Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 1 #S2


__ADS_3

"Tak di duga dan masih tidak percaya bahwa dia menjadi milik ku".


Almira masih tidak mengerti kenapa ini terjadi.


Jika di ingat - ingat dan mengulang kejadian sebelum nya rasa nya dia ingin tertawa sendiri dan selalu menyadarkan diri "Apakah ini Mimpi atau kah kenyataan?".


Lelaki yang pernah Almira taksir sejak SMP akhir nya menjadi pacar nya.


Yang lebih aneh nya lagi, mereka berteman yang suka saling nge- bully satu sama lain.


Dan mereka juga sering berkata. "Iiih mana mungkin aku suka sama kau".


Pada akhir nya mereka menjilat ludah mereka sendiri.


.


.


Awal nya semasa Almira SMP kelas 3, sepulang sekolah Almira sering melihat nya di warnet langganan nya. Tingkah dan gerak - gerik nya yang sedikit sengak dan cuek berhasil membuat Almira jadi penasaran dengan diri nya.


Almira memperhatikan nya sejak dia masuk ke warnet sampai dia sudah duduk di box yang bersebelahan dengan nya. Tanpa melirik ke kanan dan kiri dia tetap tekun berkutat pada layar komputer yang seperti nya dia sedang main game dan sesekali menyeruput minuman botol yang dia pegang.


Kelemahan Almira pun semakin memuncak. Dia semakin penasaran dengan nya. Entah kenapa, Almira orang nya paling suka dengan sesuatu yang membuat nya penasaran.


Untuk menghilang kan rasa penasaran nya, Almira berusaha mencari tahu siapa dia sebenar nya. Rasa penasaran nya membuat nya jengkel hingga dia nekat bertanya pada penjaga warnet yang kebetulan akrab dengan nya.


Ariansyah Pratama . . .


Finally Almira mengetahui siapa nama nya.


Secepat kilat Almira mencari akun sosial media milik nya.


Nasib buruk . .


Sudah seminggu Almira mencari akun nya namun Almira tak menemukan nya.


Dan akhir nya menyerah untuk mencari.


Sepulang sekolah seperti biasa Almira duduk anteng di box nomor 18 tepat nya box paling ujung. Almira membuka akun sosial media nya dan iseng - iseng membongkar akun milik sepupu nya Putra, berhubung teman nya banyak he he he.


Satu per satu Almira melihat akun teman - teman si Putra.


Dan . . . .


Terlihat satu akun yang membuat kelemahan Almira muncul beberapa hari ini.


"Arian Ari" . . .


"Pantesan aja enggak ketemu ternyata dia buat nama lain huuufft". Dumel nya.


Dengan semangat dan rasa senang Almira langsung menambah nya menjadi teman nya dan tak di sangka Ari langsung mengkonfirmasi pertemanan nya.


Usaha nya terbayar sudah.


Dari situ lah Almira mengetahui siapa diri nya. Dia teman dekat sepupu Almira dan tinggal nya tidak jauh dari rumah nya.


Tapi sayang . . .


Sudah lama berteman di fb namun tak pernah bertegur sapa. Dan Almira pun juga enggak tau harus berbuat apa.


Tanpa kemajuan apa pun, kenalan enggak, dekat enggak, apa pun enggak. Akhir nya sudah terlupa kan bagi Almira.


Dan Almira pun tak pernah melihat nya lagi di warnet.


.


.


.


Beberapa tahun kemudian setelah tamat SMA. . .


Teman Almira yang bernama Rani sering bercerita kepada nya tentang seorang cowok yang sering mengganggu nya di BBM'an yang kebetulan teman nya satu sekolah semasa SMA.


Setiap hari yang di cerita kan soal cowok itu dan menunjuk kan foto cowok itu kepada Almira.


"ALLAHHU AKBAR . . ., Dia . . .?".


Almira lihat sosok yang sudah lama terbungkus oleh waktu nya.


Rasa penasaran Almira muncul kembali.

__ADS_1


Almira berpikir keras bagaimana cara nya dia bisa ngedapati id milik Ari, meminta nya langsung dari Rani rasa nya tidak mungkin. Hingga kegilaan entah dari mana muncul di otak Almira.


Untuk pertama dan terakhir kali nya Almira mempromosi kan id nya sendiri di pertemanan Rani demi Ari yang belum tentu bakal nge - invite id nya.


Almira tunggu dan slalu menunggu nama nya muncul di kolom friend request namun tak kunjung muncul. Selama seharian Almira menunggu dan enggak sia sia usaha konyol nya itu.


Nama nya pun muncul di friend request, "Arian Ari".


Dan lagi . . .


Kejadian itu terulang lagi, sudah seminggu kontak id nya ada di kontak id Almira namun tak pernah tegur sapa.


.


.


.


Hati Almira terasa perih mendapat kabar buruk bahwa lelaki yang pernah dekat dengan nya semasa SMA akan menikah dengan pilihan orang tua nya. Rasa kecewa karna penantian Almira untuk lelaki tersebut sia sia. Perasaan nya menjadi kacau sejadi jadi nya.


Berulang kali Almira menggonta ganti Display Picture nya yang murung dan sudah berapa banyak PM spam yang Almira buat.


Akibat ulah kekacauan Almira mengundang perhatian seseorang yaitu Ari.


Untuk pertama kali nya dia menyapa Almira.


Chat . . .


Ari# "Galau amat kak ha ha ha 😜 ".


"Sialan sekali nya nyapa malah manggil aku Kakak lagi 😒 -_- ". Dumel nya yang melihat chat dari Ari. Rasa senang bercampur kesal.


Almira# "Kakak kakak emank nya aku kawin sama abang mu 😤 ". Send.


Ari# Ha ha ha ya enggak lah, abis nya aku enggak tau manggil kamu apa, ya jadi nya aku panggil kakak lah ha ha ha ".


Almira# "Hmm . . . ".


Ari# "Ha ha ha . . . Jangan galak - galak lah, iya iya aku minta maaf karna manggil kamu kakak. Oh ya kenalin nama aku Ari ".


Almira# "Iya udah tauk".


Almira# "Haiiiih . . . Kan udah jelas - jelas nama mu tertera di profil".


Ari# "oh ha ha ha iya iya, tapi enggak apa apa lah, biar formal sikit he he he ".


Almira# "Hmm iya . . . Nama aku Almira".


Ari# "wah . . . Nama kita ada kemiripan ya".


Almira# "Mirip gimana maksud nya?".


Ari# "Iya mirip, nama aku kan Ari, nama kamu Almira bisa di panggil Ira".


Almira# "Fuuhht . . . Tapi nama panggilan aku bukan Ira".


Ari# "Ya udah kalau gitu aku panggil kamu Ira aja biar kembaran kita ha ha ha".


Almira# "haaar haaar haaar, terserah kamu aja".


Ari# "Oh ya . . Kamu kenapa nyepam kayak tadi?, pemberitahuan kamu semua jadi nya di beranda aku, lagi galau ya?".


Almira# "Kagak kenapa - kenapa".


Ari# "Hmm . . . Kebiasaan perempuan kalau di tanya kenapa malah jawab gak pa pa padahal ada apa apa nya, ya udah lah kalau kamu enggak mau cerita".


Almira# "Hmm . . . ".


.


.


Awal mula yang menjengkel kan tapi menyenangkan.


Ibarat kata " Galau membawa Berkah".


Setiap hari Almira di jadiin bahan bullyan bagi nya. Tiada henti nya Ari membully Almira hingga mereka menjadi semakin akrab dan nyaman untuk mencerita kan keseharian mereka masing masing.


Rasa suka muncul di hati Almira. Almira pikir hanya rasa suka yang enggak mengandung makna stadium lanjut. Namun Almira salah, dia menyadari perasaan itu di saat Ari bercerita tentang cewek yang dia sukai. Bukan Almira, Bukan . .


Hati Almira yang telah sembuh oleh diri nya kini kembali terluka ketika dia memberitahu nya bahwa Ari sudah pacaran dengan cewek yang sering dia ceritain pada Almira.

__ADS_1


Tak ada lagi canda tawa, bullyan dan curhatan bahkan komunikasi mereka pun mulai terputus.


Almira pun begitu . . .


Demi menghindari hati nya yang akan semakin menjadi. Dia mulai menerima seseorang yang mendekati nya. Dan mulai menata kembali hati nya.


"Ya . . . Ini bukan perasaan stadium lanjut, aku sama dia hanya berteman". Ujar nya meyakin kan diri.


.


.


"Woi . . . Tukang galau". Dia menyapa Almira kembali setelah 3 bulan berlalu.


Almira# "hmm apa kau Tungek (Tukang ngejek) ?". Ketus nya karna kesal.


Ari# "ha ha ha enggak ada, cuma rindu aja sama kau".


Almira# "Elleh . . . Banyak kali cakap kau Tungek, nanti ku aduin kau sama cewek kau kalau kau ngegombali aku".


Ari# "ha ha ha aduin lah, kalau bisa sekalian bilang kalau kau itu pacar baru aku ha ha ha".


Almira# "Idiiiih . . . Apaan . . ".


Ari# " ha ha ha ".


Almira# "wait . . . Wait . . . Wait . . ., jangan bilang kalau kau udah putus sama tuh cewek".


Ari# "ha ha ha".


Almira# "enggak usah banyak ketawa, jawab dulu pertanyaan aku".


Ari# "hmm iyaaaa".


Almira# "ha ha ha syukurin kau".


Ari# "Aiiiiih malah di syukurin aku nya".


Almira# "Iya lah . . . Giliran lagi galau nya aja datang sama aku, pas senang nya lupa kau sama aku huuffft".


Ari# "Ya maaf . . . Itu bukan kemauan aku, itu ulah nya dia, over protective banget orang nya, hp aku aja dia yang megang, bahkan mau di hapus nya semua kontak cewek yang ada di hp aku tapi aku larang ".


Almira# "ouh . . . Trus kelen kok bisa putus?".


Ari# "Aku enggak tahan sama dia yang over protective, kau kan tau aku orang nya gimana, bebas enggak mau di atur - atur".


Almira# "hmm . . . Maka nya carik pacar itu jangan di liat dari tampang nya aja, tapi liat dari hati dan karakteristik nya".


Ari# "hmm Iya. Oh ya aku liat kau udah punya pacar ya?".


Almira# "Iya ".


Ari# "siapa nama nya?, orang mana?, kenal dari mana?, cakep enggak?, cakepan mana sama aku?, kenalin lah sama aku".


Almira# "heh . . . Kau itu mau nanyak atau mau ngintrogasi haah".


Ari# "dua dua nya he he he, udah jawab itu dulu".


Almira# "Enggak penting untuk di jawab, lagian ngapain juga di kenalin sama kau, kau aja enggak pernah ngenalin pacar kau ke aku".


Ari# "ha ha ha, maaf lah, lain kali bakal aku kenalin lah sama kau, ehh tapi enggak perlu denk, kan yang bakal jadi pacar aku itu kau ha ha ha. Oh ya Kenapa enggak penting?".


Almira# "Haar Haaar haaar teros aja kau ngegombal, enggak bakal mempan sama aku. Ya karna emank enggak penting".


Ari# "Ha ha ha yakin enggak mempan?. Kenapa?, kelen lagi ada masalah ya?".


Almira# "Yakin lah. Ya gitu lah, udah aah malas cerita - cerita".


Ari# "hmm iya iya kalau enggak mau cerita. Apa pun masalah kelen jangan biar kan berkelanjutan, selesai kan dengan kepala dingin dan pertengkaran selama pacaran itu pasti ada jadi kau harus bersabar dan jangan sampek jadi kayak aku".


Almira# "Tumben amat kau ngasi aku nasehat, biasa nya kalau aku lagi kayak gini malah senang nge bully".


Ari# "Ha ha ha, ada saat nya serius, ada saat nya bercanda".


Almira# "Hmm bisa serius juga rupa nya kau ha ha ha".


Ari# "Jelas bisa lah. Apa lagi serius mencintai mu ha ha ha".


Almira# "Mulai mulai, ku jitak kepala mu itu mau?".


Ari# "Ha ha ha kabooooor".

__ADS_1


__ADS_2