
Eggy berjalan pelan masuk ke dalam kamar nya agar Almira tidak terjaga karena kepulangan nya setelah mengantar Omen yang hampir frustasi. Ia terpaksa pulang jam 3 pagi karena berusaha mengontrol emosional Omen yang kecewa karena Widya.
"Suam baru pulang?". Usaha Eggy yang diam - diam masuk pun sia - sia. Ia terkejut ternyata Almira tiba - tiba tersadar dari tidur nya karena menyadari Eggy sudah pulang.
"Hmmp iya, maaf ya Suam sudah buat Ist bangun he he he. Ya sudah Ist tidur saja lagi". Eggy tertawa getir melihat istri nya yang masih setengah sadar. Eggy segera mengganti pakaian nya serta memakai sedikit minyak wangi pada tubuh nya.
Almira membuka mata nya dengan lebar sembari melihat jam yang ada di dinding. Meski terlihat samar tapi ia sadar bahwa itu sudah hampir jam setengah 4 pagi.
"Kok lama kali Suam pulang? Sudah jam setengah 4 baru pulang".
Eggy mendekati tempat tidur nya dan duduk di samping Almira.
"Iya maaf sayang, tadi Suam enggak bisa cepat - cepat ninggalin Omen karena kalau di tinggalin sampai dia tidur mungkin dia bakal bunuh diri".
Mata Almira terbelalak, yang tadi nya masih setengah mengantuk kini sudah full segar.
"Ha? Serius lah Suam? Kok bisa? Kenapa?".
" Hiiiish kepo kali Ist nya". Eggy menarik hidung Almira lalu berbaring serta menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Suaaaaam... Cerita laaaah". Almira menarik tangan Eggy.
"Haaaaaach... Suam ngantuk kali lho Ist, besok pagi Suam ada meeting sama dokter lain lho". Eggy memejamkan mata nya.
"Iiissh Suam gitu kali lah. Cerita lah. Suam... Suam...". Almira melesekkan kaki nya sambil menarik - narik tangan Eggy, namun Eggy enggan merespon.
"Hiiiis ngeselin kali lah, kalau tau gini bagus tadi di kunci dari dalam saja pintu kamar nya, kalau bisa di kunci pintu gerbang nya sekalian biar Suam enggak bisa masuk ke dalam, huufft". Almira menggerutu sambil mencubiti tangan Eggy dengan cubitan - cubitan kecil.
Secepat kilat Eggy menarik tubuh Almira ke dalam dekapan nya.
#Keletok....
Rencana nya ingin melakukan hal yang romantis malah beralamat kesakitan. Kepala Almira malah kepentok cukup keras pada dinding tempat tidur yang terbuat dari kayu jati. Kebayang donk ya rasa sakit nya seperti apa ha ha ha.
"Adooooooooh". Almira menjerit kesakitan. Sontak membuat Eggy bangkit melihat Almira sehingga rasa ngantuk nya yang berat hilang seketika.
"Astaghfirullah sayang, maaf sayang, maaf, Suam pikir bakal kayak biasa nya". Eggy melihat jidat Almira secepat itu sudah benjol serta memar berbentuk lingkaran.
Almira menangis kesakitan karena benar - benar sakit dan membuat nya jadi pusing. Eggy bergegas mengambilkan nya kompres serta obat salep yang ada di kotak p3k nya. Kemudian ia segera mengompres benjolan tersebut sembari menghembus nya karena Almira merintih keperihan.
"Maafin Suam ya sayang? Enggak biasa nya kayak gini kan. Ya ALLAH...".
Almira menepuk badan Eggy karena kesal.
"Tuh lah maka nya jangan suka kali buat istri nya jadi kesal. Gaya - gaya'an mau romantis malah kayak gini kan jadi nya hu hu hu".
"Maaf sayang, Suam enggak sengaja lho. Ya sudah kalau gitu Suam hantuk kan juga nih kepala Suam ke dinding tempat tidur nya biar sama - sama benjol jidat kita". Eggy mendekatkan kepala nya ke dinding tempat tidur nya untuk membenturkan nya pada tempat dimana Jidat Almira terbentur.
Almira menjambak rambut Eggy untuk mencegah Eggy agar tidak membenturkan kepala nya ke dinding itu.
"Aduuh duuuh duuuuh sakit sayang". Rintih nya.
"Masa rambut Suam di jambak sih?".
Almira melepaskan jambakan nya serta berhenti menangis.
__ADS_1
"Enggak usah sok - sok' an mau ngehantuk itu kepala. Sudah obati saja ini jidat Ist nya".
"Iya, tapi enggak pakai di jambak juga kali Ist". Ujar nya sambil mengusap kepala nya. Kemudian ia mengolesi benjolan itu dengan obat salep.
"Kayak nya anak kita yang ini perempuan lah, soal nya sejak Ist hamil kedua ini Ist bawa' an nya merepet teros, terus curigaan sama Suam belum lagi cemburuan dan manja nya. Beda waktu hamil Ghifari yang cuek - cuek saja bahkan tetangga sebelah ngegodain Suam, Ist nya malah cuek saja, coba kalau sekarang jangan kan mau di goda, tuh orang mau senyum saja langsung Ist plerokin tuh orang, he he he" . Eggy menggelengkan kepala sembari tertawa kecil.
Almira hanya terdiam mendengarkan Eggy berbicara sambil merasakan sentuhan tangan Eggy yang lembut mengolesi benjolan di jadat nya.
"Ist... Kok diam?". Eggy sedikit menggoncangkan tubuh Almira.
"Ist sudah ngantuk?".
Almira menggelengkan kepala nya.
"Enggak, Ist lagi mikir dan penasaran kenapa Bang Omen sampai mau bunuh diri?".
Eggy menepuk jidat nya, dia pikir istri nya ingin menanggapi apa yang ia bicarakan eh ternyata istri nya ini masih penasaran soal Omen.
"Uhmmm.... Kenapa Suam? Karena tadi kan pas di rumah Bang Egga, Bang Omen nya baik - baik saja, bahkan pas ngantar Ist pulang, juga baik - baik saja Bang Omen nya, enggak ada yang aneh - aneh, cerita lah Suam". Almira mengerutkan dahi nya sambil memandang wajah Eggy.
"Fuuhht, iya iya Suam cerita....". Dan Eggy pun menceritakan sedetail - detail nya pada Almira.
"Astaghfirullah... Kasihan kali Bang Omen. Enggak nyangka juga Widya tega kayak gitu. Walau pun Ist enggak dekat - dekat kali sama Widya tapi Ist masih enggak nyangka, Ist pikir Widya anak nya enggak sebebas itu kalau sama Bang Omen. Malah lihat nya polos gitu".
Eggy memegang kedua pipi Almira sehingga bibir nya terlihat lebih monyong dan membuat Almira sulit untuk berbicara.
"Sudah cukup! Jangan nyeritain orang lagi, enggak baik buat calon baby kita dan enggak baik buat amal kita. Faham?".
Almira menganggukkan kepala nya.
"Uhmm... Uhmmm...". Almira menggelengkan kepala nya, ia ngerti apa mau suami nya ini.
"Kenapa geleng - geleng kepala? Lantak lah, siapa suruh sudah ngeganggu Suam lagi tidur ho ho ho". Eggy melagakan hidung nya pada hidung Almira. Kemudian ia menciumi nya, sedang kan Almira hanya bisa pasrah mengikuti alunan sang suami.
.
.
Eggy sedang bersiap - siap untuk berangkat ke rumah sakit di pagi yang sendu serta matahari pun masih segan menampakkan diri nya. Dia lebih memilih berselimut dengan awan yang berwarna kelabu ketimbang memancarkan cahaya nya. Pasangan suami istri ini asli tak tidur - tidur semalaman terlebih lagi Eggy yang tidak ada waktu nya untuk beristirahat sejenak.
"Suam..."
"Hmm?".
"Jadi Bang Omen nanti gimana dengan Widya?". Rasa penasaran nya masih juga belum hilang sehingga pagi - pagi ia sudah mempertanyakan tentang itu kepada Eggy yang sedang menyisir rambut nya.
"Mana lah Suam tau Ist. Tadi malam saja si Omen nya stres gitu mikirin nya, enggak tau kondisi dia yang sekarang gimana. Nanti rencana nya abis Suam dari rumah sakit, Suam mau jumpai dia".
"Hmm... Jangan lupa Suam kasi semangat sama Bang Omen, bilang masih banyak ikan di laut".
Eggy tertawa dan membalikkan badan nya melihat sang istri yang sedang duduk di atas tempat tidur.
"Masih banyak ikan di laut? Ha ha ha".
"Iya".
__ADS_1
"Berarti, para perempuan itu kayak ikan lah ya?". Eggy mendekati Almira lalu berlutut di hadapan nya.
"Yaa ibarat kata seperti itu sih. Karena kata nya perempuan itu makhluk terbanyak ketimbang laki - laki di muka bumi ini. Maka nya di ibaratkan ikan yang berjuta - juta di laut di bandingkan dengan sang pemancing yang sedikit jumlah nya. Itu menurut tanggapan Ist sih, enggak tahu menurut tanggapan yang buat kata - kata itu hi hi hi". Almira menutup mulut nya.
Eggy geleng kepala.
"Ada saja yang mengibaratkan kata - kata itu. Tapi kalau ibarat kata kayak gitu, kenapa Suam enggak sekalian saja ya mancing ikan yang banyak hi hi hi".
Almira merengutkan wajah nya.
"Jadi Suam mau punya banyak - banyak? Enggak mau jadiin Ist satu - satu nya?".
"Ha ha ha. Bercanda lho sayang. Suam cukup punya satu dan hanya satu. Ikan terbaik, tercantik, tershalihah yang hanya tercipta untuk Suam he he he". Eggy mengelus pipi kemudian mengelus dahi Almira yang sudah tidak membenjol lagi.
"Masih sakit kening nya?".
Almira menggelengkan kepala nya.
"Alhamdulillah sudah enggak berdenyut lagi, tapi kalau di pegang masih sakit".
Eggy mencium bagian dahi nya yang masih memerah.
"Kalau di giniin sakit?". Eggy tersenyum genit.
Almira tersipu.
"Ya enggak lah, malah enggak terasa sama sekali. Kalau di pencet - pencet baru terasa sakit nya hi hi hi".
"He he he, lagian mana tega Suam kalau istri tercinta Suam ngerasain sakit uhmmm... he he he". Eggy memeluknya dengan gemes.
"Eh.. Tapi kenapa tadi kita jadi bahas ikan sih? Gara - gara Ist nih".
"Iya ya? Hiiis masa Suam ngatain Ist ikan". Almira menepuk pundak Eggy.
"Yah, rang Ist duluan kok yang bahas - bahas ikan ha ha ha. Ya sudah yuk, Suam mau berangkat, nanti Suam kena macet di simpang kalau enggak cepat - cepat". Eggy pun berdiri sambil membangkit kan badan Almira untuk berdiri juga.
Almira mengangguk pelan.
"Hmmpt".
Kedua nya pun keluar dari kamar kemudian berjalan keluar rumah. Kali ini Eggy tidak sarapan karena ia sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk meeting, alhasil ia berangkat kerja dengan perut yang kosong.
"Suam yakin enggak naik taxi online saja ke rumah sakit nya? Soal nya Suam belum ada tidur lho, terus di tambah lagi Suam enggak sarapan. Makan roti saja ya Suam? Biar Ist buat kan ini". Almira khawatir dengan kondisi Eggy.
"Enggak apa - apa sayang. Engga usah, nanti sampai rumah sakit Suam sarapan kok". Eggy menatap wajah ke khawatiran itu.
"Betul ya Suam? Sampai sana langsung sarapan ya?".
"Iya sayang. Ya sudah Suam berangkat ya, assalamualaikum". Eggy pun mengeluarkan mobil nya usai Almira memberikan ciuman semangat bekerja untuk nya.
.
.
#Gerebuuuuuuuuk... Ssssshhhhttt.....
__ADS_1
Terdengar suara hantaman yang keras serta bunyi decitan ban mobil yang terseret dari jalanan lalu lintas. Semua mobil terpaksa harus berenti karena ada nya kecelakaan tersebut, dimana kecelakaan terjadi ialah kecelakaan antar dua mobil dari lawan arah. Orang - orang sekitar sibuk berhamburan mengerumunin para korban kecelakaan yang barusan terjadi dan membuat keriuhan di jalanan.