Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 66


__ADS_3

Seperti biasa nya Eggy melakukan rutinitas nya sebagai dokter muda yang di dampingi dokter Tari. Mereka berdua nemang terkenal unggul dari dokter muda lain nya. Bahkan sebagian dokter lain nya menjodoh kan mereka berdua untuk menjadi sepasang kekasih. Tari menanggapi nya dengan tersipu malu sedang kan Eggy mah open situ apa kata mereka rang dia udah punya binik yang paling - paling perfect bagi nya.


Tari dan Eggy berjalan berdua di koridor menuju ruangan pasien.


Tari/ "Hmm . . . Mereka ada - ada aja ya pakek jodoh - jodohi kita segala, kata mereka kita pasangan yang serasi ". Tersipu melirik Eggy yang berjalan di samping nya.


Eggy/ "Ha ha ha saya sih enggak ambil pusing soal itu, terserah mereka mau kata apa ". Dengan pandangan lurus ke depan Eggy malah mematahkan ucapan Tari sekaligus hati nya.


Tari/ "He he iya ya ngapain juga ya kita ambil pusing soal itu ".


Jari manis tangan kanan Eggy yang di lingkari sebuah cincin emas putih belah rotan pun menjadi penarik perhatian mata Tari. Dan teringat dengan dugaan Githa.


Tari/ "Mm . . . Dokter Eggy udah nikah ya ?".


Pertanyaan Tari menghentikan langkah kaki Eggy, dan terkejut kenapa Tari menanyakan hal tersebut.


Batin Eggy/ "Kenapa dokter Tari nanyak gitu ya?, apa jangan - jangan dia tau ya ?".


Tari/ "Soal nya aku lihat dokter Eggy mengenakan cincin di jari manis dokter ". Sambung nya sembari menunjukan jari manis Eggy.


Eggy baru menyadari cincin nikah nya melekat di jari manis nya.


"Ouh ini . . Ini cincin keluarga ". Eggy menunjukan nya sekilas.


Tari/ "oh ha ha Aku kira itu cincin nikah soal nya bentuk nya belah rotan ".


Eggy/ "He he he iya ".


Tari bernafas lega dan rasa penasaran nya pun terjawab kan, ternyata dugaan Githa itu salah.


Di ruangan dokter . .


Maya/ "Dokter Dika, besok kamu yang akan menterapikan kaki pasien Vvip 1 dan di dampingi dokter Intan, jadi kalian harus siap - siap kan apa yang kalian butuh kan dan ingat jangan lupa untuk mencatat apa yang kalian lakukan pada pasien ".


Dika dan Intan/ "Siap dok ".


Mata Eggy terbelalak mendengar perintah tante nya, kenapa bukan dia yang di perintahkan menangani istri nya, kenapa mesti dokter lain.


Tante Maya masuk ke ruangan dan Eggy pun ikut menyusul tanpa peduli dengan yang lain sudah siap - siap ingin menggosipi.

__ADS_1


"Tante . . . Kenapa bukan Eggy yang melatih Almira ?, kenapa dokter Dika sama dokter Intan ?". Tanpa basa - basi Eggy menyerobot enggak terima dengan perintah tante nya.


Maya/ "hmm . . Eggy kalau tante nyuruh kamu juga yang nangani Almira bisa - bisa mereka curiga soal tentang kamu belum lagi mereka udah ngegosipi kamu ada hubungan lebih sama tante, ya . . . tante enggak open soal itu ".


Eggy/ "Ya kan Eggy sama Tante emang ada hubungan lebih, tante itu adik kandung Papa saudara sedarah Eggy ".


Maya/ "Iya . . Emang kamu mau mereka tau soal siapa kamu sebenar nya ?, kalau tante sih enggak masalah karna kan yang mau menyembunyikan identitas kamu kan kamu sendiri ".


Eggy/ "fuuht . . . Iya tante, tapi Eggy enggak mau kalau Almira di tangani sama dokter lain, apa lagi kalau dokter nya laki - laki ntar Almira di sentuh - sentuh sama dokter itu ".


Maya/ "Ha ha ha Gy Gy . . . Cemburu kok berlebihan gitu, kamu itu harus profesional sayang, seorang dokter enggak boleh egois, seorang dokter mementingkan kesehatan pasien dan mengenyampingkan perasaan nya, faham ?".


Eggy/ "Haaah . . . Iya Faham tante ". Manyun.


Maya/ "Udah kamu tenang aja nanti tante bilang ke mereka kalau yang boleh nyentuh Almira dokter Intan, kalau dokter Dika cuma sekedar membantu aja kalau dokter Intan tidak mampu ".


Eggy/ "hmm . . . Tapi tetap aja ".


Tante Maya menggelengkan kepala nya melihat kecemburuan keponakan nya itu, dan keluar dari ruangan nya dengan tampang manyun.


Satu hari lagi usai sudah yang di lalui. Eggy lebih cepat keluar nya dari rekan - rekan nya.


"Assalamualaikum ". Ucap nya dengan lesu.


"Waalaikumsalam ". Almira melihat Eggy tampak tak bersemangat tak seperti biasa nya.


"Mamak mana Istku ?". Sembari membukakan jas putih nya ke gantungan baju dan meletakkan nya ke dalam lemari.


Almira/ "Mamak udah pulang lebih cepat, soal nya Ayah sama Mamak besok mau berangkat ke Aceh jadi mau siap - siap ".


"Ouh ". Datar.


Almira/ "Suamku kenapa?, kok muka nya jelek gitu ".


Eggy/ "Kesal sama tante, masa besok yang jadi dokter Istku dokter Dika bukan nya Suammu ".


Almira/ "Hmm . . Kenapa bisa gitu ?".


Eggy/ "Iya . . Tante nyuruh dokter Dika dan dokter Intan biar ntar yang lain enggak curiga kalau Suammu ini siapa ".

__ADS_1


Almira/ "Ya udah kan tante Maya ngelakui itu untuk Suamku juga kan ".


Eggy/ "Iya . . Tapi kan kesel aja, ntar dokter Dika pasti nyentuh dan megang - megang Istku, Suammu kan enggak rela kalau Istku di sentuh sama cowok lain ".


Almira/ "ha ha ha sayang . . . Kan dokter Dika melakukan tugas nya bukan untuk ngemacem - macemi Istmu, kan Istmu pernah bilang kalau orang mengobati alias dokter boleh menyentuh pasien nya yang bukan makhram nya ".


Eggy/ "Iya tetap aja Istmu di sentuh sama cowok lain ".


Almira/ "Ha ha ha cemburu ya emang udah wajib nya seorang suami tapi jangan terlalu berlebihan sayang, posisi nya harus nya yang cemburu itu Istmu donk, karna berapa banyak pasien wanita yang Suamku sentuh belum lagi kalau Suamku memeriksa pasien lebih dalam lagi. Hayo yang harus nya lebih cemburu siapa ?".


Eggy mendekati Almira dan duduk di kursi tempat biasa dia duduk.


Bukan nya ngejawab pertanyaan Almira dia malah meletakan kepala nya di atas paha Almira dengan manja sembari menggenggam tangan Almira.


Eggy/ "Hffft . . . ".


"Suamku sekarang kok kutuan ?". Almira membelai - belai rambut Eggy dan sengaja ngerjain Eggy biar dia enggak kesel lagi dan ngelupain rasa cemburu nya.


"ah . . . Enggak kok ". Sentak Eggy bangkit dan panik mengacak - ngacak rambut nya.


"Ha ha ha . . . ". Almira tertawa lepas melihat tampang Eggy yang shock abis, kalau benaran emang ada kutu mungkin dia pingsan kali ya.


"Hffft . . . . ". Eggy sadar kalau dia di kerjain sama Almira, dengan gerak cepat Eggy langsung mencium bibir Almira dan menghentikan tawa lepas Almira.


Almira memukuli bahu Eggy agar Eggy melepaskan nya, tapi usaha Almira nihil, Eggy semakin memburu Almira dan tanpa sadar selang impus Almira terlepas dari tangan nya.


Almira berusaha memberitahu Eggy tapi Eggy tak menghiraukan nya dia masih tetap dengan buruan nya, Almira. Ntah cemana cerita nya selang impus Almira nyangkut di tangan Eggy dan ngebuat Eggy sadar dan menghentikan nya.


Eggy melihat Almira sudah lemas atas perbuatan nya dan darah dari tangan nya pun mengalir.


Eggy/ "Astaghfirullah . . . ". Sentak nya bangkit dan sesegera mungkin dia memasang kembali selang impus Almira dan memberikan suntikan anti biotik pada impus tersebut.


Eggy/ "Maaf sayang . . . Maafin Suammu sayang ". Air mata Eggy mengalir di pipi nya sambil mengelap sisa darah di tangan Almira. Merasa bersalah akibat dari nafsu nya Almira jadi melemah lagi.


Tangan kiri Almira meraih tangan Eggy yang sedang mengelap tangan kanan nya dan terhenti lah Eggy mengelap nya.


"Enggak apa - apa kok sayang ". Almira tersenyum dengan wajah nya semakin pucat akibat lumayan banyak darah yang mengalir.


Eggy langsung memeluk tubuh Almira dengan lembut.

__ADS_1


"Maafin Suammu ". Sembari menciumi ubun - ubun Almira.


__ADS_2