Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 43


__ADS_3

Karna memenuhi undangan Bu Hanna, Almira bertamu ke kediaman Wijaya tepat di hari minggu.


Sebelum nya Egga yang meminta Almira untuk main kerumah nya.



Almira dan Egga/ "Assalamualaikum ". Dari pintu utama terlihat Egga dan Almira masuk ke dalam rumah nya dan menghampiri bu Hanna.



Mama/ "Waalaikumsalam, akhir nya kalian sampek juga, Mama udah enggak sabar ketemu sama kamu sayang". Bu Hanna dengan senang hati menyambut Almira.



Belum sempat Almira ingin mencium tangan Wanita paruh baya yang berpenampilan modis nan cantik itu langsung menyambar memeluk tubuh Almira, sangkin senang nya kedatangan calon mantu.



"Oh ya . . Ini Almira ehh maksud nya Rara bawa - in kue untuk ibuk sama om ". Almira menyodorkan bungkusan yang berisi kue risol yang sengaja di buat nya untuk di jadikan buah tangan.



Mama/ "Ya ALLAH jadi ngerepotin di bawain kue segala, makasi ya sayang, ya udah yuk kita duduk ke ruang keluarga yuk, Mama mau narok ini dulu ke piring biar kita makan sama - sama".



Egga/ "Yuk . . ".



Almira mengangguk dan mengikuti Egga dari belakang menuju ruang keluarga.



"Ehh . . Ada tamu ternyata". Seorang pria paruh baya dengan gaya berparlente alias Pak Haryo Wijaya pemilik perusahaan terbesar se -Asia dan memiliki banyak rumah sakit umum di Indonesia alias Papa nya Egga dan Eggy.



Tak lupa Almira menyalami Pak Wijaya ( Tanpa bersentuhan ) dan di sambut Pak Wijaya dengan hangat.



Papa/ "Egga kamu bisa nemeni Papa keluar bentar ?".



Egga/ "Bisa Pa . . ".



Papa/ "Ya udah yok . . Rara enggak pa pa kan Om bawa Egga nya keluar bentar ?".



Almira/ "ha . . Iya Om enggak pa pa ". Jawab nya sedikit canggung.



Mama/ "Iya enggak apa - apa Pa bawa aja Egga nya, biar kami lebih bebas berkreasi di dapur tanpa ada yang ganggu he he he "



Egga/ "Jadi Egga pengganggu gitu ?".



Papa/ "Udah udah ayok kita biar kan saja mereka para wanita bebas di dapur nya".



Egga/ "hmm iya Pa, abang tinggal bentar ya ".



Almira/ "Iya bang"



Berhubung Buk Hanna dan Almira berencana ingin masak bareng, mereka sibuk mempersiapkan bahan untuk di masak.



Mama/ "Kayak nya bahan - bahan nya pada kurang deh, kita mesti belanja ini ". Sambik mengecheck satu - satu bahan - bahan mentah yang udah di letakkan di atas meja pantry.



Almira/ "Ya udah buk, biar Ra aja yang belanja".



Mama/ "ahh enggak usah biar Mama aja yang belanja, kamu kan tamu masa iya kamu yang belanja ".


__ADS_1


Almira/ "Enggak pa pa buk ".



Mama/ "Ya udah gini aja, kalau enggak gimana belanja nya kita berdua jadi biar sekalian tau juga apa yang mau di beli ".



Almira/ "Ya udah buk, gitu malah lebih bagus he he ".



Mama/ "Ya udah Mama mau ke kamar dulu ya mau siap - siap".



Almira/ "Iya buk".



Seorang anak lajang yang memakai celana boxer tanpa memakai kaos sehingga terlihat lah roti sobek milik nya yang tak lain milik Eggy. Ngelengos aja ke dapur dan membuka kulkas, mengambil sekotak susu dan buah apel.



"Buk Atik kok tumben banget pagi - pagi gini pakek baju cantik?, mau kondangan ya?". Ujar nya sambil mengunyah apel yang di pegang nya dan melihat sesosok yang dikira nya Buk Atik yang sedang berdiri di depan wastafel membelakangi nya.



Akan tetapi buk Atik muncul dari belakang nya.


Buk Atik/ "Udah bangun nak Eggy?".



Suara itu mengejutkan Eggy dan menoleh ke arah pusat suara alias di belakang nya.



Eggy/ "Lho kalau ini buk Atik, itu siapa donk?". Sambil menunjukan ke arah wanita yang berdiri di depan wastefel. Dan wanita yang maksud pun berbalik badan karna mendengar suara Eggy dan Buk Atik.



Eggy/ "A . . Almira . . . ". Sentak nya dengan mata terbelalak dan apel yang di pegang nya jatuh ke lantai karna terkejut melihat Almira berada di rumah nya plus di hadapan nya.



Sempat dia berpikir kalau dia sedang berhalusinasi.



Sedang kan Almira. "Astaghfirullah, Eggy . . Tolong jangan berdiri di depan Almira seperti itu donk, aurat Eggy kemana - mana itu, pergi sana". Almira histeris sempat melihat roti sobek nya Eggy dan langsung berbalik badan membelakangi nya lagi sambil menutup mata nya dan beristighfar dalam hati.



Eggy/ "Ini benaran kamu Al . .?". Bukan nya pergi malah terpaku karna masih tak yakin.



Almira/ "Ya iya lah, jadi siapa lagi, udah sana Eggy pakek baju nya".



Eggy/ "Eh . . . I . . Iya maaf . . Maaf Al . . ". Dia pun sadar melihat penampilan nya dan langsung ngacir ke kamar nya.



Buk Atik/ "Nak Eggy emank kayak gitu, Ibu aja kadang sampek malu ngeliat nya, untung badan nya nak Eggy maco kotak - kotak kayak roti sobek jadi enggak rugi - rugi kali di lihat he he he ".



Almira hanya tersenyum getir dan berpikir Buk Atik ini meski udah tua dan tuli tapi kalau soal penglihatan enggak pernah salah.



Tak lama Eggy yang sudah stel ganteng, rapi dan wangi muncul menghampiri Almira di ruang keluarga karna menunggu Bu Hanna yang sejak tadi tak muncul - muncul.



Eggy/ "Hey . . . ".



Almira/ "Ehh . . Hay".



Eggy/ "Hmm . . Apa yang membawa mu kesini ?". Dengan gaya - gaya pemain teater.



Almira/ "Karna ingin melihat mu". Membalas nya dengan menggombal nya, dan lagi lagi Eggy jadi baper.


__ADS_1


Almira/ "Ha ha ha . . . Lebay banget, Almira kesini karna di undang sama Mama kamu mau masak bareng ".



Eggy benar - benar baperan ternyata cuma di gombalin doank.


"Ouh gitu".



"Udah bangun Gy ?". Akhir nya yang di tunggu muncul juga dengan penampilan yang berbeda dari sebelum nya, mengagetkan mereka berdua.



Eggy/ "Udah Ma ".



Mama/ "Maaf ya Rara nunggu nya lama, ya udah yok kita gerak ". Menggandeng tangan Almira.



Almira/ "Iya buk ".



Eggy/ "Lho mau kemana?, kata nya mau masak bareng kok malah pergi?".



Mama/ "Iya . . Tapi kami mau belanja dulu, mau beli bahan - bahan yang kurang ".



Eggy/ "Ouh . . Emm . . . Mau Eggy antar enggak ?". Dengan canggung Eggy menawarkan dirinya untuk mengantar Mama nya dan Almira belanja.



Mama nya terkejut mendengar anak bungsu nya ingin mengantar nya dan bersikap hangat seperti itu. Karna sudah lama banget Eggy tidak seperti itu sejak dia marah kepada mereka. "Eggy benar - benar kembali seperti dulu".



Eggy/ "Kalau enggak mau juga enggak pa pa kok ".



Almira/ "Ouh boleh boleh , iya kan buk ?". Almira faham membaca situasi dan berusaha menyatukan ibu dan anak ini.



Buk Hanna terpaku karna terharu rasa nya ia ingin sekali memeluk anak bungsu nya ini.



Eggy/ "Ya udah Mama dan Almira nunggu di luar aja, Eggy mau ngambil kunci mobil dulu ke kamar".



Eggy berlari menuju ke kamar nya dan bergegas keluar rumah menyusul Mama nya dan Almira yang sudah menunggu nya.



Bu Hanna dan Almira masuk ke dalam mobil duduk nya di belakang.



"Lho . . Eggy di jadiin supir ini . . ?". Eggy yang duduk di pengemudi menoleh ke belakang.



Almira/ "ha ha ha iya ya . . Ya udah ibuk duduk di depan aja biar Almira di belakang".



Mama/ "Ah . . Enggak usah, kamu aja yang duduk di depan Ra".



Mereka malah saling menyodorkan satu sama lain.



Eggy/ "Fuuuht . . . Ya udah deh, kali ini enggak pa pa deh Eggy jadi supir nya para bidadari - bidadari cantik nya Eggy ".



Eggy mengeluarkan sifat nya yang suka mencairkan suasana dan membuat Bu Hanna dan Almira merasa tersentuh.




@fidhamiraza_

__ADS_1


__ADS_2