
H - 4 menuju pernikahan Egga dan Almira . . . . .
Seperti biasa nya Eggy kuliah dari pagi hingga siang. Sesampai nya di rumah Eggy melihat orang berlalu lalang keluar masuk rumah nya sambil membawa barang - barang yang ntah dari mana datang nya.
Tanpa menghiraukan mereka, Eggy langsung masuk ke kamar nya, meletakkan barang bawaan nya di atas tempat tidur dan bergegas untuk mandi.
Setelah selesai semua nya, dengan memakai kaos oblong dan celana pendek nya, Eggy merebahkan badan sambil memijat - mijat kan kepala nya yang sedikit pusing.
#Triiing . . . .
Eggy meraba ke hp nya dan di lihat nya sms pemberitahuan dari M-banking.
*Saldo anda bertambah 25 juta dari rekening XXXX XXXX .
Hanya beda beberapa detik.
#Triiiing . . . .
Sms dari Papa/ "Eggy uang bulanan kamu, udah Papa transfer, coba kamu check, oh ya . . Nanti Papa transfer lagi uang untuk keperluan kuliah kamu".
Eggy/ "Iya Pa udah, makasi ya Pa ". Send . . .
Dan menggeletakan hp nya kembali di atas tempat tidur tepat di samping nya. Eggy berusaha memejamkan mata nya.
Tok . . . Tok . . . Tok . . .
"Eggy . . . . ". Terdengar suara Bu Hanna memanggil nya.
Sesegera mungkin Eggy bangkit dan sedikit membuka pintu kamar nya dan keluar. Di lihat nya sang Mama sedang tersenyum, berdiri di depan nya.
Mama/ " Nanti temani Mama belanja bentar ya ".
Eggy/ "Iya Ma, In Sya ALLAH ". Nada bicara Eggy tak bersemangat, dan mama nya melihat wajah nya pucat.
Mama/ "Kamu kenapa?, lagi enggak enak badan ya?".
Eggy/ "Enggak pa pa kok Ma, cuma agak kecapekan aja, paling istirahat bentar baikan kok ".
Kali ini pandangan Eggy mulai menghitam dan tubuh nya sudah tak seimbang lagi.
#brrrruggght . . .
Eggy pun roboh ke lantai alias pingsan.
"Astaghfirullah . . . . Buk Atiiiiiiiiiiik ". Bu Hanna dengan cepat meraih Eggy sambil menjerit histeris memanggil Bu Atik karna panik.
"Iya bu . . . Astaghfirullah nak Eggy . . " . Buk Atik berlari ke atas dan terkejut melihat Eggy pingsan dan bu Hanna sedang berusaha menopang Eggy namun enggak kuat.
Mama/ "Buk tolongi saya bawa Eggy masuk ke dalam kamar ".
Bu Atik/ "Iya buk iya . . . ".
Tergopoh - gopoh dua wanita ini berusaha menopang tubuh Eggy yang terkulai lemas masuk ke kamar nya. Dan membaringkan Eggy di tempat tidur.
Bu Hanna menyentuh dahi Eggy yang terasa panas.
"Ya ALLAH badan nya panas banget, bu Atik tolong bawa kan kompres".
__ADS_1
"I . . Iya buk ". Secepat kilat buk Atik turun kebawah dan kembali membawa kompres yang di minta.
"Ini buk . . ". Buk Atik menyodor kan mangkuk berisi air plus sedikit es batu dan haduk kecil ".
"Makasi bu, oh ya buk tolong buat kan bubur ayam, buah - buahan dan air putih ". Bu Hanna meletakan kompres ke dahi Eggy.
"Iya buk, oh ya buk apa kita enggak bawa aja nak Eggy nya ke rumah sakit ?". Saran nya.
Mama/ "Nanti aja buk, ini kita biarkan Eggy istirahat dan di kompres dulu, kalau enggak ada kurang nya baru kita bawa ke rumah sakit".
Bu Atik/ "iya buk, ya udah bu Atik ke dapur dulu, buat bubur nya ".
Mama/ "Iya buk ".
Bu Hanna memperhatikan sosok anak nya terbaring lemas di atas tempat tidur. Dan tersadar bahwa untuk pertama kali nya dia masuk ke dalam kamar anak bungsu nya yang slalu tertutup rapat untuk orang lain selain bu Atik karna membereskan kamar nya.
Bu Hanna melihat di atas meja yang berada di bawah tv penuh dengan piala penghargaan TOP MODEL dan penghargaan lain nya.
Bu Hanna menangis terharu tidak menyangka kalau Eggy benar - benar anak yang berbakat.
Mata Bu Hanna bukan hanya melihat piala - piala yang Eggy raih, Bu Hanna melihat setiap sudut ruangan kamar itu dan betapa kaget nya dia melihat seisi dinding kamar itu semua nya foto Almira beserta tulisan - tulisan tangan Eggy menceritakan tentang moment setiap foto - foto tersebut. Bu Hanna menangis sejadi - jadi - jadi nya ( tapi tidak kedengaran sama Eggy ) membaca setiap moment itu belum lagi Eggy menceritakan bahwa dia sangat mencintai Almira yang akan menjadi istri anak sulung nya Egga.
Adzan ashar pun berkumandang dari sebuah mesjid di perkomplekan rumah. Eggy pun terbangun perlahan membuka mata nya dan merasakan ada sesuatu di dahi nya.
Eggy melepaskan kompres di dahi nya dan di lihat nya sang Mama tertidur karna menunggu nya.
"Mama . . . ". Sentak nya dan duduk bersandar. Bu Hanna terbangun karna mendengar suara Eggy memanggil nya dan memeriksa kembali suhu badan Eggy.
Eggy/ "Mama kok bisa tertidur disini ? Trus kenapa Eggy di kompres ?".
"Eggy bisa makan sendiri Ma ". Eggy menolak nya.
Mama/ "Enggak . . Kamu harus nurut apa kata Mama, biarkan Mama yang nyuapi anak Mama yang sok kuat ini ".
Eggy menuruti nya, sesuap demi suap bubur yang Eggy lahap sambil menatap mama nya. Mata nya berkaca - kaca di penuhi air mata dan ingin menetes . Suapan terakhir pun habis di lahap dan lanjuti dengan minum obat.
"Ya udah Mama ke bawah dulu, mau sholat ashar nanti Mama balik lagi ke kamar kamu ".
Bu Hanna beranjak dari tempat tidur Eggy, hati nya merasa enggak sanggup lagi untuk menahan apa yang dia rasa kan.
Tanpa kata Eggy menarik tangan Mama nya dan memeluk beliau dengan erat, rasa nya Eggy ingin sekali mengungkapkan kesedihan nya.
Bu Hanna pun tak mampu menahan air mata nya yang mengalir ke pipi karna dia faham apa yang di rasakan Eggy sekarang ini.
H - 3 menuju pernikahan Egga dan Almira . . . .
Di kediaman Syarif sudah ramai di penuhi dengan sanak saudara yang turut bergotong royong membantu keluarga Almira mempersiapkan acara.
Tak ketinggalan Egga yang slalu datang kerumah sejak hari semakin dekat, karna banyak nya yang harus di persiapkan bersama.
Almira yang duduk di samping Egga hanya terdiam dengan pandangan kosong. Apa yang di tanyak Egga dia hanya mengucapkan kata "iya", tanpa faham apa pertanyaan nya.
__ADS_1
Egga/ "Oh ya Ra . . Kata Mama ntar sore kamu di suruh kerumah karna ada sesuatu yang mau Mama kasi ke kamu, kalau besok kan enggak mungkin karna kita udah di pingit".
Almira/ "Iya".
Sore nya Egga dan Almira sudah berada di kediaman Wijaya.
Mereka duduk di ruang TV tanpa Eggy. Bu Hanna memberikan seperangkat perhiasan milik nya untuk Almira karna Almira akan menjadi menantu nya. Dan lagi Almira hanya bisa bilang iya dan menerima nya.
"Eggy mana Ma?, dari kemarin enggak keliatan? ". Egga baru sadar kalau dia tidak bertemu dengan adek nya selama 2 hari.
Mama/ "Ada di kamar, dia lagi enggak enak badan jadi enggak Mama kasih dia kemana - mana dulu biar dia istirahat".
Eggy sakit ?, Gimana keadaan nya sekarang ?". Batin Almira berucap dan khawatir.
Egga/ "Sakit ma, kenapa mama enggak bilang ke Egga kalau dia sakit ". Sentak nya dan bangkit dari tempat duduk nya melangkah menuju ke kamar Eggy.
"Kamu mau kemana?".
Dengan cepat Bu Hanna mencegah Egga, karna bu Hanna udah janji sama Eggy jangan sampai Egga tau soal isi kamar dan isi hati Eggy.
Egga/ "Ya mau ke kamar nya lah Ma, mau liat kondisi dia".
Mama/ "Jangan . . . Emm . . Kata bu Atik Eggy baru aja tidur, jadi biarin dia istirahat biar dia cepat pulih nya, lagian percuma juga kamu kesana, dia pasti enggak bakal ngasi kamu masuk, kamu kan tau dia gimana".
Egga/ "Emank ya itu anak, ntahapa isi yang ada di dalam kamar nya sampek siapa pun enggak boleh masuk ke kamar nya kecuali bu Atik itu karna bu Atik ngeberesi kamar nya". Dengan kecewa Egga duduk kembali.
Mama/ "Hmm . . . Mungkin Eggy tipe orang yang enggak suka privasi nya di ganggu, lagian kata Bu Atik bilang enggak ada yang aneh - aneh kok di dalam kamar nya".
Almira hanya terdiam dengan cemas sambil menatap pintu kamar Eggy yang tertutup rapat dan berharap Eggy cepat sembuh.
Waktu menunjukan pukul 21.00, Almira pun pamit untuk pulang dan di antar sama Egga.
"Itu Apa Ra . . ? ". Egga penasaran dengan paperbag yang baru dia liat pada saat Almira memakai sitbelt.
"Ha . . ?, Astaghfirullah lupa, ini tadi maksud nya sekalian mau balikin jaket nya Eggy yang pernah di pinjam kan sama Almira waktu kami touring kemarin ". Almira sedikit berbohong sama Egga ehh enggak denk, banyak.
"Ouh . . . Ya udah sini biar abang aja yang ngasi ke Eggy ".
Egga mengambil paperbag nya. Sedang kan Almira hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum.
Flash back . . . .
Almira mengambil jaket yang pernah Eggy pakaikan untuk nya pada saat dia sakit.
Dia melipat jaket itu sembari mengingat kedekatan mereka dan memasukkan nya ke dalam paperbag dan tak ketinggalan juga cincin serta kotak nya di masukan ke dalam kantong jaket nya.
Almira bermaksud ingin mengembalikan nya karna dia merasa udah seharus nya dia tidak menyimpan cincin itu lagi, karna dia akan menikah dengan Egga.
"Kesalahfahaman ku membuat aku terjebak oleh teka - teki takdir. Keputusan yang sudah di ambil tak bisa ku tarik kembali sehingga aku harus terikat dalam ruang yang tak memeliki cela untuk lari. Dari langit - langit aku melihat ada sebuah penyesalan yang tak bisa di hindari. Wahai kau sang Maha membolak - balikan hati. Apa kah benar ada nya cinta itu . . . ?".
H - 2 menuju pernikahan Egga dan Almira . . . .
Egga dan Almira sudah di pingit. Di rumah masing - masing mereka mengisi acara adat istiadat budaya mereka menjelang pernikahan.
Eggy yang sudah sembuh total juga mengikuti tradisi tersebut dengan riang gembira.
Meski hati nya hanya bisa pasrah dan ikhlas menerima kalau Almira bukan lah wanita yang di takdir kan ALLAH untuk nya.
Sembari mengingat awal pertama kali mereka ketemu, kedekatan mereka karna sebuah cincin dan . . .
__ADS_1
"Aku mencintai mu karna ALLAH dan aku juga harus mengikhlaskan mu karna ALLAH " . .