
Chapter 40
Eggy melarang Almira keluar dari mobil menyusul nya menghampiri Egga yang sudah tiba.
"Bukan nya ke dalam malah nunggu di parkiran ". Dumel nya sambil menepuk bahu Eggy.
Eggy/ "Elleh . . . Mengkek kali kau, lagian kan mau di dalam atau di luar kan sama aja judul nya di jemput juga".
Egga/ "Hmm . . Yelah tuh, Rara jadi ikut kan ?".
Eggy/ "Emm . . Ya udah cepat lah aku udah lapar ini ".
Egga/ "Iya sabaran lah kau, aku masukin ini dulu ke bagasi ". Berjalan memutar membukakan bagasi mobil milik Eggy untuk memasuki koper nya.
Eggy terkejut kenapa si Egga enggak minta tukeran tempat duduk dan malah memilih duduk sendiri di belakang.
Egga/ "Assalamualaikum Ra . . ".
Almira/ "Waalaikumsalam bang".
Egga/ "Berserak kali mobil kau ". Egga risih dan menyingkirkan barang - barang milik Eggy seperti stetoskop, jarum suntik, sarung tangan, masker, kasa dan obat - obatan yang tergeletak dimana - mana.
__ADS_1
Eggy/ "Haa . . ?, Iya tadi aku nyarik sesuatu trus enggak sengaja nyeraki kotak p3k nya dan belum sempat di beresi he he ". Menoleh kebelakang meraih barang - barang nya yang disingkirin Egga.
Egga/ "ish . . Mentang - mentang udah enggak perduli lagi sama apa pun ya , ini lagi apaan obat - obat nya pada berserakkan, bisa - bisa orang lain keracunan kalau minum obat nya". Egga merepet kayak emak emak tanpa menghiraukan Almira yang hanya terdiam melirik ke arah Eggy.
"Apaan sih, bissing kali kau udah kayak emak emak pakek merepet - merepet, tadi pagi aku ada tugas di kampus trus karna buru - buru mau jemput kau jadi main ngasal letak aja, mungkin jatuh maka nya berserak ". Eggy sedikit jengkel dan sesekali melirik Almira karna malu.
"Kampus?, ngapain kau ke kampus?". Egga terkejut mendengar adik nya ke kampus.
Eggy/ "Ya kuliah lah, masa iya mau tidur".
Egga/ "Kesambet apa kau tiba - tiba mau kuliah ?".
Egga/ "Mama Papa tau ?".
Eggy/ "Enggak". Ketus nya
Egga/ "Aku mesti ngelapor ke Mama Papa soal ini, karna akhir nya si calon dokter yang pemalas ini udah mau serius kuliah nya, mesti buat syukuran ini ". Egga berantusias dan enggak sabaran ingin memberitahu kedua orang tua mereka soal ini.
Bagaimana tidak rang udah berapa tahun Eggy melalaikan kuliah nya dan mementingkan keegoisan nya.
__ADS_1
Sedangkan Almira terkejut mengetahui kalau Eggy kuliah di jurusan kedokteran alias calon dokter. Pantesan aja di saat Almira sakit Eggy nampak lihay memeriksa Eggy layak nya seperti dokter.
Usai makan dan sholat ashar tak lupa mereka mengantar Almira pulang.
Egga/ "Makasi ya Ra udah mau jemput abang".
Almira/ "Iya bang sama - sama, kalian enggak mau masuk dulu ?".
Eggy/ "Enggak usah Al, udah mau magrib, lagian kami belum mandi hehe yakan bang". Eggy sengaja menyambar nya sebab Eggy enggak mau kalau mereka masih dirumah Almira bisa - bisa Almira enggak bisa istirahat mengingat kondisi nya masih belum fit.
Egga/ "Iya Ra benar, ya udah kami pulang dulu ya, maaf kami enggak bisa pamit sama orang tua Rara, kami titip salam aja ya".
Almira/ "Iya bang, in sya ALLAH nanti Almira sampekan salam nya".
Eggy/ "Oh Ya Al, ini barang kamu yang ketinggalan tadi di mobil ". Eggy menyodorkan bungkusan plastik.
"I . . Iya makasi ya Eggy". Meski merasa bingung dan enggak tau apa isi nya Almira tetap mengambil bungkusan itu tanpa bertanya.
Setelah 2 E pulang, Almira langsung masuk ke dalam kamar nya. Karna penasaran Almira membuka bungkusan yang di kasi Eggy tadi.
Terlihat di dalam nya ada beberapa obat resep dari Eggy yang harus di minum oleh Almira.
#"Tak pernah terpikirkan bila ternyata kau adalah seseorang yang bukan hanya bisa mengobati luka di dalam hati ku, namun kau juga adalah seseorang yang bisa mengobati luka semua orang. Hey . . . Calon dokter yang belum tau kau calon imam nya siapa".
__ADS_1