Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 20 #S2


__ADS_3

Flash back . . .


Ari tak menyangka bakal melihat sosok Almira lagi di situasi yang mebuat nya terluka. Dia melihat Almira sedang bercanda tawa bersama seorang cowok yang tak di kenal nya. Mata nya tak lepas melihat mereka berdua.


Almira tak seperti seseorang yang dia kenal seperti dulu, dia benar - benar berubah di tambah lagi dengan penampilan nya yang begitu menawan dan cantik tak seperti dulu yang slalu cuek dengan penampilan nya.


Flash On . . .


"Siapa cowok itu?". Gumam nya sembari menuang kan air panas ke gelas untuk menyeduh kopi nya.


"Sssh Auu . . Au . . . ". Rintih nya karna air panas itu menyirami tangan kiri nya sehingga gelas yang dia pegang terjatuh ke lantai dan pecah.


Ari buru - buru berlari menuju wastafel dan membuka air keran untuk mendingin kan tangan nya yang terkena air panas.


Perlahan tangan nya mulai mendingin dan merah melepuh tapi tidak dengan hati nya.


"Assalamualaikum". Terdengar suara teriakan lembut dari Lana yang tiba - tiba datang ke rumah nya tanpa di undang dan tanpa memberi tahu nya terlebih dahulu.


"Waalaikumsalam". Jawab nya. Meski masih perih dan masih ingin mendingin kan tangan nya, mau enggak mau dia harus membuka kan pintu rumah nya untuk Lana.


"Hai sayang". Lana menyambar tubuh Ari setelah dia dapati Ari berada di depan nya.


"Hai, kamu ngapain ke sini sepagi ini?". Ari mendorong tubuh Lana dengan lembut.


Lana/ "Hmm masa pacar nya datang mesti ada sesuatu dulu, aku kan bakal sering - sering ke sini he he he".


Ari/ "Hmm ya udah kamu duduk aja dulu di sini aku mau ke belakang dulu". Ari mempersilah kan Lana duduk di kursi yang ada di teras rumah nya.


Lana/ "masa aku di suruh duduk di luar sih yank, kita di dalam aja sekalian sarapan bareng, ini aku udah bawa' in sarapan untuk kita dua". Lana memamer kan bungkusan yang dia bawa.

__ADS_1


Ari/ "Enggak bisa, soal nya di rumah enggak ada Papa sama Mama aku, jadi enggak enak di liatin tetangga kalau kita berdua di dalam".


"Ahh . . Bodo amat kata orang yank, rang kita enggak ngapa - ngapain juga". Lana tak menghirau kan nya dan nyelonong masuk ke dalam rumah.


"Huh . . . ". Ari mengelus dada nya dan menyusul Lana masuk ke dalam rumah.


Seperti rumah nya sendiri. Tanpa sungkan Lana menyiap kan alat - alat makan mereka serta membuat kan minum untuk mereka. Ari hanya diam melihat nya mondar - mandir yang sibuk seperti Lana pemilik rumah itu.


Tanpa sengaja Lana melihat tangan kiri Ari yang merah melepuh karna tersiram air panas. "Tangan kamu kenapa yank, melepuh gini?". Dengan sigap dia meraih tangan Ari dan memperhati kan nya.


"Tangan aku enggak apa - apa kok Ie . . . ". Ucapan nya terputus karna teringat sesuatu.


.


.


Flash back . . .


"Tangan aku enggak apa - apa kok Iea, paling besok udah sembuh ini". Meski Ari merasa kan perih nya namun dia menahan kan ketika dia melihat betapa khawatir nya Almira sehingga Almira menetes kan air mata nya sembari menghembus kan tangan Ari.


"Kamu kenapa nangis sayang?, aku enggak apa - apa kok". Ari menghenti kan Almira menghembus untuk tangan nya dan menghapus air mata nya.


"Tapi kan itu gara - gara aku ceroboh maka nya kamu kenak kuah nya". Mata Almira masih berair menatap wajah Ari.


"Enggak apa - apa kok sayang, ini bukan salah kamu kok, udah kamu jangan nangis lagi, kayak anak - anak lah he he he". Ari kembali menghapus air mata Almira dan Almira meninggal kan sengkukan nya.


.


.

__ADS_1


Flash On . . .


Usai Lana pamit pulang, Ari duduk di teras belakang rumah nya yang terdapat taman mini yang sedikit menyejuk kan hati dan menenang kan pikiran.


Ari terdiam sembari melihat tangan nya yang sudah di olesi salep luka bakar dan tak lepas mengingat kenangan nya bersama Almira.


#Rasa perih ini tak sebanding dengan rasa perih yang pernah ku toreh kan di hati mu.


Kini ku melihat kau sudah menemukan kebahagiaan mu.


Meski aku merasa sakit melihat kau tersenyum dan bercanda tawa dengan laki - laki itu.


Tapi aku harus rela mengikhlas kan nya dan Mungkin ini lah yang pantas untuk ku.


.


.


Flash back . .


"Tangan kamu kenapa yank, melepuh gini?". Dengan sigap Lana meraih tangan Ari dan memperhati kan nya.


"Tangan aku enggak apa - apa kok Ie . . . ". Ucapan nya terputus, sentak Lana menyadari bahwa Ari ingin menyebut nama sang mantan. Tapi Lana tak menghirau kan hal itu dan bergegas mengolesi salep luka bakar ke tangan kiri Ari sembari menghembus nya.


.


.


Flash on . . .

__ADS_1


Lana terdiam di dalam mobil nya yang terpakir di pinggir jalan sembari mengingat bahwa Ari masih mencintai mantan nya yakni Almira.


"Aku tau kau masih mengingat dia dan kenangan bersama nya, bahkan aku tau kau masih mencintai dia tapi itu tak akan membiar kan mu kembali pada masa lalu mu itu, aku pasti kan kau hanya jadi milik aku seorang, dan aku tak ingin kehilangan mu. Lagi . . . ".


__ADS_2