Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 3 #S3


__ADS_3

"Selamat pagi Dok".


"Pagi Dok".


Tegur sapa berdatangan dari para pegawai dan sejajaran para fans nya, setiba nya Eggy di rumah sakit.


"Pagi". Eggy menyambut mereka dengan senyuman nya sembari berjalan menuju ke ruangan nya.


" Dok, ini data pasien yang dokter minta kemarin". Seorang perawat menyodorkan sebuah map kuning berisi data hasil pemeriksaan pasien - pasien nya.


Eggy mengambil map tersebut lalu membuka nya.


"Terimakasi. Oh ya persiapan saya untuk operasi pasien jam 8 ini sudah di persiapkan semua nya?".


Perawat/ " Sudah Dok, hanya saja.....".


Eggy melirik nya.


"Hanya saja apa?".


Perawat itu sedikit ragu untuk memberitahu Eggy.


" Emm... Hanya saja keluarga pasien sampai sekarang belum juga melakukan administrasi untuk proses operasi besar ini dok, jadi pihak administrasi ingin melakukan pengunduran waktu operasi sampai pihak keluarga sudah membayar nya".


Eggy memijat kepala nya.


"Panggil orang administrasi ke sini sekarang".


"Baik dok" Perawat itu bergegas keluar untuk menghubungi pihak administrasi yang berada di lantai satu.


Kini semua sudah berkumpul di ruangan Eggy. Dua orang administrasi, asisten Eggy dan perawat tadi. Eggy menghentak kan map yang ia pegang ke atas meja nya. Sentak membuat mereka kaget dan tertunduk.


Eggy/ "Atas izin siapa kalian membuat keputusan seperti ini? Yang menunda operasi seseorang karena pihak keluarga belum melakukan administrasi. Sudah berapa kali saya bilang sama kalian, utama kan keselamatan pasien. Ini rumah sakit untuk menyelamatkan kehidupan seseorang bukan kantor jasa kredit yang menggantung leher mereka di atas pohon".


"Tapi Dok, kami hanya melakukan sesuai dengan prosedur rumah sakit ini". Salah satu admin angkat suara.


"Prosedur? Sejak kapan ada prosedur seperti itu?". Eggy mengerutkan dahi nya karena tidak ketahuannya.


Sang asisten pun angkat bicara/ " Sejak rumah sakit ini pernah di tipu oleh pasien yang melarikan diri setahun yang lalu, maka nya muncul prosedur itu Dok agar rumah sakit ini tidak di rugikan lagi".


"Apa?". Eggy semakin pusing dengan prosedur yang di buat tanpa persetujuan nya.


Eggy menarik nafas nya dengan panjang lalu menghelakan nya.


" Huh.... Ya sudah kalian boleh keluar, dan persiapkan semua nya kembali karena operasi jam 8 ini tetap kita laksanakan".


"Baik dok". Seru mereka secara serentak dan berlomba untuk keluar dari ruangan.


Eggy mengusap wajah nya.


" Ini pasti Papa dan Tante Maya yang membuat prosedur seperti ini. Tapi kenapa mereka enggak ngasi tahu aku terlebih dahulu?".


#Triiiing....


Eggy merogohkan saku nya untuk mengambil ponsel nya. Ia melihat pemberitahuan itu sebuah chat yang datang nya dari sang istri tercinta, yakni Almira.


Almira# "Assalamualaikum, semangat bekerja Pak Dokter Tampan, Ist pada Suam 😍😘".


Eggy tertawa kecil membaca sepucuk chat itu.


#Waalaikumussalam, terimakasi Tuan Putri Shalihah, Suam pada Ist 😍😘❀❀❀❀❀❀❀πŸ₯°"". Send.


Rasa kesal yang Eggy rasa kan lenyap, seketika berubah ketika ia menerima sepucuk surat cinta dari yang tercinta.


Eggy menyambar telpon yang ada di atas meja nya.


"Hallo, dokter Ratna jam berapa jadwal nya hari ini? Oh, ya sudah, tolong registrasikan atas nama Bu Almira pada daftar pasien Dokter Ratna. Oke". Eggy menutup panggilan itu lalu menghubungi Almira.


Eggy/" Assalamualaikum Tuan Putri shalihah, Ist ku tercinta".


Almira/ "Waalaikumussalam Dokter tampan he he he".


Eggy/ " Kok enggak di balas lagi chat dari Suam?".


Almira/ "Takut ganggu Suam lagi. Oh ya tapi kata nya pagi ini ada jadwal operasi kenapa bisa telponan sama Ist?".


Eggy/ " Bisa donk, apa sih yang enggak bisa untuk Ist hi hi hi".


Almira/ "Hmp gombal saja".


Eggy/ " He he he, oh ya Ist nanti ke rumah sakit nya selepas dzuhur saja sekitar jam satu. Soal nya jadwal Dokter Ratna jam 2".


Almira/ "Hmm oke siap. Suam mau di bawa'in makan siang dari rumah atau Ist beli dari luar?".


Eggy/ " Mmm kayak nya masakan Istri tercinta jauh lebih nikmat dari pada makanan di luar deh, jadi enggak perlu di pertanyakan lagi sayang he he he".


Almira/ "He he he iya deh iya".


#Tok... Tok... Tok...


" Masuk...".


" Dok, semua nya sudah selesai dan dokter yang lain juga sudah siap". Di tengah - tengah asyik nya mengobrol, tiba - tiba asisten nya muncul untuk memberitahu laporan kepada Eggy.


Eggy menoleh /" Ouh iya, saya akan segera ke sana".


"Baik dok, permisi".


Eggy/ " Kita udahan dulu ya telpon nya ya sayang, Suam sudah di tunggu".


Almira/ "Iya Suam, jangan lupa berdoa sebelum mengerjakan pekerjaan Suam, agar di beri kemudahan dan kelancaran sama ALLAH Subhanahuwataala".


Eggy/ "Aamiin, terimakasi Ist ku tercinta emmmuach emmuuuach emmuaachhh. Ya sudah Suam tutup ya, assalamualaikum".


Almira/ "He he he waalaikumussalam".

__ADS_1


Setelah mengakhiri obrolan nya, ia bergegas keluar ruangan dan tak lupa membawa peralatan medis nya. Eggy berjalan cepat menuju ruang operasi tanpa menghiraukan tegur sapa dari perawat lain nya.


"Dok tekanan darah pasien sangat tinggi sehingga pasien enggak sadar kan diri". Seorang perawat tergesa - gesa menghampiri diri nya.


"Apa?". Eggy semakin mempercepat langkah kaki nya masuk ke dalam ruang operasi. Dengan sigap ia memeriksa seorang laki - laki paruh baya yang berbaring tak berdaya.


"Sebelum nya sudah berapa kali kalian mengecheck kondisi pasien?". Eggy melirik perawat - perawat yang bertugas.


Mereka seperti nya takut - takut ingin menjawab Eggy.


"Baru sekali Dok". Mereka tertunduk.


Eggy sudah menduga nya.


" Kalian tahu enggak sih, yang sedang kalian hadapi ini nyawa bukan sendal jepit. Kalian tahu kan? Kalau kita terlambat sedikit saja, itu akan mengakibatkan resiko yang tinggi bahkan kematian. Kan saya sudah bilang ke kalian dari kemarin, pasien ini harus di kontrol setiap satu jam sekali. Kalian ngapain saja sih selama ini? Ha? Kalian mau makan gaji buta saja di sini?". Kesabaran Eggy sudah habis, kali ini dia benar - benar emosi.


Semua yang ada di ruang operasi tertunduk, mereka enggan melihat wajah Eggy yang memarahi mereka.


"Hari ini kita undur jadwal operasi nya sampai tekanan darah pasien stabil". Eggy kembali menangani pasien itu dengan lihai, ia mengupayakan agar pasien bisa stabil sesegera mungkin.


Tepat pukul 1 siang, Almira sudah tiba di rumah sakit. Ia berjalan menuju ke ruang tunggu. Sebelum nya ia mengirim kan pesan untuk Eggy.


Almira# "Assalamualaikum Suam, Ist sudah nyampek di rumah sakit ya. Ist tunggu di ruang tunggu". Send.


Almira celingukan ke sana kemari mencari sosok Eggy.


#Hachiiiiim...


Tiba - tiba wanita paruh baya yang berada di sebelah Almira bersin. Sentak membuat Almira tidak nyaman karena wanita itu terlihat sakit flu parah yang bisa menularkan pada Almira yang begitu sensitive. Ia memakai masker nya dan bergeser sedikit dari tempat duduk nya.


Walau pun rumah sakit itu milik mertua dan suami nya tetapi Almira tidak ingin mencolok dan merasa bebas keluar masuk ke rumah sakit tersebut. Almira berusaha sebisa mungkin tidak ada satu orang pun yang tahu kalau dia istri serta menantu pemilik rumah sakit itu.


Perawat pertama/ "Ih geremin kali lah lihat dokter Eggy hari ini. Tumben - tumbenan dia marah - marah terus hari ini. Semua salah, ini salah, itu salah. Huffft bikin orang palak saja lihat nya". Almira mendengar seorang wanita berseragam putih - putih alias seragam perawat ngedumel soal Eggy.


Perawat kedua/ " Iya benar kali kau lah. Kok tumben kali dokter Eggy hari ini bawaan nya emosi saja. Padahal kan kita sudah ngerjain kerjaan kita semua, masih saja salah". Yang lain menimpal.


Perawat pertama/ "Hmm ku rasa ya mungkin dokter Eggy lagi ada masalah dan tertekan kali ya sama binik nya, maka nya dokter Eggy marah - marah mulu".


Perawat kedua/ " Bisa jadi itu, mungkin dia lagi berantem sama binik nya, terus emosi nya meledak di kita jadi nya".


Perawat pertama/ "Iiih kesel aku jadi nya. Kalau memang gara - gara itu, iiiiish salah nya saja kita di gaji sama dia kalau enggak iiiiccchh iiicccch".


Perawat ketiga/ "Enggak baik kelen nyeritain orang dari belakang, apa lagi sampai ber - asumsi tentang rumah tangga nya, entar bisa menimbulkan fitnah. Bukan nya kelen sejajaran para fans nya Dokter Eggy ya? Kenapa kelen tiba - tiba jadi kayak gini ha ha ha". Perawat ke tiga menengahkan mereka berdua.


Perawat kedua/ " Bukan gitu, kalau masalah ngefans sih masih ngefans kita nya, cuma kan bisa jadi ada penyebab nya kenapa dokter Eggy seharian ini marah - marah terus. Mungkin memang lagi punya masalah sama binik nya, terus gara - gara binik nya idola kita jadi nyebelin kayak gitu. Kau tahu lah binik nya gimana".


Perawat ketiga/ "Emang kelen tahu binik nya gimana?".


Perawat kedua/ β€œEnggak ha ha ha".


Perawat ketiga/ " Hedeh enggak tahu nya padahal, tapi sok tahu ha ha ha".


Perawat pertama/ "Iya betul , ku kira dia emang tahu binik nya dokter Eggy ha ha ha".


Almira tersenyum simpul dari balik masker nya mendengarkan obrolan ke tiga perawat yang sedang berdiri di samping nya.


Almira melirik ke tiga nya terdiam seribu bahasa ketika melihat Eggy berjalan menuju ke arah mereka. Eggy tersenyum mengarah ke mereka.


"Dokter Eggy senyum tuh". Mereka saling mengguit - guit (menyingkut) tangan mereka satu sama lain, lalu berlomba untuk menyapa nya.


"D... Do...".


"Maaf ya sayang, Suam lama". Eggy mendekati Almira lalu mencium kening Almira.


Mereka seperti di sambar petir melihat kedua nya. Wajah mereka yang full of make up berubah menjadi pucat pasih serta lutut mereka terasa lemas.


Almira melirik expresi ke tiga perawat itu.


"Enggak apa - apa kok Suam".


Eggy menarik hidung Almira.


"Lagian Ist bukan nya langsung masuk saja ke ruangan Suam, ini malah nunggu di sini kayak pengunjung he he he".


Almira/ "Enggak apa - apa lah sayang, kalau kayak gini kan enggak ada yang tahu Ist siapa, terus Ist juga bisa jadi mata - mata nya Suam ha ha ha". Almira melirik mereka dan tertawa geli. Mereka bertiga tertunduk malu.


Eggy/ " Ya sudah yuk, kita ke ruangan Suam saja, Suam sudah laper kali hu hu hu". Eggy memegang perut nya lalu menggandeng tangan Almira berjalan ke dalam.


Ketiga nya tertunduk malu menegur sapa Eggy dan Almira.


"Dok... Buk...".


Perawat ketiga/ "Mati kita kan, ini gara - gara kelen dua ini hobi nya suka nyeritain orang. Kita bakalan kenak masalah lagi ini". Ia menepuk pundak kedua perawat itu.


Perawat kedua/ " Mana aku tahu kalau itu binik nya dokter Eggy".


Perawat pertama/ β€œMam**s lah kita nih. Berarti binik nya dokter Eggy dengar semua yang kita omongin tadi nih huaaaaaaaa". Ia mengusap wajah nya, frustasi.


Perawat ketiga/ "Tuh lah kan, kelen saja ini yang punya pasal, aku jadi kenak imbas juga kan gara - gara kelen. Kalau binik nya ngadu sama dokter Eggy gimana? Bisa mati kita".


Dan akhir nya mereka pun menyesal dan merasa kalah malu karena sudah menceritakan Eggy dari belakang bahkan berasumsi jelek tentang rumah tangga nya.


Makanan yang di bawa Almira sudah tersusun cantik nan menggiurkan di atas meja Eggy.


"Ummm sedap nya aroma masakan istri ku tercinta ini". Eggy memeluk Almira dari belakang dan meletakkan dagu nya ke pundak Almira. Almira pun mengusap pipi Eggy dengan lembut.


"Jelas donk, siapa dulu yang menikmati nya, Suam, jadi... Apa pun yang Ist masak sudah pasti rasa nya enak kalau Suam yang makan he he he". Almira mengedip kan mata nya, mentel.


"Bukan cuma Suam saja, siapa pun yang ngerasain masakan nya Ist, karena masakan Ist itu memang sedap sedap sedap mantap hi hi hi". Eggy mencubit pipi Almira, gemes.


Almira/ " He he he, ya sudah, makan lah kalau gitu, tadi kata nya sudah lapar".


Eggy meletak kan tangan nya ke sisi kanan jidat nya.


"Siap laksanakan Tuan Putri".

__ADS_1


Almira tertawa kecil melihat tingkah suami nya itu. Almira menatap wajah Eggy yang begitu menikmati makanan nya.


" Ist kok cuma lihat Suam makan? Ist juga makan donk". Eggy menghentikan suapan nya.


Almira menggelengkan kepala nya lalu menopang dagu nya sembari menatap Eggy.


"Lihat Suam makan saja, rasa nya sudah kenyang banget, apa lagi kalau ngeliat Suam lahap gitu makan nya, Ist jadi makin menikmati nya he he he".


Eggy memicingkan mata genit nya.


"Mmm... Mulai ngegoda dia nya".


Almira menahan tawa nya.


"Kok ngegoda pulak? Rang Ist ngomong nya seriusan kok. Emang nya Suam tuh yang suka ngegoda Ist".


"He he he, kan ngegoda nya cuma Ist seorang, tak ada yang lain hi hi hi". Eggy menarik bibir Almira dan membuat mata Almira mendelik.


Almira/ "Tuh kan, baru saja di bilang, sudah di lakuin, huffft".


"He he he. Suam pada Ist lah pokok nya".


Almira/ "Sudah makan, habisin itu semua nya, jangan sampai di sisa'in".


Eggy/ " Iya, kalau bisa sekalian tempat nya pun Suam makan".


Almira/ "Ha ha ha, emang nya Suam kayak Lambat apa yang bisa makan apa saja. Ada - ada saja Suam ini".


Eggy/ "Apa sih yang enggak untuk adek. Akan abang lakukan buat adek asalkan adek bahagia".


Almira tertawa geli ngedengar nya.


"Ha ha ha astaghfirullah iiih enggak suka lah dengar nya. Geli iiih Suam".


"Kenapa nya adek ini. Enggak ada abang apa - apa'in kok kegelian". Eggy semakin menggoda Almira, dia tahu kalau Almira merasa geli dengan panggilan Abang dan Adek di jadiin panggilan kesayangan.


"Sudah Suaaaaaam. Geli tauuuuk dengar nya. Iiih lihat nih jadi merinding Ist nya". Almira menunjuk kan bulu kuduk nya sudah berdiri.


Eggy tak mampu menahan tawa nya lagi, kini dia tertawa lepas karena berhasil ngegoda istri nya.


Usai makan siang, Eggy mengantar dan menemani Almira ke ruangan Dokter Ratna untuk memeriksa kehamilan Almira yang kedua. Dokter Ratna adalah dokter kandungan yang masih muda dan ia sangat di percayai oleh keluarga Eggy. Beliau juga yang sudah membantu persalinan pertama Almira.


Eggy merasa sangat bahagia ketika melihat janin berbentuk kacang kecil yang berada di dalam rahim Almira yang tergambar pada layar USG. Ia menggenggam tangan Almira dan mata nya terlihat berkaca - kaca sangkin bahagia nya diri nya.


Almira/ "Terimakasih banyak ya dokter Ratna". Tutur nya pada Dokter berlesung pipi yang ada di berhadapan dengan nya, alias dokter Ratna.


Dokter Ratna/ " Iya sama - sama Bu Almira, saya jadi ikut senang mengetahui kabar bahagia ini dan saya sangat berterimakasi karena kalian masih mempercayai saya untuk menjadi dokter kalian".


Eggy/ "Ahh dokter Ratna ini, kayak sama siapa saja pakai terimakasi. Kami tahu Dokter Ratna itu Dokter terbaik maka nya kami sangat percaya pada Dokter Ratna he he he.


Dokter Ratna/ "Sekali lagi saya sangat berterimakasih". Senyum nya membuat kedua lesung pipi nya terlihat sangat jelas.


Almira dan Eggy berjalan keluar rumah sakit.


"Sayang, maaf ya Suam enggak bisa ngantar Ist pulang, soal nya Suam masih ada jadwal pemeriksaan pasien di setengah jam lagi".


Almira/ "Iya, enggak apa - apa kok sayang. Ist bisa pulang sendiri kok, lagian Ist juga sekalian ngejemput Ghifari kan di tempat tahfidz nya".


Eggy mengelus pipi kiri Almira dengan lembut lalu menarik tubuh Almira ke dalam pelukan nya.


"Ehh Suam, apaan sih? Kita di lihati orang lain tuh. Malu tauuk". Wajah Almira jadi merah padam karena menjadi pusat perhatian di tengah - tengah parkiran mobil yang tidak padat.


" Biarin saja, lagian kan kita sudah halal kok. Jadi enggak masalah kan? Kecuali kalau kita bukan suami istri baru itu masalah" Eggy semakin mempererat pelukan nya.


Almira berusaha mendorong tubuh Eggy yang sudah menguasai tubuh nya yang mungil.


"Suam, jangan gitu donk. Memang kita sudah halal. Tapi enggak baik kalau kita mengumbar kemesraan kita di muka umum. Itu akan menimbul kan fitnah dan nafsu sahwat bagi kaum yang belum menikah. ALLAH memerintahkan peluk dan cium lah istri mu secara bersembunyi maka hal tersebut pahala bagi mu".


Eggy melepaskan pelukan nya lalu menatap wajah Almira.


Almira/ "Kalau Suam mau ngedapati pahala bukan nya dosa, maka Suam harus lakukan dengan cara sembunyi - sembunyi, jangan ada yang melihat nya agar syaitan tidak ikut serta di dalam nya. Emang nya Suam mau entar ada orang ketiga di antara kita?".


Eggy mengendus.


"Hmm Iya deh. Suam minta maaf, Suam enggak akan ngelakuin nya lagi".


Almira menggeleng.


"M..m..m.. Bukan sama Ist tapi sama ALLAH".


"Ya ALLAH maafkan hamba ya karena sudah khilaf, habis nya makhluk yang engkau ciptakan untuk ku begitu indah dan menggoda Ya ALLAH, jadi apa lah daya hamba yang tak kuasa menahan nya Ya ALLAH". Eggy mendongak melihat langit yang begitu cerah.


Almira tertawa kecil.


"Ppffftt... Sempat - sempat nya ya Suam. Ya ALLAH. Lama - lama Ist yang gemes sama Suam".


"Ciye gantian niye, Ciye ciye... Gantian dia yang gemes hi hi hi". Eggy mencolek pinggang Almira sehingga membuat nya merasa geli.


"Dok, pasien di ruang ICU tiba - tiba mengalami kritis dan tekanan darah nya sangat rendah". Tiba - tiba seorang perawat tergesa - gesa menghampiri Eggy dan Almira yang sedang bercanda tawa.


"Apa? Ya sudah saya akan segera ke sana. Sayang Suam harus ke dalam. Ist hati - hati di jalan ya. Kalau sudah sampai di rumah, Ist langsung kabari Suam. Okay?". Eggy sempat mengecup kening Almira lalu berlari masuk ke dalam rumah sakit.


"Jangan lupa berdoa ya sayang". Almira berteriak kepada Eggy yang sudah hampir masuk ke dalam, sedang kan Eggy hanya mengangguk sembari tersenyum.


Almira berjalan pelan ke luar dari pintu gerbang rumah sakit. Ia sedikit harap - harap cemas dengan Eggy yang sedang menghadapi pasien itu. Ia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Eggy.


#gedebuuk...


Tiba - tiba seseorang yang sedang terburu - buru tanpa sengaja menabrak tubuh Almira dan membuat bungkusan nya jatuh ke tanah.


"Maaf ya bu, saya enggak sengaja". Ujar nya sembari membungkuk mengambil bungkusan Almira yang tergeletak di tanah.


" Iya enggak apa - apa kok". Almira melihat orang tersebut.


"Ira".

__ADS_1


" Ari".


__ADS_2