
Chapter 39
Sejak mendengarkan nasihat dari Almira dan bisa bebas dari Karien, hidup Eggy benar - benar berubah.
Eggy memulai untuk serius dengan kuliah nya, Eggy lebih sering di rumah dan ke majelis pengajian bapak - bapak ketimbang nongkrong - nongkrong enggak jelas bahkan udah tak pernah lagi ada di kumpulan kawan - kawan nya.
Meski jarang ketemu tapi mereka masih sering berkomunikasi.
Benar - benar Almira sesosok yang dikirim kan ALLAH untuk nya menjadi lebih baik dan mengembalikan hidup nya yang seharus nya emang harus dia jalani dengan hati.
Egga yang berada di Jakarta menelpon nya yang sedang mengendarai mobil nya menuju kerumah.
Eggy/ "Ya hallo, Assalamualaikum, ada apa?, hmm iya bisa, jam berapa, iya ya udah nti aku kabari, hmm Waalaikumsalam ".
Egga meminta Eggy untuk menjemput nya di KNA (Kuala Namu Airport) jam 3 siang nanti, dan dia juga minta Almira ikut bersama untuk menjemput nya, emank kurang kerjaan si Egga ini.
Usai menutup telpon dari bang Egga, dia langsung menghubungi Almira.
Eggy/ "Hallo Assalamualaikum Al . . ".
Almira/ "Waalaikumsalam, ya Eggy ".
Eggy/ "Kamu sibuk enggak hari ini ?".
Almira/ "Enggak, kenapa? ".
Eggy/ "hmm . . Tadi bang Egga nelpon aku, kata nya dia nyampek ke medan jam 3 siang ini, trus dia minta di jemput sama aku dan minta kamu ikut juga, kamu mau ikut enggak sama aku jemput bang Egga abis zuhur jam 1 ?"
Almira/ "Hmm . . Boleh ".
__ADS_1
Eggy/ "Ya udah ntar abis zuhur aku jemput kamu ".
Almira/ "Okay . . ".
Eggy/ "Ya udah see you, Assalamualaikum".
Almira/ "Waalaikumsalam".
Tepat jam 1 siang Eggy dan Almira bergerak menuju KNA.
Eggy sengaja sholat zuhur nya di mesjid dekat rumah Almira biar sehabis sholat zuhur Eggy bisa cepat kerumah Almira dan enggak ngebuat Almira menunggu lama.
"Muka kamu kok pucat kali Al . . ?, kamu lagi kurang sehat ya ?". Sambil nyetir Eggy melirik ke arah Almira yang tampak pucat dan lemas duduk di sebelah nya.
Almira/ "Enggak pa pa kok, cuma pusing aja dikit ". Sambil memijat - mijat kening nya.
"Kita balik aja kalau gitu, biar kamu bisa istirahat di rumah ". Eggy khawatir melihat nya.
Almira/ "Enggak usah Gy, bang Egga gimana ?".
Eggy/ "Ntar aku bilang sama dia, dia kan bisa naik taksi, lihat muka kamu pucat banget gitu, kita pulang aja ".
Almira/ "Kasian bang Egga, serius ini enggak pa pa kok, paling ntar In Sya ALLAH hilang pusing nya ".
Almira tersenyum meyakinkan Eggy yang terlihat jelas khawatir dengan nya.
Eggy menuruti nya dan melanjutkan perjalanan nya.
Eggy melirik ke arah Almira yang semakin lemas memejamkan mata nya, kekhawatiran Eggy berubah menjadi ketakutan, sebelum masuk jalan tol Eggy menghentikan kembali mobil nya. Untuk mengecheck kondisi Almira, dengan sangat terpaksa Eggy menyentuh Almira dan merasakan panas di dahi nya.
__ADS_1
"Astaghfirullah panas banget suhu badan kamu Al ".
Eggy kwalahan membongkar kotak p3k milik nya yang di letak nya di kursi belakang hingga semua isi nya berserakan kemana - mana.
"Ya ALLAH enggak ada pulak lagi obat nya, bentar ya Al aku ke apotik dulu ".
Almira yang setengah sadar hanya bisa menganggukan kepala nya. Eggy meninggalkan Almira di mobil sendirian, dengan Tergesa - gesa dia mencari apotik yang berada di daerah itu mana cuaca panas banget lagi, kebayang donk . . panik susah nya mencari sesuatu yang paling kita butuhkan di tengah terik nya matahari.
Eggy berhasil menemukan apotik yang lumayan jauh dari tempat mobil nya berhenti dan kembali dengan nafas kencang karna berlari.
Dengan cepat Eggy membuka obat dan botol minuman yang dia beli barusan dan membantu Almira untuk meminumkan nya.
Eggy menyetel jok mobil yang di duduki Almira lebih rendah dan meletakkan bantal boneka di kepala Almira biar Almira bisa istirahat senyaman mungkin.
Tiba - tiba tubuh Almira menggigil kedingan dengan sigap Eggy membuka jaket nya dan memakaikan nya ke Almira tak lupa dia mengecilkan suhu ac mobil nya.
Eggy tetap melanjutkan perjalanan mereka, sesekali memeriksa keadaan Almira yang sedang tertidur, mungkin efek obat yang diminum.
Eggy hanya duduk terdiam menatap Almira yang masih terlelap, sejak mereka tiba di parkiran KNA Eggy tak tega membangunkan Almira dan menghubungi Egga kalau mereka menunggu di parkiran.
"Auw . . . ". Almira membuka mata nya sembari tangan nya memegang kening nya karna masih sedikit pusing.
"Masih pusing kepala nya Al ?". Dengan reflex Eggy menyentuh kening Almira lagi.
Spontan Almira menjauhkan kepala nya dari tangan Eggy.
"Astaghfirullah, maaf Al aku enggak ada bermaksud apa - apa kok, dan maaf tadi aku terpaksa menyentuh kamu karna aku panik dan khawatir sama kamu".
Almira tersenyum. "Enggak pa pa kok, lagian ALLAH tidak melarang dan tidak mengharamkan seseorang menyentuh yang bukan makhram nya dalam keadaan darurat seperti mengobati orang yang sedang sakit atau menolong orang yang tertimpa musibah dalam kondisi tidak ada 1 orang pun makhram nya yang bisa menolong, Eggy sama sekali enggak salah kok malah itu baik, kalau Eggy hanya diam membiarkan Almira tekapar baru nama nya salah". Senyuman Almira membuat hati Eggy lega.
"Oh ya tadi aku belikan kamu teh hangat tapi kayak nya udah enggak hangat lagi". Ujar nya sambil meraih cup teh hangat yang berada di kantong pintu mobil nya dan menyodorkan nya pada Almira.
__ADS_1
"Makasia". Sambut nya langsung menyeruput teh yang udah tak hangat lagi.