Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 61


__ADS_3

Sudah 2 hari Almira belum sadar dan di nyatakan koma. 2 hari juga Eggy mendampingi nya tanpa tidur dan tak sedetik pun Eggy meninggalkan nya.


Wajah terlihat lesu dan sembab karna setiap hari menangis.


Tak hanya Eggy, seluruh keluarga juga turut sedih terutama orang tua dan kakak nya Almira yang sangat terpukul dengan kondisi Almira yang masih belum sadar.


Egga yang turut sedih terbang langsung dari Jakarta ke Medan setelah mendengar berita ini. Tak lupa mereka mendoakan kesembuhan Almira dan memberikan semangat untuk Eggy agar di beri kesabaran atas cobaan yang menimpa nya.


Eggy/ "Istku sayang . . . Tau enggak ?, disini rame lho yang ngeliat Istku, ada Ayah, Mamak, Papa, Mama, Kak Aira, bang Ryan, bang Egga, trus ada Omen sama Widya juga lho, karna mereka rindu sama Istku, Istku enggak rindu sama mereka ?, Kalau Istku rindu juga sama mereka Istku bangun lah, kasian lho udah 2 hari mereka nungguin Istku bangun ".


Semua keluarga menangis tak tertahankan melihat Eggy yang duduk lesu di samping tempat tidur Almira dan berbicara pada telinga Almira sembari menggenggam tangan Almira. Namun tak sedikit pun tanda - tanda respon dari Almira.


"Eggy . . . Kamu istirahat aja dulu, biar Mamak sama Ayah yang ngejagai Almira ". Seorang wanita paruh baya alias Mamak Almira menghampiri Eggy sembari memegang pundak Eggy dengan lembut.


"Enggak Mak, biar Eggy aja yang ngejagai Almira, Mamak sama Ayah juga kurang istirahat karna udah 2 hari disini ". Eggy menoleh melihat wajah Mamak mertua nya yang sembab sembari memegang tangan sang mertua yang berada di pundak nya.


"Tapi kamu belum ada istirahat dan makan nak, nanti kamu sakit ". Sang Mama pun menyambung.


Eggy/ "Iya Ma . . In Sya ALLAH Eggy kuat Ma, ya udah yang lain pulang aja dulu istirahat karna kalian juga udah 2 hari nungguin disini, besok aja lagi kemari, bang Egga bawa pulang mereka semua hi hi hi ". Eggy berusaha kuat dan tegar.


Egga faham maksud Eggy yang enggak mau keluarga nya juga ikut - ikutan seperti nya.


Egga/ "Ya udah kita pulang aja dulu biar malam ini istirahat di rumah jadi besok kesini lagi udah fresh dan bisa gantian sama Eggy ngejagain Almira. Ntar kita pada tumbang semua kalau kita kurang istirahat nya, kalau si Eggy jagoan dia, percuma kan dia calon dokter kalau dia lemah he he he ".


Eggy/ "He he he Iya betul otu bang Egga ".


Mama/ "Ya udah kami pulang, tapi kamu harus makan lho ya, itu udah di belikan makanan untuk kamu ".


Eggy/ "Iya Ma . . . ".


Semua nya pulang dan pamit sama Eggy dan Almira tak terkecuali Omen dan Widya.


Omen langsung memeluk Eggy sambil menangis.


Omen/ "Yang sabar ya bro . . . ". Sembari menepuk pelan bahu Eggy.


Eggy/ "Iya bro, tolong doa'in binik aku cepat pulih ya bro ".


Omen/ "Pasti aku doa'in Almira cepat sadar dan sembuh ".


Eggy/ "Aamiin Ya ALLAH, makasi banyak ya bro ".


Omen melepaskan pelukan nya dan menoleh ke arah Widya yang mendekati Almira.


Widya/ "Kak Almira kami pamit pulang ya kak, nanti kami kesini lagi, kakak cepat sembuh ya, widya rindu sama kakak ". Widya mendekati Almira yang terbaring dan mencium kening Almira sembari menangis tersedu - sedu.


Eggy/ "Makasi banyak ya Widya ".


Widya/ "Iya bang, abang yang sabar ya, kami pulang dulu ya bang, Assalamualaikum ".


"Waalaikumsalam ".


Setelah mereka pulang Eggy bersiap - siap untuk sholat magrib, Eggy slalu sholat di samping tempat tidur Almira berbaring, usai sholat magrib di lanjuti Eggy dengan membaca Al-qur'an di samping Almira dan mendekatkan pada telinga Almira agar dia bisa mendengarnya.

__ADS_1


Hingga waktu isya pun tiba, Eggy menghentikan mushab nya dan segera melaksanakan sholat Isya. Dan setelah selesai Eggy kembali duduk di samping Almira sembari menatap wajah sang istri dan menggenggam tangan nya.


"Istku sayang . . . Istku enggak capek ya tidur cantik terus ?, Istku enggak rindu ya sama Suammu ?, Suammu rindu kali pakek banget sama Istku. Istku . . Suammu janji akan nurutin mau nya Istku, kalau Istku minta di manjain Suammu bakal manja - manjain Istku, kalau Istku mau Suammu bolos kuliah, Suammu turuti pokok nya. Tapi janji Istku harus bangun dan cepat sembuh ". Lagi - lagi Eggy berusaha berbicara pada Almira sembari tangan kanan nya mengelus - ngelus pipi Almira dengan lembut dan tangan kiri nya menggenggam tangan kiri Almira dan sesekali mencium nya.


Kali ini mata Eggy tak sanggup menahan rasa kantuk nya sehingga Eggy tertidur sambil duduk dan kepala nya berada di tempat tidur Almira sambil menggenggam tangan Almira. Bagaimana tidak, rang udah hampir 3 hari Eggy berjaga di samping Almira.


Di tengah malam tepat jam setengah 3 dini hari, Almira menggerak - gerakan tangan nya yang di genggam Eggy, dan di rasakan oleh Eggy gerakan tersebut sehingga dia tersentak.


"Sayang . . . ". Panggil nya sembari melihat tangan Almira yang merespon lebih dari sebelum nya.


Kali ini bukan tangan saja yang bergerak, namun perlahan kelopak mata Almira bergerak seakan ingin terbuka.


"Sayang . . . Istku bangun, Istku . . Istku . . ". Panggil nya lagi berusaha agar Almira benar - benar sadar.


"Su . . am . . ku . . ". Dengan terbata dan terganjel dengan selang yang ada di mulut nya Almira berucap memanggil Eggy dan perlahan membuka mata nya.


Air mata Eggy pecah karna bahagia akhir nya sang istri melewati masa koma nya.


"Alhamdulillah Ya ALLAH . . ". Seru nya sembari sujud syukur kepada ALLAH SWT.


"Iya . . Istku, Suammu disini Istku ". Eggy menggenggam tangan Almira yang mulai bergerak menggenggam balik tangan Eggy dan mengusap wajah Almira.


"Su . . am . . ku . . I . . sst . . mu . . ke . . na . . pa . . ".


"Istku jangan banyak bicara dulu ya sayang ". Eggy menciumi wajah Almira sangkin senang nya. Dan memencet tombol yang berada di atas kepala Almira untuk memanggil perawat rumah sakit.


Secepat kilat para perawat masuk ke dalam ruangan. Dan lihat nya bahwa pasien alias Almira sudah sadar dan sesegara mungkin mengecheck kondisi Almira dan melepaskan alat - alat bantu yang menempel pada tubuh Almira.


Usai sudah para perawat menangi Almira dan pamit keluar dari ruangan.


"Su . . am . . ku ". Almira menggeserkan badan nya menyuruh Eggy untuk berbaring di samping nya, dan di turuti Eggy berbaring di samping Almira.


"Is . . st . . ku . . ju . . ga . . rin . . du . . suam . . ku ". Ujar nya menatap wajah Eggy yang terbaring menghadap bertatapan.


"Ssssst . . ". Eggy memeluk Almira, rasa rindu pecah.


Eggy/ "Janji Istku enggak boleh seperti ini lagi ".


Dengan perlahan Almira menganggukaan kepala nya yang sudah bersandar di dada Eggy.


"makasi sayang, Love You Istku ". Ujar nya sembari menciumi ubun - ubun Almira yang terbalut perban.


"Me too . . ". Tangan Almira melingkar semakin melengkung ke tubuh Eggy tanpa perduli selang infus yang berjuntai panjang.


Pagi nya Almira sudah bisa mengerakan anggota tubuh nya yang lain, dan duduk bersandar di tempat tidur. Usai makan bubur dan di lanjuti makan obat, Eggy menyeka wajah Almira yang masih terlihat sangat pucat. Almira menatap Eggy yang lihay.


"Segitu ganteng nya kah Suammu sampek di lihati kek gitu ?". Celetuk nya sambil tertawa kecil.


"Iiiiih . . . ". Almira menarik gemes hidung Eggy.


"Adoh . . Doh . . ". Rintih nya, dan Almira mencium pipi kiri Eggy.


Eggy tersenyum gemes.

__ADS_1


"Yang satu lagi belum ". Eggy menunjukan pipi kanan nya.


Almira/ "Enggak mau ".


Eggy/ "Ya udah . . Kalau Istku enggak mau biar Suammu aja sini yang nyium Istku he he he ". Eggy mendekati wajah nya ke wajah Almira.


"iih . . Enggak mau . . . ". Almira menolak nya dengan sengaja sambil tertawa.


Eggy/ "Oh gitu ya . . , yakin enggak mau nih ".


Almira/ " Iya ".


Eggy/ "Ya udah kalau enggak mau ".


Almira/ " merajok . . ". Menowel hidung Eggy.


Eggy/ "Enggak kok sayang ". Tersenyum.


Almira/ "Suamku . . . ".


Eggy/ "Iya Istku ".


Almira malah meneteskan air mata sembari menatap Eggy.


Eggy/ "Lho . . Istku kenapa nangis ?, Suammu beneran enggak merajok lho sayang ". Eggy menyeka air mata yang mengalir di pipi Almira.


Almira/ "Maafi Istku yang enggak bisa jadi istri yang baik, maafi Istku yang enggak bisa menjaga calon buah hati kita ". Almira menangis sembari tangan nya memegang perut nya yang rata.


Eggy langsung memeluk tubuh Almira/ "Sssst . . Ssst . . . Sst . . Istku enggak boleh ngomong gitu ya sayang, Istku istri yang terbaik, soal calon buah hati kita memang ALLAH belum mengizinkan kita untuk memiliki nya, ALLAH punya rencana nya yang indah untuk kita nanti, mungkin kita kehilangan 1 nanti In Sya ALLAH, ALLAH akan gantikan yang lebih banyak untuk kita, dari sini kan kita menjadi pasangan yang senantiasa bersabar dan lebih giat lagi ikhtiar nya, jadi Istku enggak boleh sedih lagi enggak boleh mikirin yang macem - macem, Istku harus sembuh biar kita bisa berusaha lebih lagi he he he ".


"he he he Genit . . . ". Almira mencubit manja perut Eggy dan semakin erat pelukan nya.


"Assalamualaikum ". Terdengar suara Mamak dan Ayah yang tiba - tiba masuk ke ruangan. Mereka melihat Almira dan Eggy menoleh ke arah pusat suara itu arti nya Almira sudah sadar.


"Almira . . ". Seru mereka dan berlarian memeluk Almira.


"Alhamdulillah Ya ALLAH . . Kamu udah sadar nak . . ". Ujar sang Mamak yang menangis terharu memeluknya dan mencium wajah Almira.


"Alhamdulillah Ya ALLAH . . . ". Seru sang Ayah dan mencium ubun - ubun Almira.


Almira/ "Mak . . Yah . . Ra rinduuuuuuuuuu kali sama Mamak sama Ayah ".


Mamak/ "Kami juga rindu sama kamu Ra ".


Sedangkan Eggy hanya tersenyum menangis terharu melihat sang istri manja sama orang tua nya.


Ayah/ "Kenapa kamu enggak ngabari kalau Almira udah bangun ?". Pak Syarif sedikit kesal melirik Eggy.


Eggy/ "Maaf ya, maksud Eggy mau ngasi kejutan buat keluarga he he ".


Ayah/ "Jadi enggak satu orang pun yang di kabari ?".


Eggy/ "Iya Yah . . He . . He . . He . . ". Nyengir. Almira dan sang Mamak tertawa kecil melihat Eggy di omelin sama Ayah.

__ADS_1


Ayah/ "Memang lah ini anak ". Menghampiri Eggy dan memeluk nya dengan hangat sembari mengucapkan. "Terimakasih". Eggy pun tersenyum.


__ADS_2