Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 16 #S2


__ADS_3

#Semusim berlalu


Kau masih bersama ku


Bahagia saat saat itu dengan mu


Kini ku sendiri. Tak lagi bersama mu


Kau pergi. Tinggalkan aku dalam sepi


Tak sanggup ku melupakan mu


Mungkin sampai ku temu kan seperti diri mu


Bayang mu tinggal puisi. Tertulis dalam diary


Selalu tersimpan disini. Semua tentang kau dan aku


Kini cinta ku telah pergi .Terbawa waktu dan hari


Sungguh tak pernah terganti. Semua tentang Kau dan Aku


Tak sanggup ku melupakan mu


Mungkin sampai ku temu kan seperti diri mu


Bayang mu tinggal puisi. Tertulis dalam diary


Selalu tersimpan disini. Semua tentang Kau & Aku


Kini cintaku telah pergi. Terbawa waktu dan hari


Sungguh tak pernah terganti. Semua tentang Kau & Aku


.


.


Almira terdiam di dalam kamar nya sembari menghayati lagu milik artis cantik Michella Zuidith yang lirik lagu tersebut pas banget dengan apa yang dia rasa kan saat ini dan mengingat kenangan nya bersama Ari.


"Raaa . . . . ". Terdengar suara kak Aira memanggil nya dan membuyar kan lamunan nya.


"Ya kak . . ?". Sahut nya.


Aira/ "Ada Putra ini, dia mau ketemu sama kamu".


Almira mengerut kan dahi. "Iya kak bentar". Almira bergegas bangkit dari duduk nya segera dia membuang raut murung di wajah nya. Dan keluar kamar. Almira melihat sosok Putra sudah duduk di ruang tamu sembari menyungging kan senyum nya pada Almira.


Putra/ "Sehat kau?".

__ADS_1


Almira mengangguk kan kepala nya sembari duduk di sebelah Putra.


"Alhamdulillah sehat, Umm kok tumben pagi - pagi gini ke sini?, ada apa gerangan? ".


Putra/ "Bukan nya nawari minum malah di tanya' in kok tumben, issh gitu kali kau sama sepupu sendiri".


"Haiiiiih iya iya, bentar aku ngambil minum dulu ke belakang". Almira beranjak meninggal kan Putra, tak lama dia kembali dengan membawa segelas syrup.


"Naaah gitu napa dari tadi, soal nya aku udah haus kali ini". Putra langsung menyambar minuman yang masih di pegang Almira lalu menyeruput nya hingga habis dalam seteguk.


Almira/ "Iissh . . . Emank nya kau dari mana sih sampek haus kali kayak gitu?".


Putra/ " Biasa . . ".


Almira/ "Biasa apa?, mana tau aku biasa kau apa".


Putra/ "Elleh kau ini. Macam enggak kenal aku aja. Biasa lho anak zaman now".


Almira/ "hmmpt . . . Tobat lah kau Put, udah tuwe kau masih main aja kerja nya".


Putra/ "Enak aja kau bilang aku tua, masih muda aku, umur aku aja di bawah kau ha ha".


Almira/ "Pale lu bawah aku, yang ada kau di atas aku, 2 tahun malah, karna kau enggak mau di panggil abang aja nya huffft".


Putra/ "Ha ha ha . . . Ya udah ya udah itu enggak penting, aku kesini ada yang mau aku omongi ke kau".


Putra/ "Kau betulan udah putus sama si Ari?".


Wajah Almira spontan berubah getir.


"Kenapa kau nanyak itu?".


Putra/ "aku tanyak Betul enggak?".


Almira/ "Iya". Singkat nya.


Putra/ "Hufft, kok bisa?".


Almira/ "mungkin sampek di situ jodoh kami".


Putra/ "Hmm trus cowok yang di foto profil kau tuh siapa?, cowok baru kau?".


Almira/ "cowok yang di profil ?, (mengingat). Oh . . . Itu . . . Ehh tunggu dulu . . Kau tau dari mana berita ini?".


Putra/ "Berita mana?, berita cowok baru kau?".


Almira/ "Bukan, berita yang pertama".


Putra/ "Ouh . . Tadi malam aku jumpa sama si Ari trus aku tanya' in kenapa enggak bawa kau ya udah deh dia cerita semua nya ke aku termasuk cowok yang ada di profil kau itu. Dia nge stalking akun sosial media kau, Dia masih cinta sama kau Ra bukti nya akhir - akhir ini dia itu kayak enggak semangat gitu hidup nya, apa lagi tadi malam betul - betul frustasi kali dia, enggak kayak biasa nya dia ".

__ADS_1


"hmm . . . Put . . Sorry Kayak nya nanti - nanti aja deh cerita nya soal nya aku mau belanja, takut siang kali ntar masak nya he he he". Almira mencelah pembicaraan Putra dan mengalih kan nya sebab dia tak ingin membicara kan tentang Ari lagi.


"Aah kau, aku belum siap nih cerita nya, udah kau suruh aja kak Aira yang belanja". Kesal nya.


Almira/ "he he he mana mau kak Aira nya, udah kau pulang sana mandi trus istirahat badan kau udah entah kayak apa wujud nya berantakan gitu he he he".


Putra/ "Hmm iya iya aku pulang, sama sodara sendiri di usir". Gerutu nya.


"He he he he, aku enggak ngusir lho".


"Hmm . . . Oh ya . . . Kau yang sabar ya, aku ngerti perasaan kau tapi apa pun itu kau harus ikhlas memaaf kan si Ari. Okey". Dengan lembut dan hangat Putra memberi nasihat serta semangat pada Almira sembari memegang pundak Almira yang tertegun.


Rasa nya ingin menetes air mata nya ke pipi tapi di tahan oleh Almira dan mengalih kan nya. "Ha ha ha tumben kali kau ngomong nya serius gini, biasa nya kagak, mungkin efek banyak main tadi malam nih ya kan? Ha ha ha".


Putra hanya tersenyum sebab dia tau sejak tadi Almira berusaha menutupi perasaan nya yang sebenar nya.


Putra pun pulang dan Almira kembali masuk ke kamar nya. Pergi berbelanja hanya lah alasan nya untuk mengelak pembicaraan Putra tentang Ari yang tak ingin dia dengar lagi.


Sudah cukup dia menyimpan kenangan mereka dan tak ingin menambah nya lagi.


.


.


"Yank tau enggak?, gitu kita buat status relat di sosial media kita, si Putra langsung jumpain aku". Ari yang duduk di sebelah Almira bercerita sewaktu dia ketemu dengan sepupu Almira yaitu Putra yang kebetulan teman dekat nya semasa SMA hingga sekarang.


Almira/ "Mau ngapain dia rupa nya?".


Ari/ "Dia mau ngucapi selamat untuk kita, trus dia bilang kalau dia senang kali karna kita pacaran, trus dia juga ngancam aku, aku enggak boleh macem - macemin kamu,apa lagi nyakitin hati kamu".


Almira/ "Hmm dia emang gitu orang nya kalau sama sodara, dia enggak mau sodara nya kenapa - kenapa, trus kamu jawab apa ke dia?".


Ari/ "ya aku bilang ke dia, enggak mungkin lah aku nyakiti hati kamu dan nge macem - macemin kamu".


Almira/ "Yaqiiin?".


Ari/ "Yakin lah . . Kan seluruh hidup dan cinta aku hanya untuk mu my baby bala bala ha ha ha". Mencubit kedua pipi nya.


Almira/ "Uuuuummm. . . . Gombal terooooos".


Ari/ "Benaran lho sayang, ini janji ku pada mu tak akan nge macem - macemin kamu dan tak kan menyakiti hati kamu".


Almira/ "he he he Lebay. Enggak usah berjanji - janji ntar teringkari hayooo dosa nya besar lho, apa lagi kalau kamu sampek nyakiti hati wanita selangkah demi langkah hidup kamu tak kan mudah untuk bahagia".


Ari/ "Iya sayang, aku tau itu kok, tenang aja aku tak kan mengingkari nya".


Almira/ "Hmm bagus lah kalau gitu".


#Dan kini kau mengingkari janji mu sendiri

__ADS_1


__ADS_2