Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 39 #S3


__ADS_3

Eggy masuk ke dalam rumah nya usai ia memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.


"Assalamualaikum". Seru nya sembari berjalan menyusuri rumah nya.


" Waalaikumussalam". Almira yang muncul dari ruang belajar pun menjawab salamnya lalu menghampiri dirinya.


Eggy tersenyum melihat wajah orang tercintanya itu lalu mengecup dahi Almira.


"Gimana kondisi badannya?". Tanyanya sambil mengelus pipi Almira.


" Sudah baikan kok Suam. Kan Dokter cantik yang ngerawat Ist hi hi hi". Almira mengedip - ngedipkan mata nya dengan mentel di depan Eggy.


Eggy tertawa kecil lalu menarik hidungnya.


"Gemesnya he he he. Oh ya Ghifari mana sayang?".


" Ghifari lagi di kamarnya tadi baru siap ngerjain PR nya, mungkin dia lagi ngeberesin buku - bukunya".


"Hmm... Tadi Ist enggak ngerjain apa pun kan di rumah?".


" He he he tadi ngerjakan dikit saja karena ngasi tahu Kak Umi tugas yang di kerjainnya". Almira nyengir.


"Nyengir... Kan Suam sudah bilang, Ist jangan buat apa - apa. Cukup nemeni Ghifari saja. Kalau mau ngasi tahu Kak Umi, cukup bilang saja enggak payah di kerjakan juga". Eggy mencubit pipinya.


Almira sedikit meringis.


" Aauu... Abisnya Ist rasa makin tak sehat kalau enggak ngapa - ngapain".


"Gini nih kalau sudah biasa nguli. Jadi kalau sekali enggak ngapa - ngapain di bilang makin tak sehat". Eggy menggelengkan kepalanya.


" Mau cemana lagi, nama nya juga sudah terbiasa. Harusnya Suam bersyukur punya istri yang kayak Ist gini. Memang nya Suam mau kalau Ist nya berubah jadi pemalas?".

__ADS_1


"Ya enggak gitu juga lah Ist. Masalahnya kan ini lagi beda kondisinya. Tapi, mau Ist orang nya rajin atau pun pemalas sekali pun Suam akan tetap dan selalu beruntung memperistri Ist". Ujarnya lalu melagakan hidungnya pada hidung Almira.


" Sudah lah. Makin sehat lah Ist ini sudah kena gombalan nya Suam hi hi hi". Almira meledek Eggy sambil memainkan tangannya di pipi Eggy.


"Ha ha ha. Bagus lah kalau gitu. Kalau Ist sudah sehat berarti sudah bisa lah ini".


" Bisa apa?".


Eggy pun membisikkan sesuatu ke telinga Almira, sontak membuat wajah Almira memerah.


"No.......". Almira menggelengkan kepalanya.


" Hiiiist katanya sudah sembuh huffft".


"Sudah sembuh bukan berarti sudah bisa".


" Hmmmpt... Kecewa abang dek".


"Ya sudah, Suam mandi sana. Suam bau obat, jangan dekat - dekat sama Ist". Almira mendorong pelan tubuh Eggy sambil menutup hidungnya.


" Hhiiiss perasaan dari tadi Ist lah yang dekat - dekat sama Suam. Ini malah Ist pulak yang nyuruh enggak usah dekat - dekat hufft". Eggy memanyunkan bibirnya.


"Sebenarnya sudah dari tadi di tahan - tahan penciumannya pas dekat - dekat sama Suam. Rasa nya mau muntah Ist nyium aroma tubuh Suam. Uweeeek. Sana - sana Suam, Ist sudah enggak tahan huuuuummm...". Almira merengek mengusir Eggy untuk tidak mendekatinya sehingga membuat Eggy garuk kepala menanggapinya.


" Iya iya... Suam mandi nih. Suam masuk kamar dulu, tapi Ist juga nyusul masuk ke kamar ya? Siapin pakaian Suam he he he".


"Hmmm... Iya. Huus huuus sanah".


" Kayak ngusir bebek ahhh suaminya di buatnya".


Almira tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat Eggy ngedumel sambil berjalan menuju anak tangga yang terhubung ke lantai 2 rumah nya.

__ADS_1


Setengah jam kemudian Eggy pun selesai membersihkan dirinya lalu keluar dari kamar mandi. Ia melihat Almira sudah berada di dalam kamar mereka sambil meletakkan pakaian ganti Eggy di atas tempat tidur.


Eggy memeluk tubuh Almira dari belakang.


"Sekarang Suam sudah enggak bau obat lagi. Jadi Suam sudah bebas dekat - dekat Ist he he he". Bisiknya.


Spontan Almira mendorong tubuh Eggy ke belakang lalu menjauh.


"Iiiish... Suam bau lho. Jangan peluk - peluk".


Eggy mengerutkan dahinya sembari menciumi aroma badannya.


" Lah kan Suam sudah mandi Ist. Wangi gini masa di bilang bau".


"Huuuummm.... Suam bau, aroma tubuh Suam bikin Ist mual". Almira menutup hidungnya.


" Ya ALLAH sayang. Suam wangi lho. Coba deh Ist cium nih". Eggy mendekati Almira namun Almira semakin menjauh.


"Sudah lah Suam. Jangan dekat - dekat. Benaran lho Ist mau muntah kalau nyium aroma tubuh Suam. Uweeeek... Nanti malam Suam enggak usah tidur sama Ist ya? Suam tidur sama Ghifari saja, soalnya Ist benar - benar enggak tahan nyiumnya". Beberapa hari ini Almira benaran mual ketika Eggy mendekatinya, mungkin efek dari kehamilannya.


"Haaaaa? Seriusan ini? Ist bercanda kan?".


" Serius lho. Ngapain Ist bercanda. Entah kenapa kalau Suam dekat - dekat sama Ist rasa nya kayak gitu".


Eggy menggaruk kepalanya, stres.


"Suam pikir Ist bercanda hu hu hu. Jadi nih kita enggak tidur sama ini?".


Almira menganggukkan kepalanya sedangkan Eggy merengek tidak terima.


" Sudah sana. Suam pakai baju nya. Ist mau keluar, mau lihat Ghifari sudah tidur siang atau belum". Ia pun pergi meninggalkan Eggy.

__ADS_1


"Ist... Ist... Hiks.. Hiks... Hiks... Hamil yang ini kok gini amat ya?". Keluhnya sambil mengacak rambutnya.


__ADS_2