
Ari bersiap siap untuk keberangkatan nya touring ke palembang selama 10 hari.
Tak lupa dia sempat menyinggah kan ke rumah Almira untuk berpamitan.
"aku pergi ya yank". Tangan kiri Ari menggenggam tangan Almira sedang kan tangan kanan nya mengusap pipi Almira dengan lembut.
Almira/ "Iya, hati hati di jalan ya, jangan macem macem selama di jalan kalau ngantok berenti ya yank".
Ari/ "Iya . . Kamu mau di bawain ole ole apa?".
Almira/ "Kamu balik dengan selamat aja".
Ari tersenyum dan mencubit kecil pipi Almira. Ari pun berlalu pergi menuju tujuan nya meninggal kan Almira selama 10 hari. Bakal di landa rindu.
Selama 2 hari Ari dan anggota comunitas lain nya bersepeda motor dari medan dan tiba di palembang. Mereka berdiam Di kawasan alam yang begitu asri dan belum hilang rasa lelah sehabis bermotor selama 2 hari dalam perjalanan mereka harus sibuk menolong para anggota wanita memasang kan tenda tenda untuk tempat berteduh.
Tak ketinggalan Ari pun menolong mereka.
Meski wajah nya sudah lesu dan lusuh tapi dia tetap semangat dan Dengan lihay dia memasang tenda tersebut. Akibat kecerobohan seseorang yang meletak kan kawat tenda sembarangan membuat Ari tersandung dan tersungkur. Hmm la hay udah lah lelah lemas pakek jatoh pulak lagi.
Untung nya ada seorang cewek yang kebetulan pemilik tenda itu dengan sigap membantu Ari untuk bangkit.
"Shh au ". Kaki serta siku milik Ari lecet lecet terlebih lagi darah yang mengalir di siku nya.
Perlahan Ari mencoba bangkit dan sedikit meringis.
"Kamu enggak apa - apa?". Cewek itu menatap Ari.
Ari/ "Shh enggak apa apa".
"tapi itu kamu berdarah". Cewek itu menunjuk kan ke arah siku Ari.
"Ouh iya enggak apa apa, cuma lecet dikit aja, aku bersihi ini dulu, nanti aku lanjuti bantui kamu buat tenda nya". Ari memeriksa siku nya yang berdarah.
"Tunggu, sini biar aku obati aja bentar". Cewek tersebut menahan Ari pergi dan mengambil kotak p3k milik nya dan menyuruh Ari duduk. Ari menuruti nya. Dengan telaten cewek itu mengobati luka lecet yang Ari dapati.
"Shh au". Rintih nya karna perih nya obat ketika di olesin pada luka.
Dengan sigap cewek itu meniupi siku Ari dan di rasa kan oleh Ari kesejukan dari nafas cewek itu.
Ari/ "Makasi ya".
"Iya sama sama, oh ya ken . . . ". Cewek itu mengulur kan tangan nya dan bermaksud ingin berkenalan dengan Ari namun Terputus . .
"Ariiiiii . . . ". Terdengar suara teriakan milik seorang cowok sengak berambut gondrong yang tak lain Omen memanggil Ari.
"Yaaaa bentaaar". Ari pun bangkit dan pergi meninggal kan cewek tersebut yang melihat nya berjalan pincang menghampiri Omen dan teman yang lain nya duduk di bawah pohon yang sudah tersedia dari alam batang pohon yang tumbang untuk di duduki.
Omen/ "Kau kenapa bro pincang pincang gitu jalan nya?". Omen melirik kaki Ari.
Ari/ "Tadi enggak sengaja kesandung kawat trus jatuh kenak batu".
Omen/ "Ya ampun, udah di obati ?".
Ari/ "Udah kok, oh ya ada apa teriak teriak manggil aku?".
Omen/ "Ouh ini, orang ini mau nya kau yang mandu acara ntar malam, aturan nya kan si Egga tapi karna dia enggak bisa ikut karna mendadak ada urusan kerjaan nya jadi kau yang gantiin dia, kalau nyuruh si Eggy payah, mau dia ntar di depan tebar pesona bukan nya mandu acara ha ha ha, gimana cocok?".
"Ha ha ha sialan kau Men". Eggy yang duduk di antara salah satu anggota menimpal Omen sembari melempar kan ranting pohon yang kecil ke arah badan Omen.
Omen/ "Kan betul aku ahh (merepet sama Eggy) , jadi gimana nih Ri?".
Ari/ "Huh . . Ya udah ya udah iya".
"Gitu lah mamen he he he". Omen merangkul Ari yang tubuh nya agak pendek dari diri nya.
#masih ingat sama Eggy, Egga dan Omen kan?
Kali ini mereka cuma numpang lewat aja hi hi hi
.
.
Malam acara pendekatan antara member lama dan member baru antar comunitas dari berbagai kota.
Semua para member sudah pada kumpul membuat formasi melingkar yang di tengah tengah nya sudah tersedia kayu bakar yang di jadi kan api unggun.
Ari yang masih terlihat lusuh namun tetap ganteng sudah siap dan berdiri di tengah tengah yang tak jauh dari api unggun untuk memandu acara pada malam itu.
Ari/ "Assalamualaikum warahmatullahhi wabarakatuh. Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua".
"Waalaikumsalam warahmatullahhi wabarakatuh, malam juga".
Ari/ "Pada hari ini tepat nya malam ini kita akan menyelengarakan pendekatan antara member satu dan member lain nya, Saya Ari selaku member dari XX Community yang berdiri disini untuk memandu acara kita pada malam ini, enggak perlu berlama lama saya akan menyebut kan tata acara kita. Tata acara yang pertama kita mulai dengan memperkenal kan diri satu sama lain, yang kedua kita akan melakukan mini games yang akan di pandu oleh abang kita yang sebelah sini (Ari menunjuk kan ke arah Omen yang duduk berada di sebelah kiri nya) Bang Omen".
Semua mata tertuju pada Omen yang melambai kan tangan nya sembari tersenyum sok ganteng nya. "Hallo".
Ari/ "Dan yang ketiga sekaligus yang terakhir kita akan bernyanyi bersama dengan Abang kita yang paling cakep disini (Kali ini Ari menunjukan Eggy yang berada di sebelah Omen) nama nya Bang Eggy".
Bukan hanya mata yang tertuju pada Eggy tapi tebar pesona para wanita pun tertuju pada Eggy sembari mereka teriak centil kegirangan. Eggy mah enggak payah tebar pesona udah jadi daya tarik para wanita.
"Iiih curang kali kau Ri, si Eggy kau bilang Abang paling cakep sedang kan aku enggak". Celetuk Omen dan semua member tertawa lucu menertawa kan Omen.
"enggak boleh angek kau jadi orang, lagian emank udah takdir aku jadi orang cakep ha ha ha". Eggy malah menambah ngeledek Omen.
Ari/ "Ha ha ha sorry sorry bro, iya iya ingat ya semua nya Abang Omen yang ganteng yaaa he he he".
"Iyaaaaaa, abang omen yang ganteng". Seru mereka secera serentak sembari tertawa.
.
.
Tata acara pertama pun di mulai, mereka berdiri memperkenal kan diri mereka masing masing dan di lanjuti dengan mini games yang bawa oleh Omen yang super kocak dan memecah kan acara tersebut menjadi makin seru. satu sama lain berbaur bagai kan saudara untuk tertawa gembira. Suasana yang begitu hangat tadi nya mereka tak saling kenal dan saling berkubu A berkubu B kini mereka berbaur menjadi satu.
Ini lah guna nya penyelenggaraan acara tersebut.
Kini acara puncak dimana Eggy akan bernyanyi bersama dengan mereka. Semua member maksud nya yang wanita berebut agar bisa duduk berdekatan dengan Eggy.
__ADS_1
Eggy pun siap dengan gitar yang dia pegang . . .
#Ku coba untuk melawan hati
Tapi hampa terasa di sini tanpa mu
Bagi ku semua sangat berarti lagi
Ku ingin kau di sini tepis kan sepi ku
Bersama mu
Tak kan pernah ada yang lain di sisi
Segenap jiwa hanya untuk mu
Dan tak kan mungkin ada yang lain di sisi
Ku ingin kau di sini tepis kan sepi ku
Bersama mu . .
Bagi ku semua sangat berarti
Ku ingin kau di sini
Bagi ku semua sangat berarti lagi
Ku ingin kau di sini
Tak kan pernah ada yang lain di sisi
Segenap jiwa hanya untuk mu
Dan tak kan mungkin ada yang lain di sisi
Ku ingin kau di sini tepis kan sepi ku
Bersama mu
Hingga akhir waktu
Hingga akhir waktu
Tak kan pernah ada yang lain di sisi
Segenap jiwa hanya untuk mu
Dan tak kan mungkin ada yang lain di sisi
Kuingin kau di sini tepis kan sepi ku
Bersama mu . . .
Hingga akhir waktu
Hingga akhir waktu
Semua nya bersorak kegirangan. Dan Eggy mulai memetik gitar nya kembali.
Eggy #Girl your heart, girl your face is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore
'Cause every time you're by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly yeah, oh yeah
And I want to make you mine
Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we'll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind I'll say
You're the only one that I've waited for
And I want you to be mine
Ketika Ari mendengar Eggy menyanyi kan lagu Mine dari Petra Sihombing. Ari mengingat sesuatu alias Almira.
Petra #Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we'll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine
Almira bolak balik memutar lagu itu hingga Ari bosan dan mengganti nya dengan lagu lain.
"Iiih kok di ganti sih lagu nya?". Almira menepis tangan Ari.
Ari/ "Bosan tauk, asik lagu itu aja yang kamu putar, lagu lain aja napa".
Almira/ "Biari lah nama nya aku suka, ini lagu favorite aku".
Ari/ "Hmm . . Lagu meye meye gini kok di suka'in sih yank".
#(maaf saya selaku author tidak bermaksud menjelek kan lagu nya ya hi hi).
__ADS_1
Almira/ "Iiish lagu romantis gini di bilang meye meye semua orang suka sama lagu ini, cuma orang aneh dan enggak romantis aja yang enggak suka sama lagu ini. Salah satu nya kamu". Cibir nya.
"Hmm ya ya ya aku juge yang kenak".
Flash On . .
Eggy #And I want you to be mine
And I want you to be mine
Oh, baby, I’ll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we’ll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you’ll be mine, you’ll be mine
Oh, baby, I’ll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we’ll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you’ll be mine, you’ll be mine
Semua terhanyut dengan suara Eggy yang begitu merdu dan aduhay maaaak bikin hati melumer.
Ari tertawa kecil mengingat itu dan benar yang di kata kan Almira bahwa banyak banget yang suka sama lagu itu, bukan nya dia enggak suka dengan lagu itu melainkan dia hanya membully Almira sebab hampir setiap saat ngedengar lagu itu sejak lagu itu muncul di dunia musik. Dan merasa rindu pada Almira yang sudah 4 hari tidak di hubungi nya, mengingat susah sinyal.
.
.
Matahari mulai menampak kan diri nya dan menyinari langit yang terlihat sendu di pagi hari.
Udara yang begitu sejuk namun menyegar kan dan sedikit beraroma lembab dari pepohonan yang berembun. Burung burung berkicau dengan gembira menyanyikan lagu yang terdengar syahdu namun tak di mengerti oleh manusia. Dan berbagai macam suara jenis hewan yang tak terlihat.
Suasana alam yang begitu asri dan paling di senangi oleh para pecinta alam anak petualang. (Bayang kan aja berada di dalam hutan hi hi hi)
Ari yang sudah terbangun lebih dulu dari yang lain berjalan menapaki jalan setapak yang sedikit mendaki dan di kelilingi pepohonan tinggi. Dia sibuk mencari sinyal yang akan masuk ke jaringan hp nya, harap harap dia bisa menghubungi orang terkasih nya yakni Almira.
"Lagi nyarik sinyal ya?". Seorang wanita mengaget kan Ari dan menoleh ke belakang dan terlihat seorang wanita cantik putih bening yang rambut nya di ikat satu alias di kucir kuda yang tak lain wanita yang menolong nya sewaktu dia tersandung kemarin.
"Ehh iya". Ari tersenyum.
"Hmm kalau di tempat tempat kayak gini emank payah ya nyarik sinyal".
"Iya ". Ari masih berusaha dengan hp nya dan berjalan kecil, wanita itu pun mengikuti nya berjalan di samping nya.
"Oh ya aku Lana". Dia mengulur kan tangan nya pada Ari.
"Ari". Dia pun menyambut nya.
Lana/ "Aku tau kok, aku sengaja memperkenal kan diri aku lagi ke kamu walau pun aku tadi malam udah memperkenal kan diri tapi kan kamu udah pasti lupa he he he".
Ari hanya tersenyum.
Lana/ "Oh ya, kamu nyarik sinyal mau ngehubungi seseorang ya, ngehubungi siapa?".
Ari/ "Keluarga".
Lana/ "Keluarga?, maksud kamu, jadi kamu udah berkeluarga?".
Ari/ "Eh bukan itu".
Lana/ "Huh . . Kirain, iya aku faham yang kamu maksud He he he".
Mereka hening sejenak dan masih berjalan kecil dan tanpa sadar sudah jauh dari kumpulan mereka. Tak jauh dari mereka berdiri mereka melihat satu tempat kecil yang begitu klasik.
"Itu tempat apa ya?, unik banget, kesana yok liat". Lana menunjuk kan tempat itu dan menarik tangan Ari tanpa izin.
"Waaah toko souvenir, ternyata di tempat kayak gini ada toko souvenir, masuk yuk". Mereka melihat tempat itu ternyata toko souvenir.
"Selamat datang". Sang pemilik toko menyambut kehadiran mereka yang memasuki toko tersebut dan tersenyum pada pemilik toko.
Mata Ari dan Lana begitu liar melihat se isi toko yang tersusun rapi beraneka ragam macam souvenir, dari yang kecil hingga besar seperti bros, gelang, baju kaos dengan tulisan tulisan yang unik dan banyak lagi.
Mata Ari tertuju pada gelang yang terbuat dari bambu yang memiliki corak yang unik. Ari memperhatikan gelang tersebut dan teringat kalau Almira paling suka memakai gelang gelang seperti itu ketimbang gelang emas.
"Waaah gelang nya bagus, unik banget". Lana tiba tiba mengaget kan Ari, lagi.
"Kamu suka?". Ari menyodor kan gelang itu pada Lana.
"Suka sih, tapi bukan tipe aku banget karna aku enggak pernah pakek gelang kayak gini". Lana meletak kan gelang itu pada tempat nya semula dan memperhatikan gelang bling bling yang ada di sebelah rak gelang bambu tadi.
"Kalau yang kayak gini baru tipe aku". Lana memakai gelang yang sedikit bernuansa bling bling dan memamer kan pada Ari.
Ari tersenyum tapi mata nya melirik pada gelang itu dan mengambil nya kembali, berniat untuk membeli nya untuk Almira.
Ari dan Lana sudah selesai dengan belanjaan nya dan membayar nya pada kasir. Dan keluar dari toko.
"Makasi banyak ya udah ngebayari belanjaan aku, enggak seharus nya kamu yang bayar". Lana menenteng bungkusan belanjaan yang dia beli.
Ari/ "Iya enggak apa apa, ngitung ngitung ngebayar karna kamu udah nolongi aku kemarin".
Lana/ "Hmm aku kan enggak minta imbalan sama kamu". Cemberut.
Ari/ "He he he iya maaf, aku enggak ada maksud menyinggung kamu".
Lana/ "hmm iya aku ngerti, oh ya gelang tadi jadi kamu beli ya kan?".
Ari/ "Iya". Mengangguk kan kepala nya.
Lana/ "Kamu beli itu untuk siapa?, kan gelang cewek. Untuk pacar kamu ya?".
Ari/ "Iya untuk pacar aku he he".
Sentak wajah Lana berubah, Lana nanyak itu bermaksud basa basi dan berharap kalau bukan kalimat "Iya untuk pacar aku" yang terucap dari mulut Ari. Lana tersenyum getir.
__ADS_1
Mereka hening hingga sampek di kumpulan mereka dan berpencar.