Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 62 #S3


__ADS_3

"Assalamualaikum". Eggy mengucapkan salam ketika ia melangkah masuk ke dalam rumahnya. Ia sama sekali tidak melihat tanda - tanda siapa pun di dalam rumah.


Alis nya menyatu melihat sekeliling rumah dan mata nya mencari sosok sang istri atau anak nya.


" Sayang... Sayang...". Eggy sedikit berteriak memanggil Almira. Kemudian dari belakang seseorang melingkarkan tangan nya pada pinggang Eggy sontak membuatnya terkejut lalu membalikkan badannya.


"Say.....". Ucapannya terhenti. Mata Eggy terbelalak bahwa orang tersebut bukan lah Almira melainkan tetangga ganjen alias Deby yang tersenyum genit melihat Eggy.


Spontan Eggy melepaskan tangan Deby lalu mendorong tubuhnya.


" Apa nya kakak ini? Main peluk - peluk sembarangan". Eggy sedikit bernada tinggi.


"He he he. Enggak apa - apa lah. Lagian kan mumpung lagi enggak ada istri dan anak kamu fu fu fu". Tanpa rasa malu ia berkata seperti itu lalu mendekat pada Eggy. Ia mencoba memeluk tubuh Eggy lagi namun Eggy bergerak cepat untuk menjauhinya.


Eggy mulai takut menghadapi janda genit bertubuh sexy tersebut.


"Kakak jangan macam - macam ya! Nanti saya enggak akan segan - segan berbuat kasar sama kakak". Ancam nya sembari melirik kembali sekitar rumah nya namun tak seorang pun yang memberi tanda keberadaan mereka.


"Alah... Kamu ini. Enggak usah munafik, aku tahu kok sebenarnya kamu juga tergoda kan sama aku, secara aku lebih sexy dari istri kamu fu fu fu. Buktinya kamu sering sekali mencari perhatian aku dengan berpura - pura latihan kebugaran di luar rumah padahal sebenarnya kamu ingin melihat aku kan fu fu fu. Aku sebenarnya sudah lama sekali mencari kesempatan seperti ini". Benar - benar enggak tahu malu wanita satu ini, ia berhasil melingkarkan tangannya lagi ke pinggang Eggy dan merasa kedepean.


"Kakak enggak usah kePD'an. aku sama sekali enggak pernah tergoda sama kakak".


Eggy berusaha mendorong tubuh nya, namun kekuatan Deby tak kalah dari kekuatan Eggy.


Ia seperti di leceh kan oleh janda tersebut. Bahkan Deby nekat ingin mencium Eggy.


"Kak... Aku sudah peringati ke kakak dengan lembut ya, aku masih enggak mau main kasar sama kakak karena kakak itu perempuan. Jangan sampai aku main kekerasan sama kakak".


" Enggak apa - apa kamu main nya kasar asalkan kamu senang fu fu fu". Jawabnya dengan cara yang menggoda namun tak sedikit pun Eggy tergoda olehnya.


Benar - benar enggak waras, hasratnya benar - benar merasa haus berat. Dia tidak menyerah mesti berulang kali Eggy berusaha mendorong nya.


"Apa - apaan ini?". Tiba - tiba Almira muncul dan menyaksikan mereka berdua seperti berpelukan. Sontak membuat keduanya terkejut. Deby pun mulai melonggarkan lingkaran tangannya dan secepat kilat Eggy mendorong tubuh nya cukup kuat.


Eggy bergegas mendekati Almira dan ingin menjelaskan kesalah fahaman yang terjadi.


" Sayang... Ini enggak seperti yang Ist tengok (lihat). Kak Deby yang berusaha untuk menggoda Suam... ". Rasa nya Eggy ingin menitihkan air matanya.


Almira sama sekali tidak meresponnya, dengan wajah yang datar ia masih fokus menatap Deby yang tertunduk namun merasa menang, karena ia berhasil membuat keduanya salah faham dan akan ada pertengkaran hebat di antara keduanya.


Eggy /"Sayang... Tolong percaya sama Suam". Ia meraih tangan Almira namun Almira menepisnya dan berjalan mendekati Deby. Eggy semakin lemas melihat Almira tidak percaya padanya.


"Lebih baik kakak pulang ke rumah kakak, jangan sampai kakak melihat sisi lain ku yang enggak pernah kakak lihat. Pulang lah sebelum kakak menyesal". Almira mengusirnya dengan tenang dan datar.


Tanpa berkata Deby pun menurutinya dan melangkah untuk pulang.


" Oh ya..!". Almira menghentikan langkah kaki nya lalu mendekatinya kembali. Eggy pun melihat keduanya dengan cemas.


"Memang kakak lebih sexy dari aku. Tapi aku yakin suami aku enggak akan pernah tergoda sama wanita lain apa lagi sama barang second yang murahan". Almira menekan kan kalimatnya dengan menatap Deby dengan mata tajamnya.


Eggy benar - benar terkejut mendengar kata - kata kasar yang terlontar dari bibir istri nya yang selama ini selalu berkata lemah lembut.


Sedangkan Deby sendiri, ia menjadi emosi mendengar hinaan dari Almira. Dengan matanya yang memerah, ingin sekali ia menerkam Almira karena enggak terima di hina seperti itu. Sempat ia mengepalkan tangannya namun ia urung kan mengingat ia harus bersikap bahwa dia lah korban sesungguhnya.


Suasana semakin memanas.


"Bentar lagi keluarga kami akan tiba di rumah, lebih baik kakak segera pergi dari rumah kami. Dan pastikan jangan pernah muncul lagi di hadapan kami, atau kalau tidak, aku pastikan kakak bakalan tidur nyenyak di penjara". Almira mengancamnya tanpa berpikir panjang.


Deby sudah tidak bisa berbuat apa - apa lagi, karena ancaman itu membuat nya takut dan ia harus pergi meninggalkan mereka.


Almira membalikkan badannya dari Eggy. Dada Almira terasa semakin sesak, ia berusaha mengatur nafasnya dan menahan air matanya yang ingin tumpah. Perlahan Eggy mendekatinya lalu memegang pundak Almira.


"Sayang....".


Secepat kilat Almira membalikkan badannya lalu memeluk tubuh Eggy dengan erat. Air mata pun tumpah sejadi - jadinya, begitu pun Eggy yang juga menangis.


" Hu hu hu hu".


Eggy /"Sayang... Maafin Suam. Suam bisa jelaskan dari awal. Suam sama sekali tidak pernah mengkhianati cinta kita bahkan Suam tidak mau melakukannya".


Almira melepaskan pelukannya dan menatap wajah Eggy begitu dekat dengan wajah yang basah karena air mata.


Eggy /"Kak Deby yang tiba - tiba meluk Suam dari belakang dan memaksa Suam". Almira menutup mulut Eggy, ia tidak ingin mendengar apa pun sebab ia sudah melihat nya sendiri.

__ADS_1


"Enggak perlu di jelaskan. Ist enggak mau dengar nya hu hu hu". Ia melepaskan tangannya menutupi mulut Eggy lalu memukul badan Eggy.


" Lagian Suam mau - mau saja di peluk sama janda genit itu, hiiiiiist".


"Aduh... Aduh.. Aduh... Sayang. Iya iya ampon Suam salah, lagian Suam juga sudah mencoba melepaskan tangannya tapi kekuatannya ngeri juga sampai Suam enggak bisa berkutik di buatnya. Fuuuht". Eggy menggelengkan kepala nya membayangkan kejadian barusan.


" Iya, terus Suam dapat kesempatan lah ya bisa di peluk sama janda sexy itu, masa Suam gitu saja enggak bisa mengalahkan tenaganya huh. Bilang saja memang mau menikmati tubuh sexy nya itu hu hu hu". Almira memanyunkan bibir nya kemudian Eggy menyambar bibir nya.


"Bagi Suam yang paling sexy itu istri nya Suam, Mommy nya anak - anak he he he". Eggy tertawa kecil menatap wajah Almira yang sempat tebodoh karena tindakannya bagaikan kilat.


"Hufft dasar gombal. Bilang saja mau nyari kesempatan nyium Ist". Cibirnya.


" Ha ha ha ha enggak lho sayang. Beneran kok, Suam mana pernah gombal - gombal ummm... Yang sexy dan menggemaskan itu cuma Ist seorang hmm". Eggy menarik hidung nya dengan gemes.


"Ehh iya! Ist lupa". Sontaknya sembari menepuk jidatnya lalu melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Eggy.


" Lupa apa Ist? Ist mau kemana?". Alis matanya menyatu dan mengikuti Almira berjalan menuju depan rumah.


Almira /"Ist lupa nutup pagar depan, nanti masuk pulak lagi si janda itu hufft".


Mereka pun sudah tiba di depan pagar lalu menarik pagar tersebut.


"Ha ha ha, maka nya lain kali itu Ist jangan ceroboh, untung yang masuk Kak Deby kalau sempat maling atau penjahat lainnya kan lebih berbahaya lagi. Sudah biar Suam saja yang nutup pintu pagarnya". Eggy mengalihkan Almira lalu menggembok pintu pagarnya.


" Lebih baik maling yang masuk karena yang mereka ambil itu barang - barang kita yang bisa kita beli lagi dari pada janda itu yang masuk, bisa - bisa dia ngambil Suam yang enggak akan bisa Ist temui lagi". Ujarnya sembari melipat kedua tangannya.


Eggy terbahak mendengarnya kemudian meraih tangan Almira dan meletakkan nya pada pinggangnya.


"Ha ha ha, dari tadi ya, Ist itu ngomong nya pedas kali. Suam sampai terkejut - kejut dengar nya ha ha ha. Garaang Hoaaaarrrrgggmmm ha ha ha". Eggy mengaum seperti harimau yang garang (galak).


Almira /'Huh... Makanya jangan macam - macam sama Ist. Bahkan Ist bisa lebih dari itu".


"Uuuuuu takuuuuut hi hi hi". Eggy menutup wajah nya sejenak mengekspresikan wajah takutnya yang menggemaskan.


Eggy /" Oh ya Ghifari sama Tara kemana? Kok dari tadi enggak keliatan juga?".


Almira /"Tadi pagi mereka di jemput sama Papa, kata nya Papa mau ngajak mereka jalan - jalan terus abis itu ke rumah sakit nengokin Bang Egga. Karena takut Papa sama Mama kerepotan bawa'in mereka, jadi Ist suruh juga Kak Umi ikut mereka. Mungkin pulang nya malam entah pun nanti mereka di suruh nginap di rumah Papa Mama".


#Krucuk... Krucuk...


Terdengar suara yang bersumber dari perut Eggy.


Almira /" Suam lapar? Ha ha ha".


"Iya, he he he. Soalnya Suam belum sarapan, tadi malam pun Suam cuma makan siomay". Jawabnya sembari memegang perutnya.


" Ya ALLAH sayang. Huh... Gini nih kalau seharian enggak ada binik nya, makan nya pun enggak jelas gini". Almira mencubit kecil perut Eggy.


"Hmm... Macam mana lah (bagaimana), maka nya Suam enggak bisa tanpa mu hi hi hi" . Tutur nya sambil menowel hidung Almira.


"Huh... Bisa saja". Kemudian Almira merasa ada seseorang yang sedang mengintip mereka dan benar dugaan nya bahwa tetangga nya itu yang sedang mengintip mereka.


" Enggak ada kapok - kapok nya nih orang". Batinnya berkata.


"Ya sudah kalau gitu yuk kita masuk. Ist bakalan nyiapin makanan yang enak untuk Suam". Almira menarik tangan Eggy.


Eggy merasa kegirangan mengikuti Almira /"Memang Ist masak apa hari ini?".


"Enggak masak". Jawabnya sembari senyum - senyum.


Eggy menghentikan langkahnya.


" Lah... Kalau enggak masak kenapa ngajak Suam makan? Ist beli makanan ya?".


Almira membalikkan badan nya sembari menahan senyumnya lalu mendekati telinga Eggy alias membisikkan sesuatu pada nya. Seketika wajah kedua nya memerah ketika Almira berbisik pada nya.


"Uuuuu... Sudah pandai genit - genitan ya sekarang?".


" Kan yang ngajari Suam hi hi hi. Sekarang mau enggak nih makan nya?". Almira tersenyum genit namun sesekali ia melirik ke arah tembok di sisi kanan rumah nya.


"Mau lah. Kalau itu sudah jelas enggak bisa nolak lah Suam, apa lagi di rumah cuma ada kita dua saja hi hi hi". Dengan semangat 45 Eggy menggendong tubuh Almira kemudian Almira melingkarkan tangannya pada leher Eggy.


" Ha ha ha, memang suami nya Ist ini paling sexy Ummm....". Almira menarik hidung Eggy lalu memeluknya sembari melambaikan tangannya pada si Deby yang masih mengintip mereka, ia bermaksud untuk memanas - manasi Deby. Kemudian mereka pun berlalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Deby yang merasa gondok melihat nya.

__ADS_1


"Iiiiih.... Supaya apa coba si Almira itu pakai manas - manasin kayak gitu. Dia pikir dia bisa menang gitu karena bisa mesra - mesra di depan aku. Awas saja lah kau, apa lagi kau Dokter Eggy, tunggu saja lah, nanti kau yang bakalan klepek - klepek sama aku. Lihat saja nanti". Ia ngedumel sendiri dan akan membuat rencana lain untuk mendapatkan Eggy.


...


Kedua pasangan tersebut tampak sedang bercengkarama begitu mesra sembari mengobrol ringan di ruangan tv mereka sambil duduk berpangkuan di atas sofa dan menonton film Bollywood kesukaan Almira.


" Bang Egga kapan pulang dari rumah sakit Suam?". Almira bertanya pada Eggy sembari memainkan jari - jari Eggy yang menggenggam tangan kirinya.


"In Sya ALLAH besok. Bang Egga rencananya sementara akan tinggal sama Mama dan Papa dulu sampai dia betul - betul sembuh". Jawabnya, kemudian ia semakin mendekatkan wajah nya pada wajah Almira dan sesekali ia menciumi pipi Almira.


Almira /"Emm... Iya lah, payah kalau Bang Egga tinggal di rumah nya. Kalau Bang Egga mau apa - apa repot nanti. Belum lagi entar mandiin atau ngegantiin baju Bang Egga, kan enggak mungkin Bu Diah yang mengerjakan nya hi hi hi, kalau di sana kan bisa Papa atau Mama yang ngebantuin Bang Egga".


Eggy /"Iya. Aturan nya pun di suruh Papa kalau Bang Egga tinggal sama kita sementara karena biar enak kalau Suam mengontrol kesehatannya dan melatih kaki nya supaya cepat bisa berjalan kembali. Tapi Mama keberatan karena mikirin Ist. Enggak enak lah nanti kalau Suam tinggal kerja terus tinggal lah Bang Egga sama Ist. Nanti apa kata orang".


Almira /“Hu uh... Ist pun enggak mau kalau Bang Egga tinggal sama kita. Bukan soal enggak enak apa kata orang juga, tapi Ist enggak mau nanti Bang Egga jadi korban si Janda genit itu".


Eggy /"Ha ha ha kok jadi beralih ke Kak Deby? Berarti Suam boleh gitu jadi korban nya Kak Deby? Ha ha ha".


Almira mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Eggy dengan tampang sinis nya.


"Bukan nya boleh, tapi sudah kecolongan tadi hiiiiist". Ujarnya sembari mencubit kecil tubuh Eggy yang tidak di lapisi selembar kain pun alias telanjang dada.


Eggy /" Aduh... He he he. Ya mana Suam tahu. Kan bukan salah nya Suam tiba - tiba dia meluk Suam dari belakang padahal Suam lagi nyariin Ist sekeliling rumah, pintu pagar sama pintu utama kebuka tapi enggak ada orang nya huuh".


Almira /"Hmm... Ist kelupaan nutup pintu nya pas lagi nyari'in Snow. Si Snow kabur keluar rumah setelah Ghifari pergi".


"Lah jadi ini Snow hilang?". Eggy menggeserkan badan Almira sedikit ke sampingnya.


Almira /" Tadi nya, tapi sudah ketemu. Dia malah nongkrong di lapangan bola karena di situ ada beberapa ekor kucing kampung. Mungkin dia lagi birahi maka nya akhir - akhir ini dia kabur mulu".


Eggy /"Ya ALLAH ha ha ha. Ya sudah besok sehabis ngantar Bang Egga kita singgah bentar ke pet shop, kita adopt kucing lagi biar ada kawan nya Snow".


Almira mengangguk pelan sembari tersenyum.


Eggy /"Oh ya, teringat Suam. Kejadian tadi pagi Ist ngeliat dan ngedengar semua nya ya maka nya Ist percaya sama Suam?".


Perlahan Almira kembali duduk di pangkuan Eggy, kemudian ia menggelengkan kepalanya.


"Enggak".


Eggy /" Serius enggak?".


Almira /"Iya serius".


Eggy /" Terus kenapa Ist begitu percaya kalau Suam enggak akan macam - macam sama Kak Deby?".


Almira tersenyum lebar sembari menyentuh seluruh wajah Eggy.


"Karena Ist sudah berkomitmen untuk selalu percaya sama Suam. Apa pun itu Ist akan tetap percaya sama Suam. Dan Ist juga yakin kalau Suam enggak akan membuat kepercayaan Ist untuk Suam menjadi hilang dan Suam enggak akan membuat Ist kecewa".


Eggy tersenyum dan merasa terharu. Ia menatap Almira begitu dalam lalu menciumnya dengan mesra.


" Terimakasih ya Ist. Suam janji enggak akan membuat kehilangan kepercayaan itu. Suam akan menjaga nya hingga maut yang memisahkan kita".


"Hu uh. Lagian Ist juga yakin Suam enggak akan tergoda. Sama model - model papan atas saja Suam enggak tergoda apa lagi sama model papan penggilesan kayak gitu ha ha ha". Celetuknya.


" Ha ha ha. Ssst enggak boleh kayak gitu sayang. Dari tadi lah mulutnya ini enggak bisa di jaga omongan nya, heran lah he he he". Eggy menarik bibir Almira karena ia merasa gemes.


"Abis nya kesel sih, siapa coba yang rela lakik nya di peluk - peluk kayak gitu huft. Makin lama makin merajalela, Ist sudah enggak mau diam lagi, secepatnya Ist harus bertindak sebelum dia berbuat yang aneh - aneh. Takut nya kalau di diemin terus bisa - bisa di perkosa pulak lagi Suam nya hiiiiiiiih Nauzubillah Himinzaliq". Bulu kuduk Almira nyarik berdiri membayangkan nya saja.


Eggy /" Iiih Nauzubillah Himinzaliq lah Ist. Lagian kan Suam sudah pernah nyarani untuk ngelapor sama kepling di sini tapi Ist masih saja bersikeras ngelarang Suam karena kasihan sama dia. Nah sekarang baru Ist kualahan kan?".


"Hmm... Tapi kali ini enggak ada kasihan - kasihan lagi. Pokoknya biar dia kapok, belum tahu dia Ist itu siapa". Almira mengeluarkan tampang songongnya.


" Memang nya Ist siapa?". Eggy nyaris hampir terbahak melihat istrinya.


"Istri nya Suam hi hi hi". Jawabnya.


" Ha ha ha.... Ummm.... Gemes.. Gemes.. Gemes...". Eggy semakin gemes pada nya sehingga ia mencium Almira secara bertubi - tubi dan tak sedikit pun ada nya perlawanan dari Almira.


#Kepercayaan itu ibarat kaca.


Bila kaca itu pecah dia enggak akan pernah utuh kembali.

__ADS_1


__ADS_2