Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 56


__ADS_3

Hari yang di tunggu - tunggu . . . .



Di kediaman Wijaya . . . .



"Ga . . Egga . . . Nak bangun . . Udah siang nih, kamu enggak lupa kan ini hari penting kamu ?". Bu Hanna alias Mama nya yang sudah siap berdandan cantik mengetuk pintu kamar Egga, dan ternyata pintu itu tidak terkunci.



"Ga . . Kok masih tidur sih kamu ?". Sambil menarik selimut yang menyelimuti guling.



" Lho kok enggak ada ? , Ga . . . Kamu lagi di kamar mandi ya ? ". Beliau pun mendekati kamar mandi akan tetapi pintu nya terbuka sedikit dan Bu Hanna langsung melihat tak ada Egga di dalam nya.



" Lho enggak ada juga, trus Egga nya kemana ? " . Bu Hanna khawatir dan turun ke bawah menghampiri suami nya alias Pak Wijaya.



"Pa . . Egga enggakk ada di kamar nya ". Beliau membisikan nya ke telinga suami nya yang sedang duduk mengobrol bersama keluarga besar nya.



Pak Wijaya bangkit dari duduk nya dan menjauh dari keramaian.


Eggy yang juga sudah siap untuk pergi kepernikahan abang nya melihat Papa dan Mama nya terlihat cemas dan gelisah.



"Pa . . Ma . . , ada apa ?, kok cemas gitu ? ". Dengan pelan Eggy bertanya.



Mama/ "Egga enggak ada ". Bisik nya ke telinga Eggy.



Sentak nya terkejut. " Apa . . ? , mungkin dia ada di ruang lain kali, Mama Papa udah check semua ruangan rumah kita ? ".



"Udah Papa check tapi Egga nya enggak ada ". Ujar nya sambil mengusap wajah nya cemas.



"Eggy coba telpon bang Egga dulu". Eggy merogoh hp nya di kantong celana nya.



#Nomor yang anda tuju tidak dapat di hubungi . . . .



"Aaaargh enggak aktif, Eggy coba ngubungi ke kantor nya ". Eggy yang berusaha tenang menjadi panik. "Enggak di angkat ".



Mama/ "Coba kamu hubungi Almira ". Saran nya.



Eggy/ "Jangan Ma, ntar Almira dan keluarga nya khawatir kalau tiba - tiba kita nanyain ".



Papa/ "Iya Ma . . Ntar mereka panik ".



"Jadi ini gimana?, Egga nya dimana?, kalau terjadi sesuatu sama Egga gimana ? ". Air mata Mama nya pun mengalir ke pipi.



Papa/ "Udah Ma, Mama jangan khawatir, Mama jangan nangis, In Sya ALLAH enggak akan terjadi hal yang buruk sama Egga, sekarang kita tenang dulu jangan sampek yang lain tau soal ini, kita tunggu dulu sebentar, mungkin Egga keluar bentar untuk menenangkan rasa deg - degan nya ". Pak Wijaya berusaha menenangkan istri nya yang begitu cemas.


Hati Eggy terasa sakit melihat sang Mama menangis karna Egga yang tiba - tiba menghilang.



Sedangkan di kediaman Syarif . . .



Sanak saudara pun sudah berkumpul menunggu keluarga mempelai pria alias Egga datang untuk melangsungkan pernikahan mereka.



Almira yang sudah di dandani dengan cantik bak tuan putri kerajaan sedang duduk terdiam di depan kaca dengan pandangan kosong.



"Ya ALLAH apakah ini benar ?, Apakah ini lah takdir yang Kau tulis untuk ku?, berikan hamba kekuatan untuk bisa menjalankan semua ini, jika memang benar ini lah takdir ku maka buat lah aku melupakan orang yang aku cintai dan buat lah aku mencintai orang yang akan bersanding dengan ku hari ini Ya ALLAH ". Dengan batin nya dia memohon kepada Sang Maha Kuasa.



"Ra . . . Egga udah datang ". Kak Aira yang muncul dari luar tiba - tiba membuyarkan lamunan Almira.



"Ouh . . Iya ". Jawab nya datar.



" Tapi dia sendiri enggak sama keluarga nya, trus pun dia belum siap apa pun malah nampak berantakan kali ".



Almira langsung keluar dari kamar nya untuk menghampiri Egga.


Semua keluarga Almira terkejut dengan kedatangan Egga yang berantakan, terutama Almira dan kedua orang tua nya.



Semua sanak saudara saling beribisik - bisik menceritakan mereka.


Almira merasa cemas menatap Egga yang tak seperti biasa nya.



Egga/ "Ikutan abang bentar, ada yang mau abang omongi ke kamu ".



Almira masih bingung dan cemas, batin nya/ "Ada apa sebenar nya ini, apa terjadi sesuatu?, Eggy . . . ? ".

__ADS_1



Ayah/ "Nak Egga memang nya ada apa?, kemana keluarga kamu?". Raut wajah Ayah Almira penuh tanda tanya.



Egga/ "Om . . Nanti Egga akan jelas kan semua nya, tapi Egga bisa izin bawa Almira nya bentar untuk mengobrol berdua ?".



Ayah/ "Iya boleh . . Tapi kamu . . . ". Terputus.



Egga/ "Janji kami akan kembalu secepat nya dan akan melaksanakan pernikahan ini ".



Ayah/ "Baik lah kalau begitu ".



Egga/ "Kami permisi Om, Assalamualaikum ".



Ayah/ "Waalaikumsalam ".



Almira yang penuh tanda tanya berjalan mengikuti Egga dari belakang dan masuk ke mobil. Almira tak menyangka kalau dia akan di bawa pergi dari rumah nya bukan mengobrol di dalam mobil.



Tak sepatah kata pun yang terucap. Almira yang tadi nya cemas berubah menjadi takut dan sesekali melirik ke arah Egga yang begitu serius mengendarai mobil nya.



Egga menghentikan mobil nya secara mendadak di pinggir jalan di tempat yang sunyi dan Almira juga enggak tau itu tempat apa. Suasana hening seketika dan itu membuat Almira semakin takut melihat sekitar tak ada siapa pun.



Egga bingung harus mulai dari mana sehingga dia memukuli stir mobil nya berkali - kali.


#Gedebaaaak gedebuuuk gedebukkkk



Sentak Almira terkejut dan menoleh ke arah Egga.


"Se . . Sebenar nya A . . . Apa yang terjadi bang ? ". Almira mencoba memberanikan diri untuk bertanya meski harus terbata.



Namun Egga tak menjawab nya.



Almira/ "Apa terjadi sesuatu di rumah ? ".



Lagi lagi Egga tak menjawab.


Karna merasa kesal, cemas, takut dan bingung . .




"Lepasin ". Bentak nya dengan raut wajah yang kesal menepis tangan Egga.



Reflex Egga menyadari nya dan merasa menyesal.


"Aaaaaaaaaaaaaaarggght". Jerit nya sambil memukul kembali stir nya.



"Tolong jelasi ke Ra apa maksud semua ini ?, Ra sama sekali enggak ngerti kalau abang cuma diam kayak gini. Apa abang ingin membatalkan pernikahan ini haah ?".sambil menangis Almira menegaskan pada Egga yang tersentak dengan pertanyaan terakhir Almira.



Dengan geram dan mata berkaca - kaca Egga membentak Almira.


"Iya . . . . Abang mau kita batal kan pernikahan kita, puas kamu ? ".



Almira tak bisa berkata apa - apa lagi yang ada hanya tangisan.



Egga/ "Aaaaaaaaaargght bodoh . . . Bodoh . . Bodoh . . Abang memang bodoh . . Kenapa baru sekarang menyadari kalau abang enggak pernah ada di hati kamu, kenapa abang baru sekarang sadar nya kalau Eggy dan kamu saling mencintai ?". Mata nya yang berkaca - kaca sekarang pecah mengalir ke pipi nya.



Sentak Almira terkejut melihat ke arah Egga yang menatap nya.



Egga / "Abang udah tau semua nya, abang udah tau soal perasaan kalian yang saling mencintai. Maafi abang karna abang udah ngebuat hati kalian tersiksa, maafi abang karna baru sekarang sadar nya kalau cinta kamu untuk Eggy bukan untuk abang, abang mau buat kamu bahagia malah justru ngebuat kamu menderita karna cinta abang, dan Eggy juga menderita karna mengorbankan perasaan nya untuk abang. Tapi abang bersyukur alhamdulillah abang masih belum terlambat " .



Almira/ "Abang sama sekali enggak bersalah, seharus nya Ra yang minta maaf ke abang karna Ra enggak jujur pada diri Ra sendiri dan enggak jujur sama yang lain terutama abang, jujur Ra juga enggak ngerti kenapa bisa jadi seperti ini dan Ra merasa takut. Maafi Ra bang karna tidak bisa mencintai abang lebih dari sebagai abang dan adik ".



Egga/ "Kamu jangan merasa bersalah seperti itu, kita hanya terjebak dalam ruang yang begitu banya pintu namun hanya 1 pintu untuk bisa keluar, dan Alhamdulillah beruntung nya kita bisa menemukan pintu itu, dan sekarang . . Kita pulang dan bicarakan sama keluarga kita semua nya, kamu jangan takut biar abang yang akan ngejelasi ke mereka " .



Egga merasa lega dan bisa tersenyum karna akhir nya Almira mau jujur soal perasaan nya.


Sedang kan pihak keluarga masing - masing masih gelisah menunggu mereka yang tak kunjung pulang terutama Eggy.





Di kediaman Wijaya . . .



"Assalamualaikum ". Terdengar suara laki - laki lajang yang tak lain adalah Egga yang masuk ke dalam rumah nya yang sudah riuh menanti nya.

__ADS_1



Pusat perhatian semua orang tertuju pada Egga, tak ketinggalan Eggy yang sudah kesal dan geram karna abang nya baru pulang selama mereka menunggu nya sampai setengah hari dan menghampiri nya dengan tampang kesetanan.



#Buuuught . . .



Sebuah tinjuan dari tangan Eggy melayang ke pipi Egga sehingga mengeluarkan darah dari tepi bibir nya. Eggy sudah tidak memperdulikan orang sekitar, yang dia tau hanya geram karna Egga mengecewakan orang tua nya, keluarga nya dan Almira berserta keluarga.



Semua orang mencilat terkejut melihat akhir nya abang beradik itu saling melemparkan tinjuan masing - masing alias berantem hingga bergelur di lantai.



"BERHENTI . . . " . Pak Wijaya bertiak meleraikan kedua anak nya, sedang kan Bu Hanna hanya bisa menangis melihat anak - anak nya.



"Apa - apaan kalian ini, kalian bukan anak kecil lagi ,apa kalian enggak malu ?". Dengan nada tinggi Pak Wijaya memarahi anak - anak nya yang sudah berdiri dengan keadaan yang berantakan dan sedikit babak belur di hadapan nya.



"Kamu . . Apa - apaan ini semua, kamu pergi tanpa kabar, apa kamu lupa ini hari apa haa ? ". Dengan mata yang memerah Pak Wijaya membentak anak sulung nya.



"Egga tau Pa, Egga sama sekali enggak lupa ". Sambil menundukkan kepala nya merasa bersalah.



Papa/ "Kalau kamu tau, lalu kenapa kamu berbuat seperti ini, buat malu keluarga kita dan keluarga Almira ? ".



"Egga . . . Egga mau ngebatali pernikahan ini ". Dengan lembut Egga berucap dan memberanikan diri menatap Papa dan Mama nya.



Sentak semua nya terkejut.


"Apa . . . ? ".


Eggy yang berada di sebelah nya pun terkejut dan menoleh ke arah Egga.



Papa/ "Kamu kira ini lelucon ".



Egga/ "Enggak Pa, Egga benaran mau ngebatalin pernikahan ini, karna Egga enggak mau ada penyesalan di kemudian hari, hanya butuh waktu semalaman Egga berpikir soal pembatalan ini, kalau saja Egga mengetahui nya dari awal mungkin ini enggak akan terjadi Pa Ma ?".



Bu Hanna/ "Maksud kamu apa?, mengetahui apa?".



Egga/ "mengetahui kalau Egga menikahi Rara, Egga akan menghancurkan dua hati orang yang Egga sayangi ".



Egga menghampiri Eggy dan merangkul nya. Dengan kebingungan nya dan penuh tanda tanya Eggy melihat abang nya tersenyum menatap nya.



"Maksud kau apa ?". Eggy menepis tangan Egga yang berada di pundak nya.



Egga/ "Udah enggak ada lagi yang harus di sembunyikan, aku udah tau semua nya soal perasaan kau ke Rara".



Mata Eggy terbelalak, jantung berdegub kencang dan suasana menjadi hening.



Egga/ "Pa . . Ma . . Adek Egga yang suka memberontak ini ternyata sudah dewasa bahkan lebih dewasa dari abang nya, sangkin sayang nya dia sama Egga dan kecintaan nya sama Rara, dia rela mengorbankan cinta nya dan kebahagiaan nya. Tapi sayang nya dia tak menyadari bahwa orang yang dia cintai tak bahagia jika bersama orang yang dia sayangi, sama sekali enggak ada ruang di hati Rara untuk Egga karna ruang itu udah di penuhi sama Eggy. Seperti Eggy . . Egga juga ingin melihat orang yang Egga sayangi bahagia bersama, Egga mau cinta Almira dan Eggy bersatu bahagia bersama ". Dengan mata berkaca - kaca Egga menatap Eggy dan menjelaskan kepada semua orang yang tiba - tiba terenyuh seperti nonton drama korea.



Eggy terdiam membisu mendengar ucapan abang nya yang mengetahui semua nya. Tanpa kata Eggy menyambar tubuh abang nya, memeluk nya dengan erat dan meneteskan air mata nya.


Pak Wijaya dan Bu Hanna menangis terharu melihat anak - anak nya yang sudah dewasa.



"Udah . . . Pergi sana kau jemput cinta kau sebelum di sambar orang lagi ". Egga mendorong tubuh Eggy sambil tersenyum.



"Thank my bro . . Pa . . Ma . . . ". Eggy menatap Egga dan kedua orang tua nya tersenyum sambil menganggukkan kepala mengisyaratkan restu dari mereka.



Eggy berlari keluar meninggalkan ruangan semua orang tersenyum bahagia.



"Woiiii . . . Kau pakek mobil aku aja, aku parkir paling ujung ". Egga menjerit sambil melemparkan kunci mobil nya dan Eggy meraih nya.



Pak Wijaya dan Bu Hanna menghampiri Egga dan memeluk nya.



"Kami bangga dengan kedewasaan kalian ". Ujar sang Mama dan mencium kening Egga.



Papa/ "Lalu . . Apa yang kamu lakukan setelah ini ?".



Egga/ "Egga mau kerumah Almira, mau minta maaf dengan mereka dan menyelesai kan masalah ini ".



Papa/ "Oh ya udah . . . Ayok sekarang kita kesana sama - sama minta maaf dengan mereka dan melamar Almira untuk Eggy ".



"Iya Pa . . . ".

__ADS_1


__ADS_2