Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 62


__ADS_3

Tamu berdatangan silih berganti menjenguk Almira.


Almira pun sudah bisa memakai hijab nya.


"Woop kalau gini cerita nya si Eggy enggak bakal mau di gantiin lah ngejagain si Rara". Celetuk Kak Aira di sela pembicaraan mereka yang serius dan enggak penting juga di jabar kan.


Eggy/ "Oh jelas lah itu, tak kan sanggup rasa nya kalau jauh - jauh ha ha ha ". Balas nya yang duduk di samping tempat tidur Almira.


Yang lain tertawa kecil.


Aira/ "Lebay . . . " . Cibir nya.


Ha ha ha.


Malam nya tinggal hanya Eggy dan Almira yang ada di ruangan. Seperti malam sebelum nya Almira menyuruh Eggy tidur di samping nya dan mendekap nya.


Almira/ "Suamku . . Kayak nya Kita jangan ceritain ke keluarga ya soal Istmu keguguran ".


Eggy/ "Kenapa ?".


Almira/ "Istmu enggak mau mereka juga sedih soal ini, baru aja mereka senang karna Istmu udah sadar trus di kasi kabar buruk lagi kan pasti mereka sedih, lebih baik kita aja yang tau ".


Eggy/ "Iya sayang . . . Kita enggak usah cerita - cerita nanti Suammu minta tante Maya juga enggak usah cerita - cerita ke mereka ". Semakin erat dekapan nya.


Almira/ "Makasi ya sayang ".


Eggy/ "Iya . . . Sayang tau enggak ". Sambil membelai rambut Almira yang sedikit tipis paska operasi.


Almira/ "Hmm ?".


Eggy/ "Waktu Istku tabrakan yang bawain Istku kesini sopir taxi online yang Istku pesan lho, bapak itu baik kali orang nya, nemeni Suammu nunggu Istku di operasi, trus bapak itu Suammu balas dengan sedikit rezeky di tolak sama bapak itu. Paling enggak nya kan di terima nya aja untuk cuci mobil nya dan gantiin baju nya yang abis sama darah Istku. Pokok nya baik kali lah bapak itu, payah lah nyarik orang kek bapak itu di zaman sekarang ".


Almira/ "Hmm . . . Kita doa'in aja rezeky bapak itu lancar berkah dan berlimpah, mudah - mudahan kita bisa ketemu lagi sama bapak itu ".


Eggy/ "Aamiin, mudah - mudahan ya sayang ". Sembari menciumi ubun - ubun Almira.


Eggy/ "Oh ya Istku, mulai besok pagi . . . " . Terputus karna di lihat nya Almira sudah terlelap di dekapan nya. Eggy tertawa kecil dan mencium kening Almira.


"Love You Istku ".


Subuh pagi tepat jam setengah 6 Mamak dan Ayah Almira sudah tiba di rumah sakit dan masuk ke dalam ruangan Almira usai mereka sholat subuh. Sebelum nya Eggy sudah meminta pada mertua nya untuk menjaga Almira di pagi hari sampek sore karna dia mau KOAS, sebenarnya 1 hari setelah Almira kecelakaan harus nya itu hari pertama Eggy KOAS, tapi karna musibah menimpa nya maka nya lah Eggy minta penundaan waktu selama seminggu.


"Assalamualaikum ". Mereka melihat Eggy yang baru siap sholat dan Almira masih tertidur lelap.


"Waalaikumsalam, Mak Yah". Eggy menoleh dan menghampiri kedua mertua nya sembari menyalami mereka.


Mamak/ "Nyenyak kali tidur nya si Rara itu ". Melirik ke arah tempat tidur.


Eggy/ "Iya Mak, karna efek obat juga maka nya bisa nyenyak tidur nya".


Mamak/ "Enggak efek obat pun dia emang tukang tidur anak nya ".


Eggy/ " hah . . Masa sih Mak ?".


Mamak/ "Iya . . Bahkan dia bisa tidur dimana aja, dia paling cepat tidur nya tapi jangan tanyak kalau dia sekali enggak bisa tidur 1 harian bisa dia enggak tidur - tidur ".


Eggy/ "ha ha ha pantesan aja Mak, Eggy sering di tinggal tidur ha ha ha ".


Mamak/ "Tuh lah dia gitu emang ".


Eggy/ "he he he oh ya Mak Yah, Eggy langsung aja ya, takut ntar Eggy telat ".


Ayah/ "Ouh iya iya, emang jam berapa? ".


Eggy/ "Jam 7 masuk Yah, cuma sampek di tempat mesti jam setengah 7, belum lagi Eggy pulang mau besiap kan, jadi Eggy pamit sekarang ". Eggy menghampiri Almira untuk mencium kening nya karna mau pergi.


Ayah/ "Ya udah hati - hati, jangan ngebut - ngebut di jalan karna mau cepat ".


Eggy/ "Iya Yah Assalamualaikum . . . ". Sembari menyalami mertua nya dan pergi.


Matahari sudah menampakkan jati diri nya untuk memamerkan cahaya nya yang menyinari bumi.

__ADS_1


Almira perlahan menggeliat menandakan bahwa ia sudah bangun.


"Hooooaaamm ". Sembari menutup mulut nya dan mata nya mencari - cari sosok Eggy yang tidak ada di sekitar nya.


Kletek . . .


Terdengar suara pintu yang sedang di buka oleh seseorang. Almira menoleh ke arah pusat suara tepat ke arah pintu kamar mandi yang berada di sebelah dinding pembatas di antara tempat tidur dan kamar mandi.


Muncul seorang wanita paruh baya dari balik dinding.


Almira/ "Mamak . . Kapan nyampek nya Mak . . ?". Sambil memakai hijab nya.


Mamak/ "Udah bangun. Tuh lah tidur aja kerja nya, Mamak sama Ayah datang aja tak tau".


Almira/ "He he he Ayah nya mana Mak ?".


Mamak/ "Ayah ya kerja lah, Ayah cuma ngantar Mamak aja kesini ngejaga kamu ".


Almira/ "Lah ngapain Mak, kan ada Eggy ".


Mamak/ "Haiiiiish lakik nya udah pigi KOAS pun dia tak ingat ".


Almira/ "Hmm . . . KOAS ? ". Mengerutkan dahi nya.


Mamak/ "Iya . . Eggy enggak ada bilang sama kamu kalau mulai hari ini dia KOAS ?".


Almira/ "Emang dari sebelum nikah Eggy ada bilang kalau dia mau KOAS tapi enggak tau kalau mulai hari ini jadwal nya ".


Mamak/ "Hmm . . Aturan nya jadwal nya satu hari setelah kamu tabrakan, tapi karna itu Eggy minta penundaan sampek kamu sembuh tapi pihak kampus cuma ngasi izin seminggu, maka nya karna hari ini jadwal nya Eggy minta ke Mamak untuk ngejaga kamu karna kalau dia minta mama nya yang ngejagai, Eggy takut kamu enggak leluasa atau kamu segan minta ini itu sama mertua kamu ".


Almira/ "Ooooh . . Gitu, oh ya Mamak udah sarapan ?".


Mamak/ "Udah . . Kamu mau sarapan, biar mamak ambilin ".


Almira/ "Iya Mak . . . ".


Sesuap demi suap hingga suapan terakhir Almira memasukin ke dalam mulut nya makanan yang disediakan pihak rumah sakit.


"Assalamualaikum . . Selamat pagi Buk Almira ". Terdengar suara seorang perempuan yang masuk ke dalam ruangan nya dan Almira mengenal perempuan tersebut yang tak lain tante Maya, kali ini Tante Maya bukan menjadi tante dari suami nya melainkan dokter nya.


"Waalaikumussalam, selamat pagi juga Dok . . ". Sebuah senyuman merekah dari bibir Almira menoleh ke arah Tante Maya .


"Gimana kondisi nya sekarang Buk, apa ada rasa - rasa sesuatu yang membuat enggak nyaman atau ada keluhan lain nya ? ". Tante Maya mendekati Almira dan seperti nya Tante Maya tidak sendiri, Ia memboyong para perawat dan beberapa dokter lain nya yang kira - kira enggak beda jauh umur nya dengan Almira tapi Almira tak menghiraukan mereka.


Almira/ "Alhamdulillah enggak ada keluhan lain dok, cuma sakit di kepala nya aja masih terasa ". Sembari memegang kepala nya.


Maya/ "Mm . . Karna kamu cidera nya di kepala dan paska operasi wajar rasa sakit nya masih ada, tapi kamu enggak ada muntah - muntah kan ?".


Almira/ "Enggak ada Dok ".


Maya/ "Alhamdulillah kalau gitu, ya udah kamu rebahan biar di periksa dulu sama mereka ini biar ada kerja nya he he he , ouh ya ini Dokter Muda di rumah sakit ini ". Tante Maya memperkenalkan 4 orang dokter muda yang berdiri di samping nya. Almira pun menoleh dan mata Almira terbelalak melihat sosok yang sangat dia kenal sedang berusaha menyembunyikan wajah nya.


"Ini dokter Dika, ini Dokter Tari, ini Dokter Intan dan ini Dokter Eggy ". Tante Maya menunjukan orang - orang yang di maksud tak ketinggalan Eggy suami dari Almira yang berdiri di bagian paling pojok dari dokter muda lain nya sembari tersenyum getir.


Sedangkan wajah Almira berubah jadi enggak mood plus kesal karna Eggy enggak pernah cerita soal KOAS nya dan mengetahui nya seperti ini.


Maya/ "Ya udah Dokter Eggy kamu silahkan periksa Buk Almira dan Dokter Tari tolong bantui Dokter Eggy ". Seperti nya Tante Maya sengaja menyuruh Eggy.


Eggy dan Tari / "Baik Dok . . ". Dengan sigap mereka menuruti Tante Maya dan memeriksa Almira.


"Ma . . af ya Buk . . ". Eggy memegang tangan Almira untuk memasangkan alat tensi darah sembari menatap wajah Almira murem yang Eggy tau kalau dia lagi kesal.


Maya/ "Mulai hari ini yang akan memeriksa Buk Almira Dokter Eggy dan Dokter Tari ya Buk jadi kalau ada apa - apa bilang saja sama mereka ".


"Iya Dok . . ". Jawab nya Tanpa melihat Eggy yang sudah siap memeriksa nya.


Maya/ "Ya udah kami permisi dulu ya Buk Almira, semoga lekas sembuh, selamat pagi, Assalamualaikum ".


Almira/ "Aamiin Iya Dok terimakasi, Waalaikumussalam ".


"Permisi ya Buk ". Dr Dika, Dr Intan, Dr Tari.

__ADS_1


Mereka pun keluar dan Eggy paling terakhir keluar sembari melihat Almira yang memasang wajah kesal.


Eggy/ "Maaf ". Ucap nya dengan isyarat tanpa suara tapi enggak dihiraukan Almira.


Eggy menyusul yang lain nya keluar dengan perasaan bersalah, berjalan sambil merogohkan kantong jas nya mengambil hp dan berencana menge - chat Almira tapi tak jadi.


Dika/ "Dokter Eggy . . Kesini . . ". Dr Dika memanggil Eggy yang melewatkan ruangan yang akan dia datangi.


Eggy/ "Eh . . ? Iya . . ". Menoleh kebelakang dan menghampiri nya.


Hari mulai gelap Setelah selesai dengan pasien - pasien yang berbagai macam kalangan dan selesai sholat magrib, Eggy langsung berhambur menuju ruangan sang istri di rawat.


"Assalamualaikum ". Seru nya sembari membuka pintu dan masuk ke dalam.


Mama dan Ayah/ "Waalaikumsalam ". Jawab mereka.


Eggy menghampiri mertua nya untuk mencium tangan mereka. Eggy melirik ke arah Almira yang tertidur.


Ayah/ "Lama kamu pulang nya ?".


Eggy/ "Iya Yah . . Karna ini hari pertama Eggy jadi Eggy kayak anak MOS semua di suruh - suruh ".


Ayah/ "Ouh iya lah . . Masa perkenalan ".


Eggy/ "Iya Yah . . Se - isi rumah sakit di datangin".


Mamak/ "Padahal Eggy udah tau yakan seluk beluk rumah sakit ini ".


Eggy/ "he he he iya Mak walau pun enggak tau semua nya ".


Ayah/ "Orang itu tau kalau Kamu anak pemilik rumah sakit ini ?".


Eggy/ "Enggak Yah, enggak ada yang tau bahkan enggak ada yang tau kalau tante Maya itu tante Eggy. karna Eggy enggak mau ntar di istimewakan sama mereka ".


Ayah/ "Hmm . . Mereka tau kalau Almira istri kamu ? ".


Eggy/ "Enggak tau juga Yah, soal nya Almira sendiri yang minta untuk ngerahasia - in status kami sampek Eggy lulus karna Almira takut menghambat kuliah Eggy ".


Ayah/ " Ya udah, apa pun keputusan kalian mudah - mudahan baik - baik aja tidak menimbulkan masalah ".


Eggy/ "Iya Yah,In Sya ALLAH, oh ya Udah lama Almira nya tidur Mak ?".


Mamak/ "pas adzan magrib tadi dia tetidur ".


Eggy/ "Mmm . . Dia enggak ada ngerasain sakit enggak Mak ".


Mamak/ "Enggak ada, cuma dia tidur aja kerja nya ini aja dia belum makan malam sama minum obat".


Eggy/ "Ya udah Mak bentar - bentar lagi Eggy bangun kan Almira nya biar makan ".


Mamak/ "Iya, ya udah kami pulang dulu lah kalau gitu, besok kesini lagi ".


Eggy/ "Iya Mak makasi banyak ya Mak Yah udah ngejagain Almira hari ini ".


Mamak/ "Apa nya nih pakek bilang makasi, Almira kan anak Mamak sama Ayah macam sama siapa pulak nya ". Sembari mengusap kepala Eggy.


Eggy/ "He he he iya Mak . . Oh ya besok Mamak sama Ayah datang nya enggak usah subuh kali, datang nya agak siangan dikit pun enggak apa - apa ".


Mamak/ "Iya ".


Ayah/ "Ya udah kami pulang ".


Eggy/ "Iya Yah, hati - hati di jalan ". Eggy menyalami dan mengantar keluar kedua mertua nya.


Usai balik dari mengantar mertua nya Eggy duduk mendekati Almira yang masih tidur. Dengan lembut Dia menyentuh pipi sang istri yang wajah nya masih terlihat pucat. Almira merespon sentuhan nya dengan menggerakan kepala nya dan perlahan membuka mata nya.


"Hei Putri Tidur . . Bangun . . Kita makan malam yuk abis itu minum obat . . . ". Panggil nya dengan lembut dan tangan nya masih mengelus pipi Almira.


"Siapa Kamu ?" . . .


Spontan Almira menjauhkan wajah nya dan menepiskan tangan Eggy yang mengelus pipi nya, sentak Eggy terkejut menatap wajah Almira yang kesal.

__ADS_1


__ADS_2