Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 32 #S3


__ADS_3

"Sayang".


" Hm?". Almira yang duduk di depan meja rias menoleh pada Eggy yang sedang duduk di atas tempat tidur sembari berkutat pada laptop nya.


"Rencana nya besok Suam mau nyarik asisten pribadi baru".


Almira berhenti menyisir rambut nya lalu mendekati Eggy dan duduk di samping nya.


" Kenapa nyari asisten baru?".


Eggy menggenggam tangan Almira sambil menatap nya.


"Hmm berhubung karena istri Suam yang hormon nya curiga'an mulu sama Suam nya, terus untuk menjaga hati istri Suam yang tercinta, jadi Suam putus kan untuk mencari pengganti Aulia, kalau perlu Ist sendiri yang pilih kan asisten nya untuk Suam he he he".


"Terus Aulia gimana?"


"Yaaa... Dengan terpaksa Aulia Suam pindahin ke Dokter yang lain".


"Hmm... Tapi itu enggak akan membuat Aulia tersinggung?". Almira merasa tidak enak hati.


" In Sya ALLAH enggak. Lagian kan bukan berarti Suam mecat Aulia. Suam kan juga bakal nyari pengganti Suam juga untuk dia".


"Hemm... Ya sudah, terserah Suam saja. Terus rencana nya mau nyari asisten yang kayak gimana? Mau nyari nya dimana dalam waktu singkat kayak gini? Kan Suam harus selalu stand by di rumah sakit dan butuh yang nama nya asisten".


" Emm... Ya sudah sebelum kita menemukan asisten baru untuk Suam. Gimana kalau Ist saja yang jadi asisten pribadi Suam? Hi hi hi". Eggy tersenyum lebar sambil mengedip - ngedip kan mata nya.


Spontan Almira menggeplak jidat Eggy sambil menatap nya sinis.


"Suam ngigau ya? Kalau Ist yang jadi asisten Suam, terus apa cerita dengan rumah dan Ghifari? Suam mau bikin Ist jatuh sakit karena semua nya di kerja'in? Hmm ya sudah, sebelum menemukan penggantinya, sementara Aulia akan tetap jadi asisten nya Suam. Tapi ingat! Jangan genit - genit, harus jaga jarak".


" Hu... Iya iya. Lagian kan Suam bercanda sih Ist. Masa iya Suam tega nyuruh istri nya sendiri capek - capek bantuin Suam kerja di rumah sakit. Rang kan Suam mau nya punya istri kayak Ist yang selalu menunggu Suam di rumah, terus menyambut Suam pulang dengan senyuman manis Ist, terus menghilangkan rasa lelah Suam di saat melihat wajah Ist, bukan nya sama - sama lelah habis pulang dari kerja, kalau kayak gitu siapa yang menyemangati siapa nama nya". Eggy menarik hidung Almira.


"Hmm... Nah tuh tahu. Ya sudah deh yuk kita tidur, besok kita sambung lagi. Ist sudah ngantuk kali ini. Hoaammm". Almira pun berbaring di atas tempat tidur sembari menarik selimut nya.


" Nanti dulu napa sih Ist. Kan masih ada yang mau Suam tanya sama Ist".


"Mau nanya apa? Tinggal bilang saja sih Suam". Almira melihat nya dengan mata nya yang sudah layu alias mengantuk.


" Mm... Itu.. Soal sapu tangan gimana?". Eggy bertanya sedikit takut sembari menggaruk telinga kanan nya.


"Hm? Ya sudah kita balikin saja sama si Ari sapu tangan nya. Kalau Suam enggak bisa balikin nya ke Ari biar Ist sendiri saja yang balikin sapu tangan nya". Mata Almira semakin terasa berat dan tak mampu menahan ngantuk nya.


Secepat kilat Eggy berkata.


" Ehh.. Jangan. Biar kita sama - sama saja yang balikin. Eh.. Enggak enggak enggak, biar Suam saja, nanti Ist ke capek'an kalau ikut jumpa'in Ari. Ya kan Ist?". Lalu ia menoleh pada Almira yang ternyata sudah tertidur pulas di samping nya.


"He he he. Memang lah ini, kebiasaan kali. Bikin gemes suami nya saja hi hi hi. Emmuuuacht". Eggy menggelengkan kepala nya sembari tertawa kecil melihat Almira lalu mencium dahi nya dan menyusul Almira untuk tidur.


.


.


#Tok... Tok... Tok...


"Masuk".


" Maaf Dok, saya datang terlambat hari ini". Ternyata Aulia yang mengetuk pintu ruangan Eggy.


Eggy sempat menoleh nya lalu berpaling kembali pada laptop nya.


"Iya, enggak apa - apa. Oh ya! Kamu duduk dulu soal nya ada yang mau saya bicarakan sama kamu".


" Iya baik Dok". Aulia menarik kursi yang ada di depan nya lalu duduk. Ia merasa sedikit khawatir dan penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh atasan nya ini.

__ADS_1


Eggy pun menutup laptop nya dan memulai untuk berbicara penting pada asisten nya.


"Hmm gini. Saya mau menyampaikan sesuatu sama kamu. Sebenarnya saya merasa enggak enak juga sama kamu untuk menyampaikan ini he he he. Mulai lusa kamu saya akan pindahkan jadi asisten pribadi Dokter Gilang, dokter specialis anak, kebetulan dia sedang membutuhkan asisten secepatnya maka nya saya rekomendasikan kamu ke Dokter Gilang".


Aulia terkejut dan kecewa.


"Tapi kenapa dok? Kenapa saya yang harus jadi asisten Dokter Gilang? Terus yang ngeganti'in saya jadi asisten dokter siapa?".


" In Sya ALLAH saya akan menemukan pengganti kamu. Kebetulan nanti siang orang nya akan saya interview. Maaf jika keputusan saya ini sangat mendadak dan membuat kamu terkejut".


Aulia merasa tidak terima dengan keputusan Eggy dan air mata nya menetes seketika.


"Tapi kenapa dok? Apa kerja'an saya enggak beres ya selama ini? Apa saya sudah melakukan kesalahan sama dokter maka nya dokter mau menggantikan saya?".


" Eh he he he bukan. Kamu enggak melakukan kesalahan apa - apa kok sama saya dan justru pekerjaan kamu sangat bagus selama ini. Hanya saja saya enggak mau kalau kamu jadi kurang istirahat karena saya, kamu kan tahu bagaimana pekerjaan saya di rumah sakit ini? Bahkan gara - gara saya kamu sering tidak pulang dan terpaksa tidak tidur nyenyak di rumah sakit ini, kamu kan seorang wanita, tidak baik kalau sering tidak pulang apa lagi karena sebuah pekerjaan. Maka nya saya memutuskan untuk meringankan pekerjaan kamu dengan memindahkan kamu ke Dokter Gilang, tapi kamu tenang saja, gaji kamu masih tetap sama kok seperti bekerja dengan saya. Jadi kamu enggak perlu khawatir he he he". Eggy terpaksa untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada Aulia mengingat Aulia sudah menangis di depan nya.


"Ini bukan soal gaji dok hu hu hu. Tapi saya sudah nyaman jadi asisten nya Dokter dan enggak mau di pindahi sama dokter Gilang atau dokter lain nya hu hu hu". Air mata Aulia pecah tanpa rasa malu.


Eggy tertawa kecil melihat Aulia, ia paham kalau Aulia pasti merasa kecewa di pindah kan ke dokter lain, ia merasa seperti di campakkan.


"Ffuuuhh... Maaf ya Aulia. Tapi ini benar - benar sudah jadi keputusan bersama, karena mereka mau asisten saya itu seorang laki - laki yang siap di jam berapa saja tanpa harus mengkhawatir kan dia, ya walau pun saya akan khawatir juga tapi enggak sekhawatir saya ke kamu he he he. Lagian kan Dokter Gilang orang nya baik, ramah malah cakep lagi. Jadi kemungkinan kamu akan betah sama Dokter Gilang dan ada bonus juga untuk kamu, Dokter Gilang itu jomblo lho, mana tahu kalian jodoh he he he".


Aulia merengek seperti anak kecil, tidak seperti Aulia yang biasa Eggy kenal.


"Iiiih apa'an sih Dok. Orang lagi sedih juga, malah di kecengin kayak gini hu hu hu".


Eggy terbahak.


" Ha ha ha. Sudah... Sudah... Jangan nangis lagi kamu. Nanti di dengar sama yang lain, di kira saya ngapa - ngapain kamu lagi. Sudah, saya yakin kamu pasti bisa betah kok sama Dokter Gilang bahkan kamu lebih nyaman sama Dokter Gilang dari pada sama saya dan saya doa'in juga semoga kalian berjodoh hi hi hi".


Aulia berhenti menangis lalu memanyunkan bibir nya namun sedikit tersipu malu. Meski berat untuk nya namun mau enggak mau Aulia harus mencoba nya.


"Ya sudah, nanti sejam lagi kamu saya akan pertemukan dengan Dokter Gilang biar Dokter Gilang bisa menginterview kamu untuk formalitas di rumah sakit saja. Kamu dandan yang cantik jadi Dokter Gilang biar tertarik sama kamu pada pandangan pertama nya ha ha ha ha". Kini Eggy melupakan image nya yang galak dan tegas, kali ini dia mengeluarkan wujud asli nya yang dimana - mana suka sekali melece orang sekitar nya.


Eggy merasa geli melihat Aulia yang malu - malu kucing seperti itu.


" Ha ha ha".


Setelah mempertemukan Aulia dan Dokter Gilang, Eggy langsung menghubungi Almira sembari ia berjalan menuju ke ruangan nya.


"Assalamualaikum Ist". Ucapnya sambil membereskan barang nya lalu memasukkan nya ke dalam tas nya.


Almira# " Waalaikumussalam Suam". Dari seberang tempat terdengar suara Almira yang sedikit lesu.


Eggy# "Ist sudah siap? Suam mau pulang nih mau jemput Ist".


Almira# " Sudah Suam".


Eggy# "Ist kenapa? Kok lesu gitu suara nya?".


Almira# " Iya Suam, kepala Ist pusing kali ini terus perut nya mual".


Eggy# "Ya sudah, Suam langsung balik ke rumah ini ya. Ist jangan banyak gerak. Oh ya Ghifari sudah pulang sayang? Biar sekalian Suam jemput". Ia langsung berjalan keluar ruangan nya lalu menuju ke parkiran mobil.


Almira# " Enggak usah Suam, Ghifari sudah di jemput sama Bang Egga".


Eggy# "Lho kenapa di jemput sama Bang Egga?". Sempat ia menghentikan tangan nya untuk membuka pintu mobilnya.


Almira# "Iya, tadi Bang Egga nelpon Ist, dia mau menjemput Ghifari karena mau bawa Ghifari jalan - jalan kata nya. Karena Ghifari belum pulang sekolah maka nya Bang Egga yang mau menjemput Ghifari langsung".


Eggy pun sudah mengeluarkan mobil nya dari rumah sakit.


Eggy# "Emm... Tapi beneran Bang Egga kan sayang? Bukan orang lain yang pura - pura jadi Bang Egga kan? Tahu lah zaman sekarang banyak kali penculik pakai modus seperti itu".

__ADS_1


Almira# "Iya sayang, beneran Bang Egga kok. Kalau mau lebih yakin lagi, coba Suam hubungi saja Bang Egga".


Eggy# "Ya sudah, nanti Suam telpon Bang Egga. Suam lagi nyetir ini mau pulang ke rumah".


Almira# "Iya, ya sudah Suam hati - hati di jalan ya. Matikan saja telpon nya enggak baik telponan sambil nyetir".


Eggy# "Iya sayang. Ya sudah Suam mati'in ya telpon nya. Ist istirahat saja dulu".


Almira# " Iya".


Eggy# "Ya sudah, Assalamualaikum".


Almira# " Waalaikumussalam".


Eggy mematikan panggilan nya lalu mencoba untuk menghubungi Egga.


"Assalamualaikum Bang. Kau lagi dimana?".


Egga# " Aku lagi di jalan ini mau ke sekolah anak kau. Kenapa?".


Eggy menghelakan nafas nya.


"Huffft. Enggak, tadi si Almira bilang kalau kau mau menjemput Ghifari ke sekolah nya terus mau bawa dia jalan - jalan. Jadi aku mau masti'in itu beneran kau atau orang lain yang pura - pura jadi kau".


Egga# " Ha ha ha, maksud kau penculik? Aku kan memang mau nyulik anak kau satu hari ini ha ha ha".


Eggy# "Kalau kau yang nyulik mah enggak masalah sama aku, tinggal aku suruh saja anak aku menghabiskan uang kau ha ha ha".


Egga# " Ha ha ha, gaya kali kau. Anak kau dekat dikit saja sama aku, kau sudah cemburu, ini kau bilang enggak masalah ha ha ha".


Eggy# "Ha ha ha, perasaan kau saja itu, mana ada aku cemburu - cemburu. Ya sudah aku tutup dulu telpon nya soal nya aku sudah mau nyampek rumah ini".


Egga# " Lah sudah pulang kau jam segini?".


Eggy# "Iya, aku mau jemput Almira soal nya mau check up".


Egga# " Oh gitu".


Eggy# "Iya, ya sudah. Awas nanti kau buat anak aku sampai lecet ya. Jangan lupa kau bawa ole - ole untuk aku".


Egga# " Ha ha ha kayak anak kecil kau. Tenang saja kau, ku pulangi anak kau dengan mulus".


Eggy# "hmm ya sudah, Asslamualaikum".


Egga# " Waalaikumussalam".


Eggy memarkirkan mobil nya di depan pintu pagar rumah nya. Ia melihat pintu gerbang tertutup rapat, kemudian ia pun keluar dari mobil dan melangkah cepat masuk ke dalam rumah nya.


"Assalamualaikum, Ist... Sayang...". Eggy berjalan menyusuri ruang tamu nya sembari mencari Almira dan ia menemukan Almira sudah tergeletak di lantai tepat di depan pintu kamar nya.


" Astaghfirullah, Ist....". Spontan Eggy bergegas mendekati Almira lalu membawa nya ke dalam kamar.


Eggy terlihat begitu panik dan segera ia memeriksa kondisi Almira.


"Sayang...". Eggy mengelus pipi Almira yang terasa sedikit dingin dan memegang kepala Almira.


Eggy merogohkan saku celana nya untuk meraih ponsel nya lalu menghubungi seseorang.


" Hallo Assalamualaikum. Tolong cancel jadwal saya siang ini ya. Dan atur untuk besok. Oh ya hubungi juga orang yang mau interview siang ini, bilang jadwal interview di undur sampai besok siang soal nya saya lagi ada urusan mendadak. Ok. Iya Assalamualaikum". Ternyata Eggy menghubungi pihak rumah sakit untuk mengatur jadwal nya yang ia batalkan karena Almira mendadak sakit. Tak lupa juga ia menghubungi Dokter Ratna untuk membatalkan jadwal check up Almira.


Eggy membuka jas serta kemeja nya lalu menggantikan nya dengan kaos oblong hariannya. Kemudian ia kembali mendekati Almira dan berbaring di sebelah nya sembari mendekapnya. Ia memandangi wajah Almira yang lesu serta pucat itu.


"Maafin Suam ya, sudah membuat Ist jadi kelelahan seperti ini dan kurang memperhatikan kesehatan Ist". Gumam nya sendiri sembari mengelus pipi Almira lalu mencium dahi nya.

__ADS_1


__ADS_2