Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 5 #S3


__ADS_3

Eggy membuka mata nya yang masih mengantuk. Ia melihat diri nya sudah terbaring sendiri di atas sofa dan di selimuti. Eggy sama sekali tidak melihat istri nya. Ia bangkit dari tidur nya lalu berjalan mendekati Ghifari yang masih terlelap sembari melirik seisi kamar.


"Ist mana?". Dalam hati nya sedikit khawatir.


#Kletek...


Eggy menoleh pada pintu yang di buka kan seseorang. Almira muncul dari pintu tersebut.


" Ist dari mana?".


"Ist tadi ke bawah ngambil air panas". Almira menunjuk kan termos kecil yang ia pegang.


Eggy/ " Lho emang nya yang di sini enggak ada air panas nya?".


Almira/ "Air nya habis, terus air yang di pos lantai ini pun juga sudah habis, maka nya Ist ke lantai bawah yang ada air nya".


Eggy melirik ke arah dispenser yang terletak di samping pintu.


" Kenapa enggak banguni Suam? Biar Suam saja yang ngambil".


"Enggak sampai hati Ist bangun kan bayi besar lagi tidur cantik hi hi hi". Almira mendekati nya lalu menarik hidung Eggy.


Eggy menahan tawa nya.


" Bayi besar? Tidur cantik?".


Almira tersenyum sembari menaik turun kan kedua alis mata nya.


"Iya, soal nya Suam itu ngegemesin kayak bayi terus kalau tidur pasti terlihat cantik hi hi hi". Almira mencubit pipi Eggy.


Eggy/" Lah masa cantik sih Ist? Harus nya itu ganteng, tampan atau keren gitu. Kalau cantik itu Ist bukan Suam".


Almira tertawa kecil.


"He he he ya emang gitu kenyataan nya sayang. Suam itu kalau lagi tidur kelihatan cantik. Enggak tahu kenapa bisa gitu. Mungkin mata Ist sudah agak menyalah ini". Almira mengedip - ngedipkan mata nya.


Eggy garuk kepala karena istri nya mengatakan ia cantik bukan nya ganteng. Karena ucapan Almira, Eggy selalu memperhatikan diri nya dengan teliti ketika ia bercermin.


"Masa sih aku kelihatan cantik? Ganteng gini masa di bilang cantik". Eggy menyentuh wajah serta berpose di depan cermin ruangan nya.


#Tok... Tok... Tok...


Eggy dengan spontan duduk di kursi nya, sempat ia melirik ke arah pintu.


"Masuk".


"Permisi Dok, ada yang ingin bertemu dengan dokter".


Eggy mengerutkan dahi nya melihat asisten nya itu/ "Siapa? Apa saya punya janji sebelum nya sama orang ini?".


Asisten/ "Saya tidak tahu Dok, karena beliau tidak menyebutkan nama nya. Dia mengatakan bahwa dia teman dokter dan sudah ada janji untuk ketemu sama dokter secara langsung bukan melalui saya".


Eggy kebingungan siapa orang yang ingin bertemu.


"Hmmp ya sudah kamu bisa menyuruh nya masuk".


"Baik dok".


Eggy/ "Lain kali kalau ada yang ingin bertemu sama saya upayakan mengetahui siapa orang nya. Okey?".


"Baik dok, saya permisi".


"Ehh tunggu". Eggy menahan nya keluar.


"Mm... Menurut kamu saya itu seperti apa?".


Asisten nya terkejut dan bingung apa maksud dari pertanyaan Eggy yang dapat membuat orang lain salah paham.


"Ha?".


" Iya menurut kamu saya itu gimana?". Eggy mengulang nya.

__ADS_1


Asisten nya nampak canggung dan tersipu malu.


"Kalau menurut saya dokter itu baik, ramah dan tampan".


Eggy/ "Tuh kan... Kamu saja bilang saya tampan masa istri saya bilang saya cantik sih".


"Apa?". Asisten itu layu, ternyata itu maksud pertanyaan Eggy yang membuat nya sempat salah paham.


"Ah Ya sudah, kamu bisa keluar dan suruh masuk orang yang mau ketemu saya itu". Sudah buat anak gadis orang salah paham dan malah mengusir nya begitu saja.


"Iya Dok, permisi". Wajah asisten nya menjadi merah padam karena malu.


" Berarti betol lah ini, mata Ist lagi menyalah ini hmmm, dia saja bilang aku tampan masa istri aku sendiri bilang aku cantik haiiiish". Eggy masih berbicara sendiri.


#Tok... Tok... Tok...


Eggy menoleh ke pintu.


"Masuk".


Orang itu pun masuk.


" Selamat pagi dok".


Eggy melirik orang itu, ia sangat mengenali orang tersebut.


"Aah kau rupa nya Men, aku pikir entah siapa yang datang tadi, pakek enggak bilang - bilang lagi kalau kau mau ke sini". Eggy memiting leher Omen yang sudah menutup pintu dan tertawa.


Omen/ “Kau pikir siapa ha? Payah kali aku mau jumpai kau sekarang - sekarang ini".


Eggy menarik kursi untuk Omen.


" Duduk kau dulu. Ada angin apa kau tiba - tiba ke rumah sakit?".


Omen pun duduk.


"Iya, aku abis nengokin anak kau tadi, tapi kata nya masuk rumah sakit".


Omen/ "Ouh, Tadi malam aku enggak sengaja jumpa si Ari di mini market. Terus dia bilang anak kau sakit maka nya lah ini aku ke sini, tapi aku bentar saja karena enggak ada kau, segan lah aku sama binik kau. Oh ya bapak nya si Ari lagi sakit keras ya? Kata nya di rawat di sini?".


Eggy/ "Iya, Papa nya masuk ICU, kalau menurut medis sudah enggak ada harapan lagi, karena yang buat beliau bertahan itu cuma 1%, kalau alat pernafasan nya di copot beliau enggak selamat".


Omen/ "Ya ALLAH, berarti sudah parah kali lah itu. Terus si Ari nya gimana?".


Eggy/ "Ya gimana apa nya? Mana aku tahu, lagian setiap kali aku meriksa Papa nya, aku enggak pernah ketemu sama dia, malah binik aku yang pernah jumpa sama dia".


Omen mencium aroma cemburu yang terbakar.


"Cemburu bro? Ck". Ia menggoda Eggy.


Eggy menoyor kepala Omen.


"Apaan sih kau? Eh iya, apa cerita?".


Omen/ "Cerita ape?".


Eggy/ "Ya cerita di studio lah".


Omen/ "Ah kau, malas aku. Gara - gara kau hampir semua pemotretan di batal kan".


Eggy/ "Lah kok gara - gara aku pulak? Kan aku sudah bilang sama kau, aku belum bisa ikutan dulu, kerjaan di sini lagi banyak banget, di tambah lagi ini anak aku sakit terus anak aku mau nambah".


Omen/ "Mau nambah? Mau nambah apa si Ghifari?".


Eggy/ "Mau nambah adek he he he".


Omen/ "Seriusan kau? Almira hamil lagi?".


Eggy menaikkan alis mata nya.


Omen/ "Haiiiih".

__ADS_1


Eggy/ "Kenapa haiiiiih kau?".


Omen/ "Kau sudah mau dua saja, aku belum lagi. Huuh".


Eggy/ "Maka nya kawin kau. Jangan pacaran saja kau. Makin bertambah dosa kau itu".


Omen/ "Mau cemana lagi, si Widya masih belum mau. Dia masih mau kerja".


Eggy/ "Hmm terima nasib mu lah nak, kalau tahu Almira hmm pasti kena ceramah kelen. Pasti dia bakal bilang. Nikah kan atau tinggal kan, ha ha ha".


Omen/ "Hufft enggak mungkin lah aku ninggalin Widya, aku cinta kali sama dia".


Eggy/ " Makan lah tuh cinta kelen. Udah aah balik lagi ke topik awal, gimana di studio?".


Omen/ "Enggak gimana - gimana. Pihak brand pada ngecancel kontrak kerja sama nya kalau kau enggak ada. Mereka mau nya kau yang jadi model nya".


Eggy/ "Lah kan masih banyak model yang lain, malah lebih cakep dan lebih muda lagi dari aku".


Omen/ "Mana aku tahu, orang itu mau nya kau. Orang itu bilang kalau kau itu cantik bawa kan produk brand nya ketimbang model lain".


Mata Eggy sedikit membesar/ " Tunggu dulu. Cantik? Mereka bilang aku cantik?".


Omen/ "Iya. Ehh maksud nya kau itu cantik bawa kan produk nya, bukan cantik muka kau".


Eggy menghelakan nafas nya / "Huh... Eh tapi beneran kan, mereka bilang aku cantik bawa kan produk nya kan? Bukan bilang wajah aku yang cantik?".


Omen/ "Iyaaaa".


Eggy bangkit dari duduk nya.


"Tunggu dulu, coba kau perhatikan muka aku, menurut kau, aku itu apa?". Eggy mendekatkan wajah nya pada wajah Omen.


"Iih apa nya kau ini?". Omen mendorong Eggy. Ia bingung apa maksud si kawan ini.


Eggy/ "Jawab aku dulu. Menurut kau, aku kayak gimana?".


Omen makin bingung / " Kayak gimana apa nya sih? Enggak ngerti aku apa maksud kau".


Eggy mengusap wajah nya, stres.


"Ya menurut kau, aku itu tampan atau cantik?". Tegas nya.


Sontak membuat Omen tertawa keras.


"Apa? Buaha ha ha ha. Biasa nya pilihan itu tampan sama jelek, cantik sama jelek, bukan tampan sama cantik ha ha ha".


Eggy memutar bola mata nya.


"Hufft aku nanyak gini, karena binik aku bilang kalau aku tuh cantik bukan nya ganteng atau tampan".


"Pfffft apa? Wk wkw wkkk kkk. Jadi si Almira bilang kalau kau itu cantik? Ha ha ha". Omen tertawa terbahak - bahak.


Eggy/ "Iya, dia bilang gitu kalau ngeliat aku. Hiks hiks masa aku di bilang cantik sih, berarti aku kayak perempuan lah".


Omen melirik Eggy dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.


" Mmm... Kalau di pikir - pikir, terus kalau di lihat lebih teliti sih, iya ha ha aha. Hai abang Eggy yang cantik ha ha ha ha". Omen malah makin mengkompori nya.


"Sompret kau. Malah makin ngejek kau nya". Eggy berusaha memiting leher Omen namun Omen mengelak nya.


" Ha ha ha ha".


#Tok tok tok


"Dok maaf. Pasien di ruang ICU gawat".


Tiba - tiba asisten nya masuk tanpa izin Eggy terlebih dahulu karena gawat darurat.


Eggy dan Omen menoleh lalu berlari menuju ruang ICU.


Langkah kaki Eggy terhenti ketika ia melihat Almira sudah berada di depan pintu ICU bersama Ari. Kedua nya menoleh pada Eggy yang terpaku melihat mereka. Sedang kan Omen melirik mereka satu per satu.

__ADS_1


__ADS_2