Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 19 #S2


__ADS_3

Aira berbaring di atas tempat tidur Almira dimana Almira pun duduk di sebelah nya sembari melihat nota yang berserakan di atas tempat tidur itu.


Aira/ "Udah lah Ra . . . Kamu terima aja si Hafiz, dia itu cocok sama kamu, kurang apa lagi cobak dia nya, udah baik, ganteng, dewasa, mapan, alim, berpendidikan pokok nya ideal kali lah".


"Kakak . . . Rara itu udah enggak mau lagi yang nama nya pacar - pacaran, ngertik?". Almira masih fokus dengan nota itu.


Aira/ "Kenapa?, masih trauma? Atau masih belum move on?, masa kalah sama mantan yang udah punya pacar ha ha ha".


"Huh . . . Enggak dua - dua nya, lagian itu urusan dia". Almira menarik rambut kakak nya/ menjambak nya pelan.


"Au . . . Sakit (dia menepak kaki Almira), trus kalau bukan itu apa alasan nya?".


Almira/ "Udah enggak ada waktu nya lagi untuk pacaran - pacaran".


Aira/ "Ya udah tinggal bilang aja ke Hafiz kayak gitu, biar dia langsung ngelamar kamu".


"Emang mau di langkahin?". Almira menaik kan kedua alis mata nya sembari melihat espresi wajah kakak nya.


Aira/ "Umm . . . Yaa . . . Terserah, kalau emang jodoh nya kayak gitu, enggak masalah".


"Elleh . . . Nampak kali enggak terima nya ha ha ha". Almira paham benar.


Aira/ "Enggak kok, lagian kalau emang kamu luan ya silahkan aja".


Almira tersenyum sembari menggeleng kan kepala nya.


"Udah lah kak, inti nya Ra belum bisa nerima siapa pun dulu Ra mau fokus sama diri Ra sendiri dulu. mungkin pun Ra enggak bisa nerima Bang Hafiz, okey".


Aira/ "Ya udah lah kalau gitu bilang aja langsung ke dia nya, jangan di gantungin dan jangan di PHP' in kayak gini".


Almira/ "Siapa yang ngegantungi, rang dia nya aja enggak ngasi kesempatan Rara ngasi jawaban pada saat itu juga, dia malah nyuruh Ra coba mikir - mikir lagi, padahal mau di pikir - pikir lagi pun jawaban nya tetap sama Kagak bisa nerima".


Aira/ "Hmm . . . Terserah kamu aja lah mana yang terbaik buat kamu. Yang penting jangan jadi penyesalan buat kamu, dan jangan pilih - pilih tebu".


Almira/ "Iya, In Sya ALLAH kalau meninggal kan apa yang di haram kan ALLAH keburuk kan itu tak akan terjadi".


Aira/ "Emank di sini apa yang di haram kan ALLAH?, prasaan enggak ada deh".


Almira menepuk jidad nya. "Astaghfirullah kakak ku sayang, pacaran itu kan di dalam agama islam di haram kan sama ALLAH, masa kayak gitu enggak tau, ya meski pun Ra pernah ngalami nya setidak nya Ra udah di sadar kan ALLAH untuk meninggal kan nya dan bersyukur kali ALLAH ngebuat Ra kayak gini he he he".

__ADS_1


Aira/ "Hmm iya iya patah hati kok di syukurin. Ehh tunggu dulu ini bukan efek karna patah hati kan?".


Almira/ "idih apaan, ini murni karna ALLAH, bukan karna apa pun selain ALLAH".


Aira/ "Oke lah Buk Ustadzah".


Almira/ "Hmm . . . Kakak lagi tuh sama bang Ryan cepat di halalin jangan pacaran aja kelen".


"Enggak usah sok ngasi tau, kami udah tau". Aira menjitak kan kepala Almira.


Almira/ "Iiish . . Ya udah kalau emang udah tau apa lagi, langsung kan lah Ha ha ha". meringis sembari mengelus kepala nya yang di jitak oleh kakak nya.


Aira/ "Bissiiiiing".


.


.


Flash Back . . .


Usai Hafiz pulang dari Umroh, dia selalu memberi kan perhatian lebih untuk Almira, ia sering datang ke rumah Almira. Meski Almira cuek dan enggak merespon diri nya tapi dia tetap kekeh pada usaha nya mendekati Almira. Hingga akhir nya dia berani menyata kan perasaan nya pada Almira.


Hafiz/ "Ra . . . (sesekali menelan ludah nya), abang tau ini terlalu cepat untuk kita, tapi abang juga enggak mau terlalu lama memendam perasaan abang ke Rara, sejak pertama kali abang ketemu dengan Rara, abang itu udah suka sama Rara, dan rasa suka itu berubah jadi sayang dan cinta ke Rara. Rara mau enggak jadi pacar abang?".


Meski pun Almira udah tau bakal terjadi yang beginian tapi tetap saja pernyataan ini mengaget kan nya. Almira menatap wajah Hafiz yang sedikit gugup dan pucat pasih.


"Umm . . . Bang Hafiz . . . Rara . . .". Dia ingin menjawab tapi . . .


"Rara enggak perlu menjawab nya sekarang, Rara pikir - pikir aja dulu, abang juga enggak mau Rara buru - buru ngejawab nya". Sambar nya.


"Tapi bang . . .".


"Ya udah Ra . . . Abang pamit pulang dulu ya, soal pertanyaan abang itu enggak usah terburu - buru, abang permisi, Assalamualaikum". Tanpa pamit pada keluarga Almira, dia malah langsung pamit pulang. Mungkin efek gerogi entah efek masih belum siap mendengar jawaban dari Almira.


"Waalaikumsalam". Almira terbodoh melihat kepergian Hafiz dan sakit kepala ngadepin sesuatu yang dia takutin seperti ini.


.


.

__ADS_1


Flash On . . .


"Assalamualaikum Bang, kita bisa ketemu?, ada yang mau Rara bicara' in ke abang". Send. Almira nge chatting Hafiz untuk ngajak ketemuan.


"Oke . . Sejam lagi abang ke rumah ya". Balas nya.


Singkat waktu. Hafiz tiba di rumah Almira dan duduk berdua di ruang tamu.


Almira/ "Mmm sebenar nya, Rara nyuruh abang ke sini karna Rara mau ngasi jawaban dari pertanyaan abang waktu itu".


Hafiz/ "Kan abang udah bilang, kamu enggak usah terburu - buru".


Almira/ "Enggak kok bang, In Sya ALLAH Rara enggak terburu - buru. Sebenar nya jawaban nya udah ada dari pertama kali abang tanya' in ke Rara tapi karna abang nya enggak ngasi kesempatan Rara ngejawab maka nya Ra harus cepat - cepat ngasi jawaban nya ke abang he he he. Trus Rara juga enggak mau kesan nya kayak ngegantungi abang maka nya Rara putus kan hari ini ngasi tau jawaban Rara. Umm . . . Jawaban Rara, maaf Rara enggak bisa nerima abang karna Rara udah enggak kepikiran lagi soal itu dan Rara juga mau fokus sama diri Rara sendiri dan keluarga Rara jadi Rara enggak bisa memikir kan orang lain lagi apa lagi pacaran dan lagi Rara sedang mencoba memperbaiki diri Rara untuk ALLAH. Jadi Rara minta maaf sama abang".


Meski kecewa dan lemas dengan jawaban Rara tapi Hafiz harus berlapang dada dan tersenyum menanggapi keputusan Almira.


"Kamu enggak perlu minta maaf, karna ini hak kamu, abang enggak apa- apa kok lagian kan mungkin kita enggak jodoh nya di sini, bisa jadi nanti atau pun orang lain jodoh nya yang jauh lebih baik lagi he he he, abang doa' in semoga Rara bisa istiqomah memperbaiki diri Rara untuk ALLAH dan di pertemu kan dengan jodoh Rara yang bisa ngebawa Rara ke syurga nanti Aamiin".


Almira/ "Aamiin, makasi banyak ya bang atas doa nya, dan mudah - mudahan abang juga begitu, di pertemu kan dengan sosok wanita sholeh yang akan menggandeng tangan abang ke syurga nanti, Aamiin".


Hafiz/ "Aamiin Ya ALLAH".


.


.


Sejak saat itu Hafiz pun tak pernah lagi menghubungi nya seperti biasa. Dia memilih menjauh dari Almira agar tak membuat Almira merasa tidak nyaman pada diri nya.


Dan Almira yakin betul dengan keputusan nya ini adalah yang terbaik untuk diri nya.


#Maaf kan diri ini yang belum mampu untuk menerima siapa pun dalam hati dan hidup ku lagi.


Aku yang lemah ini masih menata hati ini yang masih hancur berkeping - keping.


Bukan karna masih mencintai dia, Bukan.


Melain kan aku hanya ingin berhati - hati untuk menerima siapa pun yang masuk di kehidupan ku.


Agar aku tak mengulangi kesalahan ku seperti dulu. Agar aku tak mengulangi lagi kebodohan yang pernah aku buat.

__ADS_1


__ADS_2