Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 55


__ADS_3


H - 1 menuju pernikahan Egga dan Almira . . . .



Hari semakin dekat, semua orang semakin sibuk dengan persiapan untuk acara besok.


Eggy yang berada diantara keramaian tersenyum bahagia melihat tawa bahagia abang nya yang sedang berinai, meski hati nya harus kuat - kuat menghadapi ujian ini.



Karna waktu sudah hampir larut malam Egga di suruh keluarga nya masuk ke kamar nya untuk istirahat agar besok berasa lebih fresh di acara penting nya itu.



"Fuuuuht . . . ". Setelah mencuci tangan dan kaki nya dari inai yang di kenakan di kuku - kuku nya dia merebahkan badan nya ke tempat tidur dan tak sengaja melirik ke arah meja yang di atas nya ada paperbag titipan Almira untuk Eggy.



"Oh Ya ALLAH . . Kelupaan kan, ini kan jaket si Eggy ". Egga menepuk jidad nya meraih paperbag itu dan keluar dari kamar mencari Eggy.



Tapi sayang nya adik nya tak di temukan nya.


"Bu Atik . . Eggy mana ?". Egga bertanya pada Bu Atik yang sedang mencuci piring di dapur.



Bu Atik/ "Lho . . Nak Egga kok keluar kamar, kan tadi udah di suruh istirahat ".



"Sssstttt bu Atik jangan ribut - ribut ntar kedengaran Mama, sekarang Eggy nya mana?". Egga menaruh tangan telunjuk nya ke bibir nya mengisyaratkan Bu Atik untuk tidak berisik.



Bu Atik/ "Nak Eggy tadi di suruh Ibu keluar enggak tau kemana ".



Egga/ "Ouh . . Oh ya bu Atik punya kunci kamar nya Eggy enggak?".



Bu Atik/ "Punya . . Tapi enggak boleh di kasi ke siapa - siapa".



Egga terdiam sejenak dan nyarik akal gimana cara nya Bu Atik ngasi itu kunci.



"Ouh ya bu, pintu kamar Egga terkunci dari dalam, trus maksud nya Egga mau minjam kunci kamar nya Eggy bentar mana tau kan kunci nya sama ". Akal - akalan nya.



"Lho . . Kenapa bisa terkunci dari dalam?, ya udah ini kunci nya. Tapi abis itu langsung kasi ke ibu ya". Bu Atik menyodorkan kunci kamar Eggy yang slalu dia kantongi kemana - mana.



Egga menyambar kunci nya.


"Oke bu, tapi bu Atik jangan kasi tau siapa - siapa ya terutama Eggy kalau Egga minjam kunci kamar Eggy ".



Bu Atik/ " Iyaaa nak Egga".



Egga bergegas naik menuju kamar Eggy sebelum Eggy tiba di rumah.



"Apaan sih isi kamar nya sampek - sampek enggak ada yang boleh masuk ". Dari dulu Egga memang penasaran dengan isi kamar Eggy, dan masuk ke kamar nya secara pelan dan mengunci pintu kamar itu dari dalam.



Dari pintu masuk tak terlihat tanda - tanda mencurigakan, sama seperti kamar nya berisi tempat tidur, lemari, kulkas, tv, meja dan lain nya. Hanya saja ada pemandangan yang membuat Egga tertarik untuk mendekati meja nya.



Sepasang Hamster yang berada di dalam kandang yang menjadi pusat perhatian Egga.


"huh . . Sejak kapan ini bocah suka melihara hewan?, hamster malah".



Di lihat nya tulisan yang berada di depan pintu kandang


"Gigi ❤ Mimi ".



Egga tersenyum geli membaca nya. Mata Egga pun tertarik melihat piala - piala penghargaan yang tersusun rapi di atas meja tepat di bawah tv.


Egga mendekati meja itu tapi dia malah enggak sengaja menjatuhkan paperbag yang dia tenteng sejak tadi.



Berhambur lah isi paperbag tersebut.


Egga memungut jaket yang keluar dari paperbag itu. Dan tak sengaja sebuah box cincin pun terjatuh dari kantong jaket itu. Egga merasa heran dan penasaran, ia membuka box cincin tersebut dan terlihat lah sebuah cincin berlian.


__ADS_1


"Cincin ini . . . ". Egga langsung merogoh setiap kantong jaket itu dan menemukan secarik kertas alias surat.



Egga semakin penasaran dan membaca isi surat tersebut.



#Assalamualaikum Eggy . .


Hmm . . Bingung mau bilang apa, Almira to do point aja ya . .


Sebelum nya makasi ya udah pernah minjamin Almira jaket ini dan merawat Almira waktu Almira sakit dan maaf baru ini di kembalikan hi hi hi ^^ .


Oh ya Mmm . . . Coba deh Eggy periksa kantong jaket yang satu nya.


Udah di periksa belum . . ?.


Kalau udah berarti Eggy udah tau apa yang ada di kantong jaket nya.


Mmm . . . Maaf Almira enggak bisa nepati janji untuk memakai dan menjaga cincin itu lagi karna kan udah ada cincin dari bang Egga he he.


Meski pun cincin nya udah Almira kembali kan tapi kenangan asal mula cincin itu enggak akan Almira kembali kan, akan Almira simpan dan jaga sampai nanti.


Eggy jangan marah ya, dan jangan pulak gara - gara ini Eggy ngebaliki Gigi dan Mimi ke Almira, karna Gigi dan Mimi udah jadi teman Eggy biar Eggy enggak kesepian lagi.


Hmm . . Ya udah kayak nya Almira cuma bisa bilang makasi dan maaf untuk Eggy si calon adek ipar he he. Wassalamualaikum. Almira ^^ .



Egga mendekati kandang Gigi dan Mimi, jantung dan darah Egga bekerja secara tak beraturan, sekujur tubuh bergetar dan panas dingin.


Egga baru lah menyadari sekeliling isi kamar Eggy semua foto all about Almira.



Foto pertama kali bertemu di saat Almira menunggu angkot, koleksi foto - foto Almira yang Eggy ambil dari album foto hp Almira di saat hp mereka tertukar, foto di saat pesta pernikahan tante nya, foto saat touring, foto saat bermain hamster dan menanam bunga di rumah Almira, foto saat Almira tertidur di dalam mobil nya karna sakit sewaktu menjemput Egga dan foto cincin yang ada di dalam box kecil itu.


Di setiap belakang foto Eggy menulis moment cerita tentang kejadian foto tersebut.



Sedikit lama Egga berada di dalam kamar Eggy kemudian dia keluar dari kamar dengan tergesa - gesa menuju garasi mobil setelah dia mengembalikan kunci kamar Eggy pada Bu Atik dan pergi keluar tanpa sepengetahuan siapa pun.






Sejak itu Egga sadar dan Flash Back . . .



Eggy/ "Aku bilang kamu minta maaf sama Almira sekarang juga". Bentak nya.



Egga terkejut Eggy membentak Karien karna membela Almira dan untuk pertama kali nya Eggy membela seseorang yang di ganggu sama Karien.



Di saat dia menyuruh Eggy bersama Almira untuk menjemput nya di KNA.



"Beserak kali mobil kau ". Egga menyingkir kan obat - obat yang berserakan di dalam mobil Eggy.


Eggy/ "ha . . ? Iya tadi aku nyarik sesuatu trus enggak sengaja nyeraki kotak p3k nya".



Di rumah Almira.


Eggy/ "Oh ya ini barang kamu ketinggalan tadi di mobil".


Almira/ "I . . Iya makasi ya".



Egga memperhatikan isi bungkusan yang Eggy sodor kan ke Almira. Dan di lihat isi nya obat.



Di saat Almira makan siang bersama bareng keluarga nya.



Mama/ "Kamu jangan manggil om dan ibu donk, kamu manggil nya Mama Papa, kan kamu bakal jadi mantu nya Mama Papa, iya kan Pa ?".



Secara serentak Egga, Eggy dan Almira tersedak, dan Egga melihat expresi terkejut nya Eggy yang sedang melihat ke arah Almira.



Di saat Karien memfitnah Eggy dan menerim lamaran nya, sejak itu Almira menjadi pendiam, Almira yang biasa nya dia kenal ceria kini lebih sering diam dan sering tertangkap melihat nya murung.



Di saat lamaran Egga melihat wajah Almira murung dan sesekali melirik ke arah Eggy.


Begitu juga dengan Eggy.


__ADS_1


Di saat Egga main kerumah Almira.



"Oh ya . . Itu bunga baru ya ?, baru terperhatiin soal nya". Egga menunjukan ke arah bunga - bunga mawar pemberian Eggy yang tersusun rapi dan terpisah dengan bunga - bunga lain nya.



"Ouh . . Enggak baru kok, itu beli nya pas Ra touring waktu itu". Almira menoleh ke arah yang di maksud.



"Ouhmm . . . ". Lagi - lagi Egga memperhatikan sesuatu kali ini memperhatikan jari manis Almira.



Egga/ "Cincin kamu yang biasa kamu pakek kemana ?".



"Ra lepas, kan udah ada cincin ini he he ". Ujar nya sambil memamerkan cincin pemberian Egga.



Egga/ "Brarti kalau ntar ada cincin baru lagi, cincin itu di lepas lah ya?".



Almira/ "Ha ?, ya enggak lah he he ". Sentak nya.



Di saat membeli cincin nikah.



Egga/ "Kau pernah beli disini Gy? ".



Spg / " Oh iya mas cakep, mas Eggy pernah beli cincin disini untuk pacar nya, nah . . . Cincin kayak gini yang di beli mas Eggy untuk pacar nya ". Serobot nya sambil meletakkan cincin itu di atas meja. Almira melirik cincin itu.



Spg/ "Lucu nya mas Eggy ini enggak tau ukuran jari manis pacar nya, jadi nya ya saya sarankan mas Eggy nyobak di jari kelingking nya mas Eggy, kalau jodoh nya mas Eggy pasti bakalan cocok sama jari manis pacar nya, iya kan mas Eggy?, jadi gimana mas, pasti cocokan sama jari manis pacar nya mas Eggy? ".



"I . . . Iya cocok ". Tersenyum getir.



Egga/ "Emank bisa gitu, kalau di ukur dari jari petanda jodoh kita? ".



Spg/ "Ya . . Enggak tau sih Mas, nama nya juga petuah zaman nenek moyang dulu".



Egga/ "Jadi penasaran, mau nyobak enggak Ra?". Egga menoleh ke arah Almira dan ngetes cincin ke jari kelingking nya, lalu menyodorkan cincin itu ke Almira untuk di pakai di jari manis nya.



Sayang nya . . .


"Kebesaran ". Almira tersenyum dan melepaskan cincin itu.



Egga/ "Ah ha ha mitos nih, ini saya sama calon istri saya enggak pas nya ha ha ".



Eggy/ "Ya elah bang. . . Lagian percaya aja sama gituan, mbak nya lagi nih, kan udah saya bilang itu mitos bukti nya saya udah cocok cincin nya tapi enggak berjodoh malah udah mau nikah orang nya. Dan trus ini sekarang udah mbak liat sendiri mereka yang seminggu lagi mau nikah malah enggak cocok cincin nya ha ha ".



Di saat Eggy memakai jaket baru nya dan bergegas mau ke kampus.



Egga/ "Wiih jaket baru, jaket kesayangan mana, udah rusak?".


Eggy/ "Enggak, lagi di pakek sama kawan aku.


Egga/ "Tumben banget kau ngasi pinjam tuh jaket sama kawan kau, bukan nya kau pelit kali kalau minjami tuh jaket, aku aja enggak pernah kau kasi pinjam".


Eggy/ "Ya jaket itu . . . . Ah sukak - sukak aku lah, udah ahh aku mau ke kampus ntar aku telat ". Pergi meninggalkan Egga di ruang tv.



Di saat Eggy sakit Mama nya melarang keras diri nya untuk melihat Eggy ke kamar nya dan melihat kekhawatiran dari raut wajah Almira sambil menatap pintu kamar Eggy.



Eggy/ "Pokok nya kalau cewek nya ternyata sama, aku rela - in cewek itu untuk kau bang".



Flash On . . . .



"Aaaaaaaaaaaaaaaaargggght". Jerit nya geram sambil memberantaki barang - barang milik nya yang berada di atas meja kantor nya.


Tak sepatah kata pun yang terucap yang ada hanya geraman dan tangisan Egga yang duduk bersandar di dinding sembari memukul - mukuli lantai yang tak bersalah.

__ADS_1


__ADS_2