
Pertemuan pertama . . .
Sebelum nya Almira sudah lama nyarik moment yang pas untuk ketemuan dengan nya. Dari ngajak double date. Ngajak halal bihalal idul fitri. Di undang di acara nikahan kakak sepupu, tapi ada aja halangan nya untuk mereka ketemu, yang dia touring lah, acara keluarga lah.
Tapi hari ini dimana hari pertama kali Almira ketemu dengan nya setelah selama hampir setahun ber chat'an ria di sosial media.
Itu pun karna Almira dan Rani yang kebetulan teman nya Ari juga ingin ikutan di baksos komunitas anak touring dan sekaligus membantu para korban yang terkena erupsi gunung sinabung.
Almira dan Rani meminta tolong pada nya yang sedikit banyak mengetahui tentang hal seperti itu, secara anak touring. Dan dia pun bersedia membantu.
"Yank . . . Aku kerumah ya". pacar nya yang super duper ngenesin alias Reza menghubungi.
Almira# "Enggak usah, aku mau keluar sama kak Aira, kalau mau datang nanti malam aja". Terpaksa berbohong sebab Ari bentar lagi akan datang kerumah nya.
Reza# "Kenapa kamu enggak bilang bilang ke aku kalau kamu mau keluar, aku udah mau nyampek ke rumah kamu". Bentak nya.
Almira# "Siapa suruh kamu enggak bilang lebih awal, jadi bukan salah aku donk".
Reza# "Ya udah laaah ". Telpon pun terputus.
Kesal bercampur bersalah karna sudah membohongi Reza tapi mau gimana lagi, Reza datang di saat yang tidak tepat dan enggak mau ngebuat arogan Reza berkepanjangan jika dia tau kalau Ari akan datang kerumah Almira.
Ari pun tiba dan duduk dengan canggung di ruang tamu. Almira melihat nya tidak seperti yang dia kenal selama ini. Entah karna masih galau abis putus atau emang dia canggung untuk pertama kali nya bertemu.
Sebenar nya Almira pun begitu he he he . . . .
Tak ada yang special di pertemuan pertama.
.
.
Pertemuan kedua . . .
Almira dan Ari berencana pergi ke rumah teman nya yang kebetulan ketua baksos.
Dan tepat di hari itu juga Almira harus menemani Reza ke rumah saudara nya yang sedang kemalangan alias telah kembali kepada ALLAH Subhanaa Wataala.
Seperti biasa my boyfriend my bodyguard. Ini yang bikin Almira jengkel dengan Reza, kemana pun pergi nya dia harus ada hufft.
Bosan?, pasti, di tambah lagi hp nya lowbat dan lupa membawa charger. Dari pagi hingga sore Almira ikut bareng keluarga Reza yang berada di rumah duka. Almira semakin gelisah dan bingung bagaimana menghubungi Ari sedang kan hp nya mati.
Menjelang magrib akhir nya tiba di rumah, Almira pun langsung mengecas hp dan berharap - harap cemas. Batre hp pun sudah memenuhi satu garis dan hp nya hidup otomatis.
Chat bertubi tubi masuk dari Ari dan dia pun kesal sehingga ngebuat PM.
"Woiiii Tukang galau, mana nya kau nih?, di hubungi enggak bisa".
Dengan cepat Almira membalas chat nya.
"Sorry . . Tadi hp aku lowbat trus ini aku baru nyampek di rumah".
Ari# "hm . . . Jadi enggak nih pigi nya?".
Almira# "Jadi lah, tapi . . . Agak bentaran dikit bisa?, soal nya masih ada Reza ".
Ari# "hmm . . . Ya udah kau usir aja dia sana ha ha ha ".
Almira# "kau pikir enak ngusir dia, mesti pakek drama dulu".
Ari# "ha ha ha, ya udah ya udah sana cepat suruh dia pulang, ntar kemalaman kali kita keluar nya".
Almira# "iya bentar . . .".
"Seperti punya kekasih gelap aku nya he he he".
Secepat kilat Almira memakai baju tidur stel gembel plus memasang wajah capek dan ngantuk. Lalu menemui nya di ruang tamu.
"Hoaaaaammm ". Almira menguap sembari menutupi mulut nya.
Reza# "Kamu ngantuk yank?".
Almira hanya menganggukan kepala nya dan menatap nya dengan tampang lusuh.
Reza# "ya udah aku pulang ya, biar kamu bisa istirahat".
Lagi, Almira hanya menganggukan kepala nya. Akhir nya Reza pulang juga.
Tadi nya stel gembel mau tidur langsung bergegas ganti baju cantik dan menghubungi Ari.
Waktu nya meluncuuuuuur. . . . .
Di sepanjang jalan, Almira yang berboncengan di belakang Ari hanya terdiam seribu bahasa sembari menikmati jalanan di malam hari yang penuh dengan lampu jalan yang terlihat seperti kunang - kunang. Sesekali Ari tertangkap basah oleh Almira karna diam diam melirik dari kaca spion nya. Dan kejahilan Almira muncul.
"Apa liat - liat ?, nanti kau naksir sama aku". Almira membalas memplototi nya dari kaca spion.
"Iissh prasaan kali di liatin, lagian iiih mana mungkin aku suka sama kau". Sangkal nya.
Almira/ "Hmm . . . ". Cibir nya.
Ari/ "Jadi gimana abang itu tadi?".
Almira/ "Abang mana?".
Ari/ "Pacar mu lah koplak".
Almira/ "Ouh ya aku pura pura aja stel ngantuk abis tuh dia nya pulang sendiri tanpa di usir".
Ari/ "ha ha ha parah kau, kau bohongi abang itu, bedosa kau".
Almira/ "Iya berdosa, tapi mau gimana, masa iya aku bilang mau keluar sama kau, sar*p lah, bukan cuma aku aja yang abis, kau juga bisa abis di buat nya".
Ari/ "Ya kalau dia ngabisi kita, kita abisi balik dia nya gitu aja kok repot ha ha ha".
Almira/ "Haaar haar haar ngomong enak".
Ari/ "ha ha ha, sebenar nya kau cinta enggak sih sama dia?".
Almira/ "Enggak . . ".
Ari/ "What?". Sentak nya yang hampir mengerem mendadak.
Almira/ "Kok kaget gitu?, biasa aja lah".
Ari/ "Ya heran aja, masa kau pacaran sama orang yang enggak kau cinta".
Almira/ "Ya . . Mau gimana lagi".
Ari/ "Jangan bilang kau cuma main main aja sama dia".
Almira/ "Enggak, siapa yang mainin dia, ketimbang nganggur ya mending di lowong kan aja betul enggak ? Ha ha ha".
Ari/ "Kau pikir Job Street".
Almira/ "Ha ha ha, bisa jadi bisa jadi, penyayang sih dia nya slalu siap siaga buat aku tapi terlalu berlebihan bagi aku, lagian dia orang nya kasar dan ringan tangan, emank sih dia enggak pernah ringan tangan sama aku tapi kalau dia marah enggak pakek otak, di depan mamak ayah aku pun dia berani maki aku".
Ari/ "Waaah gila kali abang itu, baru pacaran aja udah kayak gitu gimana ntar jadi suami".
__ADS_1
Almira/ "Itu lah, cak lah kau pikir Mamak Ayah yang ngelahiri aku aja tak pernah marahi aku masa iya dia bukan siapa siapa dan bukan apa apa berani nya marahi aku malah maki aku lagi, maka nya aku mikir keras nyarik cara gimana mau mutusi dia".
Ari/ "hmm . . Brarti aku salah donk kemarin ngedukung hubungan kelen di pertahan kan".
Almira/ "Nah tuh udah tau kan sekarang".
Ari/ "Iyaaa, jadi rencana nya apa?".
Almira/ "Masih belum nemu cara nya".
Ari/ "Ya udah, aku aja jadi umpan nya, pura - pura nya kau selingkuh sama aku".
Almira/ "ha ha ha ada ada aja kau ".
Ari/ "Lho seriusan ini ".
Almira/ "Enggak, aku enggak mau kau kenak imbas, biarin aja aku dan ALLAH yang menyelesai kan nya ".
Ari/ "Hmm . . . Ya udah lah kalau emank gitu mau nya, tapi ntar kalau ada apa apa, kau langsung panggil aku ya".
Almira/ "Iyaaa, makasi yaaaa".
Ari/ "Enggak perlu terimakasi udah kewajiban aku itu, oh ya aku pikir kau orang nya bakalan beda di chat lain ketemu langsung lain, ehh ternyata enggak malah lebih asyik langsung nya he he he ". Dia menyungging kan senyuman nya yang terlihat dari kaca spion nya. Dan Almira pun membalas senyuman nya.
.
.
Pertemuan ke tiga . . . .
Hari dimana Almira, Ari, Rani dan pacar nya Rani bernama Gilang bersiap - siap untuk berangkat ke posko baksos komunitas touring dan posko para korban Gunung Sinabung.
Tak menunggu lama mereka pun berangkat sekitar pukul 10.30 wib.
Sepanjang jalan mereka tak banyak bicara hanya gurauan kecil yang sesekali di lontar kan Rani.
Almira pun hanya terdiam dan memilih untuk tidur di karena kan kondisi tubuh nya kurang sehat.
Sesampai nya di TKP, Almira melihat banyak nya para korban serta relawan di dalam posko tersebut yang mayoritas nya non muslim dan berbahasa yang tak di mengerti sama sekali (bahasa batak).
Karna Almira merasa mual dan tak tahan dengan aroma yang menyengat dan rasa pengap di dalam posko, dia memilih keluar menuju mobil mengingat kondisi nya yang kurang sehat. Ari melirik Almira yang sedang berjalan keluar posko.
Usai sudah mereka berada di posko itu, mereka pun melanjut kan perjalanan menuju mesjid terdekat untuk sholat dzuhur.
Almira yang masih lemas berjalan menuju halaman belakang mesjid yang terhampar pemandangan yang begitu asri serta terdapat gunung yang begitu besar, bagaikan melihat lukisan yang sering di buat anak TK dan SD, ada gunung, ada pepohonan, Rerumputan, perkebunan serta bunga yang berwarna warni.
Almira memejamkan mata nya sembari menghirup udara yang segar dan sejuk di kota Berastagi itu. Tak jauh dari nya berdiri Ari tersenyum melihat nya.
Setelah itu mereka mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di Berastagi dan tak ketinggalan tempat wisata bernama Pagoda Berastagi tempat ibadah orang yang ber agama Budha sekaligus tempat wisata bagi wisatawan.
Almira semakin takjub untuk pertama kali nya melihat pemandangan di tempat itu. Mereka berempat berjalan mengelilingi tempat itu dan tak lupa mereka mengambil potret di setiap moment nya.
Hari semakin sore mereka pun kembali alias pulang. Almira yang semakin lemas dan tak berdaya tak mampu membuka mata nya, sepanjang jalan dia hanya tertidur tanpa menghirau kan yang lain nya apa lagi Ari yang sesekali melirik kebelakang alias melirik nya.
Mereka pun tiba di rumah Rani dan Almira.
"Ran aku langsung pulang aja ya, udah enggak tahan kali ini badan aku". Wajah Almira semakin pucat.
Rani/ "Ya udah, muka kau pun udah pucat kali itu, rang kau bandel kali udah aku bilang kau enggak usah pigi pun enggak apa apa nya tapi tetap aja maksa' in diri".
Almira/ "Enggak enak lah aku sama kau, ini kan rencana kita sama - sama masa aku nya tiba - tiba enggak ikutan".
Rani/ "Elleh enggak apa - apa nya sama aku, enggak masalah nya itu, ya udah kau pulang lah sana, biar istirahat jangan lupa makan obat nya".
Almira/ "Hmm . . Makasi ya, ya udah aku pulang ya semua nya Ri, Lang makasi banyak ya. Maaf aku langsung pulang enggak nemeni kelen beres - beres".
Almira/ "Iya daaa . . .".
"Ra . . . Bentar . . ". Ari memanggil nya, Almira pun menoleh.
"Ini . . . Jangan lupa di minum sebelum tidur". Ari menyodor kan obat paracetamol yang memang slalu ready di kotak p3k milik nya kalau berpergian alias kalau sedang touring.
Almira pun menyambut nya/ "Umm . . . Makasi ya, In Sya ALLAH nanti aku minum obat nya, ya udah aku pulang dulu".
Ari/ "Iya . . . ". Tersenyum.
.
.
Reza mengajak Almira untuk keluar makan bersama di salah satu mall ternama di kota Medan. Awal nya Almira menolak ajakan nya karna dia masih tak enak badan, tapi dengan paksaan yang tak bisa di hindari oleh nya akhir nya Almira menuruti Reza.
Di salah satu restaurant di dalam mall tersebut, Almira dan Reza duduk berhadapan sembari memesan makanan.
Reza/ "Kamu mau ice cream rasa apa yank?, coklat?". Sambil membolak balik kan menu makanan di resto itu.
"Enggak, aku lagi pilek, aku pesan hot lemon tea aja". Almira menolak nya.
"Tumben?, biasa nya kamu kalau lagi pilek enggak masalah makan ice cream". Reza mengerut kan dahi nya.
Almira/ "Itu kan biasa nya, tapi ini aku lagi enggak mau makan ice cream".
Reza/ "Hemm ya udah, Mas pesan hot lemon tea satu, cappuccino satu nasi goreng sapi dua". Pramusaji itu pun sigap mencatat pesanan Reza.
Almira/ "Nasi goreng nya kok 2, aku enggak mau".
Reza/ "Jadi kamu mau pesan makan apa ?".
Almira/ "Aku enggak mau makan, lagi enggak selera, udah kamu aja yang pesan makan".
Reza/ "hmm ya udah Mas nasi goreng sapi nya satu aja".
Pramusaji/ "Baik Mas, silah kan menunggu pesanan nya, permisi".
Sembari menunggu pesanan mereka datang, seperti biasa Reza memeriksa hp milik Almira. Sedang kan Almira hanya menopang kan kepala nya di atas meja.
Tak satu pun yang tertinggal oleh pemeriksaan Reza.
Mata Reza terbelalak mendapati foto foto kepergian nya kemarin. Di tambah lagi ada beberapa foto candid bersama Ari yang di ambil oleh Rani tak lupa dia memeriksa detail tanggal foto tersebut.
Reza/ "Kamu kemarin pergi kemana sama Kak Aira?".
Almira/ "Ngantar barang". Masih lemas tak bertulang.
Reza/ "Ngantar barang sampek ke Berastagi ?".
Sentak Almira mengangkat kepala nya melihat tampang Reza yang berubah seperti ingin menerkam diri nya. Almira menelan ludah nya karna bingung mau jawab apa.
Reza/ "Jawab pertanyaan aku, jangan diam aja". Bentak nya sehingga mengundang perhatian pengunjung lain.
"Sebenar nya aku sama Rani ngantar barang - barang untuk bantuan korban Sinabung bukan pergi sama kak Aira". Dengan rasa takut Almira menjawab nya.
#Gebraaaak . . .
Reza memukul meja karna kesal.
"Sebenar nya kamu nganggap aku itu apa sih?, enggak kamu hargai aku sebagai pacar kamu hah?, aku ini pacar kamu bukan orang lain, enggak seharus nya kamu ngebohongin aku". Mata Reza memerah memplototi Almira yang mata nya hampir mengeluar kan air mata.
__ADS_1
"Dan lagi, cowok ini siapa? ". Reza menunjuk kan foto Almira dan Ari di hp Almira yang dia pegang tangan kanan nya, sedang kan tangan kiri nya memegang dagu Almira dengan kasar.
"I . . . Itu . . . Itu teman aku". Terbata Almira menjawab nya.
Reza melempar kan dagu Almira dengan kasar dan menarik nya keluar dari resto itu menuju parkiran mengingat mereka menjadi tontonan seisi resto.
Lokasi yang sangat mendukung untuk Reza, parkiran mobil begitu sunyi tak berpenghuni, hanya mobil mobil mewah yang tersusun rapi.
Reza melepas kan tangan Almira yang meninggal kan bekas genggaman nya yang begitu cengkram. Mereka hening sejenak karna ada mobil melewati mereka yang baru masuk ingin memarkir kan mobil nya.
Tanpa kata tangan Reza melayang ke pipi Almira.
#plaaak . .
Terasa perih di pipi Almira dan kini air mata Almira tak terbendung lagi, mereka mengalir ke pipi yang memerah. Almira hanya diam dengan perlakuan Reza.
Dari kejauhan pemilik mobil yang baru melintasi mereka ternyata melihat aksi Reza yang menampar Almira. Awal nya dia hanya cuek dan beranggapan itu udah jadi hal biasa bagi sepasang. Tapi kini jadi berbeda ketika dia memperhati kan Almira.
Sentak nya dan langsung bergegas menghampiri mereka.
Almira/ "Aku minta putus ".
"Kenapa?, apa karna cowok yang ada di foto ini maka nya kamu mau putus sama aku?, hah?". Reza bernada tinggi.
"Kalau iya kenapa?, kamu mau apa hah?, mau menghajar aku lagi?, hajar nah". Emosi Almira mulai meluap dan menantang Reza.
"Aaaaaaaarggh". Teriak nya sembari melayang kan tangan nya ke pipi Almira, lagi.
"Enggak kayak gini cara nya memperlakukan wanita bro". Kali ini tamparan Reza tak menghinggap di pipi Almira yang masih terasa perih nya. Seorang pemilik mobil tadi alias Ari secepat kilat menangkap tangan Reza dan menggenggam nya dengan kuat.
Mata Almira yang masih berair terkejut melihat sosok Ari di depan mata nya.
Wajah dan mata Reza tampak semakin marah melihat sosok cowok yang baru di lihat nya di foto kini ada di hadapan nya.
"Waaah . . . Baru di ceritain ehh orang nya udah muncul dan sok jadi Pahlawan ha ha ha". Reza menepis tangan Ari. Reza berusaha menarik tangan Almira namun di tepis oleh Ari dan melindungi Almira di balik badan nya sembari tangan nya menggenggam tangan Almira.
"Kau jangan pernah dekati Almira lagi, hubungan kalian sudah berakhir". Ari menegas kan pada Reza dan dia tak menerima nya.
Reza/ "Hah . . Apa hak kau ngomong kayak gitu?, dia pacar aku dan akan slalu jadi pacar aku".
"fpptt s*r*p kau, apa kurang jelas tadi yang di bilang Almira ke kau?, Ku rasa ada pekak - pekak nya kau ini, sini biar aku kasi tau lagi ke kau, kau dengari ya bagus - bagus, kau pasang kuping kau lebar - labar, dia minta putus dan dia pilih aku dari pada kau, paham ?! ". Ari tertawa sinis menatap Reza.
"S*T*N kau, berani nya kau ngerebut pacar aku ". Reza melayang kan tinju nya untuk Ari tapi Reza salah alamat, tinjuan nya melayang untuk Almira, dan membuat Almira spontan pingsan.
"Ra . . . Ra . . . Ra . . ". Ari berusaha membangun kan Almira yang sudah terjatuh.
"Sayang . . . Sayang . . Bangun sayang . . . Sayang . . Maafiin aku sayang ". Dengan tampang bersalah dan khawatir Reza mendekati Almira.
"Jangan sentuh dia". Ari membentak Reza dan mendorong tubuh Reza hingga terpental di dinding. Dengan sigap Ari menggendong Almira menuju mobil nya.
"Jangan pernah muncul di kehidupan Almira lagi". Mata Ari memerah mempringati Reza yang bersandar lemas menyadari kesalahan nya.
Setengah jam juga Ari khawatir menunggu Almira yang masih terbaring di atas tempat tidur. Dan dia juga sudah membawa Almira jauh dari Reza. Dia membawa Almira ke klinik terdekat.
Almira memberi kan tanda - tanda bahwa dia sudah sadar dari pingsan nya. Perlahan dia membuka mata nya, dengan samar - samar dia melihat dia sudah berada di dalam ruangan bertembok putih yang dia tak tahu itu dimana. Almira menoleh kearah kanan nya, terlihat samar dia melihat sosok Ari yang duduk bersandar di kursi dekat nya dengan mata nya yang terpejam.
"Apa liat liat?, ntar kamu naksir sama aku". Ari mengaget kan Almira ternyata dia tidak tidur.
Almira/ "Iiih apaan, perasaan kali, enggak akan mungkin aku suka sama kau". Sangkal nya sembari memutar kan bola mata nya.
"Hmm . . . Iya iya, oh ya itu ada obat untuk pipi kamu, tadi udah di kompres sama dokter nya trus karna dokter nya lagi banyak pasien jadi nyuruh aku yang ngolesin nya, cuma karna kamu belum bangun ya udah aku nunggu kamu bangun aja". Ari menunjuk kan botol obat salep yang terletak di atas meja.
Almira melirik ke arah meja.
"hmm kenapa enggak di olesin aja tadi".
Ari/ "Enggak enak aku nya sama kamu, lagian enak kali kamu pakek di olesin, buat sendiri lah".
"Hedeh . . . Iya iya, aku bisa ngolesin sendiri". Almira mencoba meraih salep tersebut tapi tangan nya tak mencapai. Karna tak tega Ari menggapai salep itu dan menyodorkan ke tangan Almira.
Almira/ "Makasi".
"Hmm. . . ".
Ari melirik Almira yang tampak gemetar mencoba membuka tutup botol salep itu.
"Hufft ". Ari merampas si salep dari tangan Almira.
Dengan lembut Ari mengolesi nya ke pipi Almira. Almira merasa kan sentuhan lembut dari tangan Ari dan sesekali Ari menghembus dengan perlahan ke arah pipi Almira karna Almira sedikit merintih karna perih nya efek salep.
#Awkward . . .
Mata mereka saling beradu, Wajah yang berjarak sejengkal membuat mereka menjadi canggung sehingga Ari menghenti kan pengobatan nya.
"Udah siap . . . Mengkek kali kamu, ya udah yuk kita pulang". Ari merasa kikuk. Begitu pun Almira.
Ari/ "Oh ya, kamu bawa jilbab cadangan enggak?".
"Hmmpt enggak emank untuk apa?". Almira mengerut kan dahi nya.
"Itu jilbab kamu kotor, ntar apa kata keluarga kamu ngeliat kayak gitu, trus ntar kamu juga di kira abis guling guling di aspal lagi". Ari menunjuk kan ke arah jilbab Almira yang benar benar kotor.
Almira menundukan kepala nya melihat jilbab nya.
"Ya udah enggak apa apa lagian nanti aku bakal ceritain semua nya ke mereka, kau tenang aja kau enggak bakal terlibat".
Ari/ "hmm . . Terlibat pun juga enggak pa pa".
Almira/ "Elleh . . ., oh ya aku baru sadar, kayak dari tadi kau manggil aku pakek kamu kan bukan pakek kau, apa aku yang salah dengar".
Ari/ "Iya kamu salah dengar".
Almira/ "Nah kan benar pakek kamu".
Ari/ "Hmm . . Kenapa?, masalah?".
Almira/ "Ya enggak masalah sih, cuma ya aneh aja dengar nya tiba tiba manggil nya pakek kamu".
Ari/ "Nanti bakal terbiasa juga".
Almira/ "Hmm, oh ya tadi kok kebetulan banget ya kamu . . Kan jadi ketularan pakek kamu juga kan aku nya".
Ari **** tawa nya. "Udah mulau sekarang kita pakek aku kamu aja jangan pakek aku kau lagi, ngerti?".
Almira/ "Iyaaaaa, jawab dulu pertanyaan aku".
Ari/ "pertanyaan apa sih?, perasan kamu enggak ada nanyak apa - apa lah?, issh udah mulai dia gara - gara kenak tinju sama cowok s*r*p itu ha ha".
Almira memandang nya sinis/ "Huh . . . Aku nanyak kok bisa kebetulan kali kamu ada di situ".
Ari/ "Enggak tauk, mungkin jodoh kali".
Almira tertawa getir melirik wajah Ari.
#Aku fikir kemarin adalah akhir pertemuan kita berdua.
Namun aku salah, ternyata itu adalah awal mula untuk kita berdua.
__ADS_1
Terimakasi Tungek.