Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 30 #S3


__ADS_3

"Daaa Mommy, Assalamualaikum". Ghifari melambaikan tangan nya pada Almira sembari berjalan masuk ke dalam gedung sekolah nya.


" Waalaikumussalam, daaa sayang. Belajar yang rajin ya sayang". Almira pun menyambut lambaian tangan anak nya sembari tersenyum ceria.


Almira merogohkan saku tas nya untuk mengambil ponsel nya kemudian ia menghubungi Eggy. Almira mengerutkan alis mata nya karena panggilan nya tidak di jawab oleh Eggy.


"Mungkin Suam lagi sibuk kali ya sama pasien - pasien nya. Chat saja lah". Pikir nya, kemudian mengetik pesan untuk Eggy.


#Almira "Assalamualaikum Suam. Ini Ist sudah ngantar Ghifari ke sekolah, alhamdulillah mood nya hari ini sedang bagus, jadi bisa di tinggal. Ini Suam sekarang lagi ngapain? Soal nya Ist mau ke rumah sakit, tinggal pesan taxi online saja". Send.


Di rumah sakit, Eggy baru selesai melakukan operasi pada pasien nya. Ia berjalan secepat mungkin menuju ke dalam ruangan nya dan di ikuti oleh asisten nya.


"Dok... Ini data - data kesehatan pasien yang Dokter pinta". Asisten nya menyodorkan map biru yang berisi data pasien nya. Oh iya lupa..! Author sampai lupa ngenalin siapa sih asisten Eggy ini he he he. Asisten Eggy itu nama nya Dina Aulia biasa di panggil Aulia, dia orang nya tidak terlalu cantik namun enak di lihat, berkulit putih bersih dan memiliki postur tubuh yang cukup ideal. Dia juga salah satu sejajaran para fans Eggy namun ia tidak terlalu mencolok bahkan tidak ada satu pun yang tahu kalau dia juga salah satu dari mereka dan menyukai Eggy. Dia orang nya mudah baper dan sering salah faham dengan prilaku Eggy yang baik, bahkan dia juga sering mencuri - curi foto Eggy di saat Eggy melakukan tugas nya. Bercita - cita ingin menjadi istri nya Eggy? Oh sudah jelas pasti. Tapi, itu tidak membuat nya untuk menjadi seorang pelakor karena ia orang nya sadar diri dan bukan tipe wanita yang seperti itu, bagi nya sudah bisa jadi asisten nya saja itu sudah cukup.


"Iya, terimakasi. Letak saja di atas meja saya". Ujar nya sembari melirik nya sekilas lalu duduk di kursi nya.


" Mmm... Dokter ada yang perlu saya kerja kan lagi?". Ia bertanya pada Eggy yang sedang memulai memeriksa data - data yang ia terima berusan.


"Enggak ada. Kamu boleh keluar". Jawab nya tanpa melirik Aulia.


" Baik Dok, saya permisi".


#Triiing...


Terdengar bunyi notification dari ponsel nya, tangan Eggy pun meraba saku jas untuk mengambil ponsel nya. Ia melihat pesan wa dari sang istri tercinta.


#Almira "Assalamualaikum Suam. Ini Ist sudah ngantar Ghifari ke sekolah, alhamdulillah mood nya hari ini sedang bagus, jadi bisa di tinggal. Ini Suam sekarang lagi ngapain? Soal nya Ist mau ke rumah sakit, tinggal pesan taxi online saja".


#Almira " Suam, Ist sudah di rumah sakit nih. Ist sekarang lagi di ruang tunggu. Ist tunggu Suam di sini ya?".


Eggy menghembuskan nafas nya, lalu beranjak keluar dari ruangan nya untuk menemui Almira. Aulia langsung sigap menghampiri Eggy ketika ia melihat Eggy keluar dari ruangan nya, ia pikir Eggy akan menangani seorang pasien atau melakukan tugas nya yang lain.


"Dokter, apa ada pasien yang darurat? Apa dokter butuh sesuatu?". Tanya nya.


" Ha? Enggak ada. Saya mau temui istri saya di bawah. Kamu tanya sama orang lab, hasil lab pasien pagi ini sudah keluar atau belum".

__ADS_1


"Iya baik Dok". Aulia mengangguk.


" Ya sudah". Eggy pun pergi meninggal kan Aulia yang menatapnya dengan tatapan mata yang berbinar - binar.


"Beruntung nya jadi Bu Almira bisa jadi istri nya Dokter Eggy. Coba saja aku yang jadi istri nya Dokter Eggy, pasti aku wanita yang paling beruntung di dunia ini. Jadi nyonya Wijaya, istri dari penerus rumah sakit Wijaya Medical yang rumah sakit nya ada di mana - mana. Hi hi hi". Gumam nya dengan sembringah sembari melihat Eggy berjalan.


Almira mendekati Eggy ketika ia melihat suami nya itu berjalan menghampiri nya.


"Suam".


" Ayok". Ajak nya tanpa menyambut nya dengan sapa'an, senyuman, pelukan atau apa pun itu. Eggy berjalan di depan Almira tanpa menggandeng tangan nya. Almira yang berjalan di belakang nya berusaha mengambil langkah cepat agar bisa berjalan di samping nya.


Eggy dan Almira pun masuk ke ruangan kelas 1 di rumah sakit nya, dimana terdapat pasien yang bernama Lutfi alias anak dari bapak supir taxi online yang pernah menolong Almira beberapa tahun yang lalu.


Mereka di sambut dengan hangat oleh keluarga bapak itu. Mereka hanya mengobrol ringan sekaligus mengingat kejadian di saat Almira kecelakaan. Di saat itu Eggy sama sekali tidak menunjuk kan pada mereka bahwa ia sedang kesal dengan Almira. Gelagat Eggy sama seperti biasa nya hanya saja sikap Eggy langsung berubah kembali dingin terhadap Almira di saat mereka sudah berpamitan pada keluarga bapak itu dan berjalan menuju ke ruangan nya.


"Suam masih ada kerjaan lagi enggak abis ini?". Almira bertanya pada Eggy yang langsung duduk di kursi nya dan memeriksa data kesehatan pasien nya.


" Masih". Jawab nya tanpa melihat Almira.


" Enggak bisa, kerjaan Suam masih banyak. Oh ya Suam enggak bisa ngantar Ist ke sekolah Ghifari soal nya Suam harus nyelesaikan ini semua hari ini juga". Ia berkata dengan nada datar dan masih fokus pada kerjaan nya.


"Hemm ya sudah, enggak apa - apa kok Suam. Lagian kan masih banyak lagi lain waktu untuk kita". Ujar nya sembari tersenyum.


#Tok... Tok.. Tok..


" Permisi dok, maaf saya mengganggu". Tiba - tiba Aulia mengganggu mereka berdua kemudian ia masuk ke dalam ruangan.


Almira dan Eggy pun menoleh.


"Iya, ada apa?". Eggy bertanya pada Aulia yang sudah berdiri di samping Almira. Almira sempat melirik wanita bertubuh tinggi itu dan Aulia pun menegur nya dengan ramah.


" Ini dok hasil lab pasien pagi ini yang Dokter pinta. Hasil nya masih belum semua yang keluar, hanya ini yang baru keluar hasil nya Dok". Aulia menyodorkan map kuning berisi data tersebut.


Eggy pun mengambil nya.

__ADS_1


"Ya sudah enggak apa - apa. Nanti kalau hasil lab yang lain nya sudah keluar langsung kasi ke saya".


" Baik Dok. Oh ya Dok, ini....". Aulia menyodorkan sebuah paper bag berwarna cokelat pada Eggy. Almira dan Eggy mengerut kan dahi nya.


"Apa ini?". Eggy mengambil nya lalu memeriksa isi paper bag itu.


" Itu baju kemeja Dokter yang kemarin waktu Dokter buka baju nya di depan saya karena kena darah, Dokter lupa bawa pulang jadi saya cuci baju dokter biar bekas darah nya cepat hilang karena kalau lama - lama tidak di cuci noda darah nya akan sulit untuk hilang he he he". Ia mengingatkan Eggy pada saat ia tidak sengaja membuka kemeja nya di depan asisten nya itu dan membiarkan kemeja nya di atas meja ruangan nya. Tak di sangka Aulia membawa nya pulang dan berinisiatif untuk mencuci nya.


Sontak membuat Almira terkejut dan menelan ludah nya namun kali ini ia berhasil membawa emosi nya dengan santai. Sempat Eggy melirik nya yang terlihat seperti biasa - biasa saja.


"Oh... Iya iya... Terimakasih ya. Kamu boleh keluar".


" Sama - sama Dok, saya permisi. Buk". Tutur nya dan tak lupa ia juga berpamitan pada Almira.


Eggy menggeserkan paper bag itu lalu kembali fokus seperti tidak terjadi apa - apa. Sedang kan Almira hening tanpa kata. Ia berharap Eggy akan bercerita mengenai kemeja itu namun Eggy hanya cuek. Almira menarik nafas nya dalam - dalam lalu menghelakan nya dengan relax.


"Mmm... Kayak nya Ist mesti menjemput Ghifari, takut nya nanti telat jemput nya. Ist balik Suam". Almira berdiri dari duduk nya sambil melihat Eggy yang tidak melihat nya.


Mata Almira sudah mulai berkaca - kaca melihat suami nya dan secepat nya ia mengedip - ngedipkan mata nya agar tidak mengeluarkan air mata, lalu menghembus kan nafas nya yang terasa sesak. "Huuuuuuh".


"Suam, lain kali sekalian saja suruh asisten Suam nyuci semua baju - baju kotor Suam yang ada di rumah biar Ist enggak capek lagi nyuciin baju Suam. Assalamualaikum". Cetus nya dengan emosi nya yang sudah hampir di ujung tanduk, kemudian ia keluar dari ruangan Eggy secepat mungkin.


Ucapan Almira sontak membuat Eggy tersadar bahwa akibat dari kecemburuan nya yang tersulut membuat nya lupa untuk menjelaskan pada Almira mengenai kemeja nya dan berakibat Almira cemburu dan marah.


Eggy mengusap kan wajah nya.


"Fffuuuuuht....". Ia bergegas berlari keluar ruangan nya untuk mengejar Almira sampai di pintu gerbang rumah sakit nya. Namun ia tidak menemukan nya. Sekali lagi Eggy mengusap wajah nya serta mengacak rambut nya.


Ia berlari menuju ke mobil nya yang terparkir khusus mobil nya dan berlalu meninggalkan rumah sakit serta pekerjaan nya.


Di tempat lain, lebih tepat nya di dalam mobil taxi online, Almira terdiam seribu bahasa dan berusaha untuk menahan air mata nya karena malu sama supir taxi online nya he he he.


" Itu baju kemeja Dokter yang kemarin waktu Dokter buka baju nya di depan saya karena kena darah, Dokter lupa bawa pulang jadi saya cuci baju dokter".


Ucapan Aulia masih terngiang di telinga Almira bahkan ia sempat berpikir yang tidak - tidak mengenai suami nya dan asisten suami nya.

__ADS_1


Mungkin terdengar lebay, masa gara - gara gitu saja Almira sudah cemburu dan merajuk pada Eggy. Tapi bagi saya (author) apa lagi Almira yang hormon nya sering labil, itu sesuatu yang pantas untuk di cemburuin, kenapa enggak? Masa iya hak milik kita, yang hanya kita satu - satu nya pemilik dari hak itu di lihat sama perempuan lain 😭, kebayang donk di zaman sekarang banyak nya pelakor bertebaran dimana - mana. Maka nya saya enggak suka kalau ada laki - laki atau model yang suka pamer sama roti sobek nya hi hi hi (maaf, saya enggak bermaksud untuk menyinggung siapa pun ✌).


__ADS_2