
"Kamu jadi ikutan fashion show hijab hari minggu ntar Ra?". Kak Aira yang duduk di atas tempat tidur Almira sembari melihat adik nya yang sibuk memilih baju baju nya yang ada di dalam lemari.
"In Sya ALLAH jadi dooonk, kan bintang tamu nya Omar Daniel hi hi hi". Wajah sembringah terukir di wajah Almira.
Aira/ "Hmm . . . Ye lah tuh, tapi enggak ada yang nemeni kamu enggak apa apa tuh?, kami kan udah ada acara lain".
Almira/ "Enggak apa - apa, Ra bisa sendiri kok, kalian pigi aja, lagian kan baru kali ini nya kalian enggak bisa nemeni he he".
Aira/ "Hmm padahal Kakak juga pengen ngeliat wujud nya itu si Omar Daniel ".
Almira/ "Hi hi hi, enggak rezeky anda, Ra bakal sepuas nya minta foto bareng Omar Daniel hi hi hi ".
Aira/ "Foto lah sepuas nya, ntar jangan lupa titip kan salam untuk dia".
Almira/ "Iiih ogah, emank nya kakak siapa ha ha ha".
Aira/ "Awas kalau kamu enggak sampek in, ya udah kakak mau ngangkat cucian dulu udah mau mau magrib".
"Hmm". Almira menutup pintu kamar nya. Dia teringat satu hal.
.
"Foto siapa ini?". Ari melihat foto Omar Daniel yang ada di gallery hp Almira.
Almira/ "Foto nya Omar Daniel".
Ari/ "Maksud aku dia siapa nya kamu, kenapa bisa ada di gallery hp kamu?". Cemburu.
Almira/ "Dia itu artis lho Yank, bukan siapa siapa".
Ari/ "Bohong".
Almira/ "Ya ALLAH, beneran itu artis, kalau enggak percaya cak kamu tanyak sama mbah google dia itu siapa".
Ari/ "Enggak kerjaan aku".
"Jangan bilang kamu cemburu yank". Almira tertawa yang di kulum - kulum melihat tampang cemburu Ari.
"Enggak". Sangkal nya.
"Kamu cemburu kan, ya kan, ya kan ". Almira menggelitiki pinggang Ari.
Ari merasa kegelian dan menepis tangan Almira.
"Iya kan, hayo ngaku, kamu cemburu". Almira tersenyum sembari tangan nya mencubit kedua pipi Ari.
"Lepas enggak?, nanti aku cium kamu". Ancam nya.
Sentak dia melepas kan cubitan nya. Tapi masih tetap menggoda nya.
"Cemburu kan?". "Enggaaaaaaak".
.
Almira tertawa kecil mengingat hal itu. Meski hati nya masih menyimpan luka tapi tak luput masih mengingat kenangan - kenangan mereka yang bagi nya masih terasa indah di ingatan nya.
.
.
Di salah satu hotel ternama di kota Medan, Almira sudah siap untuk fashion show hijab nya. Dia sudah terlihat cantik dengan mengenakan dress set hijab berwarna pink pastel dengan berpaduan pernak pernik yang menghiasin dress nya, serta make up look natural yang membuat nya semakin menawan dan anggun.
Almira merasa sedikit gugup, meski pun sudah sering kali dia mengikuti fashion show, tapi rasa gugup itu masih melekat pada diri nya.
Waktu nya telah tiba dimana para model berlenggak lenggok di atas catwalk. Tak ketinggalan Almira yang tersenyum dan begitu menawan berjalan di atas catwalk bak model profesional. Dia melakukan nya dengan sepenuh hati, semua mata tertuju pada nya salah satu nya bintang tamu pada event tersebut yakni Omar Daniel. Dia tersenyum melihat Almira dan para model lain nya begitu anggun dan cantik.
Kini di penghujung acara dimana para model berkumpul yang di tengah tengah nya bersama Omar Daniel di atas catwalk. Tanpa di sengaja Almira ternyata berdiri di samping Almira pada saat berfoto bersama.
Acara telah usai para tamu undangan serta model model lain nya satu per satu membubar kan diri dari event itu. Tak terkecuali sang bintang tamu, usai berfoto bersama dia langsung balik ke bandara menuju ke Jakarta.
Almira terlihat senang akhir nya bisa ketemu sang idola serta bisa foto bersama bahkan foto berdua dengan sang idola. Almira mengganti wallpapper hp nya dengan foto nya bersama Omar Daniel sebelum dia pulang ke rumah.
Almira sudah tidak sabar untuk sampek ke rumah dan memamer kan pada Kak Aira foto nya bersama Omar Daniel. Almira berjalan menuju pintu keluar gedung. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang .
"Maaf maaf, saya enggak sengaja". Almira menoleh ke arah orang itu, sentak dia terkejut ternyata dia tidak sengaja menabrak Ari. Almira ngelengos melewati nya dan berjalan cepat keluar dari gedung.
Ari berlari mengejar nya dan berhasil meraih tangan Almira serta menarik nya jauh dari gedung hotel. Almira berusaha berontak namun kekuatan nya tak bisa mengalah kan cengkraman Ari yang begitu erat menggenggam pergelangan tangan nya.
__ADS_1
"Lepasin tangan aku, kalau enggak, aku bakal teriak". Ancam nya. Dan Ari pun melepas kan tangan Almira. Terasa perih di pergelangan tangan nya yang meninggal kan bekas jari jari Ari.
"Maaf tangan kamu". Ari melihat pergelangan tangan Almira memerah, mencoba memegang tangan Almira, secepat kilat Almira menghindari nya.
Tanpa melihat wajah Ari dia melangkah kan kaki nya untuk pergi dari Ari. Dengan cepat dia meraih kembali tangan Almira menghenti kan langkah kaki nya.
"Ra please jangan pergi, aku mau bicara sama kamu". Dia memohon.
"Maaf enggak bisa karna aku sama sekali enggak kenal siapa anda, permisi". Almira menepis tangan Ari dan berlari pergi meninggal kan Ari yang terdiam mendengar ucapan Almira.
"Karna aku sama sekali enggak kenal siapa anda".
#Dulu kau adalah teman ku.
Dulu kau adalah tempat ku untuk bercerita
Dulu kau begitu mengenali ku melebihi siapa pun.
Dan karna kebodohan ku, kini kau berpura - pura tidak mengenal diri ku.
Bahkan menganggap ku orang asing di mata mu.
Maafin aku yang membuat luka di hati mu.
Maafin aku atas rusak nya hubungan yang tak akan mungkin bisa aku perbaikin.
.
.
Hati Almira bagai kan di sayat - sayat silet, perih. Dia menangis duduk di taman lapangan merdeka medan yang terlihat sunyi. Dia merasa kesal kenapa harus ketemu lagi dengan nya, orang yang tak ingin dia lihat kembali. Almira sesekali menyeka air mata nya setiap kali ada orang yang melintas di lapangan itu namun masih meninggal kan sengkukan.
Dari kejauhan tepat nya di parkiran mobil khusus pengunjung Merdeka Walk, seseorang sedang memperhati kan Almira yang sedang menangis namun tak terlihat wajah nya dengan jelas karna terhalang dengan tissue yang menutupi mulut Almira. Rasa penasaran nya membuat nya melangkah ke arah Almira namun langkah nya terhenti.
"Beib . . . Kamu mau kemana?". Seorang wanita cantik plus sexy menghenti kan langkah nya yang tak lain orang itu adalah Eggy.
Eggy menoleh ke arah Karien/ "Hah?, enggak kemana mana, ya udah yuk ". Dia merangkul Karien mengajak nya menuju Merdeka Walk dan menyimpan rasa penasaran nya.
.
.
Ari/ "Kalau hati kita menyatu berarti bahaya donk yank".
Almira/ "Kok bahaya?".
Ari/ "Iya lah, karna hati nya menyatu trus salah satu dari kita bakal kekurangan energi pada hati dan resiko kematian meningkat, tapi ya udah deh yank aku ngalah sama kamu, aku rela mati dan hati nya untuk kamu biar kamu bisa ngerawat hati kita sama sama sampek selama nya".
Almira/ "Iih ya enggak lah masa iya aku yang ngerawat sendiri, kita rawat sama sama lah biar pun kita harus berjuang berebut energi pada hati kita, yang penting kita sama sama".
Ari/ "Enggak usah yank, aku rela kok mati demi kamu dan hati kita kamu yang nge jaga, aku rela kok".
.
.
#Hingga kini aku masih mengingat mu dan kenangan kita bersama yang masih terasa indah untuk di ingat. Dulu kau meminta ku untuk menjaga hati ini, hingga kini aku masih mengabul kan permintaan mu itu. Meski hati ini seperti tak berfungsi lagi tapi aku masih tetap menjaga nya.
Sampai kapan aku terus menjaga hati ini . . ?.
Sampai kapan aku harus menahan perih nya menjaga hati ini . . ?.
.
.
#Triiing . . .
Almira menyeka air mata nya dan memeriksa hp nya.
Aira# "Ra . . . Kelinci kamu mati 1, kalau enggak salah si Iea".
Air mata Almira menetes kembali membaca chat dari Kak Aira.
Baru aja senang - senang ketemu sang idola, ehh malah ngedapati 2 hal berturut - turut yang membuat nya sedih kembali.
.
__ADS_1
.
Ari/ "Nah . . ". Dia menyodorkan 1 kelopak kecil bunga mawar untuk Almira.
Almira/ "Apa lagi ini?".
Ari/ "itu kamu simpan, trus aku nyimpan yang kelopak ini (tangan nya memegang kelopak yang besar), setiap ulang bulan kita, kelopak nya kita tukar, ingat jangan sampek rusak apa lagi hilang, okey".
Almira hanya menganggukan kepala meski dia masih bingung, dia melihat Ari sibuk memasuki kelopak bunga yang satu nya ke dalam dompet nya.
.
.
Ari terdiam di dalam kamar nya sembari memegang kelopak bunga kecil milik Almira pada saat terakhir mereka menukar kan nya. Dia menggapai hp nya yang berada di samping kanan nya.
#Ckrek . . .
Caption# Missed. (Upload ke akun instagram nya).
#Triiiing . . .
Lana# "Sayang itu apa yang kamu posting?, kok enggak jelas gitu gambar nya?".
Ari menarik nafas nya dan membalas chat Lana.
"Enggak ada apa - apa, cuma iseng - iseng aja kok he he ". Send.
Lana# "Ouhmm . . . Tapi Itu caption nya kehilangan siapa hayo?, aku ya?, karna aku tinggalin kamu ke Yogya He he he. miss you sayang๐๐".
Ari# "๐". Send.
Ia mengusap wajah nya. Terlintas ingin membuka akun sosial media Almira.
Dia membuka akun facebook milik Almira. Sentak dia terkejut melihat foto profil dan sampul fb nya foto Almira bersama dengan cowok super tampan yang tak di kenal oleh nya, padahal itu Omar Daniel.
"Siapa dia?, apa pacar nya?".
Dia penasaran dan membongkar status relationship milik Almira sayang nya di sembunyi kan oleh Almira. Dia membuka akun twitter nya namun tak ada tanda tanda kehidupan di akun itu, foto profil masih yang lama dan postingan terakhir mantion nya bersama Almira waktu pacaran dulu. Dia membuka akun path nya sama seperti akun facebook nya, hanya profil nya saja yang berubah.
Ia berpikir keras untuk menghilang kan rasa penasaran nya. Sampek dia membuka akun facebook Almira karna dia mengetahui password nya.
"Kata sandi salah". Ia putus asa, ternyata password nya sudah di ganti.
Dia kembali membuka akun instagram milik nya dan kepikiran untuk mencari akun instagram milik Almira. Dia mencari mengguna kan nama lengkap Almira.
Alhamdulillah, akhir nya ketemu juga yang terpampang jelas foto profil nya foto berdua bersama dengan cowok itu. "Klik".
"Aaaaaaaaaaaaargght ". Dia frustasi ternyata akun instagram milik Almira di privasi.
Ari benar benar putus asa, kalau pun di follow percuma enggak bakalan mungkin Almira mau menerima nya. Ya udah lah ya . . . Terima nasib mu aja lah yaaa Ri bersama rasa penasaran mu . . . .
.
.
"Kamu pasti sering ngeladenin cowok cowok dan ngeletik kalau lagi buka akun kamu ya kan?". Ari menuduh nya.
Almira/ "Ha??, sorry lah ya yank, aku itu bukan tipe cewek yang kayak gitu".
Ari/ "Elleh banyak kali cerita mu, bukti nya banyak kali ini yang messenger 'in kamu, semua nya cowok".
Almira/ "Ini ya sayang ku, cinta ku, sejak kamu jadi pacar aku, aku itu tak pernah lagi buka - buka akun aku, liat enggak ada lagi postingan - postingan aku yang terbaru?, tak ada kan?, terakhir tuh postingan status relat kita, trus kan kamu juga yang sering buka akun aku otomatis kamu udah tau donk aku ngeletik atau enggak nya ".
Ari/ "Ya tapi kan setiap aku buka pasti ada aja cowok yang nge messenger 'in kamu".
Almira/ "Ya wajar lah nama nya juga cewek cantik, pasti banyak yang nguber. Lagian kan itu hak nya mereka mau messenger 'in aku atau enggak nya. Yang penting aku enggak ngeladeni mereka. Faham ??, ngerih kali aah cemburuan pacar ku ini ha ha".
Ari/ "Hmm . . .".
.
.
#Sungguh aku sangat kehilangan diri mu.
Dan Sungguh aku sangat menyesal telah menyia - nyia kan mu.
__ADS_1
Meski aku harus memohon pada mu. Meski aku harus menerima hukuman atas perbuatan ku. Namun tetap saja Engkau tak kan pernah ingin kembali pada ku.