
Tidak seperti biasa nya di pagi hari sebelum - sebelum nya. Almira memeluk Eggy dengan begitu manja, bahkan ia tidak ingin melepaskan Eggy, sehingga Eggy kesulitan memakai kemeja kerja nya.
" Ist... Suam mau pakai baju lho sayang, lepas dulu bentar saja ". Eggy sama sekali tidak melepas kan pelukan Almira namun meminta nya untuk memberikan nya kesempatan untuk memakai baju.
Almira menggelengkan kepala nya.
" Enggak mau ".
Eggy tersenyum.
" Suam kan mau kerja sayang. Kalau Ist kayak gini, gimana Suam mau pakai baju nya?".
" Ya sudah, Suam enggak usah pakai baju ".
Eggy terbahak.
" Ha ha ha, ada - ada saja lah Ist ini. Masa iya Suam kerja enggak pakai baju. Memang Ist mau roti sobek milik Ist di tengok - tengok banyak orang? Apa lagi sama cewek - cewek di rumah sakit, huuuu ".
Almira mendongakkan kepala nya, kemudian mata nya melotot serta memasang wajah sinis menatap Eggy.
" Berani lah kalau Suam mengumbar hak Ist di depan banyak orang. Hmmpt kenak ini baru tahu Suam ". Almira mengepalkan tangan nya sembari mengancam Eggy.
Eggy semakin tertawa.
" Ha ha ha, maka nya biarin dulu Suam pakai baju nya. Waktu terus berjalan lho Ist ".
"Ya Sudah! Kalau gitu Suam enggak usah ke rumah sakit hari ini".
Eggy melaga kan kening nya pada kening Almira sembari tertawa kecil. Ia teringat kejadian sebelum Almira mengalami kecelakaan di saat Almira meminta nya untuk tidak kerja namun ia menolak permintaan Almira.
" He he he. Oke siap Tuan Putri. Sesuai permintaan Ist tercinta, Suam hari ini enggak ke rumah sakit. Senang?".
Almira tersenyum lebar hingga gigi nya terlihat.
" Senang banget banget banget pakai kali he he he. I love you Suam". Ia pun mempererat pelukan nya.
Eggy menggelengkan kepala nya sembari tersenyum. Kemudian mencium ubun - ubun Almira. " I love you too Ist ".
" Terus, sekarang Ist mau nya kita buat rencana hari ini apa? Pasti kan Ist mau kita ngelakuin sesuatu maka nya nyuruh Suam enggak kerja".
"Emmm... Sebenarnya sih Ist enggak ada rencana apa - apa. Mau nya di rumah saja, tapiiiii, kayak nya kalau kita jalan - jalan boleh juga itu ".
" Mau nya jalan - jalan kemana?".
Almira berpikir untuk mencari tempat yang enak untuk mereka datangi.
__ADS_1
"Emm... Kemana ya? Kalau ke mall rasa nya malas kali soal nya bakalan rame kali di sana, ini kan tanggal muda walau pun ini di jam kerja, tapi pengen juga sih ke sana, Ist mau belanja. Tapi enggak usah deh nanti Ist nya kalap he he he. Kalau mau ke pantai, emm... Boleh juga sih! Tapi kayak nya cuaca bakalan panas kali hari ini, enggak usah saja deh nanti kulit nya gosong".
Eggy menggelengkan kepala nya sembari tersenyum menatap Almira yang masih nyerocos dan berpikir keras kemana tujuan mereka.
Setelah berpikir lama akhir nya mereka menemukan tempat tujuan mereka, yakni Berastagi lebih tepat nya tempat wisata Madu Evi Berastagi. Meski Eggy menepuk jidat nya atas pilihan Almira yang lumayan jauh jarak tempuh nya, namun ia tetap menuruti permintaan sang istri tercinta.
Mereka bukan hanya mendatangi tempat wisata itu saja, melainkan mereka juga mendatangi tempat - tempat wisata lain nya seperti tempat pemerahan susu sapi, kebun strawberry dan tak ketinggalan pasar buah Berastagi.
Mereka bertiga sangat bahagia menikmati jalan - jalan tersebut, di tambah lagi tidak banyak pengunjung yang bertamasya ke Berastagi, mengingat itu adalah hari Rabu, dimana semua orang melakukan aktivitas masing - masing seperti kerja atau pun sekolah.
Eggy menggendong Ghifari karena ia sudah merasa lelah dan ngantuk setelah menjelajahi berbagai tempat wisata dan tempat terakhir yang mereka datangi yaitu penetapan pembakaran jagung. Mereka duduk menghadap pemandangan yang gelap namun di hiasin dengan cahaya lampu - lampu kota Medan dan di suguhi minuman hangat serta jagung bakar yang sudah mereka pesan sebelumnya. Itu mengingatkan mereka di saat pertama kali mereka touring bersama.
" Capek kali dia satu harian ini jalan terus he he he". Ujar nya melihat Ghifari terlelap di gendongan Eggy sembari mengusap rambut nya.
" He he he Iya, sampek tertidur gini Ghifari nya. Hari ini dia senang kali kata nya karena sudah lama enggak jalan - jalan soal nya Daddy nya sibuk terus di rumah sakit, sudah payah kali ngebagi waktu nya untuk kalian he he he". Eggy merasa sedikit sedih karena akhir - akhir ini ia susah sekali untuk membagi waktu nya untuk membawa anak dan istri nya jalan - jalan.
Almira meraih tangan Eggy sembari tersenyum menatapnya.
" Suam ngelakuin ini kan semua nya untuk kita bersama. Walau pun Suam selalu sibuk di rumah sakit, sudah jarang ngajakin jalan - jalan tapi kan Suam masih selalu ada untuk kami. Suam masih tetap stand by di setiap waktu ".
Eggy menggenggam tangan Almira dan tersenyum pada istri nya yang sangat pengertian pada diri nya, meski terkadang ia sering minta yang aneh - aneh sejak ia hamil.
" Oh ya, Ist ingat enggak waktu pertama kali kita touring?".
Almira menganguk.
" Iya, waktu itu Ist maksa Suam ngehabisi sebagian makanan Ist. Itu benar - benar menyiksa Suam, karena itu untuk pertama kali nya Suam makan banyak". Eggy menepuk jidat nya sembari menggelengkan kepala nya.
Sedangkan Almira tertawa mengingat moment itu.
" Ha ha ha kalau memang menyiksa kenapa masih tetap di paksa ?".
" Ya abis nya. Ist nyuruh Suam habisin makanan nya, jadi Suam turuti lah, apa lagi Ist bilang mubajir kalau di buang makanan nya".
" Ha ha ha memang iya sih kalau di buang mubajir, tapi kan kalau Suam memang enggak sanggup jangan di paksain yang ada nanti nya menjadi nafsu yang di barengi dengan syaiton. Kalau enggak habis ya tinggal kita bungkus saja, terus kita cari kucing atau hewan lain nya, biar mereka yang menghabis kan nya ".
" Kenapa Ist enggak bilang kayak gitu pas waktu itu?". Eggy merasa gemes pada Almira, lalu ia mencubit pipi nya.
" Ha ha ha, rang Suam enggak bilang kalau Suam sudah enggak sanggup makan nya".
" Gimana mau bilang. Soal nya Suam enggak bisa ngebuat orang yang Suam cintai jadi marah dan kecewa kalau Suam nolak permintaan Ist".
Almira tersipu malu.
" Berarti dari pertama kali kita touring, Suam sudah jatuh cinta sama Ist?".
__ADS_1
" Emmm... Lebih lama lagi". Bisik nya.
" Maksud nya dari pertama kali kita enggak sengaja tetabrak di mall?".
" Lebih jauh lagi".
Almira merengutkan dahi nya, ia berpikir kayak nya mereka pertama kali ketemu di mall kenapa Eggy bilang nya lebih lama lagi.
" Kayak nya pertama kali kita ketemu di mall lah sayang ".
" Ist salah. Kita sudah di pertemukan sejak kita masih berada di dalam kandungan". Bisik nya.
Gubraaaaaak. Almira merasa di gombalin.
" Gombal saja terus Suam". Ia melirik sinis.
" Ha ha ha, enggak gombal lho Ist, beneran kan? ha ha ha".
" Hufft, rang sudah serius dan penasaran eh malah di becandain kayak gini". Almira memanyunkan bibir nya.
" Ha ha ha, iya iya, kali ini Suam enggak bercanda. Suam sudah jatuh cinta sama Ist sejak Suam melihat seorang gadis shalihah duduk sendiri di lapangan merdeka sedang menangis". Eggy melirik Almira, ia akhir nya sadar bahwa gadis yang ia lihat itu adalah Almira karena ia hafal dengan cincin yang di kenakan Almira. Ketika itu ia nampak dengan jelas cincin yang ada di jari manis Almira.
" Jadi Suam waktu itu?".
Eggy menaik turun alis mata nya.
" Yups... Waktu itu Suam abis markirkan mobil mau nongkrong di Merdeka Walk, terus Suam enggak sengaja lihat Ist di sana. Suam enggak nampak jelas sih wajah Ist, karena Ist menutupi nya dengan tisue, terus Suam melihat cincin yang mempersatukan kita he he he". Eggy meraih tangan kanan Almira yang memakai cincin duplikat yang mempertemukan serta menyatukan mereka berdua.
Almira mengerutkan dahi nya menatap Eggy.
" Gimana cerita nya ya bisa langsung jatuh cinta, padahal kan sama sekali enggak keliatan wajah nya?".
" Itu lah kuasa ALLAH sayang. Suam juga enggak ngerti waktu itu Suam terus kepikiran sama Ist dan berharap bakal ketemu lagi sama Ist dan alhamdulillah ALLAH mempertemukan kita, lalu hingga sampai sekarang ini kita bersama - sama bahkan sudah punya bontot lagi, mau jalan dua pun he he he". Eggy tertawa kecil sembari mengusap kepala Ghifari dan bergantian mengusap perut Almira.
Almira menarik hidung Eggy yang mancung karena gemes.
"Oh ya, sini Ghifari nya, biar gantian Ist yang mangkuin nya. Suam pasti sudah pegal dari tadi ngegendong sambil mangku kayak gitu".
"Enggak usah sayang. Suam enggak merasa pegal kok. Lagian kan Ist juga lagi ngegendong anak kedua kita, masa iya Ist ngegendong dua - dua nya he he he". Celetuk nya melirik perut Almira.
Almira mengelus perut nya.
" He he he enggak apa - apa lah, kan Ist wonder mom he he he. Iya kan nak?".
"Iya mommy. Mommy memang benar - benar wonder mom. He he he ". Eggy menjawab nya mewakili anak kedua mereka yang masih berada di dalam perut Almira.
__ADS_1
Almira pun tertawa bahagia melihat Eggy.