Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 66 #S3


__ADS_3

Eggy memeluk tubuh Almira dengan erat, ia benar - benar merasa takut.


"Maafin Suam, harusnya Suam yang melindungi Ist bukan malah sebaliknya". Tuturnya sembari menciumi pundak Almira.


Almira melepaskan pelukan nya lalu menatapnya sembari menyentuh wajah Eggy.


" Sebagai kepala keluarga juga harus di lindungi bukan hanya melindungi. Peran seorang istri bukan hanya untuk melayani suami, tapi juga harus melindungi nama baik suaminya. Ist juga sering bilang sama Suam, apa pun yang terjadi Ist akan selalu percaya sama Suam karena Ist yakin bahwa Suam enggak akan mengecewakan Ist".


Eggy kembali menarik tubuh Almira, ia merasa beruntung memiliki istri seperti Almira.


"Ya sudah, Suam mandi dulu sana. Biar abis itu Ist obati lagi luka di muka Suam".


Eggy mengangguk pelan lalu mencium kening Almira.


Keduanya pun telah selesai mandi dengan secara bergantian lalu duduk di balkon kamar. Mereka benar - benar meninggalkan kejadian tragedi fitnah yang di buat oleh Deby.


Dengan teliti Almira memperhatikan luka - luka lebam yang ada di wajah Eggy sembari mengolesi obat salep pada wajah nya.


"Emm.. Lahay... Muka cantik Suam jadi kayak gini, lebam - lebam semua nya".


Eggy /"Sh... Au... Tapi cinta Ist enggak berkurang kan karena muka Suam jadi kayak gini".


Almira sengaja menekankan luka lebam itu sembari merapatkan giginya.


Eggy /" Aduuuh duuh duuh... Sakit sayang". Rintih nya.


"Memang nya Ist cinta sama Suam karena ngeliat tampang nya Suam? Ha?". Begitu sinis ia menatap Eggy.


Eggy menarik tubuh Almira, lalu memangkunya di atas pahanya dan memeluknya dengan erat.


" He he he bercanda lho sayang. Jangan marah gitu lah".


"Dasar ngeselin". Almira pun menyandarkan kepalanya pada bahu Eggy.


Mereka hening sejenak sembari menikmati semilir angin malam yang lumayan terasa dingin.


" Sudah lama juga kita enggak duduk di sini sebelum tidur".


Almira mengangguk pelan.


"Hu uh. Angin nya bikin ngantuk tapi Ist lagi enggak mau tidur dulu".


Eggy membalikkan tubuh Almira agar bisa berhadapan dengan nya lalu melingkarkan tangan nya pada pinggang Almira.


" Kenapa gitu? Hmm?".


"Karena Ist mau ngeliat wajah cantik Suam yang lebam - lebam ini ha ha ha". Ledeknya kemudian mencubit kecil pipi Eggy.


" Dasar he he he". Eggy mencium Almira.


"Oh ya ngomong - ngomong, tadi Ist itu keren kali lah, Suam sampai takjub he he he. Ist kayak pemeran utama yang ada di dalam film - film drama korea gitu hi hi hi. Apa lagi nengok ekspresi Ist, wiih jauh kali sama Ist yang Suam kenal selama ini tapi Suam bangga sama Ist, Ist bisa menghadapi mereka tanpa harus pakai tegang - tegang urat seperti emak - emak biasa nya. Ist bisa menghadapi mereka dengan santai namun mengejutkan he he he". Eggy mengacungi kedua jempol tangannya.


"Hmm... Suam saja yang enggak tahu kalau sebenarnya jantung Ist rasa nya mau copot pada saat itu huh". Almira sengaja menjatuhkan kepalanya ke dada Eggy.


" Tapi Ist mampukan menghadapinya, buktinya mereka saja sampai keok he he he". Eggy membelai rambut Almira dengan lembut.


"Oh iya, Suam penasaran sebenarnya Ist dapat dari mana semua video - video itu?".


Almira mengangkat kepalanya kembali.


" Suam enggak ingat kalau di rumah ini penuh dengan CCTV?".


Eggy /"Iya, Suam tahu itu, tapi kan CCTV rumah kita enggak sampai ke rumah Kak Deby juga".


Almira /“Oh kalau video itu Ist sendiri yang ngambil, waktu itu Ist kan lagi bersihin taman belakang terus enggak sengaja mendengar suara aneh - aneh gitu di rumah si janda itu, karena Ist penasaran dan takut ada yang maling atau yang aneh - aneh, jadi Ist nekat ngintip ke rumah janda itu ehh enggak tahu nya mereka lagi melakukan scandal itu seperti binatang di siang bolong pulak lagi tuh iuuuch, jadi untuk jaga - jaga Ist berinisiatif untuk mengambil video mereka".


"Ya ampun, semakin ngeri saja zaman sekarang ini, secara enggak langsung kita juga terkena dosa atas perbuatan zinah mereka karena 40 rumah depan, belakang, samping kanan dan kiri tetangga mereka terimbas dosa mereka termasuk kita. Terus kenapa Ist berinisiatif seperti itu dan enggak langsung bilang sama Suam?". Eggy menggeleng - gelengkan kepalanya.


Almira /"Hmm... Iya Suam, sebenarnya Ist mau langsung cerita sama Suam dan ngelaporin perbuatan mereka tapi kan Suam tahu akhir - akhir ini kita lagi dapat ujian dari ALLAH secara bergantian hingga akhirnya muncul kejadian tadi. Maka nya Ist mengambil video mereka karena Ist sudah berfirasat kalau ini bakalan terjadi. Jadi, sebelum itu terjadi Ist sudah punya kunci untuk mengatasi kejadian seperti tadi. Di tambah lagi waktu kejadian janda itu masuk ke rumah kita terus meluk - meluk Suam, dari situ Ist semakin bertekad untuk mengumpulkan semua video itu lalu membeberkan nya tanpa harus pakai tegang - tegang urat atau pun pakai jambak - jambakkan. Biar ada efek jera buat mereka yang berusaha untuk merusak hubungan kita dan nama baik kita".

__ADS_1


"Istri nya Suam benar - benar cerdas dan semakin bijak ngomong nya Ummmm gemes. Pokoknya Suam bangga bangga bangga sama Ist hi hi hi". Eggy mencubit kedua pipi Almira lalu menciumnya.


Almira /" Kan Ist sudah pernah bilang, kali ini Ist enggak akan tinggal diam atas tindakan si janda itu".


Eggy /“Hemm Suam benar - benar takjub sama Ist. Suam saja enggak pernah berpikir untuk melakukan itu. Jangan kan untuk berpikir itu, Suam saja tak teringat kalau Suam punya hak begitu besar atas perkomplekan ini he he he".


Almira /"Hmm... Itu lah guna nya istri yang harus selalu mengingatkan suaminya kalau dia melupakan sesuatu. Oh ya! Sekarang gantian cerita sama Ist, kenapa itu muka nya Suam? Apa jangan - jangan benar lagi apa yang di bilang mereka tadi kalau Suam di hajar karena sudah ngegoda perempuan lain". Almira menaikkan kedua alisnya.


Eggy terbahak.


"Ha ha ha, Suam pun juga mikirnya Ist bakalan percaya sama apa yang di bilang mereka ha ha ha soal nya waktu mereka bilang gitu Ist langsung ngelepasin genggaman Suam".


" Hmmm abis nya Ist kesal, bisa nya di sangkut pautkan sama muka Suam yang lebam kayak gini, itu aturannya Ist berniat untuk menarik mulut tuh orang yang bilang kayak gitu makanya Ist ngelepasin tangan Suam tapi malah enggak jadi. Sudah ah, enggak usah bahas itu lagi, bikin palak saja kalau ingat itu, sekarang jawab dulu pertanyaan Ist". Almira melipat kedua tangannya.


Eggy /"He he he iya iya. Tadi Suam abis ketemu sama si Omen maka nya Suam kayak gini".


Sontak Almira memukuli badan Eggy.


"Tuh kan! Ist sudah punya firasat kayak gitu pas Suam pamit tadi siang, pasti Suam mau jumpain Bang Omen. Terus jadi muka Suam kayak gini karena kalian berantem?".


Eggy mengangguk pelan.


" Abis nya dia enggak ada otak nya. Sudah menggadai Suam sama Si Suwandi itu demi nyelamati reputasi pekerjaannya ini malah dia merebut Dokter Ratna dari Bang Egga. Apa coba tujuan dia? Itu nama nya pengkhianat, teman makan teman". Ceplosnya dengan semangat dan jengkel.


Almira terdiam memandang nya. Akhirnya Eggy menyadari bahwa ia sudah keceplosan ngomong soal masalahnya dengan Omen sebelum adanya perjodohan antara Ratna dan Omen.


Eggy memandang Almira sembari tersenyum getir, sempat ia menggaruk telinganya.


Almira /"Terus?".


Eggy /"Emm... Ya itu, sahabat macam apa coba yang tega merebut calon istri Abang sahabat nya sendiri bahkan dia pun berteman juga nya sama Bang Egga, kan enggak ada otak itu nama nya". Ia lebih fokus membicarakan soal masalah yang kedua agar Almira tidak ngeh soal masalah yang pertama.


Almira /"Terus bagaimana soal kontrak kerja sama dengan Pak Suwandi setelah Suam membatalkannya secara sepihak?".


Eggy terkejut, dari mana Almira tahu soal masalah itu.


"Da... dari mana Ist tahu soal itu?".


Eggy menepuk jidatnya sembari menggeleng - gelengkan kepalanya.


" Oh... Ya ALLAH...! Ha ha ha ha". Ia tertawa cekikikan sembari melagakan jidatnya pada jidat Almira lalu kemudian menciumnya.


"Memang ya istri nya Suam ini enggak ada dua nya ha ha ha".


Almira hanya menatapnya yang sedang tertawa cekikikan. Kemudian Eggy memeluk tubuh Almira lalu menangis tersedu - sedu.


Ia merasa terharu meski Almira sudah mengetahui semuanya namun Almira tidak mempertanyakan hal itu pada dirinya atau pun marah. Almira lebih memilih untuk menghibur Eggy ketimbang ia menambah beban di pundak Eggy.


"Kenapa Suam nangis? Hmm? Tadi ketawa ini malah nangis. Dasar cengeng ha ha ha". Almira mengusap punggung Eggy, ia mencoba untuk meledeknya agar ia tidak terpancing ikutan menangis walau sebenarnya mata nya sudah berkaca - kaca.


Eggy melepaskan pelukannya lalu mengusap air mata nya sembari mengelap ingusnya yang hampir keluar.


"Ha ha ha, mana ada Suam cengeng. Ist iya itu yang cengeng".


" Huh... enggak ngaku lagi ha ha ha, kalau Ist wajar cengeng karena Ist itu perempuan". Almira melipat kedua tangannya.


"Ha ha ha, iya iya. Suam kalah deh he he he". Eggy menatapnya begitu dalam sembari tersenyum.


"Terimakasih ya Ist, karena sudah terlahir untuk melengkapi kekurangan Suam".


Almira /" Hemm harusnya Suam itu bilang terimakasih nya sama Mamak dan Ayah ehh enggak, Suam bilang terimakasih nya sama ALLAH dulu, terus sama Mamak dan Ayah abis itu baru sama Ist. Hi hi hi".


"He he he, iya Suam sangat bersyukur karena memiliki Ist yang menjadi penyempurna Suam". Eggy mencium Almira dengan bertubi - tubi dan hening hingga mereka tertidur.


...


Pagi - pagi Almira sudah di hebohkan oleh Ghifari yang tiba - tiba menelponnya menanyakan keberadaan mereka lalu menangis.


Almira /"Iya sayang. Mommy sama Daddy enggak tega bangunin kamu makanya Mommy sama Daddy biarin kamu nginap di rumah Opa dan Oma. Lagian kan Ghifari juga sering nginap di sana. Jangan nangis lah sayang. Iya Mommy sama Daddy abis ini mau ke sana kok".

__ADS_1


" Siapa Ist?". Eggy bertanya ketika ia keluar dari kamar mandi.


Almira hanya menggerakkan bibirnya saja.


"Ghifari".


" Ouh. Bilang sama Ghifari bentar lagi kita jemput". Ujarnya sembari mengelap rambutnya.


Almira mengangguk pelan.


"Iya sayang. Jangan nangis lagi ya. Ini Daddy baru siap mandi. Daddy bilang bentar lagi di jemput ya sayang. Iya, ya sudah Mommy mau siap - siap dulu. Iya sayang Assalamualaikum".


Almira menutup panggilannya lalu bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju lemari untuk mengambil baju Eggy.


Eggy /" Kenapa Ghifari nangis Ist?".


"Dia terkejut gitu dia bangun kok Mommy nya sudah enggak ada, jadi dia nangis. Ghifari pikir kita ninggalin dia entah kemana gitu". Almira menjawab sembari menyodorkan pakaian yang baru ia pilih untuk Eggy.


Eggy pun mengambil pakaiannya.


"Hemm... Kok jadi cengeng gitu anak nya, biasanya enggak gitu. Lagian kan Ghifari sudah sering nginap di sana".


Almira meliriknya sembari menahan tawa.


" Anak nya cengeng kayak gitu mirip siapa hayo?".


"Hmm... Iya mirip Suam. Pokoknya Ghifari itu duplicate nya Suam kali lah". Eggy memutar bola matanya.


Almira /" Hemm... Gitu lah memang, Omak (ibu) nya yang mengandungnya selama 9 bulan ehh gitu keluar malah mirip bapak nya semua, tak ada di ambilnya dari Omak nya sedikit pun. Huffft".


Eggy menarik tangan Almira lalu duduk di sebelahnya.


"Ha ha ha, siapa yang bilang semuanya mirip Suam, coba Ist ingat Ghifari punya mata indah seperti mata siapa? Seperti mata Ist kan?". Ia mendekati wajah Almira sembari menyentuh bagian kelopak mata Almira.


Almira /"Hmm... Iya tapi selebihnya mirip Suam semua. Tapi enggak apa - apa juga sih, biar seluruh dunia mengakui kalau Ghifari anak nya Suam jadi biar Suam enggak bisa macam - macam".


"Ha ha ha, walau pun Ghifari mirip nya sama Ist, bagaimana pun juga seluruh dunia pasti mengakui kalau Ghifari anak nya Suam, hasil dari cinta kita". Ia menarik hidung Almira dengan gemas.


" Hmm... Ya sudah yuk kita berangkat, nanti Ghifari makin nangis karena nungguin kita kelamaan yang ada nanti ngerepotin Mama dan Papa di sana". Almira pun berdiri lalu merapikan jilbab nya.


Eggy /"Iya sayang, nanti kita singgah bentar ya beli sarapan sekalian Suam mau beli masker di apotik karena persediaan kita sudah habis".


"Oh iya, lupa Ist beli nya hi hi hi. Eh iya! Itu muka Suam gimana? Masa Suam kayak gitu saja mau ke sana?". Almira baru ingat wajah Eggy masih penuh dengan luka lebam.


" Ini lah makanya Suam mau beli masker sayang, masker nya untuk nutupi muka Suam". Eggy geleng kepala.


"Oh. Tapi kan masih kelihatan juga Suam, karena tuh luka di pelipis mata Suam lebar gitu". Almira menunjukkan pelipis mata Eggy yang tergores lebar.


"Hu uh. Tapi ya sudah lah, paling kalau di tanya nanti Suam jawab enggak sengaja kejedot (kepentok) pintu". Ujarnya sembari menyentuh pelipis matanya.


" Hiiist pakai bohong pulak Suam. Oh iya!". Almira berjalan menuju ke meja riasnya lalu membuka laci dan mengambil sesuatu dari dalam laci.


"Suam pakai kacamata saja, jadi enggak keliatan lukanya". Almira menyodorkan kacamata bening nya.


" Haiiih... Suam enggak PD lah Ist pakai kacamata bening, ingat enggak waktu mata Suam bengkak kemarin gimana malu nya Suam, lagian kan sama saja kalau Suam pakai kacamata gagang nya pasti menekan lukanya". Eggy menolak nya.


Almira /"Huuuh... Iya juga sih. Jadi gimana donk?".


Eggy /"Sudah nanti Suam bakal berusaha supaya enggak keliatan sama mereka".


Almira /"Hemm... Iya sama Mama dan yang lainnya bisa saja Suam sembunyikan tapi sama anak nya gimana? Sudah pasti anak nya bakalan banyak bertanya kenapa muka Daddy nya. Tahu lah kalau anak nya itu punya keingintahuan yang besar".


Eggy mengusap wajahnya mendengarkan Almira yang sudah berpikir sejauh itu. Eggy langsung membekap mulut Almira.


"Ssst... Jangan bawel lagi. Enggak usah di pikirin, yang penting sekarang ayo kita berangkat, tadi kata nya takut anaknya makin nangis karena kelamaan nungguin kita, ini kok malah banyak kali cakap nya".


Almira mengangguk kan kepalanya. Eggy pun tersenyum sembari membuka bekapan tangannya dan menahan tawa melihat tampang Almira yang hampir kehabisan nafas karenanya.


" Good wife". Eggy mengacungi jempolnya kemudian ia mencium Almira dengan kilat.

__ADS_1


Sedangkan Almira sempat memukul pundak Eggy karena kesal dan tersipu malu.


"Ngeselin".


__ADS_2