Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 21 #S3


__ADS_3

Mereka sudah tiba di rumah. Almira langsung membawa Ghifari ke dalam kamar nya untuk membantu nya membersihkan diri lalu tidur.


Dari kamar, terdengar suara nada dering dari ponsel Eggy yang memanggil adalah Omen. Eggy segera mungkin mengangkat panggilan itu.


"Halo, assalamualaikum. Kemana saja kau cumik? Aku telponi enggak kau angkat - angkat". Eggy merapat kan gigi nya, ia merasa kesal pada sahabat nya yang satu ini karena enggak bisa di hubungi bahkan untuk memberitahu kan berita duka dari Egga pun tidak bisa.


#Omen " Sorry lah gek. Banyak kali urusan aku, gara - gara kau juga nya ini maka nya aku sibuk kayak gini".


#Eggy /"Lah kok gara - gara aku pulak? Kau salah - salahi aku lagi?". Eggy mulai ngegas.


#Omen " Iya lah, gara - gara kau nolak terus di photo shoot maka nya aku sibuk bin ribet nyarik model - model baru huufft. Oh ya, ngomong - ngomong kemarin kau ada apa nelponin aku terus? Kau mau bilang kalau kau mau jadi model aku lagi ya? He he he".


#Eggy /"Kepala kau. Makin enggak mau aku jadi model kau gara - gara kau enggak mau ngangkat telpon dari aku kemarin".


#Omen /"Bukan nya aku tak mau ngangkat telpon kau dodol. Aku memang enggak bisa megang hp aku yang ini karena aku betul - betul sibuk nyarik model lho".


#Eggy /"Lantak lah kau, enggak mau aku lagi jadi model kau. Merajuk aku". Eggy menahan tawa nya.


#Omen /"Jangan lah kau gitu, kayak cewek lah kau pakai merajuk - merajuk. Enggak enak kali sekarang bekawan sama kau, asek merajuk saja lah kau kerja nya. Aku betulan sibuk lho, tega kali lah kau sama kawan nya sendiri".


Eggy enggak tahan ingin tertawa terbahak, ia hafal sekali bagaimana espresi Omen kalau lagi di kerjain seperti itu.


"Ya sudah lah. Aku percaya, tapi aku enggak janji bakal mau atau enggak nya jadi model kau lagi, masih aku pikir - pikir dulu lagi". Lagak nya.


#Omen /“Hmm iya. Jadi kau nelponin aku kemarin mau ngomongin soal ini ya kan?".


#Eggy /"Bukan, aku nelponin kau kemarin, aku mau ngabari ke kau kalau kakak ipar aku meninggal".


#Omen /"Apa? Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Kakak ipar kau yang mana nih?". Ia terkejut.


#Eggy /"Ya Tari lah, jadi siapa lagi kakak ipar aku?".


#Omen /"Yaa kakak ipar kau dari si Almira kan juga ada dodol".


#Eggy /"Oh iya ya, lupa aku ha ha ha".


#Omen /"Iiish... Sama kakak si Almira lupa kau. Kalau tau dia, bisa ngamuk dia ha ha ha. Oh ya teringat aku meninggal nya dimana di sini atau di Jakarta? Terus sakit apa dia?".

__ADS_1


#Eggy /"Dia mengidap kanker rahim. Meninggal nya di sini, tapi sebelum nya dia di Jakarta terus mungkin karena memang dia sudah tahu waktu nya tiba, dia minta pulang ke sini. Meninggal nya pun beberapa jam setelah nyampek di sini".


#Omen /"Ya ALLAH, sedih kali pasti si Egga tuh. Haiiih besok lah aku ke rumah nya, tapi aku jadi segan juga kalau jumpa dia karena enggak datang kemarin, kawan apa aku ini, binik kawan nya meninggal aku nya malah enggak ada kabar".


#Eggy /“Hmm lebih baik dari pada tidak sama sekali. Awas kau sampai enggak jadi datang besok. Besok malam, malam ke tiga, datang kau, kalau bisa dari pagi kau datang nya. Sekalian bantuin emak - emak itu masak - masak di dapur ha ha ha".


#Omen /"Kalau pagi - pagi enggak bisa lah aku. Istirahat lah aku dulu. Ini saja belum siap lagi aku ngedit foto - foto, entah kapan siap nya, pening kepala hutak aku ini".


#Eggy /"Hmm... Jangan banyak ngeluh kau. Ya sudah, lanjut lah kau kerja, aku mau tidur, nanti binik aku masuk ke kamar tengok nya aku belum tidur juga".


#Omen /"Iyaaaa. Kenapa? Takut kenak repet kau sama binik kau? Ha ha ha".


#Eggy /"Enggak. Takut nya dia ngajakin aku begadang pulak lagi, sedang kan aku lagi capek kali, tahu lah kau itu apa maksud aku, ehh tapi, kau kan masih jomblo mana mungkin kau tahu wk wk wk kk".


#Omen /"Buah ha ha ha Kimb*k... Kimb*k... Si*l*n kali, kau pikir aku enggak ngerti mentang - mentang aku jomblo. Ehh aku enggak jomblo lah, aku punya Widya".


#Eggy /“ Ha ha ha, itu masih jomblo nama nya wak. Yang enggak jomblo itu kalau sudah halal alias menikah ha ha ha".


#Omen /"Iya iya, awas saja lah kau. Sekarang bisa lah kau ngejek - ngejek aku. Kau tengok saja nanti, kapan waktu".


#Omen /"Enggak tau juga aku, hi hi hi".


#Eggy /"Enggak usah banyak gaya kau. Kau buktiin saja, jangan cuma ngomong doank. Nih ya, aku kasih tahu ke kau, kalau si Widya masih butuh waktu lagi demi dunia dia, mending kau ikhlas kan saja dia, kau cari yang lain yang benar - benar mau serius dan berkomitmen sama kau. Masa kau mau gini - gini terus, pacaran sudah kayak lakik binik tapi giliran di ajak nikah enggak mau. Enggak kau pikir kan dosa nya itu macam mana?".


#Omen /"Ehh.. Enggak macam lakik binik ya aku sama Widya, kami normal - normal saja pacaran nya".


#Eggy /"Normal kau bilang? Kau sering nginap di kos - kosan dia, kau bilang normal?".


#Omen /'Tapi kan kami enggak ngapa - ngapain, aku kan cuma numpang tidur saja, ya walau pun sering juga mesra - mesra wajar tapi enggak sampai lah melakukan hal itu, tahu dosa juga nya aku".


#Eggy /"Haiiiih tak tau lah aku itu, kelen sudah ngelakuin atau belum. Yang pasti nya, itu sama saja sudah zinah nama nya. Dan itu dosa juga dodol. Ya sudah aah, kok jadi makin panjang jadi nya cerita kita. Besok kita sambung lagi. Ingat! Aku belum selesai nyeramahi kau, ngerti? Ya sudah, Assalamualaikum, besok jangan lupa kau".


#Omen /"Hmm iya, waalaikumussalam".


Eggy meletak kan ponsel nya di atas meja rias lalu membalik kan badan nya. Spontan Eggy terperanjat melihat sosok yang memakai putih - putih berdiri membelakangi nya. Bulu kuduk nya berdiri seketika alias merinding.


"Jangan - jangan almarhumah Kak Tari......". Batin nya berkata kemudian ia terus membaca doa ayat kursi sembari menutup mata nya namun sesekali ia mengintip, untuk memastikan apakah sosok itu sudah pergi atau belum.

__ADS_1


Eggy membuka mata nya, ia melihat sudah tidak ada lagi sosok itu di hadapan nya. Ia bernafas lega sembari memegang dada nya.


"Huuuh alhamdulillah".


"Alhamdulillah kenapa?". Tiba - tiba seseorang menepuk punggung Eggy sontak membuat Eggy terkejut dan terperanjat ketakutan hingga ia jatuh ke lantai.


" Allahhu Akbar". Mulut Eggy komat - kamit membaca ayat kursi.


"Suam kenapa?". Mengerut kan dahi nya.


Eggy terdiam melihat Almira dari atas sampai bawah. Ternyata sosok putih - putih yang ia lihat barusan itu adalah Almira yang sedang memakai mukenah karena habis sholat isya. Eggy menepuk jidat nya sembari tertawa kecil.


" Astaghfirullah he he he, ternyata Ist rupa nya, mau copot jantung Suam, sayang huuuh".


"Kenapa? Suam pikir Ist hantu gitu?".


Eggy mengangguk pelan, kemudian berdiri mendekati Almira.


" Hu.. Uh.. Habis nya Suam enggak dengar Ist masuk ke kamar, ehh Ist tiba - tiba sudah ada di kamar terus pakai mukena lagi, jadi ya mikir nya gitu, hufft".


Almira mencubit pipi Eggy yang terasa dingin.


"Maka nya kalau lagi telponan itu enggak usah sor kali, sampai enggak dengar istri nya masuk ke dalam kamar, malah ngira istri nya hantu lagi, huft".


" Aduuh duuuh duuuh sakit Ist, iya maaf Ist, soal nya Suam sudah parno duluan gara - gara Suam melece Bang Egga tadi, Suam nyuruh dia nyarik binik baru lagi, terus Bang Egga malah nakut - nakuti bilang almarhumah Kak Tari bakal ngedatangi Suam karena cakap kayak gitu". Rintih nya..


"Maka nya jadi orang itu jangan suka kali melece orang, jadi kenak sendiri kan? Lagian kalau orang sudah meninggal, enggak ada itu yang nama nya ngedatangi - ngedatangi lagi, yang ada syaiton yang menyerupai orang itu, ngerti?". Dumel nya dan gemes lihat Eggy. Almira kembali mencubit pipi Eggy, kali ini kedua pipi nya.


"Sakit lho Ist cubitan nya".


" Gemes lihat Suam lama - lama. Kadang Suam ngegemesin kayak anak kecil, kadang Suam ngeselin, kadang Suam cantik, kadang Suam.....".


"Stop... Stop.. Stop... Masa Suam di bilang cantik lagi sih Ist? Suam itu tampan lah bukan nya cantik". Rengek nya.


" Suka - suka Ist lah, rang Ist nengok nya gitu kok, Suam itu cantik. Sekali Ist bilang Suam itu cantik ya cantik lah. Ngerti?".


"Huaaaaa..... Kayak bencong aku jadi nya di kata sama binik ku cantik hua hua hua". Eggy terduduk di lantai sambil melesek kan kaki nya seperti anak kecil. Almira tertawa kecil melihat tingkah nya.

__ADS_1


__ADS_2