Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 26 #S2


__ADS_3

#Ckrek . . . Ckrek . . . Ckrek . . .


(suara kamera sang photographer)


Eggy dan Karien berpose ala - ala model yang sedang membawa kan produk endorse dari salah satu brand ternama.


"Oke gengs untuk hari ini cukup ya, besok kita lanjuti lagi". Omen membubar kan para rekan kerja nya dan kembali melihat hasil foto yang dia ambil dari kamera nya.


"Huuuh". Eggy menghela kan nafas nya sembari meraih sebotol air mineral yang ada di atas meja, lalu meneguk kan nya.


#Tante Maya nelpon. Tante Maya nelpon.


Terdengar suara nada dering yang lucu dari handphone Eggy. Dia meletak kan botol minuman itu dan meraih handphone nya yang ada di atas meja itu juga.


Eggy# "Iya hallo tante . . ".


Maya# "Kamu lagi sibuk enggak Gy?".


Eggy# "Enggak, ini baru siap pemotretan, kenapa tan?".


Maya# "Ini . . . Tante mau minta tolong sama kamu seperti biasa. Hari ini kan jadwal nya tante bawa' in anak - anak penderita kanker jalan - jalan keluar rumah sakit, terus mendadak tante lagi enggak bisa ngebawa mereka, karena tiba - tiba ada pasien yang harus di operasi. Tante enggak mungkin ngebatalin janji tante ke mereka karena mereka tentu pasti kecewa kan. Maka nya tante mau minta tolong sama kamu ngebawa' in mereka. Kamu bisa Gy?".


Eggy# "Mmm . . . Ya udah tan, Eggy bisa. Jam berapa tan?".


Maya# "Jam 12 siang, pas jam makan siang mereka".


Eggy# "Ya udah abis ini Eggy langsung ke rumah sakit jemput mereka. Oh ya tan mereka ada berapa orang sekarang, masih sama seperti sebelum nya atau nambah kah atau berkurang?, takut nya ntar enggak muat di mobil Eggy".


Maya# "Ada nambah 2 orang anak, mereka baru masuk seminggu yang lalu, mereka bernasib sama dengan yang lain nya heemm, jadi mereka 7 orang lah Gy eeh tapi ada suster nya juga 1 orang untuk jaga - jaga mereka, takut nya entar kamu kualahan kalau enggak bawa suster. Lagian kan kamu bisa pakai mobil di rumah sakit".


Eggy# "Ya ampun, bukan nya makin berkurang anak - anak seperti mereka malah makin bertambah, jadi sedih ngedengar nya tan. Ya sudah naik mobil Eggy aja. Eggy malas pakek - pakek fasilitas rumah sakit".


Maya# "Ya udah terserah kamu aja. Tante minta tolong ya . . . Ponakan tante yang paling cakep sejagad raya he he he".


Eggy# "Iya buk dokter ku yang cantik ha ha ha".


Eggy mengakhiri obrolan mereka di telpon. Dia bergegas mengganti baju nya di kamar ganti, setelah selesai, dia menemui Omen dan Karien sembari menyandang kan tas nya ke bahu.


"Beib . . Aku cabut luan ya?". Eggy mengusap manja kepala Karien dan sesekali membelai rambut Karien yang indah nan lembut.


"Kok cepat banget beib?". Karien melingkari tangan nya ke pinggang Eggy.


Eggy/ "Iya aku mau ke rumah sakit, soal nya Tante Maya minta tolong ke aku bawa' in anak - anak penderita kanker jalan - jalan keluar rumah sakit".


"Ouhmm gitu".


Eggy/ "Kamu mau ikut?".


"Ehe he he enggak lah beib, kamu kan tau kalau aku enggak suka bau rumah sakit, apa lagi sama anak - anak kecil, penyakitan pulak lagi iiiih . . . Entar aku kenak virus mereka lagi". Sentak Karien menolak nya.


"Hmm ya udah". Eggy udah faham banget dengan karekter Karien. Eggy seskit jengkel pada Karien dan ia melepas kan tangan Karien dari pinggang nya dan melirik ke arah Omen.


"Men . . . Kau sudah siap belum?, aku buru - buru ini". Teriak nya.


"Bentar . . . ". Jawab nya dan buru - buru berjalan menghampiri Eggy dengan barang bawaan nya.


"Ya udah aku balik beib". Tanpa cium pipi kanan dan cium pipi kiri, Eggy pergi meninggal kan Karien.


"Hmm iya, hati - hati ya beib . . .". Teriak nya.


Eggy menghampiri Omen dan membantu nya membawa barang - barang perlengkapan photography nya.


Di sepanjang jalan di dalam mobil Eggy.


Omen/ "Emang kau mau kemana buru - buru kali?".


"Mau ke rumah sakit, ngebawa' in anak - anak keluar rumah sakit, biasa kegiatan tante Maya. Kenapa?. Kau mau ikut?". Ujar nya yang masih fokus dengan jalanan.


Omen/ "Ouhmm . . . Boleh, kayak nya seru itu main - main sama anak - anak kexil he he he, ketimbang aku di rumah aja, enggak ngapa - ngapain he he he".


Eggy melirik teman nya itu/ "hmm . . Tapi aku mau ganti mobil dulu, soal nya enggak muat kalau pakek mobil ini".


Omen/ "Ya udah lah, berarti abis ngantar barang - barang ini ke rumah aku dulu lah, baru kita langsung ganti mobil".


Eggy/ "Enggak usah lah kalau gitu, nanti aja, aku enggak mau bolak - balik. Barang - barang kau di dalam mobil aku aja dulu. Kita langsung ke rumah aku nukar mobil aku yang satu lagi".


Omen/ "Hmm ya udah terserah kau aja, aku ngikut aja sama kau. Oh ya ini ada brand nawari kontrak kerja sama kau".


Eggy/ "Brand apa?".


Omen/ "Brand Muslim - Muslimah, brand baru. Mereka mengeluarkan produk - produk fashion muslim gitu. Terus mereka menawarkan kau jadi brand ambassador produk mereka".


Eggy/ "Tolak aja". Jawab nya dengan mentah.


Omen/ "Apa?, sok kali kau. Belum lagi lihat kontrak kerja sama nya udah main tolak - tolak aja. Ini brand meski masih baru tapi mereka bagus dan bakal ngebuat karir kau makin meningkat".


Eggy/ "Aku enggak mau".


Omen/ "Iya alasan nya apa?, kau jangan bikin aku palak lah".


Eggy/ "Aku nyuruh kau nolak mereka, bukan aku sok karena mereka brand baru. Tapi aku enggak pantas jadi brand ambasador mereka".


Omen/ "Enggak pantas gimana maksud nya?".


Eggy/ "Ya elah men. Kau kan tau kalau brand itu ngebawa produk tentang pria dan wanita muslim".


Omen/ "Lah emang nya kenapa?, kau kan orang muslim juga. Jadi apa masalah nya?".


Eggy/ "Masalah nya buat aku itu, aku bakal ngebawa produk mereka dan mengajak orang lain untuk menjadi seorang muslim yang sesungguh nya. Terus aku harus menjadi insfirasi buat mereka, sedang kan aku jauh dari kata itu semua. Mereka akan beranggapan aku alim padahal itu hanya cashing itu pun cashing karena di bayar. Shalat aja aku enggak, ini mau nyuruh mereka jadi orang alim. Aku enggak mau itu, kau tolak aja".

__ADS_1


Omen/ "Alah Gy . . . Gy . . ., gitu aja kau ambil pusing, banyak kok model - model yang kayak gitu, bahkan ampir semua model kayak gitu. Yang penting profesional kerja dan menghasil kan duit".


"Enggak, aku enggak mau, sekali aku bilang enggak, ya enggak. Suruh mereka carik orang yang pantas, bukan orang yang sembrenget kayak aku". Eggy tetap ngotot pada pendirian nya. Dia tau diri bahwa dia tak pantas menjadi seseorang yang dapat menginsfirasikan orang lain untuk menjadi seorang muslim sesungguh nya, sebab dia sadar dengan diri nya yang jauh pada Sang Maha Kuasa.


Omen/ "Heemm ya udah lah, terserah kau aja lah nget".


Eggy/ "Hmmp . . . Oh ya, Kau kenapa enggak beli mobil aja sih men?, biar enak kemana - mana bawa' in barang - barang kau".


Omen melirik Eggy/ "Jadi cerita nya kau udah enggak mau nih ngantar jemput aku lagi".


Eggy/ "Bukan gitu dodol, maksud aku biar kau juga enak kemana - mana kalau aku pas lagi enggak bisa ngantar kau. Kan jadi enggak payah - payah kau naik angkot atau becak ke studio".


Omen/ "Aku mau nya gitu, tapi yaaa mau gimana lagi, dana aku belum cukup beli mobil".


Eggy/ "Ya elah Men, gaji kau banyak juga, malah kadang honor kau yang lebih besar dari aku".


Omen/ "Hmm kebutuhan aku yang lain kan masih banyak bro. Aku bukan terlahir dari orang kaya kayak kau. Aku tuh tulang punggung keluarga, jadi aku yang nanggung semua kebutuhan keluarga aku", kau tau lah, emmak aku single mom, di tambah lagi adek - adek aku masih butuh biaya buat sekolah sama kuliah mereka, jadi aku udah enggak kepikiran lagi mau beli ini itu kecuali kebutuhan kerjaan aku".


Eggy melirik iba pada teman nya itu, mengingat Omen adalah anak tertua dari 4 bersaudara. Selepas kepergian Ayah nya ke rahmatullah, Omen terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga untuk kelangsungan hidup mereka.


"Hmm . . . kan aku udah pernah bilang ke kau, kalau aku lagi enggak bisa nganterin kau, kau pakek aja mobil aku, tapi kau enggak pernah mau. Lagian mobil aku yang satu itu jarang aku pakek jadi kau bawa aja".


Omen/ "Ahh enggak lah, segan lah aku sama Emmak Bapak kau. Mereka beli mobil itu untuk kau masa iya aku yang makek, bisa - bisa entar aku di kira bekawan sama kau karena kau anak orang kaya. Enggak mau aku".


Eggy/ "Udah . . Enggak usah bissing kau. Aku bilang pakek aja. Tuh mobil rencana nya mau aku jual, karena kan jarang juga aku makek nya, tapi enggak jadi karena banyak kali pertimbangan, jadi mending kau aja yang makek ketimbang di anggurin di garasi. Entar abis ini, pulang nya kau bawa aja tuh mobil ke rumah kau. Kau pakek aja itu mobil. Urusan emmak bapak aku enggak usah kau pikirin, paling mereka enggak ngambil pusing soal begituan. Aku udah nganggap kau kayak saudara aku sendiri, jadi kau jangan pernah pikirin apa kata orang, terserah mereka mau bilang kau berteman sama aku karena aku anak orang kaya atau bukan. Lagian yang kaya kan emmak bapak aku, bukan aku".


Omen melirik Eggy dan merasa segan dengan kebaikan teman nya itu. Eggy memang teman yang paling ngertiin kondisi diri nya. Dan Eggy juga satu - satu nya teman yang pertama kali mau menerima diri nya apa ada nya tanpa memandang Omen berasal dari keluarga yang sederhana. Meski Eggy berasal dari orang kaya tapi Eggy enggak pernah memandang status seseorang dan enggak pernah memilih sama siapa dia harus berteman. Bahkan dia rela dan siap untuk membantu teman nya di kala mereka sedang kesulitan.


.


.


Eggy dan Omen sudah tiba di rumah sakit usai mereka menukar kan mobil nya yang lebih besar dari mobil nya sebelum nya. Eggy berjalan memasuki ruangan khusus untuk anak - anak penderita kanker di rumah sakit milik keluarga nya.


"Hai . . . Adek - adek . . . ". Eggy menyapa mereka dengan ramah sembari menebar kan senyuman maut nya.


Semua mata anak - anak tersebut tertuju pada Eggy.


"Hai juga abang ganteng". Jawab mereka secara serentak. Mereka semua sudah mengenal Eggy sebelum nya, mengingat Eggy juga sering melakukan hal ini untuk mereka.


Eggy/ "he he he . . . Kalian udah siap?".


"Udah baaaang".


"Oke . . Ayok kita jalan - jalan". Eggy memboyong mereka keluar dari rumah sakit menuju ke parkiran mobil. Satu per satu mereka masuk ke dalam mobil Eggy dan tak ketinggalan suster yang akan membantu diri nya. Eggy mengendarai mobil nya dengan santai dan sesekali Eggy mengajak mereka bernyanyi bersama di dalam mobil.


Eggy menghentikan dan memarkir kan mobil nya di parkiran tepat nya di depan salah satu resto happy family yang sangat cocok untuk membawa anak - anak ke tempat itu.


Eggy sudah mengatur tempat untuk mereka. Tempat khusus untuk mereka saja, tidak boleh ada pengunjung lain selain mereka, tak lupa Eggy memesankan beberapa makanan sehat untuk mereka. Resto serasa milik keluarga.


Dengan riang Eggy menghibur mereka, apa lagi Omen yang begitu kocak melawak sambil memperagakan gaya - gaya lucu yang membuat mereka tak henti nya tertawa.


Di sela canda tawa bersama mereka, Eggy melihat ke arah luar resto yang terlihat jelas dari dinding kaca resto tersebut. Eggy melihat dari belakang sosok wanita berhijab panjang sedang mengobrol dengan seorang kakek - kakek tua, yakni Almira dan kakek pemilik hamster. Eggy penasaran dengan perbincangan 2 orang yang tak di kenal nya itu terutama penasaran dengan wajah Almira. Eggy tetap melihat mereka hingga Almira pun berlalu meninggal kan kakek tersebut.


Eggy bergegas keluar dari resto menghampiri kakek tersebut.


"Kek . . ". Eggy mengaget kan kakek itu.


"Iya?". Kakek itu pun menoleh.


Eggy melihat wajah tua kakek tersebut yang di tangan nya sedang memegang uang pemberian dari Almira.


"Mm . . Yang tadi cucu kakek ya?".


"Bukan, dia itu bidadari syurga".


Eggy mengerutkan dahi nya dan berpikir apa kakek ini enggak waras.


"Maksud kakek?".


"Dia itu bidadari syurga, karena dia begitu baik sama kakek. Dia mau nolongi kakek ngebayari barang dagangan kakek. Terus dia malah ngebayar nya dengan uang sebanyak ini, padahal dia sama sekali enggak kenal sama kakek, terus dia enggak takut untuk menolong kakek. Pokok nya susah ngejumpai anak gadis yang mulia seperti dia". Kakek itu menunjuk kan uang tersebut.


"Ternyata ada orang seperti itu". Batin nya berucap menatap jalanan kemana arah angkot yang Almira naiki lewati.


.


.


Eggy merebah kan tubuh nya di atas tempat tidur nya usai dia membawa anak - anak dari rumah sakit jalan - jalan keluar, sembari teringat sosok yang membuat nya penasaran tadi sore.


"Sayang kali enggak kelihatan wajah tuh cewek. Hufft . . . Kira - kira bakal ketemu lagi enggak ya sama itu cewek?, tapi kalau pun ketemu mana aku tau itu dia atau bukan, kan aku enggak ngelihat wajah tuh cewek". Eggy bergumam sendiri.


#Triiiing . . .


Eggy menyambar handphone nya.


"Beib . . . Kamu jadi minggu depan touring?". Pesan whatsapp dari Karien.


Eggy# "Jadi, kenapa?". Send.


Karien# "Aku ikut ya?".


Eggy# "Kok tumben?".


Karien# "Iya aku bosan ntar di rumah, soal nya minggu depan jadwal kita kan kosong".


Eggy# "Ouh . . Ya udah, tapi kamu yakin mau ikut?".


Karien# "Iya beib . . .".

__ADS_1


Eggy# "Hmm . . Oke ntar aku bilang ke Omen kalau kamu mau ikut".


Karien# "Oke beib, makasi, love you 😘".


Eggy# "Hmm . . . ".


Eggy meletak kan handphone nya kembali ke tempat semula. Dan memejam kan mata nya untuk mengistirahat kan diri nya alias tidur.


.


.


"Kamu yakin pergi nya dengan penampilan kayak gini?". Eggy tercengang ketika melihat Karien berpenampilan seperti liburan ke luar negri, bukan nya berpenampilan layak nya anak touring, di tambah lagi Karien memakai high heels yang tinggi nya 7 cm.


"Ya yakin donk beib, emang kamu enggak lihat, aku sudah siap - siap gini". Karien berputar memamerkan penampilan nya yang mengenakan dress mini dan mantel bulu nya.


Eggy menggaruk kepala nya. (Mau ketawa takut dosa).


"Huh . . . Koper kamu ganti aja ya pakek tas ransel aku, soal nya mau letak dimana koper kamu, kan kita naik sepeda motor". Eggy melirik koper milik Karien.


"Yaah beib . . . Masa iya aku pakek ransel. Entar apa kata orang - orang yang ngeliat kalau aku pakek ransel, entar di bilang enggak elegan, kesan nya tomboy".


Eggy/ "Iya, masalah nya kita ini mau touring naik motor bukan nya mau liburan ke luar negri beib. Coba deh lihat, mau letak dimana koper kamu?, emang kamu mau entar lecet - lecet tuh koper kamu?".


Karien memandangi sepeda motor yang di naiki oleh Eggy. Dia melihat tak ada ruang untuk meletak kan koper nya. "Fuuuht . . . Ya udah deh, kamu masuk dulu, biar aku pindahi barang - barang aku ke ransel kamu".


Karien membuka lebar pintu pagar rumah nya, Eggy menuntun sepeda motor nya menuju garasi luar rumah Karien. Eggy menyusul Karien masuk ke dalam rumah nya.


"Kamu ngapain duduk di situ?". Tanya Karien ketika melihat Eggy duduk di sofa ruang tamu nya. Eggy menoleh.


"Ayok kita ke kamar aja, sekalian bantuin aku mindahi barang - barang aku ke ransel kamu". Karien menarik tangan Eggy.


"Ahh enggak lah, kamu aja, aku nunggu di sini". Eggy menolak nya sembari menepis tangan Karien, pelan.


Karien/ "Kalau kamu di sini, terus siapa yang ngebantuin aku".


Eggy/ "Ya udah, kalau gitu di sini aja kamu bongkar nya, jadi biar bisa aku bantuin kamu. Udah cepat, jangan buang - buang waktu beib, ini udah jam berapa, entar kita di tinggalin sama mereka". Ia melirik jam tangan nya.


"Huufft . . . Ya udah deh". Karien membuka koper nya. Mulut Eggy ternganga melihat isi koper Karien yang isi nya yang benar - benar seperti mau liburan berminggu - minggu.


"Ya ampun beib . ., kamu ngapain bawa ini semua?". Eggy memegang hairdryer dan catokan rambut.


"Ya harus lah beib, aku enggak bisa tanpa mereka, aku kan harus tetap cantik dimana pun aku berada".


Eggy menepuk jidat nya.


"Beib ku sayang, percuma kamu bawa beginian, di sana entar payah nyarik aliran listrik. Kalau pun ada itu di pergunakan untuk yang penting kayak nge - cas handphone, bukan untuk bebas di pakek ini itu, apa lagi untuk beginian. Lagian kita cuma 3 hari touring nya, itu pun dekat cuma keliling Sumut. Jadi kamu enggak perlu bawa beginian. Kamu cukup bawa ini, ini, ini dan ini". Eggy memilah - milah barang mana yang harus Karien bawa. Seperti handuk, pakaian untuk 3 hari berserta kawan - kawan nya, peralatan mandi dan jaket.


"Ini pun entar enggak bakalan berguna banget, karena kita bakalan susah untuk mandi". Eggy mengeser kan shampoo dan sabun.


"Iuuuiich . . . Jorok donk beib?". Membayangkan nya saja Karien sudah jijik.


Eggy/ "Ya gitu lah emang kalau kita lagi touring, paling kalau pun mau mandi tinggal nyebur aja ke mata air atau dimana ada air bersih mengalir. Ya udah, sekarang kamu jadi mau ikut atau enggak nih?, kalau mau ikut ayok, kalau enggak, aku tinggal nih".


Karien menarik nafas nya.


"Hmm . . . Ikut".


"Ya udah ayok". Eggy meraih ransel nya yang sudah terisi barang - barang Karien yang dia pilih.


Eggy melaju dengan motor gede nya dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di bascamp mereka.


Eggy memarkirkan sepeda motor nya di barisan motor - motor lain nya. Eggy menghampiri teman - teman nya dan di ikuti oleh Karien menggandeng tangan Eggy.


Semua mata tertuju pada pasangan yang membuat banyak orang iri pada mereka, bagaimana tidak, mengingat mereka sama - sama cakep ".


Terlebih lagi mata mereka tak berkedip menatap Karien mengibas - ngibas kan tangan nya ke wajah nya karena kegerahan dan terlihat sexy dengan pakaian mini nya sehingga kelihatan kaki indah milik Karien.


"Woii . . . Br . . . ". Omen menepuk bahu Eggy dan tercengang melihat penampilan Karien. Bukan karena ke sexy'an diri nya, akan tetapi karena penampilan nya yang enggak cocok untuk touring.


"Fffpppt . . . ". Omen **** tawa nya melirik sepatu high heels yang di kenakan Karien. Eggy menyingkut perut Omen.


"Buaha ha ha ha ha". Omen tak mampu menahan nya lagi. Dia tertawa terbahak menertawakan Karien.


Karien/ "Heh . . . Rambut jagung, kenapa lu ketawa - ketawa?". Sinis nya.


"Ha ha ha ha, kau enggak salah kostum Rien?, wk wkw kwkkk". Omen semakin geli.


"Emang apa yang salah sama kostum aku?". Karien melihat - lihat penampilan nya.


"Kostum nya enggak salah, cuma cara menempatkan nya yang salah. Masa iya mau touring pakek gaya kayak gini, di tambah lagi tuh high heels, ha ha ha". Omen orang nya emang ceplas - ceplos.


Eggy mengalihkan pandangan nya agar tidak ikut - ikutan tertawa seperti Omen, walau dia rasa nya ingin sekali tertawa.


"Beib . . . Si rambut jagung ngeledek aku". Rengek nya.


"Meeeeen . . . ". Eggy memplototin Omen.


"Fffppt . . Iya . . Iya . ., maaf, oke aku tinggali kalian bentar ya fffppt". Omen terpaksa **** tawa nya kembali, dan ia meninggalkan Eggy berdua bersama Karien.


Eggy/ "Beib, kamu ganti aja ya high heels kamu?, ntar takut nya kaki kaku pegal dan lecet, soal nya perjalanan kita lumayan lho, apa lagi kita bakal mendaki gunung sibayak".


"Jadi aku mesti pakek apa beib?, semua nya mesti di ganti, iih sebel kali lah". Karien menghentak kan kaki nya ke bumi.


Eggy/ "Tadi kamu enggak ada bawa sendal?".


"Enggak ada, tapi kamu tadi yang masuk - masukin barang - barang aku ke tas ransel kamu. Kamu kan enggak ada masukin sendal aku". Jawab nya ketus.


"Pakek punya aku aja kak". Tiba - tiba Lana muncul mengagetkan mereka. Dia menyodorkan flat shoes milik nya untuk Karien.

__ADS_1


Karien dan Eggy menoleh melihat Lana yang tersenyum pada mereka.


__ADS_2