Ia tidak mau berbicara sedikit pun bahkan enggan untuk makan.
"Sayang...". Almira mengusap kepala nya, namun ia menepisnya. Almira menarik nafas nya lalu menghelakan nya kembali. Ia tahu kalau Ghifari sedang merajuk.
Rasa penat menjalar keseluruh tubuh Eggy, ia melihat anak dan istri nya hening seperti lagi diam - diaman. Terlebih lagi Ghifari yang masih murung menutup wajah nya dengan selimut. Almira bangkit dari duduk nya ketika ia melihat Eggy sudah tiba, ia menanggalkan jaket Eggy lalu merapikan nya ke tempat biasa.
"Ghifari kenapa sayang? Badan nya masih sakit?".
Almira membisikkan ketelinga Eggy.
" Ghifari merajuk".
Eggy menggelengkan kepala nya, lalu menghampiri Ghifari. Begitu lembut Eggy mengusap punggung Ghifari.
"Ghifari sayang... Daddy nya sudah di sini kok enggak ada sambutan nya? Biasa nya kalau Daddy pulang Ghifari pasti nyambut Daddy. Ini kok tumben enggak?".
Ghifari menggerakkan tubuh nya, mengisyaratkan bahwa ia enggak mau di sentuh. Eggy menoleh ke arah Almira yang berada di samping nya. Ia masih bingung ada apa dengan anak nya.
"Memang nya Ghifari merajuk kenapa Ist?".
Almira pun menceritakan semua nya dengan pelan. Eggy mengusap wajah nya sembari tertawa kecil.
"Ya ALLAH sayang, Daddy kira kamu merajuk sama Daddy karena Daddy lama balik nya he he he. Ghifari... Lihat Daddy sini". Eggy menarik pelan selimut nya, dan wajah Ghifari pun terlihat sedikit. Ghifari melirik Eggy dengan wajah kesalnya.
" Coba kasi tahu dulu Daddy, kamu kenapa?". Eggy berhasil membuat Ghifari bangkit dari tiduran nya.
"Ghifari kesal sama Mommy". Jawab nya dengan ketus dan wajah nya seperti jeruk purut melirik Almira.
Eggy dan Almira menggelengkan kepala nya sembari tersenyum. Eggy mendekati anak nya lalu menasihati nya.
" Kamu enggak boleh kayak gitu sayang, lagian kenapa kamu yang kesal sama Mommy? Kan mommy sama sekali enggak marahi kamu".
__ADS_1
"Kesal lah Dad, mommy malah ngebela anak itu dari pada Ghifari". Ia melipat kedua tangan nya ke bawah dada nya sembari membuang muka nya.
Almira mendekati kedua nya, lalu berkata dengan lembut.
" Mommy bukan nya ngebela siapa pun, mommy enggak mau anak mommy jadi anak yang tidak berakhlak. Harus nya Mommy memarahi kamu karena kamu sudah enggak sopan sama Aidil dan mama nya, tapi mommy enggak mau ngelakuin itu karena mommy tahu apa yang terbaik buat kamu".
"Benar kata mommy kamu. Sebanyak apa pun yang kita miliki, kita enggak boleh membanggakan nya apa lagi berlaku sombong, itu akhlak yang tidak terpuji sayang. Kamu tahu pernah ada sebuah cerita, dimana orang tersebut adalah orang terkaya di negara itu, ia memiliki segala nya. Tapi karena itu membuat dirinya jadi lupa diri dan sombong, dia selalu membanggakan dirinya dan selalu merendahkan orang lain. Lalu azab dari ALLAH datang kepada nya, dengan sekejab ALLAH mengambil semua apa yang dia miliki dan membuat ia menjadi orang yang paling pakir di negara nya, kemudian ia menyesal atas perbuatannya dan memohon ampun kepada ALLAH. Jadi, apa pun itu kita harus rendah hati, berakhlak mulia dan menjaga sopan santun kita kepada orang lain. Ghifari anak Daddy dan Mommy yang shalih, jadi Ghifari harus minta maaf sama Aidil dan mama nya terutama minta maaf sama mommy". Ia menasihati anak nya dengan lemah lembut dan tutur kata yang baik, sempat ia melirik Almira yang mendengarkan nya dengan seksama.
Ghifari tertunduk menyesal setelah di nasihati oleh kedua orang tua nya. Ia sadar kalau ia melakukan hal salah.
"Maafin Ghifari ya Mommy, Ghifari janji enggak akan seperti tadi lagi. Ghifari janji akan jadi anak yang shalih dan berakhlak mulia". Lirih nya yang lugu.
Mata Almira berkaca - kaca menatap anak nya, ia pun memeluk Ghifari sembari mengusap kepala nya.
" Iya sayang, mommy maafin kok, mommy sayang banget sama Ghifari".
"Ghifari juga sayang sama mommy banyak banyak".
Eggy tersenyum melihat orang terkasih nya.
" Sama Daddy enggak sayang nih? Daddy kan juga mau di peluk"..
Kedua nya tertawa kecil melihat Eggy iri pada mereka. Eggy pun melingkarkan tangan nya ke tubuh anak dan istri, ia memeluk kedua nya begitu hangat.
"Oh iya! Hampir saja lupa". Mendadak Eggy mengingat sesuatu.
" Daddy ada kabar gembira buat Ghifari".
Kedua nya menatap nya dengan penuh rasa penasaran.
"Besok Ghifari sudah boleh pulang". Eggy sangat bersemangat.
" Yeaaaaaah Alhamdulillah". Secara serentak Almira dan Ghifari berseru dengan girang.
"Kok kompakan?".
Almira dan Ghifari kompak nyengir nampak gigi melihat Eggy. Setelah di nasihati dan mendapat kabar kalau besok ia akan pulang, akhir nya Ghifari bisa makan dengan lahap dan tidur nyenyak.
.
.
Almira dan Eggy sibuk mengemas barang - barang mereka ke dalam koper masing - masing dan di bantu oleh kedua suster yang di perintahkan Eggy sebelum nya. Dan Eggy pun sudah bolak - balik naik turun membawakan barang - barang mereka ke dalam mobil merekamereka, Eggy juga sengaja mengosongkan jadwal nya untuk anak dan istri nya yang akan pulang dari rumah sakit.
Tak kalah sibuk nya dengan Ria, ia juga sibuk mengintip mereka hingga akhir nya ia ketangkap basah oleh Almira.
"Eh he he he kak". Ekspresi getir yang terlihat oleh Almira.
" Kakak mau kemana? Mau pindah ruangan ya?".
Almira tersenyum.
"Kami mau pulang". Jawab nya singkat.
" Apa? Pulang? Apa karena kejadian semalem ya kak makanya kalian mau pulang? Apa gara - gara Aidil sudah buat Ghifari marah ya kak? Kalian marah ya sama kami maka nya kalian mau pulang?". Ria merasa diri nya bersalah.
Almira tertawa kecil.
"He he he, enggak kok Ria. Kami pulang bukan karena kejadian kemarin, kami pulang karena memang sudah waktu nya Ghifari harus pulang, malah kejadian kemarin sudah kami lupa kan he he he".
" Sayang sudah siap?". Tiba - tiba Eggy muncul, kedua nya menoleh ke arah pintu lebih tepat nya ke arah Eggy.
" Sudah Suam".
" Ya sudah yuk". Eggy menghampiri Ghifari yang sudah duduk di kursi roda nya.
"Ghifari pamitan dulu sama Aidil sekalian minta maaf soal kemarin". Bisik nya. Ghifari mengangguk pelan. Eggy mendorong pelan kursi roda itu mendekati tempat tidur Aidil.
Ghifari terlihat begitu canggung.
" Aidil, aku pamit pulang duluan ya dan... Dan aku juga minta maaf soal kemarin". Ia mengulurkan tangan nya di hadapan Aidil. Awal nya Aidil ragu menyambut tangan Ghifari sembari melirik yang lain nya.
" Iya sama - sama. Aku juga minta maaf sama kamu karena aku sudah buat kamu marah kemarin". Aidil menyambut tangan Ghifari sembari tersenyum.
"Teman?".
" Teman!".
Ketiga orang tua muda itu tersenyum melihat anak mereka akhir nya berteman walau pun di saat hari terakhir Ghifari di rumah sakit.
Setelah berpamitan dan saling meminta maaf, akhir nya mereka pun keluar dari rumah sakit. Sebelum nya semua mata tertuju pada ketiga yang sedang berjalan di setiap koridor rumah sakit. Tak sedikit yang menyapa mereka dengan hormat dan di segani.
Sedangkan kondisi Ria, ia merasa kecewa pada akhir nya ia belum sempat mendekati Eggy sang Dokter pujaan hati. Belum pernah ia merasa sekecewa ini sebelum nya.
"Huaaaaaaa baru saja aku ngerencanain mau ngedekati Dokter Eggy melalui anak nya dan berusaha mengalihkan Dokter Eggy dari istri nya ehh mereka malah sudah balik. Huaaaaa". Dan akhir nya rencana jelek dari orang yang buruk pun di gagalkan oleh ALLAH sebelum rencana itu di mulai.
__ADS_1