Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 8 #S3


__ADS_3

Suasana di kamar sedikit menjenuhkan dengan hadir nya keluarga itu. Dengan sabar Almira mendengarkan ocehan Ria yang tak henti - henti nya, apa lagi di saat suami nya sudah pergi dan kedua anak mereka sudah terlelap setelah makan siang, ia semakin bersemangat menceritakan tentang Eggy dan menyanjung - nyanjung nya.


" Oh ya kak, umur kakak berapa?". Ria bertanya sembari memandangi wajah Almira yang tersenyum.


"Umur saya 30 tahun kak". Jawab nya.


" 30 tahun?, ya ampun awak pikir seumuran sama awak, kalau awak 27 tahun kak hi hi hi. Berarti kakak awet muda ya he he he". Ia terkejut, ternyata Almira lebih tua dari nya.


"He he he bisa saja kakak ini". Almira merasa tersipu.


" Kalau gitu, kakak jangan lah manggil awak kakak juga, panggil nama saja lah, kan kakak di atas aku 3 tahun he he he".


"Iya Ria".


" Suami kakak mana? Dari tadi enggak kelihatan?". Ia penasaran.


"Suami saya sedang tukam, orang tua teman nya meninggal, mungkin ini dia langsung lanjut bertugas". Tutur nya, sempat ia melirik ponsel nya yang bergetar.


" Panjang umur nya, baru di ceritain sudah masuk wa nya he he he, bentar ya".


"Hmmpt"


Almira membaca isi pesan dari sang suami.


#"Assalamualaikum Ist, Suam sudah balik dari rumah Ari, ini Suam baru nyampek di rumah sakit. Ghifari gimana? Sudah makan siang kalian?".


Almira pun menjawab nya.


#"Alhamdulillah kalau sudah di sini. Sudah kok sayang, ini Ghifari lagi tidur, dari tadi pagi dia merengek mau minta pulang, terus kata nya dia mau protes sama Suam he he he. Suam sudah makan sayang?".


Eggy# "Protes kenapa sayang? Suam belum makan, soal nya Suam buru - buru, ada pasien yang gawat darurat".


Almira# " Hmmp ya sudah tapi nanti jangan enggak makan siang ya sayang. Biar Ghifari saja yang ngejelasi dia mau protesin apa ke Daddy nya he he he 😋".


Eggy# "Hmm... Ya sudah deh, kebiasaan banget anak sama emak nya suka bikin penasaran bapak nya 😒😞".


Almira# " He he he 😍😘".


Eggy# "Ya sudah, Suam kerja dulu ya Ist ku sayang, i love you 😘🥰😍".


Almira# " Iya Suam ku, yang semangat ya kerja nya, i love you too 😘🥰❤❤❤❤❤".


"Oh ya, Emang suami akak kerja nya apa?". Ria mengganggu kesenangan Almira yang tengah senyum - senyum membalas pesan wa dari Eggy.


" Hmm?". Almira menoleh lalu meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Pasti suami kakak pegawai negeri ya? Soal nya yang bisa masuk ke ruang Vvip ini kan cuma orang - orang yang berada, sama seperti awak, kalau suami awak bukan pegawai negeri hmm mungkin enggak bakalan bisa masuk kelas Vvip, tapi sih ini karena seluruh ruangan penuh juga maka nya kami bisa di sini, beruntung nya kami tidak perlu membayar tambahan untuk kamar nya he he he"". Belum sempat Almira menjawab ia langsung memotong nya dan nyerocos entah kemana.


Almira/ "Ouh, kalau suami saya seorang dokter".


Ria/ " Dokter? Waaaah keren tuh, pantesan saja kakak bisa di ruang Vvip, ternyata suami kakak seorang dokter toh. Coba saja gitu tamat SMA awak enggak langsung di nikahi, mungkin awak bakalan sama Dokter Eggy sekarang hufft. Kalau enggak kan, suami kita sama - sama dokter ya kan kak? He he he". Ia begitu percaya diri.


Almira tersenyum getir melihat wanita yang satu ini.


"Itu suami sayaaaaaaaaa". Batin nya meringis.


Satu harian Almira pusing harus mendengarkan ocehan Ria yang tak ada habis - habis nya membahas Eggy.


" Mommy..".


"Ya sayang?".


" Daddy belum siap kerja nya ya?".


Almira/ "Enggak tahu Mommy sayang, soal nya Daddy belum ada ngabari Mommy. Emang nya kenapa?".


" Ghifari pusing dari tadi ibuk itu ngoceh terus, Ghifari mau minta pindah kamar saja lah". Keluh nya.


"Ssst... Enggak boleh gitu sayang, nanti dengar sama Buk Ria kan enggak enak". Almira menutup mulut Ghifari dengan jari telunjuk nya.


" Biarin saja mereka dengar. Lagian mommy juga, kenapa enggak bilang saja kalau yang di bahas Buk Ria itu Daddy, biar dia diem Mom".


Almira/ "Biarin saja sayang, paling entar Buk Ria nya tahu sendiri kok kalau dokter yang di maksud Buk Ria itu Daddy nya Ghifari".


" Ghifari jadi enggak sabar mau ngeliat tampang Ibuk itu kalau tahu itu Daddy hi hi hi". Ghifari tertawa. Sedang kan Almira menggelengkan kepala nya sembari mengusap kepala anak nya.


Waktu menunjukkan jam setengah 9 malam. Almira dan Ghifari menanti Eggy yang tak kunjung muncul.


"Kak kayak nya satu harian ini dokter Eggy lagi enggak ada di rumah sakit deh, soal nya awak pun enggak jumpa - jumpa dia. Apa jangan - jangan dokter Eggy lagi di tugas kan di luar kota kali ya kak?". Ria tiba - tiba mulai lagi dan masih ke topik yang sama.


Almira/ " Hmm mungkin dokter Eggy nya lagi sibuk, masih banyak pasien yang harus beliau tangani".


"Ya juga ya kak, tapi kalau enggak jumpa - jumpa juga sama dokter Eggy selama di sini, percuma donk jadi nya hu hu hu".


Almira tersenyum.


"Pasti jumpa, tenang saja".


#Tok... Tok.. Tok...


Almira dan Ria menoleh ke arah pintu, mereka berpikir hal yang sama, mereka mengira Eggy lah yang datang.


" Permisi... Selamat malam buk". Seorang perawat menongolkan kepala nya lalu masuk ke dalam ruangan. Perawat itu menghampiri Aidil yang masih terlelap, ia ingin memeriksa tensi darah nya.


"Gimana Aidil nya buk? Apa masih mual dan muntah?". Perawat itu bertanya pada Ria usai ia memeriksa tensi darah nya.


Ria/ " Tidak ada sust, cuma kata nya ada pusing gitu kepala nya, apa enggak masalah itu sust?".


Perawat/ "Ouh iya ini tensi nya pun rendah maka nya Aidil nya ada pusing, tapi itu enggak apa - apa kok buk, tapi nanti biar dokter nya saja yang langsung memeriksa lebih nya".


Ria/ " Hmm saya agak khawatir juga kan kalau kenapa - kenapa he he he. Oh ya sust... Dokter Eggy lagi enggak dinas ya hari ini? Kok saya dari tadi enggak ngeliat Dokter Eggy ya?".


Almira senyum - senyum sendiri mendengar Ria mempertanyakan hal itu.


"Oh, Dokter Eggy lagi sedang sibuk dengan pasien yang lain buk he he he, ya sudah saya permisi ya buk". Perawat itu pun melangkah kan kaki nya.


" Eh sust...". Ria menghentikan langkah kaki nya.


"Iya buk?". Ia pun menoleh.


" Mmm... Saya mau nanyak, kira - kira dokter Eggy sudah nikah belum ya he he he?". Ia bertanya dengan tersipu malu.


Sontak membuat perawat itu dan Almira saling melirik satu sama lain.


"Hah?". Perawat itu sedikit kikuk dan bingung untuk menjawab nya sembari melirik Almira yang memainkan mata nya untuk memberikan nya isyarat agar tidak memberitahu nya.


Perawat/ "Mm... Setahu saya Dokter Eggy sudah nikah bu".

__ADS_1


Ria/ " Hmp, istri nya orang mana? Cantik enggak orang nya? Apa sesama dokter juga?". Ia kepo nya kebangetan.


Perawat itu melirik Almira lagi sembari menggaruk telinga nya.


"He he he kalau itu saya kurang tahu buk, maaf saya permisi buk karena saya masih banyak kerjaan lain lagi, permisi buk". Perawat itu pun secepat nya kabur agar tidak di beri pertanyaan lagi oleh Ria dan ia takut salah menjawab nya.


Almira menarik nafas nya lalu menghelakan nya kembali. Bukan nya Almira tidak ingin memberitahu nya soal status Eggy dengan nya. Hanya saja, Almira ingin melihat bagaimana reaksi Ria nanti ketika ia mengetahui langsung siapa Eggy yang sebenar nya. Dan bukan untuk mengerjain nya juga, akan tetapi untuk memberi nya pelajaran agar tidak berbicara sembarangan.


Beberapa menit setelah perawat itu keluar, Ghifari pun terbangun dari tidur nya.


"Daddy sudah ke sini Mom?". Ia melirik ke sekitar ruangan.


" Belum sayang".


"Lama kali lah Daddy ini aaah". Wajah Ghifari cemberut.


" Assalamualaikum". Dan orang yang di nanti - nanti pun muncul dari balik pintu.


"Waalaikumussalam". Seru mereka.


Semua mata tertuju pada sosok itu, terutama Ria. Mata nya berbinar - binar menatap sosok Eggy yang muncul dengan gaya nya yang cool. Ria pun hampir meleleh ketika Eggy menebarkan senyuman nya sembari berjalan seperti menghampiri nya. Ia berpikir, Eggy ke ruangan itu karena ingin memeriksa kondisi anak nya, namun ia salah.


"Daddy....". Ghifari histeris memanggil Eggy, ia begitu senang ketika melihat sosok Daddy nya. Eggy pun menghampiri Ghifari dan Almira lalu mencium kening kedua nya.


Eggy/ "Maaf ya sayang, jam segini Daddy baru balik, soal nya banyak kali kerjaan Daddy".


Sedang kan Ria, ia terkejut ketika ia mendengar Ghifari menyebutkan kata Daddy untuk memanggil Eggy dan melihat ketika Eggy mencium kening kedua nya. Ria merasa kalah malu mengingat kalau dia satu harian ini membicarakan tentang Eggy sama istri nya sendiri. Almira sendiri penasaran ingin melihat ekspresi Ria ketika ia mengetahui ini, Almira pun melirik diri nya yang masih terpaku melihat mereka.


Tanpa basa - basi Eggy menarik tirai bagian mereka dan membuat Ria tidak bisa melihat mereka.


"Kirain Daddy tadi kamu sudah tidur nak, ternyata belum juga tidur". Ujar nya sembari membuka jas dokter nya.


" Sudah tidur dari magrib tadi Ghifari nya, ini dia baru bangun karena punya ikatan batin sama Daddy nya, tahu dia Daddy nya mau pulang, satu harian nanyain Daddy nya mulu, kata nya mau protes sama Daddy nya he he he". Almira pun mengambil jaket itu lalu menggantung nya pada gantungan baju.


"Ouh gitu, emang anak Daddy mau protes apa rupa nya?". Eggy menarik kursi lalu mendekat ke tempat tidur Ghifari.


"Iya, Ghifari mau protes, kenapa Ghifari harus di gabung sih sama pasien lain?".


" Ssssttt... Kamu jangan keras - keras ngomong nya nanti kedengaran sama mereka". Spontan Almira menutup mulut anak nya itu. Lalu, membuka nya kembali.


"Maaf ya sayang, Daddy enggak bilang - bilang dari awal ke kalian. Awal nya Daddy juga enggak setuju tapi karena sudah darurat maka nya terpaksa Daddy letak pasien nya di kamar ini". Eggy mengecilkan suara nya.


" Tapi Ghifari enggak suka, Ghifari sama Mommy jadi enggak bebas, terus lagi ibu itu bikin Ghifari sama Mommy jadi pusing karena ibu itu banyak kali cakap nya". Ghifari pun mengecilkan suara nya juga.


Eggy/ "Ha ha ha, enggak boleh gitu sayang, enggak sopan. Sesekali enggak apa - apa lah sayang, lagian kan sekalian Ghifari ngerasai gimana rasa nya di rawat di rumah sakit sekamar dengan orang yang enggak di kenal. Coba deh bayangi orang - orang yang di rawat di kamar kelas 3, berapa banyak orang nya dalam satu kamar. Masa Ghifari yang cuma berdua sekamar sudah ngeluh he he he. Kan Ghifari juga punya teman baru jadi nya. Kalian sudah kenalan belum?".


"Sudah. Tapi Ghifari enggak mau Dad, Ghifari mau pulang saja". Rengek nya.


Eggy dan Almira saling melirik satu sama lain.


Almira mendekati Ghifari sembari mengelus rambut nya dengan lembut.


" Iya, Ghifari pasti pulang kok, tapi Ghifari harus nurut dulu apa kata Daddy dan Mommy. Kalau Ghifari mau nurut baru di izini sama Daddy, iya kan Dad?".


"Iya sayang, jangan kan di izini pulang, Ghifari mau minta beliin apa saja Daddy turuti kecuali jajan sembarangan". Eggy mencubit pipi Ghifari, gemes.


"Tuh dengar? Kalau Daddy sudah janji pasti apa?".


Ghifari mengangguk pelan.


"Nah tuh ingat, anak shaleh nya Mommy Daddy ini". Almira memeluk Ghifari sembari melirik Eggy yang tersenyum menatap orang terkasih nya itu.


" Ya sudah, sekarang Daddy mau mandi dulu, sudah gerah kali ini Daddy". Eggy membuka kemeja putih nya lalu mengambil handuk di dalam lemari.


Sedang kan Ria, ia masih shock. Ia berperang dalam hati nya.


"Enggak... Enggak mungkin, ini pasti cuma mirip saja, itu pasti bukan Dokter Eggy, iya pasti cuma mirip, kalau suami nya Dokter Eggy mana mungkin dia cuma diam saja waktu aku cerita tentang Dokter Eggy. Eh... Tapi....".


" Dokter Eggy sudah nikah". Ia teringat Ghifari berkata itu.


"Tapi kalau itu bukan dokter Eggy, mana mungkin juga anak nya ngomong kayak gitu, terus kalau memang itu dokter Eggy..... Huaaaaaaa... Mati lah akuuuuu". Ia melesek dan merasa malu.


Spontan ia terdiam ketika ia melihat Eggy keluar dari kamar mandi lalu melewati diri nya, Ria terpaku menatap langkah Eggy. Tak pernah terbayang kan sebelum nya, ia bisa melihat dokter idaman nya itu selesai mandi dengan mengenakan baju kaos dan celana di bawah lutut sembari mengelap rambut nya yang basah. Sempat ia menelan ludah nya menatap Eggy yang begitu sexy. Untung enggak mimisan ini perempuan he he he.


Kali ini Eggy benar - benar menutup seluruh tirai bagian nya. Ria memonyongkan bibir nya karena tidak bisa melihat dokter idaman nya itu.


"Haih.. Kenapa cepat kali sih di tutup nya, aku kan masih mau lihat lagi makhluk tuhan yang paling sexy seperti dokter Eggy hiks hiks hiks". Ia menggerutu sendiri.


Eggy menggantungkan handuk nya.


" Sudah tidur lagi Ghifari nya?". Ia melihat putra nya sudah terlelap kembali.


"Iya Suam, mungkin efek obat nya masih ada he he he".


" Hmmpt".


Eggy mendekati Almira, lalu mengalihkan Almira duduk di pangkuan nya dan memeluk nya dengan erat. Eggy menghelakan nafas nya begitu relax.


"Suam pasti capek kali ya hari ini". Almira menyentuh wajah Eggy.


Eggy mengangguk pelan.


" Heem... Tapi yang lebih capek di sini itu Ist, karena Ist harus ngejaga dan ngurusi Ghifari terus makan nya enggak teratur dan tidur nya pun enggak nyenyak".


Almira mendongakkan kepala nya. Ia tersenyum sembari memainkan jari nya pada wajah Eggy.


"Ist enggak ngerasa capek kok. Kalau hati kita ikhlas mengerjakan apa pun In Sya ALLAH, ALLAH akan menghilangkan rasa lelah kita dan ALLAH semakin membuat kita semangat setiap hari nya".


Eggy tersenyum, ia merasa beruntung memiliki istri seperti Almira.


" Ummm.... Istri shalihah". Ia mencium hidung Almira.


"Tadi aturan nya Suam mau tahlilan ke rumah si Ari tapi enggak jadi karena banyak kali kerjaan Suam".


"Hmmpt". Almira enggak berani untuk kepo.


Eggy/ " Tapi rencana nya In Sya ALLAH besok malam saja tahlilan nya, pas malam ketiga. Oh ya Suam ngerasa aneh deh, Suam kan dari pagi datang ke rumah nya si Ari, tapi Suam enggak ngeliat batang hidung nya si Lana di sana, terus Suam tanya juga ke Omen, dia pun juga enggak ada nampak si Lana bahkan si Omen kan dari kemarin stay di rumah si Ari".


Sebenarnya Almira agak ragu memberitahu Eggy soal hubungan Ari dan Lana yang sekarang. Tapi Almira tidak ingin ada yang di tutup - tutupi dari mereka.


"Sebenarnya Ari dan Lana sudah cerai".


" Apa? Ist dari mana tahu soal ini?".


Almira sempat menelan ludah nya, ia takut sewaktu - waktu Eggy akan ngambek lagi.


"Kemarin sebelum Suam ngeliat Ist dan Ari di depan ruang ICU, kami enggak sengaja ketemu pas Ist lagi di luar nyari angin".

__ADS_1


" Nyari angin atau memang sudah janjian mau jumpaan?". Eggy mulai ngegas.


Almira/ "Enggak lho, isss enggak percayaan kali lah sama binik nya sendiri".


" Hmmp, terus?".


"Malas lah, entar di curigai". Almira membuang muka nya.


" Sudah enggak, sudah cepat lanjuti cerita nya". Eggy melipat kedua tangan nya, ia ingin mendengar kejadian kemarin yang membuat nya terbakar api cermburu.


Almira/ "Hmmm. Terus ya sudah dia nanyain kabar, terus dia cerita kalau dia sudah cerai sama Lana".


" Nostalgia lah tuh cerita - cerita. Lagian buat apa coba dia cerita - cerita ke Ist kalau dia sudah cerai sama Lana. Entah supaya apa. Biar supaya nyarik simpatik Ist lagi lah itu, iya kan?".


Almira/ "Tuh kan, sudah ahh malas lah cerita - cerita lagi sama Suam kalau ujung - ujung nya kayak gini hufft".


" Ya sudah, enggak usah cerita - cerita lagi ke Suam, cerita - cerita saja sana sama mantan terindah nya". Eggy tersulut emosi, spontan ia mendorong punggung Almira.


Sontak membuat Almira terkejut dan membalik kan badan nya. Ia pun beranjak dari pangkuan Eggy, secepat kilat Eggy menarik tangan Almira lalu memeluk nya kembali, sempat Almira memberontak dan memukul - mukul badan Eggy, namun semakin erat pelukan Eggy.


"He he he, Suam bercanda sayang, Suam enggak marah kok, Suam percaya sama Ist, Suam cuma ngetest Ist saja he he he". Ia membisik kan nya ke telinga Almira. Karena kesal, Almira memukulin badan Eggy bertubi - tubi.


" Aduh... Aduuhh... Aduuuh, sakit Ist... Aduuh...". Rintih nya sembari tertawa.


"Ngeseliiiiiiiiiiiin". Kali ini Almira mencubit perut Eggy.


" Sakit lho sayang, ya ALLAH, punya binik garang nya minta maaf ampun he he he". Eggy masih menjailin Almira. Almira merapatkan gigi nya sembari memplototin mata nya.


.


Almira/ "Oh ya, kalau Ist nuruti apa kata Suam, kira - kira Suam mau enggak ya nuruti apa saja untuk Ist?". Almira menaikkan alis mata nya sebelah.


Eggy tertawa kecil.


" Enggak mau kalah juga nih sama anak nya?".


"Iya lah, kan istri nya juga mau di manjain kayak Suam manjain anak nya". Tutur nya dengan manja dan bikin gemes.


" Ha ha ha, emang selama ini, Suam kurang manjain Ist nya?". Eggy mencubit hidung Almira.


Almira/ "Hu uh... Dan Ist ngerasa semakin kurang di manjain".


" Ha ha ha Ya ALLAH sayang, kok Ist ngegemesin kali lah malam ini?". Eggy mempererat pelukan nya. Ia merasa semakin gemes ngeliat ekspresi Almira seperti anak kecil yang manja.


"Hufft... Jawab dulu, mau enggak nih?".


" Hmmm... Jangan kan kalau Ist nurut sama Suam, Ist enggak nurut sama Suam pun bakal Suam kasih untuk Ist semua nya, kapan pun dan apa pun untuk Ist he he he".


"Seriously?".


" Yes of course he he he".


"Ya sudah, kalau gitu Ist minta belikan roti bakar sekarang juga".


Sontak membuat Eggy terkejut.


" Ha? Sekarang Ist? Ini kan sudah hampir jam 1, besok saja ya?".


Almira memanyunkan bibir nya.


"Issh tadi baru saja janji, ini baru minta belikan itu doank sudah ngeluh, lagian kan ini kemauan anak nya". Ia mengelus perut nya.


" Ya... Tapi enggak sekarang juga sayang, lagian sudah pasti tutup kede nya kalau jam segini".


"Ya sudah, kalau gitu batal saja sudah yang tadi, Suam bohong". Almira membalikkan badan nya, ia enggan melihat wajah Eggy.


" Iya, ya sudah Suam beliin ini, kalau perlu Suam cari sampai ketemu, ya sudah Ist bangkit lah biar Suam siap - siap".


Almira melirik Eggy sembari menahan tawa nya, ia pun tidak mau bangkit dari pangkuan Eggy.


"Cepat lah Ist, kata nya mau roti bakar, biar Suam beliin ini, waktu berjalan terus ini, mau di beliin enggak nih?".


" Enggak usah jadi, nanti jatuh nya Suam enggak ikhlas".


Eggy menepuk jidat nya.


"Ya ALLAH...! Suam ikhlas sayang, Suam mau kok beli nya, kan tadi Suam sudah janji bakal kasih apa yang Ist mau".


" Keburu orang sudah merajuk duluan baru mau beliin".


Eggy/ "Iya iya, Suam beliin ini ya, Ist mau roti bakar apa, terus roti bakar nya mau rasa apa? Biar Suam cari ya sayang".


" Sudah enggak usah, Ist sudah enggak selera".


Eggy jadi serba salah. Ia mengusap wajah nya.


"Ya ALLAH, jadi Ist selera nya apa? Biar Suam belikan".


Almira tak mampu menahan tawa nya lagi melihat ekspresi Eggy yang merasa bersalah dan memelas.


" Pfffttt... It's a prank ha ha ha".


Eggy mengerutkan dahi nya.


"Maksud nya?".


"Gantian, Ist juga berhasil ngerjain Suam ha ha ha.


"Jadi cuma ngerjain doank ini?".


"Iya, Ist cuma ecek - ecek saja mau minta beliin roti bakar, emang nya Suam saja yang bisa ngerjain Ist. Lagian Ist mau lihat juga seberapa sigap Suam nya, ehh ternyata kurang ha haa ha". Almira mencubit kecil perut Eggy.


"Au... Gitu ya, pakek balas - balasan ya?".


Almira mengangguk.


" Iya lah, Suam tadi ngerjain Ist sampek menusuk ke hati Ist, pakek dorong - dorong Ist lagi, untung Ist enggak jatuh hufft. Jadi gantian lah. Lagian mana mungkin Ist tega nyuruh Suam keluar sepagi ini, yang ada Ist enggak tenang kalau Suam keluar, bisa jadi nanti Suam di goda'in sama bencong - bencong di luaran sana".


"Hmmp gitu. Ya sudah enggak ada pakek Ngeprank - ngeprank lagi, apaan itu huffft". Eggy sedikit kesal, ia mencubiti pipi Almira hingga pipi nya merah.


"Yang penting Ist berhasil ha ha ha. Wlleeek". Almira mengejek Eggy, secepat kilat Eggy melahap Almira, sontak membuat nya terdiam.


Eggy tertawa kecil melihat ekspresi Almira yang tebodoh.


"Ha ha ha, dasar.....". Eggy menarik tubuh Almira di dalam dekapan nya.


"Maaf ya sayang sudah mendorong Ist tadi, I love you sayang". Bisik nya. Almira pun tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2