Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 27 #S3


__ADS_3

#Gerebuuuuuuuuk... Ssssshhhhttt.....


Terdengar suara hantaman yang keras serta bunyi decitan ban mobil yang terseret dari jalanan lalu lintas. Semua mobil terpaksa harus berenti karena ada nya kecelakaan tersebut, dimana kecelakaan terjadi ialah kecelakaan antar dua mobil dari lawan arah.. Orang - orang sekitar sibuk berhamburan mengerumunin para korban kecelakaan yang barusan terjadi dan membuat keriuhan di jalanan.


Mereka berbondong - bondong melihat kecelakaan itu namun tak satu pun yang mencoba menghubungi ambulance atau pihak yang berwajib, mereka hanya bisa berbisik - bisik ketakutan menyaksikan korban yang berjenis kelamin laki - laki berusia sekitar 30 tahunan, ia yang sudah bersimbah darah tergeletak tak berdaya di aspal.


"Pak... Ada kecelakaan ya di depan?". Eggy membuka kaca jendela melihat kerumunan itu dan menyebab kan ia terjebak macet, ia menanyakan pada seorang bapak - bapak penjual koran yang baru saja melihat kecelakaan itu.


"Iya pak, kecelakaan antara mobil sama mobil, kasihan pak sama korban yang satu nya, dia terpental keluar sampai enggak sadarkan diri, kalau korban yang satu nya masih baik - baik saja, dia hanya terkejut saja". Bapak - bapak paruh baya itu pun menjawab Eggy.


"Sudah ada yang mencoba menghubungi ambulance atau polisi pak?.


"Saya kurang tahu Pak, seperti nya belum ada, soal nya mereka pada takut kata nya".


Eggy mengusap wajah nya.


"Ck... Terimakasih banyak ya Pak". Eggy bergegas keluar dari mobil, tak lupa ia mengunci mobil nya serta membawa alat medis nya. Ia berlari mengejar kerumunan itu.


Tanpa basa - basi mendekati korban itu lalu memeriksa kondisi nya.


"Tolong siapa pun, hubungi ambulance sekarang juga". Teriak nya sembari masih berusaha memberikan nafas buatan.


Kerumunan itu bukan nya mau melakukan apa yang Eggy suruh, mereka malah berbisik - bisik sinis mengenainya. Eggy semakin geram pada mereka yang sama sekali enggak ada jiwa kepedulian nya sesama manusia.


Hingga akhir nya ada seorang mahasiswa yang terketuk hati nya ingin membantu.


"I.. Iya, saya akan menghubungi ambulance nya". Gadis itu sibuk merogohkan ponsel nya lalu menghubungi ambulance.


"Su... Sudah saya hubungi, sebentar lagi mereka akan sampai".


Eggy tidak menanggapi nya, ia masih fokus pada korban yang harus tetap bernafas dan tidak boleh kehilangan detak jantung nya.


Beberapa menit kemudian ambulance pun datang yang kebetulan ambulance dari rumah sakit nya, mereka dengan sigap nya menangani korban itu. Dan berselang beberapa menit mobil polisi pun datang ke tempat kejadian.


"Cepat kalian bawa langsung ke ruang operasi, tadi saya sudah memeriksa nya, ada pendarahan pada otak nya, kalau tidak cepat - cepat di operasi akan berakibat kematian". Eggy menjelaskan kepada salah satu mantri di rumah sakit nya.


"Baik dok. Dokter Eggy kenapa bisa kebetulan ada di sini?". Ia melihat kondisi Eggy yang sudah bersimbah darah milik korban. Semua mata melihat Eggy yang ternyata seorang dokter di rumah sakit ambulance itu.


"Iya, saya tadi mau ke rumah sakit terus kejebak macet ehh ternyata ada kecelakaan di sini".


"Ya sudah Dok, kami akan mengeluarkan dokter dari kemacetan ini. Kami akan menggiring mobil dokter". Inisiatif mantri itu untuk mengeluarkan Eggy dari kemacetan.


Eggy pun bergegas berlari menuju mobil nya yang berkelang dua mobil dari depan. Beberapa mantri serta kernet ambulance memerintahkan pemilik mobil yang ada di depan mobil Eggy untuk meminggirkan mobil nya agar memberikan Eggy jalan. Pak polisi pun turut membantu mereka untuk mengosongkan jalan agar mereka berjalan menuju ke rumah sakit dengan lancar.


Tanpa protes mereka pun mempersilahkan Eggy untuk berjalan, mengingat mereka juga melihat aksi sigap Eggy terhadap korban.


Eggy pun berlalu dengan di iringin ambulance yang melaju di depan nya. Orang - orang yang bergerombol tadi pun memandang salut terhadap Eggy, kemudian mereka berhambur agar dapat memberikan para pengendara yang lain bisa lewat.


Semua pegawai nya sibuk berlarian mengejar ketika mereka tiba di rumah sakit. Ada yang berlari menghampiri para korban ada juga yang berlari mendekati Eggy (Biasa... Perawat ganjen plus caper).


"Bawa langsung ke ruang operasi". Teriak seorang mantri yang di perintahkan oleh Eggy. Mereka berlari membawa korban ke ruang operasi tak lupa dengan menyiapkan kebutuhan Eggy dan dokter lain nya untuk mengoprasi korban.


"Dokter Eggy enggak kenapa - kenapa kan?".


"Baju dokter Eggy habis semua nya kena darah iiiiuh... Sini saya bantuin Dokter, dokter ganti baju dulu nanti dokter bau amis darah kalau lama - lama enggak di ganti baju nya".

__ADS_1


Mereka berusaha caper pada Eggy. Dan ada yang nekat ingin membuka kan kemeja Eggy.


Secepat kilat Eggy menepis tangan perawat itu.


"Enggak perlu. Kalian kembali bekerja". Tegas nya, dan membuat mereka - mereka tertunduk kikuk.


"Baik Dokter".


Eggy bergegas masuk ke dalam ruangan nya dan siap - siap untuk melakukan operasi. Asisten nya terkejut melihat baju nya bersimbah darah.


"Tolong siap kan keperluan saya untuk operasi. Terus hubungi dokter kepala yang akan meeting sama saya nanti jam 9, bilang sama mereka meeting nya di undur nanti siang jam 2 karena saya harus mengoprasi pasien".


"Ba... Baik dok". Asistennya mengangguk.


"Umm.. Dokter enggak kenapa - kenapa kan?".


"Saya enggak kenapa - kenapa". Eggy mengerutkan dahi nya, kenapa sejak tadi yang mereka khawatirkan itu dia bukan nya pasien.


Asisten itu menunjukan ke arah baju Eggy.


"I... Itu...".


"Oh... Ini darah korban kecelakaan yang akan mau saya operasi nanti. Darah nya enggak sengaja menempel di baju saya waktu saya menangani nya di lapangan. Ini enggak apa - apa kok. Saya bawa baju ganti kok". Eggy menunduk melihat baju nya yang benar - benar full of the blood.


Karena sangkin buru - buru nya, Eggy sampai kelupaan menyuruh asisten nya untuk keluar dari ruangan nya. Eggy membuka baju nya di depan asisten nya sehingga roti sobek yang menjadi milik Almira satu - satu nya kelihatan oleh sang asisten. Sempat ia menelan ludah nya melihat tubuh Eggy yang begitu sexy, untung ia enggak sampai mimisan seperti dalam cerita komik he he he.


Eggy mengganti baju nya dan menyadari bahwa ia melakukan kesalahan di saat ia sedang mengancing kemeja nya.


"Eh... Sorry sorry... Saya enggak bermaksud apa - apa mengganti baju saya di depan kamu". Spontan Eggy membalik kan badan nya.


"Ba... Ba... Baik dok". Asisten nya jadi gelagapan serta tersipu malu karena untuk pertama kali nya ia melihat hak milik Almira. Hati nya berbunga - bunga mengingat adegan Eggy membuka baju nya.


"Sudah kamu siapkan alat - alat saya?". Eggy pun keluar dari ruangan nya dan mengagetkan lamunan nya.


"Ha? I... Iya sudah dok". Ia bergegas mengikuti Eggy dari belakang sambil tersenyum tersipu malu memandangi punggung Eggy.


Butuh beberapa jam akhir nya Eggy dan tim medis yang lain nya keluar dari rumah sakit. Kali ini mereka keluar bukan menandakan bahwa mereka sudah berhasil atau selesai mengoperasi pasien, melainkan mereka harus berdiskusi sebentar untuk penanganan yang berikutnya.


"Kalian sudah menghubungi pihak keluarga pasien?". Eggy bertanya pada salah satu perawat yang mengikuti diri nya berjalan.


"Sudah dok, tapi keluarga pasien tidak merespon panggilan nya dan polisi sekarang sedang menuju ke lokasi rumah keluarga pasien". Jawab nya.


"Hmm baik lah. Oh ya kamu, kamu hubungi kembali para dokter kepala, bilang ke mereka kalau meeting di tunda terlebih dahulu sampai besok karena saya belum selesai melakukan operasi ini, dan kamu juga atur jadwal saya untuk besok". Kali ini Eggy beralih pada asisten nya.


"Iya, baik dok". Asisten nya pun bergegas menuju ke ruangan nya dan melaksanakan perintah Eggy.


Tak lama kemudian keluarga pasien pun datang bersama beberapa polisi, mereka adalah orang tua dari pasien, mereka berlari sembari menangis histeris ketika mendapat kabar buruk yang menimpa anak nya.


"Lutfi.... Hu hu hu". Sang ibu menangis histeris memanggil nama anak nya, yakni korban kecelakaan yang Eggy tolong.


Eggy mendekati mereka. Alis mata Eggy mengerut ketika ia melihat bapak - bapak paruh baya yang berada di samping ibu yang sedang menangis histeris memanggil nama anak nya, alias bapak dari sang korban. Eggy melihat raut wajah cemas itu, ia seperti mengenali bapak tersebut.


"Bapak?". Eggy langsung mengingat siapa bapak tersebut.


"Bapak, supir taksi online yang pernah nyelamatin istri saya beberapa tahun yang lalu kan?".

__ADS_1


Bapak itu masih terheran memandang wajah Eggy, ia masih belum mengingat wajah Eggy.


"Bapak, yang istri nya mengalami kecelakaan terus kehilangan calon bayi itu ya?". Ia pun memastikan nya kembali.


"Iya pak, saya. Ya ALLAH alhamdulillah akhir nya saya ketemu lagi di sini Pak, sudah lama saya dan istri saya ingin jumpa sama bapak tapi enggak tahu bagaimana cara nya karena nomor handphone bapak yang ada di aplikasi sudah tidak aktif lagi". Eggy sangat bersyukur akhir nya ia bertemu lagi dengan penyelamat istri nya beberapa tahun yang lalu. Almira pasti senang kalau Eggy memberitahu nya berita ini.


"Iya pak, handphone saya hilang terus saya enggak lagi jadi supir taksi online karena saya sudah sering sakit - sakitan, jadi anak saya yang ngeganti saya jadi supir taksi online, tapi sekarang anak saya malah tertimpa musibah seperti ini". Jawab nya dengan sendu.


Eggy turut prihatin, ia mengusap punggung bapak itu.


"Bapak yang sabar ya. Anak bapak akan baik - baik saja kok. Saya akan melakukan yang terbaik untuk anak bapak. In Sya ALLAH, ALLAH akan menyelamatkan anak bapak, Aamiin, dan soal biaya apa pun, bapak enggak usah pikirin, semua nya saya akan menanggung nya. Bapak dan ibu cukup mendoakan kesembuhan Lutfi saja".


"Terimakasih banyak ya pak. Terimakasih atas bantuannya, saya enggak tahu bagaimana cara nya saya membalas kebaikan bapak". Bapak itu sangat berterimakasih pada Eggy sembari menggenggam tangan Eggy.


"Enggak perlu pak, bapak enggak perlu berterimakasi sama saya. Ini balasan dari ALLAH karena kebaikan bapak dulu sewaktu menyelamatkan istri saya dan beruntung nya saya, ALLAH memberikan saya kesempatan langsung untuk membalas kebaikan bapak waktu itu". Eggy tersenyum menatap kedua wajah yang sudah tak muda lagi serta banyak nya keriput pada wajah mereka.


Spontan membuat bapak itu sujud syukur serta menadahkan tangan nya ke langit. Itu membuat orang sekitar melihat bapak tersebut, terlebih lagi Eggy yang terkejut melihat nya.


"Ya ALLAH, terimakasi banyak atas apa yang engkau beri. Engkau benar - benar tidak mengingkari janji Mu kepada hamba Mu, engkau pasti akan membalas kebaikan dengan perbuatan kebaikan juga dan itu tidak akan pernah bertukar tempat. Terimakasih banyak Ya ALLAH". Lirih nya.


Mata Eggy berkaca - kaca menatap sang Bapak begitu bersyukur kepada ALLAH. Satu pelajaran lagi yang dapat mengetuk hati nya, yakni. Kebaikan akan di balas dengan kebaikan dan itu tidak akan pernah bertukar pada tempat nya.


.


.


"Ma Sya ALLAH. Akhir nya ALLAH mempertemukan kita dengan bapak itu kembali meski pertemuan itu dengan menyakiti mereka. Jadi anak bapak itu gimana kondisi nya sekarang sayang?". Mata Almira berkaca - kaca mendengar kabar itu dan menceritakan semua kejadian.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar. Cuma anak bapak itu belum sadar juga sampai sekarang. Kalau dia belum sadar juga sampai besok, terpaksa kami akan melakukan operasi kedua, karena dia banyak sekali mengeluarkan darah pada otak nya dan karena terlalu lama ia mendapatkan penangan pertolongan pertama maka nya ada penggumpalan darah pada otak nya. Kalau tadi pagi ALLAH enggak menggerakkan Suam untuk turun, mungkin dia tidak akan selamat".


"Innalillahi... Ya ALLAH kasihan nya. Suam harus bantu ya sayang, Suam harus membalas kebaikan bapak itu". Almira menggengam tangan Eggy.


Eggy tersenyum memandang wajah khawatir Almira sambil memegang kedua pipi nya.


"Iya sayang. In Sya ALLAH Suam akan melakukan yang terbaik untuk anak bapak itu. Ist doa kan juga agar Suam di beri kemudahan untuk membantu Lutfi dan juga Ist berdoa untuk kesembuhan nya".


Almira mengangguk kan kepala nya.


"Iya Suam, In Sya ALLAH Ist akan mendoakan nya".


Eggy tertawa kecil kemudian mencium kening Almira.


"Ya sudah yuk kita tidur, Suam sudah ngantuk kali, bandan Suam capek. Hoaaam". Eggy menutup mulut nya karena menguap


"Iya'.


"Ist jangan ganggu - ganggu lagi ya, nanti kita begadang lagi terus Suam enggak ada istirahat lagi". Eggy memperingati Almira untuk tidak mengganggu nya.


"Iya lhoooo. Ist enggak bakal ngeganggu Suam. Ya sudah, Suam tidur lah".


Eggy memeluk tubuh Almira lalu menjatuhkan badan mereka ke tempat tidur. Kali ini mereka tidak meleset, mereka tepat mendarat di atas bantal yang empuk.


"Tidur nya sambil di charge jadi besok nya segar bugar lagi. Jangan berisik, jangan lasak dan Jangan lupa baca doa nya". Eggy mengecup kening Almira lalu memejamkan mata sembari berkomat - kamit membaca doa sebelum tidur.


Almira tertawa kecil sambil mengangguk pelan melihat sang suami yang terlihat menggemeskan setiap hari nya.

__ADS_1


__ADS_2