Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 14 #S3


__ADS_3

Eggy membuka mata nya, ia melihat suasana kamar mereka terang benderang karena cahaya lampu yang menyala serta kain gorden yang sudah tertutup. Eggy mengerutkan dahi nya, kemudian ia bangkit dari tempat tidur untuk melihat keluar jendela. Ia melihat langit sudah gelap gulita alias sudah malam.


" Sudah malam? Kok aku enggak di banguni?". Ia pun melihat ke arah jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam.


"Ya ALLAH sudah jam 8 malam? ". Ia bergegas keluar kamar sembari meregangkan leher nya yang masih terasa tegang.


Ia tidak melihat anak dan istri nya dimana pun.


" Ist... Ist... Ist...". Ia memanggil dengan nada rendah.


" Ghifari... Ghifari... ". Namun mereka tak kunjung muncul.


" Mereka kemana? ".


Eggy masih mencari mereka di setiap ruangan rumah nya, hingga akhir nya ia menemukan mereka berdua sudah tertidur di ruang belajar anak nya. Eggy menggelengkan kepala nya sembari tertawa kecil melihat pemandangan itu.


Eggy menghampiri mereka tanpa suara. Kemudian ia menggendong anak nya dan membawa nya ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian setelah ia membawa anak nya ke dalam kamar, ia pun kembali ke ruang belajar untuk gantian menggendong sang istri, ia membawa nya ke dalam kamar mereka.


Ia sangat hati - hati agar Almira tidak terbangun, namun ia tidak melihat snow tiduran di samping kaki nya sembari mengibas - ngibaskan ekor nya, hingga tanpa sengaja ia menginjak ekor snow dan membuat snow berteriak (mengeow) kencang karena ke sakitan.


Sontak membuat diri nya terkejut dan Almira pun terbangun kelabaran.


"Astaghfirullah... ". Almira terkejut melihat diri nya sudah di gendong sama Eggy.


" Suam?".


" He he he maaf ya? Suam sudah buat Ist jadi tebangun. Suam enggak lihat kalau snow di tengah jalan jadi Suam enggak sengaja nginjak ekor nya he he he".


Almira melihat ke arah snow yang sudah ngacir di bawah meja sembari menjilat - jilati ekor nya. Almira menggelengkan kepala nya.


" Oh ya Ghifari...? ". Ia beralih melihat ke meja belajar, namun ia tidak melihat sosok anak nya.


" Suam sudah membawa nya masuk ke dalam kamar nya. Dan tadi maksud nya Suam juga mau bawa Ist masuk ke dalam kamar ehh gara - gara nginjak ekor si snow, Ist nya jadi bangun he he he. Lagian kok bisa tertidur di sini sih?".


Almira menggaruk kepala nya.


"Emm... Enggak tahu. Pokok nya tadi Ist sudah ngantuk berat pas ngajari Ghifari terus mungkin karena Ist ketiduran jadi nya Ghifari juga ikutan tidur he he he".


" Ngomong nya kenapa pakai garuk kepala? Banyak kutu nya? ". Eggy mengejek Almira.


" Iiiih enggak!". Almira menampar manja pipi Eggy sambil memanyunkan bibir nya. Ia pun berhenti menggaruk.


Eggy tertawa kecil.


" Terus kenapa pakai garuk - garuk segala? Pasti ada kutu nya itu he he he".


" Iihh enggak ada lho Suam. Tapi enggak tahu juga sih, soal nya hari ini kepala Ist gatal mulu ". Almira kembali menggaruk kepala nya.

__ADS_1


" Hmm sudah pasti lah itu ada kutu nya. Ya sudah nanti biar Suam tengokin, terus langsung di obati. Tapi Suam mau sholat dulu soal nya Suam sudah ngelewati sholat dzuhur, ashar, magrib, jadi Suam harus mengqodho sholat nya. Abis nya Ist enggak banguni Suam sih". Eggy menarik hidung Almira.


" Eh... Ist sudah banguni Suam ya. Suam nya saja yang tidur nya kayak orang mati. Kalau enggak percaya tanya Ghifari. Terus Suam pun enggak bergerak - gerak dari posisi nya, untung Ist bisa lepas dari pelukan Suam, kalau enggak. Bisa - bisa Ist juga ikut - ikutan kayak Suam".


" Masa sih? Kok Suam enggak sadar ya? ".


Almira menaikkan kedua bahu nya.


" Hmm mungkin efek obat yang Suam makan itu. Maka nya Suam payah kali di banguni, rang pas Suam meluk Ist, Suam nya langsung tertidur".


" Mm... Bisa jadi. Soal nya obat nya lumayan tinggi juga dosis nya ".


" Ini kepala Suam masih sakit?".


"Alhamdulillah sudah enggak sih ".


" Alhamdulillah kalau gitu, tapi Suam jangan sering - sering ya sayang minum obat itu. Kalau kepala Suam sakit usahain jangan minum obat itu, cari solusi lain. Terus jangan terlalu di porsir kali badan nya sama kerjaan. Dan lagi jangan sampai jatuh sakit ".


" Iya Ist ku sayang, bawel nya Suam he he he". Eggy menciumi Almira bertubi - tubi.


" Ya sudah sekarang Suam turuni Ist, terus Suam mandi, sholat. Ist nyiapin makanan untuk Suam, biar Suam langsung makan setelah sholat ".


" Oke Tuan Putri ". Eggy pun menurunkan Almira dari gendongan nya. Dan segera melaksanakan kewajiban nya.


.


" Suam, masa malam - malam gini sih meriksa nya? Mana nampak. Lagian enggak boleh lho malam - malam gini nyarik kutu, kata nya bakalan makin bertambah kutu nya". Almira mendongakkan kepala nya.


" Siapa bilang? Mitos saja itu. Emang Ist mau enggak bisa tidur malam ini gara - gara kegatalan kepala nya". Eggy memegang kepala Almira dan mulai memeriksanya.


"Yaaa enggak mau".


" Iiih uban! ". Seru nya berantusias mendapatkan uban di kepala Almira, lalu ia mencabut nya.


" Aduuh... ". Rintih nya.


" Masa sih uban? Coba tengok". Almira membalikkan badan nya dan melihat rambut putih pertama nya.


"Iiih Ist sudah beruban. Ist sudah tua rupa nya he he he". Eggy meledek nya.


" Ih enggak, itu mungkin uban sakit kepala bukan uban sudah tua hufft ". Sangkal nya.


" Ha ha ha. Kalau sudah tua kan enggak apa - apa. Lagian kita kan memang sudah jadi orang tua. Betul enggak? ".


" Iya juga sih".


" Iya juga sih. Ha ha ha ". Eggy mengulangi ucapan Almira dengan meniru gaya bicara Almira.

__ADS_1


" Sudah, enggak ada kutu nya Suam periksa. Mungkin sebelum Suam mau basmi, mereka sudah kabur duluan, mereka takut karena ketauan sudah berani menghinggap di mahkota Tuan Putri nya Suam he he he".


" Hm? Gatal nya pun sudah hilang sih Suam. Kepala nya sudah enggak gatal lagi setelah Suam cabut uban ini ". Almira mengangkat uban halus dan panjang milik nya dengan menggunakan kedua jari nya.


" Nah.. Berarti kepala Ist gatal bukan karena kutu, tapi karena ada nya uban ".


" Mungkin ya Suam ".


" Bukan mungkin lagi. Tapi memang iya ". Eggy membangkit kan tubuh Almira dan mengalihkan nya ke pangkuan nya.


" Hmm. Ya sudah kalau gitu, mari kita tiduuuuur ". Seru nya.


Eggy menggelengkan kepala nya.


" Nanti dulu lah Ist. Suam belum bisa tidur".


" Ya iya lah, belum bisa tidur, rang Suam seharian tidur. Maka nya masih segar gini ". Almira membuka mata Eggy lebar - lebar sehingga mata Eggy terlihat membesar.


Eggy meraih tangan Almira yang berada di wajah nya lalu mencium tangan nya.


" Ya sudah, kalau gitu kita begadang saja hi hi hi ".


Almira menarik tangan nya.


" Enggak mau. Enak saja Suam. Suam sih enak sudah tidur seharian. Ist sudah ngantuk kali Suam hu hu hu ". Ia menyandarkan kepala nya pada dada Eggy.


" Eeeeh... Kalau Istri shalihah enggak boleh nolak permintaan suami nya, itu nama nya durhaka sama suami ".


Almira merengek menolak Eggy sembari memukulin dada Eggy.


" Suam jahat kali lah. Ist ngantuk kali lho benaran. Besok saja ya? Ya ya ya? ".


Eggy menggelengkan kepala nya dengan manja.


" Ya sudah kalau enggak mau. Ist mau tidur, Ist ngantuk kali. Suam begadang saja sendiri ". Almira malah ngambek dan bangkit dari pangkuan Eggy, kemudian ia merebahkan tubuh nya ke tempat tidur.


" Ist... Ist.. Jangan tidur dulu lah. Ist... Hiks hiks hiks ". Eggy terduduk di lantai sembari melesek di lantai seperti anak kecil. Almira sama sekali tidak bergeming, ia sudah memejamkan mata nya dan berpura - pura sudah tidur.


Eggy melirik Almira, ia tahu kalau Almira pura - pura tidur. Ia pun berdiri dan dengan pelan - pelan ia mematikan lampu kamar nya lalu berjalan mendekat Almira kemudian ia menyergap tubuh Almira. Sontak membuat Almira menjerit.


" Aaaaa.... Suaaaaaaam ".


" Wayo lah. Kalau Ist enggak mau begadang sama Suam. Suam bakalan terus ganggu Ist tidur ho ho ho ". Eggy mempererat pelukan nya.


" Iiihh Suaaaaaam jahat kali lah ". Almira mencubit - cubit kecil tangan Eggy yang melingkari tubuhnya.


" Ha ha ha, rasakan penyerangan Suam. Ha ha ha ". Eggy terbahak seperti kapten bajak laut yang berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan dengan cara paksa. Kemudian ia menutupi mereka dengan selimut mereka.

__ADS_1


" Suaaaaaaaaaaaaaaaaaam ".


__ADS_2