
Flash back....
Suasana kantor GA Wijaya Group tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Tak seorang pun yang bisa bersantai - santai di jam kerja seperti itu terutama Egga yang masih berkutat pada laptop dan berkas - berkas nya.
Tiba - tiba terdengar suara nada dering yang berbunyi dari ponsel Egga. Secepatnya ia menyambar ponselnya lalu mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menghubungi diri nya.
"Ya hallo selamat pagi".
" Hallo Egga...". Dari seberang tempat terdengar suara wanita yang begitu lembut menyapa Egga.
Sontak membuat Egga terkejut lalu melihat ponsel nya, ia melihat nama dari sang penelpon yaitu Zia. Ia adalah rekan kerja nya sekaligus anak dari teman Papa nya, ia sudah lama menyukai Egga bahkan dari sebelum Egga bertemu dengan Tari. Kini ia gencar kembali untuk mendekati Egga setelah ia mengetahui status Egga sekarang, meski Egga sudah tahu perasaan Zia kepada nya namun Egga hanya tetap menganggap nya sebatas rekan kerja nya saja.
"Ehh kamu Zia. Ada apa pagi - pagi gini sudah menghubungi aku? Apa ada proyek kerja sama lagi untuk kita? He he he".
Zia# " Iya proyek baru tentang hubungan kita".
Sontak membuat Egga getir.
Zia# "Fu fu fu... Bercanda Ga ha ha ha. Aku menghubungi kamu karena aku ingin ngajak kamu ketemuan hari ini mumpung aku sudah di sini".
Egga# " Kamu sudah balik dari Singapore?".
Zia# "Iya Ga. Tapi aku cuma bentaran saja di sini karena ada urusan penting, maka nya sebelum aku balik lagi ke Singapore aku mau kita ketemuan".
Egga# " Oh gitu. Emm... Gimana ya? Soal nya aku juga lagi sibuk banget ini di kantor".
Zia# "Jiaaaah... Ga. Please donk luangin waktu nya untuk aku. Masa iya kamu tega menolak permintaan aku, kan aku jarang - jarang juga balik ke sini. Please please please".
Egga mengembuskan nafas nya sembari melirik jam di tangan nya.
" Ya sudah. Kalau gitu kita ketemuan nya sekitar jam 1 saja gimana? Sekalian makan siang".
Zia# "Yeay... Terimakasih Egga".
Egga# " Oh ya kamu mau aku jemput atau kita ketemu langsung di tempat?".
Zia# "Mmm... Kita ketemu saja langsung di tempat soal nya aku mau singgah ke tempat lain dulu. Nanti aku kirim alamat tempat kita ketemu ya?".
Egga# " Iya".
Zia# "Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya telpon nya. Sampai ketemu jam 1 nanti. Bye".
Egga# " Iya bye".
Panggilan pun berakhir, Egga mengusap wajah nya sembari memandangi laptop nya yang masih terbuka lebar kemudian ia menyambar telpon kantor nya.
"Hallo, tolong jadwal saya siang ini di undur jadi besok soalnya saya punya urusan mendadak. Iya, hmm". Ia meletakkan kembali telpon tersebut.
Egga mendadak ngeblank setelah menerima ajakan Zia. Ia begitu gelisah hingga akhirnya ia berinisiatif untuk mengajak Ghifari. Egga kembali menyambar ponsel nya untuk menghubungi Eggy namun di urungkan niatnya karena takut tidak mendapatkan izin dari Eggy. Lalu ia menghubungi Almira.
"Hallo Assalamualaikum Ra. Ghifari sudah pulang dari sekolah?".
Almira# "Waalaikumussalam, belum bang. Kenapa bang?".
Egga# " Gini, abang rencana nya mau ngajak Ghifari jalan - jalan siang ini, boleh enggak Ra?".
Almira# "Jalan - jalan kemana bang?".
Egga# " Paling kami jalan - jalan ke mall atau ke wahana bermain".
Almira# "Hmm... Iya bang boleh, tapi enggak pakai nginapkan bang?".
Egga# " He he he ya enggak lah, tenang saja kamu, paling sore kami sudah balik kok he he he".
Almira# "Hmm ya sudah bang. Ra mau menjemput Ghifari dulu ke sekolah abis tuh Ra siap - siap kan Ghifari secepatnya".
Egga# " Enggak usah Ra, biar abang saja yang menjemput Ghifari biar sekalian abang bawa langsung saja Ghifari nya he he he".
Almira# "Oh ya sudah bang kalau gitu".
Dan Bla... Bla... Bla.. Bla...
Kini Egga sudah berada di depan gerbang sekolah Ghifari dan tak lama Ghifari pun keluar dari sekolah. Egga menghampirinya dan mengejutkan nya.
" Assalamualaikum jagoan nya Uwak Uncle".
"Uwak Uncle...!". Seru nya dengan antusias dan langsung menyambar tubuh Egga.
" Uwak Uncle kok tumben ke sini?".
Egga tersenyum lebar menatapnya.
"Iya, Uwak Uncle memang sengaja mau menjemput jagoan nya Uwak Uncle karena Uwak Uncle mau ngajakin jagoan nya Uwak Uncle jalan - jalan".
" Jalan - jalan? Benaran Uwak Uncle?". Mata Ghifari berbinar - binar karena ajakan Egga.
"Iya sayang he he he".
__ADS_1
" Yeaaaaa asyiiiik. Tapi Mommy dan Daddy ikut enggak Uwak Uncle?".
"Enggak sayang. Mommy dan Daddy kamu enggak bisa ikutan, jadi kita saja yang jalan - jalan. Kita main sepuasnya"
"Asyiiiiiik, tapi enggak seru juga kalau Mommy dan Daddy enggak ikutan, hmmm".
"Untuk hari ini kita jalan - jalan nya tanpa Mommy Daddy dulu, nanti kapan - kapan baru kita jalan - jalan sama Mommy dan Daddy. Oke?".
Ghifari hanya mengangguk kan kepalanya.
"Ya sudah yuk kita masuk ke dalam mobil. Mari kita bersenang - senang hari ini".
"Oke Uwak Uncle".
Mereka pun berlalu menuju ke salah satu mall terbesar di Kota Medan. Tangan Egga tak lepas menggandeng tangan Ghifari sembari mereka berjalan menuju ke salah satu caffe di mall tersebut.
" Hai.... Sorry ya aku telat datang nya he he he". Egga menghampiri serta menyapa seorang wanita cantik, bertubuh tinggi semampai, berkulit putih dan memiliki rambut pendek yang berwarna coklat tua, ia sedang menunggu kedatangan nya, yakni Zia.
"Hai... Iya enggak apa - apa kok Ga. Lagian aku juga baru datang kok". Wanita itu menyambut nya dengan ramah dan melirik ke arah Ghifari yang masih berpakaian sekolah nya.
"Anak kecil ini siapa Ga...?".
" Oh ho ho ho, ini keponakan aku, tadi aku menjemput nya terlebih dahulu baru langsung ke sini. Sayang kenalin dulu ini teman nya Uwak Uncle, nama nya tante Zia". Egga pun memperkenalkan mereka.
"Nama saya Ghifari buk". Ia pun melipat kedua tangannya layak seperti laki - laki muslim 🙏.
Zia tercengang melihat anak yang masih duduk di bangku taman kanak - kanak sudah paham untuk tidak menjabat tangan kepada orang yang bukan mahram nya.
"B... Buk..? Panggil tante saja jangan panggil Ibu he he he".
Ghifari hanya melirik nya tanpa merespon Zia sedangkan Egga tertawa kecil melihat Zia yang tidak terima di panggil Buk oleh Ghifari.
"He he he. Ya sudah, yuk kita duduk. Ghifari mau pesan makan dan minum apa?". Egga menyuruh Ghifari duduk di sebelah nya.
" Terserah Uwak Uncle saja, yang penting jangan yang pedas, jangan yang terlalu berminyak dan jangan yang terlalu manis. Terus bilang sama kakak itu punya Ghifari jangan pakai penyedap rasa. Karena Daddy bilang itu enggak baik buat kesehatan". Ghifari memang selalu ingat apa yang sudah di terapkan oleh Eggy pada nya.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk...". Spontan Zia tersedak ketika mendengar pesanan Ghifari.
" Oke siap jagoan nya Uwak Uncle he he he". Egga sempat melirik Zia.
"Oh ya Ga, aku turut berduka ya atas kepergian istri kamu. Aku benar - benar sedih mendengar berita itu". Zia memulai untuk menarik simpatik Egga dengan turut prihatin atas meninggalnya Tari.
" Iya, terimakasih banyak ya Zia". Egga tersenyum pada nya.
"Aku masih enggak nyangka kamu bakalan menyandang status duda dengan umur semuda ini". Zia meraih tangan Egga, sontak membuat Egga terkejut lalu perlahan menarik tangan nya.
" He he he iya. Nama nya juga sudah kehendak ALLAH. Mungkin ALLAH punya rencana lain untuk aku".
"Iya sih. Kita enggak pernah tahu kehendak Tuhan bagaimana. Kita cuma bisa menjalankan nya saja dengan sepenuh hati dan mungkin Tuhan akan menjodohkan kamu dengan wanita yang lebih baik dari sebelumnya".
Egga menyunggingkan senyuman nya lalu mengalihkan topik pembicaraan mereka.
" Oh ya, kamu ke sini karena lagi ada proyek baru atau karena ada urusan lain?".
"Hmm.. Aku ke sini karena kebetulan aku lagi ada urusan sama Papa aku, biasa lah urusan perjodohan. Mereka sibuk sekali mencarikan jodoh untuk aku fu fu fu". Ujar nya sembari menyuapkan kentang goreng yang sudah ia pesan sebelum nya.
" Oh bagus donk kalau gitu, itu tanda nya orang tua kamu sayang dan enggak mau anak nya hidup ngejomblo terus hi hi hi. Lagian sudah berapa umur kamu, mau sampai kapan ngejomblo terus he he he. Terus gimana orang nya?".
"Permisi Pak, Buk". Tiba - tiba sang pelayan muncul dengan membawa pesanan mereka di tengah - tengah penbicaraan mereka.
" Iya, terimakasih ya mas". Ucap nya ketika sang pelayan menghidangkan beberapa pesanan mereka dan pergi meninggalkan mereka.
"Nah... Makanan Ghifari sudah nyampek. Nih kamu harus habis kan ya makanan nya he he he". Egga pun segera menyiapkan sendok serta garpu untuk Ghifari.
" Baik Uwak Uncle". Ia bergegas melahap makanan tersebut dan tak menghiraukan Zia yang melihat nya seperti tidak senang.
"Sorry ya, jadi terpotong pembicaraan kita tadi he he he. Oh ya aku sekalian makan ya soal nya aku sudah lapar banget he he he". Egga kembali beralih pada nya sembari menyuapkan makanan nya ke dalam mulut nya.
" He he he iya enggak apa - apa kok Ga. Lanjut saja".
"Oh ya sampai mana tadi pembicaraan kita?". Egga kembali mengingatkan Zia.
" Sampai kamu nanyain gimana orang yang mau di jodohkan sama aku". Jawab nya.
"Ha iya. Terus gimana soal perjodohan nya? Cocok enggak sama kamu orang yang mau di jodohin sama kamu itu?".
" Hmm... Kalau di tanyain seperti itu sih cocok - cocok saja, karena dia orang nya termasuk tipe pasangan idaman aku. Tapi kalau urusan hati aku enggak bisa maksain nya".
"Lah kenapa? Lagian kan kalau urusan hati itu urusan belakangan yang terpenting kamu coba saja dulu. Seiring berjalan nya waktu lama - lama pasti akan muncul masalah hati itu he he he".
" Hmm... Iya, kalau hanya sekedar berbicara mudah - mudah saja Ga, tapi ngejalanin nya pasti akan sulit, apa lagi kalau sudah ada orang lain di hati ini". Zia menatap wajah Egga sembari menunjuk ke hati nya.
"Betul itu memang yang kamu bilang, enggak semudah merobek kertas. Tapi ya kalau memang ada orang lain di hati kamu kenapa enggak orang itu saja yang kamu pinta untuk di jodohin?".
" Itu pasti sulit Ga".
"Apa sulit nya bilang ke orang yang ada di hati kamu itu. Tinggal bilang saja ke orang nya soal perasaan kamu ke dia ketimbang kamu harus menahan nya seperti ini, mana tahu orang itu juga sedang menunggu isyarat dari kamu. Lagian kalau kamu sudah menyatakan perasaan kamu ke orang itu, setidaknya kamu sudah tahu keputusan yang terbaik untuk kamu".
__ADS_1
Zia merasa terpacu dan menggebu untuk mengungkapkan perasaan nya pada Egga setelah mendengar ucapan Egga yang seperti memberi lampu hijau pada diri nya, sempat iya menelan ludah nya dan siap - siap untuk berbicara.
" Uwak Uncle, Ghifari enggak sanggup nih makan nya, Ghifari sudah kenyang". Tiba - tiba Ghifari mencelah pembicaraan mereka dan membuat Zia mengurungkan niat nya untuk mengungkapkan isi hati nya pada Egga.
"Ya sudah sayang, kalau memang kamu sudah enggak sanggup menghabiskannya, enggak usah kamu paksain makan nya". Egga mengusap kepala Ghifari.
" Tapi mubajir Uwak Uncle kalau di buang makanan nya". Ghifari tertunduk sedih melihat makanan nya masih banyak di piringnya.
"Ya sudah, nanti Uwak Uncle saja yang makan, jadi biar enggak mubajir kan? he he he".
Ghifari mengangguk pelan.
" Terimakasih ya Uwak Uncle. Janji ya Uwak Uncle akan menghabiskan semua makanan nya?.
"Iya sayang, Uwak Uncle janji".
Zia semakin merasa terganggu dengan ada nya Ghifari di tengah - tengah mereka.
" Dia keponakan kandung kamu?".
"Hm? Iya. Ini anak adik kandung aku. Lucu kan anak nya? He he he". Jawabnya sembari tersenyum lebar.
Zia hanya tersenyum getir dan terpaksa menganggukkan kepalanya serta terkejut bahwa mengetahui ini anak Eggy.
" Jadi dia anak nya Eggy?".
Egga mengangguk pelan.
"Iya. Kamu kenal juga sama adik aku?".
" Kenal sih enggak, cuma aku tahu saja, kan dia celebgram jadi sudah pasti di kenal lah. Enggak nyangka sampai juga ya hubungan dia sama Karien hingga punya anak sebesar ini he he he". Ujar nya sembari melirik Ghifari yang terlihat cuek namun telinga nya mendengarkan pembicaraan mereka dengan jelas.
"Ehh... Bukan. Eggy bukan nikah sama Karien tapi memang sama orang lain. Kalau Karien mah sudah lama ke laut kali ha ha ha". Egga langsung meralat Zia.
" Lho enggak ya? Ha ha ha maaf aku enggak tahu, soal nya aku sudah lama juga enggak lihat time line nya di Ig he he he. Jadi aku pikir dia langgeng sama Karien fu fu fu". Zia tertawa malu sembari menutupi mulut nya 🤭.
"Bukan. Si Eggy nikah sama wanita yang jauh lebih baik dari Karien bahkan 100% lebih baik dari Karien he he he".
" Hmm... Terus sekarang Karien nya gimana setelah Eggy menikah sama istri nya?". Zia semakin penasaran.
"Mana aku tahu kalau itu he he he. Lagian itu semua enggak penting, itu sudah masa lalu jadi enggak penting untuk di bahas lagi he he he". Egga tidak mau memceritakan mengenai masa lalu Eggy bersama Karien karena bagi nya itu benar - benar tidak penting.
" Hmm iya juga sih. Ya sudah deh. Oh ya habis ini kita ngapain lagi? Kan enggak mungkin kita cuma duduk di sini berlama - lama he he he". Ia bertanya sembari melirik ke sekitar caffe yang tidak begitu ramai di kunjungi oleh pengunjung.
"Emm... Kemana ya? Ghifari kira - kira habis ini Ghifari mau nya kita kemana?". Egga bertanya pada Ghifari.
" Mm... Ke Time Zone saja Uwak Uncle. Kita seru - seruan di sana. Kita tanding. Gimana?".
"Hmm... Ayuk. Siapa takut he he he".
Zia memutar bola mata nya melihat kedua nya antusias untuk bermain ke tempat yang membosankan bagi nya.
Setelah makan, mereka bertiga berjalan mengelilingi mall tersebut dan tak ketinggalan Ghifari mengajak Egga untuk masuk ke dalam Time Zone untuk bermain. Egga dan Ghifari sangat menikmati permainan yang mereka mainkan kecuali Zia yang merasa bosan harus menuruti permintaan Ghifari.
"Egga, kita keluar yuk dari sini, aku sudah bosan nih. Gimana kalau kita belanja sekalian bantuin aku beli'in ole - ole untuk di bawa ke Singapore". Pinta nya sambil menggandeng tangan Egga.
"Mm... Bentar ya, aku bujuk Ghifari nya dulu ya, soal nya kayak nya dia lagi asyik banget itu main balapan nya he he he". Egga beranjak meninggalkan Zia lalu menghampiri Ghifari.
" Huuuuh... Ngeselin banget sih itu bocah. Egga lagi, kenapa mesti bawa - bawa itu bocah, kan aku jadi susah untuk berduaan saja sama Egga. Sudah lama aku menunggu waktu seperti ini ehh malah ada pengganggu hufft". Dumel nya sembari melihat keduanya. Beruntung nya, Ghifari pun berhasil di bujuk dan menuruti Egga. Kedua nya berjalan mendekati Zia.
"Yuk". Egga pun mengajak nya untuk keluar dari Time Zone dan berjalan menuju pusat perbelanjaan busana serta souvenir.
Zia berantusias memilih baju - baju terbaik pilihan nya untuk Egga dan membuat Egga merasa tidak nyaman.
Enggak kalah heboh nya, Ghifari pun juga berantusias meminta Egga untuk membelikan nya mainan. Kali ini Egga benar - benar di pusingkan oleh kedua nya, tapi paling tidak Egga berhasil menghindari untuk berjalan berdua saja dengan Zia.
Waktu semakin sore, Egga pun segera meminta izin untuk pulang.
"Emm.. Kayak nya waktu sudah sore nih Zia. Seperti nya aku harus balik deh Zia. Karena enggak enak juga aku sudah bawa Ghifari dari sepulang dia sekolah dan belum pulang juga sampai sesore ini, bisa - bisa aku kenak amuk sama adik aku he he he".
" Hmm... Iya sudah enggak apa - apa Ga. Lain kali kita ketemuan lagi ya? Tapi berdua saja. He he he".
"In Sya ALLAH. Oh ya kamu naik apa pulang nya?".
"Aku tadi nebeng sama teman aku. Mungkin aku akan naik taxi online saja pulang nya soal nya dari tadi teman aku sulit untuk di hubungi he he he". Ujar nya sembari melihat ponsel nya dan sesekali melirik Egga. Sebenarnya Zia sengaja tidak membawa mobil nya agar ia bisa di antar pulang oleh Egga.
"Ohmm... Aku mau sih ngantar kamu pulang, tapi gimana ya? Soal nya ini sudah sore kali. Terus habis aku ngantar Ghifari, aku harus buru - buru ketemu client aku". Egga hanya sekedar berbasa - basi.
" Enggak apa - apa kok Ga. Aku kan bisa naik taxi online. Enggak perlu harus ngerepotin kamu kok he he he". Zia merasa kecewa.
"Maaf ya karena aku enggak bisa ngantarin kamu pulang".
" Enggak apa - apa kok Ga. Santai saja he he he".
Mau enggak mau Zia terpaksa pulang dengan taxi online dan membawa rasa kecewa dan kesalnya.
Sedangkan Egga merasa lega karena sudah berhasil menghindari Zia.
__ADS_1