Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
episode 30


__ADS_3

Hari ini Momy Isabel akan di bawa menuju Dubai menggunakan pesawat pribadi bersama suster Aisyah, Esmeralda dan Pedro.


Selama 6 bulan Zyn lebih fokus untuk memulihkan mental sang Mommya, pelan-pelan juga terapi untuk kesembuhan fisiknya


Tidak mudah bagi Zyn untuk memulihkan semuanya dengan niat yang kuat untuk menyembuhkan ibunda tercinta bisa sampai ke titik ini .


Sampailah di Dubai dengan perjalanan membutuhkan waktu selama 6 jam lebih dari negara Eropa sampai bandara internasional Dubai, dari bandara menuju tempat tinggalnya hanya membutuhkan waktu satu jam kurang .


"Sampai juga Mom ?" ucap Zyn pada Mommynya di rumah yang cukup besar tapi tapi tidak bertingkat perpaduan timur tengah dan Eropa dengan cet warna putih gold dan berhalaman yang cukup luas di depannya ada taman dan air mancur, pas masuk ke dalam di sajikan aquarium yang besar seluruh dinding ruang tamu yang menghadap ke pintu .


"Iya nak rumahnya enak bikin Mommy tenang " ucap Mommy Isabel sambil tersenyum ini kali pertama Momy Isabel ke rumah barun putranya sebelumnya dia di apartemen .


"Mommy bangga sama kamu nak ,,, " ucap Momy Isabel dengan terharu .


"Ini juga berkat doa Momy Zyn bisa seperti ini" ucap Zyn sambil membawa Momy Isabel ke dalam rumah yang bernuansakan seperti seaword sejuk banyak macam ikan , karena Zyn sangat menyukai yang berhubungan denga alam jadi membuat konsep seperti itu rela merogoh kocek banyak dan pasti perawatannya pun besar .


Kedatangan Momy di sambut pelayan dan juga Zydan dengan gembira .


Zyn memperkejakan suami dan istri sebagai Art .


"Selamat datang nyonya " ucap Bu Ratih dan Ridwan menyambutnya dengan ramah .


"Waaah Momy semakin cantik aja, selamat datang Momy " ungkap Zydan dengan gembiranya dan tersenyum


"A nak na kal Momy ni" ucap Mommy Isabel kepada Zydan sambil tersenyum Zydan hanya tersenyum .


"Bi Ratih tolong bawa bibi Esmeralda ke kamarnya ya ?" ucap Zyn semuanya sudah di sediakan untuk art kalau Bi Ratih dan Pak Ridwan satu rumah karena sudah suami istri sedangkan Pedro sama scurity


"Momy istirahat dulu ya di kamar pasti Mommy lelah kan?" ucap Zyn kepada Mommynya .


"Suster Aisyah sebaiknya suster bareng Momy aja ya,? kalau ada apa - apa gampang " ucap Zyn pada suster Aisyah yang mengurus semua kebutuhan dan makanan yang harus dikonsumsi atau engga masalah gizi terapi pagi hari atas saran dokter juga.


Mommy Isabel pun menganggukan kepalanya karena merasa lelah juga selama berjam-jam di perjalanan dalam keadaan tubuh tidak sehat walaupun masih pingin melihat - lihat .


Zynpun membawa Momy nya dengan kursi roda karena kaki dan tangan sebelahnya belum bisa di gerakan di ikuti suster Aisya di belakang

__ADS_1


"Mommy suka kamarnya ? " tanya Zyn


"Momy suka banget Zyn ini warna kesukaan Momy" ucap Momy Isabel yang kamarnya bernuansa biru putih dan atasnya di hiasi nuansa langit pada malam hari yang seolah nyata di hiasi bintang - bintang dalam bentuk 3G sedangkan suster Aisyah hanya terkagum -kagum melihat isi kamar yang tampak rapih .


" Kalau suster Aisya mau istirahat istirahatlah di sebelah sana tempat suster " ucap Zyn yang tidak jauh dari tempat tidur yang di sekat oleh kaca tapi tetap terlihat kalau gordeng nya terbuka buat menjaga privasi susternya, sudah di lengkapi juga dengan kamar mandi dan lemari juga ada tombol untuk kalau ada keperluan


"Terimakasih tuan " ucap suster Aisya .


"Panggil saja Zyn engga usah tuan " ucap Zyn ramah


"Sebaiknya Momy istirahat dulu, bukannya Momy lelah sudah menempuh perjalanan jauh, nanti kalau Momy sudah istirahat Zyn akan ajak Momy keliling rumah Zyn " ucap Zyn karena melihat wajah Mommynya lelah .


"Ya udah Momy juga ngantuk " ucap Momy Isabel .


Zyn pun menggendong Momy nya untuk di baringkan di tempat tidur sedangkan suster Aisyah sedang merapihkan barang-barangnya , suster Aisyah pun teringat dengan putra semata wayangnya yang sedang bertugas di Jakarta Indonesia sebagai dokter juga .


Suster Aisyah sangat mengagumi sosok Zyn yang begitu ikhlas merawat Ibundanya dengan baik yang usianya tidak jauh beda dengan Zyn .


Setelah di rasa tubuhnya kembali enak Momy Isabel memencet tombol yang sudah terhubung kepada suster Aisyah walaupun dekat tapi tidak mungkin bisa memanggil dengan keras, Suster Aisyah pun datang tergopoh - gopoh menuju Isabel .


"Bisa minta tolong panggilkan putraku? " ucap Momy Isabel .


"Baik nyonya , sebentar ya saya panggilkan " suster Aisyah pun keluar dari kamarnya untuk menemui Zyn karena tadi sudah di kasih tahu kalau Momy nya bangun suruh panggil saja di ruang kerja .


tok tok


"Masuk ,,,," jawaban dari dalam ruangan , suster Aisyah menyembulkan dari pintu .


"Nak Zyn di panggil Mommy " ucap suster Aisyah .


"Baik Bu ,,," Zynpun mengakhiri obrolannya dengan Zydan sesisbuk apapun kalau ada berhubungan dengan Mommynya dia akan mengakhiri nya .


"Zydan besok kita lanjut lagi ya tentang rencana proyek yang barunya " ucap Zyn ,


"Eh emang Lo doang yang mau ketemu Momy gue juga kali " ucap Zydan mereka berduapun keluar menuju kamar Momy Isabel .

__ADS_1


"Momy sudah istirahatnya? " ucap Zyn berjalan menghampiri Momy Isabel .


"Sudah, Momy laper pengen makan dan liat - liat sekitaran sini " ucap Momy Isabel


"Hai Mom,,," tanya Zydan yang baru datang .


"Kenapa anak nakal ini ada di sini Zyn ? " ucap Momy Isabel sambil tersenyum .


"Tau tuh takut engga di akuin Momy kali " jawab Zyn .


"Ah Momy gitu deh sama Zydan,,, emang Momy engga kangen apa sama Zydan yang baik hati gantengnya maksimal " ucap Zydan narsisnya keluar, Zydan kalau di hadapan Momy Isabel selalu bertingkah konyol kadang selalu manja berasa seperti Ibunya sendiri seperti itulah kedekatan Zydan pada Momy Isabel walaupun bukan anak kandungnya .


Zydan juga kalau sedang berada di kantor dia sangat disiplin dan menghormati Zyn sebagai bos Berbeda kalau sudah berada di kantor dingin siap menerkam siapapun yang akan berkhinat kepada keluarga Zyn Ibrahim tegas .


"Kamu tuh ayo Zyn " ucap Momy Isabel dengan sigap Zyn membopong Momy Isabel sedangkan Zydan memegang kursi roda .


Semuapun berkumpul di ruang makan tidak ada beda antara Art dan dirinya kalau dia makan daging karyawan pun ikut makan yang sama jadi layaknya seperti keluarga, Zyn dengan telaten nyuapi Momy Isabel, setelah selesai makan Zyn pun mengajak Momy Isabel ke halaman belakang yang posisinya berada di bawah, jadi pas masuk rumah nya berada di atas, Momy Isabel dan sister Aisyah begitu takjub melihat belakang rumah serasa berada di dunia lain ada pohon kurma dan pohon-pohon yang rindang di samping samping, di sana juga terdapat kolam renang yang ada air terjunnya seolah benar - benar dari sumbernya dan di hiasi rumput - rumput sepanjang langkah menuju yang terawat kalau malam hari akan terlihat indah dengan lampu yang di disain semenarik mungkin


Di samping rumah juga terdapat bunga - bunga yang indah .


"Masyaalloh Zyn Indah sekali ini Momy bisa betah disini " ucap Momy


"Bagus dong Mom emang ini yang Zyn mau biar Momy betah disini " ucap Zyn


"Tapi sayang Deddy ,Kaka dan adik mu tidak melihat kesuksesanmu " ucap Momy Isabel tampak bersedih, Zyn hanya menarik nafas panjang


"Diih Momy lupa ya di sini ada Zydan yang siap menghibur Momy "sambil berjoget ala-ala dengan kakunya Tau dah lah ala - ala apa outur juga enggak ngerti .


"Dih geli banget lo zyid, kaku banget nanti belajar lagi joged nya tuh " ucap Zyn brigidig


Momy Isabel ketawa kembali ceria melihat kedua putranya yang selalu ada dalam dan melihat kekonyolan Zydan .


"Nah begitu dong Mom selalu bahagia " ucap Zydan senang melihat Momy Isabel kembali ceria .


Reader beberapa episode ini akan menceritakan masa lalu Muhamad Zyn Malik Ibrahim maaf ya kalau ceritanya ngawur . Autur disini ingin menceritakan pengorbanan dan keikhlasan hati anak kepada orang tuanya, mudah-mudah bermanfaat kalau ada salah nya tolong di koreksi

__ADS_1


__ADS_2