Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 27 #S2


__ADS_3

"Pakek punya aku aja kak". Tiba - tiba Lana muncul mengagetkan mereka. Dia menyodorkan flat shoes milik nya untuk Karien.


Eggy/ "Eh . . he . . . Lana . . . Jadi ngerepotin".


"Enggak apa - apa kok bang, aku enggak meresa di repotin kok. Pakek aja kak, nih". Lana memaksanya.


Karien menyambut flat shoes berwarna hitam milik Lana.


"Makasi banyak ya". Karien memakai nya, ternyata kaki mereka seukuran dan pas di kaki Karien.


"Iya kak, sama - sama, ya sudah aku ke sana dulu ya". Lana pamit meninggalkan mereka.


"Iya, sekali lagi makasi ya". Eggy tersenyum pada Lana. Eggy melihat Lana sedang menghampiri Ari yang tengah berdiri di samping member lain nya.


Karien/ "Dia siapa beib?".


"Kenapa tadi enggak kamu tanya langsung sama orang nya beib...?". Eggy melirik Karien yang masih sibuk melihat sepatu itu.


Karien/ "Aku lupa. Kayak nya tuh cewek orang kaya deh, soal nya ini sepatu kwalitas ori terus merk mahal lagi. Aku tau banget sama merk sepatu ini. Limited edition".


"Hemm". Eggy menaikkan kedua bahu nya, lalu kembali melihat ke arah Lana yang tengah mengobrol bersama Ari.


.


.


Mereka melakukan perjalanan tersebut. Berduyun - duyun mereka melaju kan kendaraan bermotor mereka. Setiba di lokasi dimana tempat untuk berkemah. Masing - masing dari mereka memiliki tugas yang harus di kerjaan kan, tak ketinggalan dengan Eggy yang tengah sibuk membantu Ari memasangkan tenda untuk Karien dan 2 orang wanita lain nya, yakni Lana dan Nita teman nya Lana yang kebetulan juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.


"Jadi aku tidur nya di tempat kayak gini beib?". Karien terkejut melihat tenda untuk tempat tidur nya selama berkemah.


"Yoi beib. Entar kamu tidur nya sama mereka berdua". Eggy menunjuk ke arah Lana dan Nita. Karien pun melirik ke arah mereka yang tersenyum pada nya.


"Iiiuuuch, sudah tenda nya kecil kayak gini terus bertiga lagi dalam satu tenda, aku enggak mau". Karien beranjak meninggalkan mereka.


Ari melirik Karien dengan tampang acuh. Sedang kan Eggy malu dengan tingkah Karien. Eggy menarik nafas nya dan menyusul Karien.


"Beib . . .". Eggy menarik tangan Karien menahan langkah kaki nya. Karien berbalik melihat Eggy.


"Kamu jangan gitu donk, malu di lihati kawan - kawan aku. Kan aku sudah tanyak ke kamu, apa kamu yakin mau ikut, terus kamu jawab yakin. Jadi ya sudah kamu harus terima keadaan yang memang seperti ini kegiatan touring. Kita harus bisa ramah lingkungan dan bisa beradaptasi di tempat - tempat seperti ini". Begitu lembut Eggy menghadapi Karien.


"Kalau tau gini aku enggak bakalan ikut". Cibir nya.


Eggy mendongakkan kepala nya sembari tangan nya mengusap wajah nya.


"Oh God . . . ".


Eggy berhasil membujuk Karien. Mereka kembali ke tenda yang sudah selesai di pasangkan oleh Ari.


"Sorry ya bro, jadi kau sendiri yang masangin nih tenda he he he". Eggy merasa enggak enak pada Ari.


"Enggak apa - apa, santai aja he he he". Ari menepuk bahu Eggy dengan pelan.


"Ya sudah, yok kita jumpain ketua, tadi dia nyuruh kita ngumpul bentar di tenda nya. Lan aku tinggal bentar ya". Ari pamit pada mereka. Lana mengangguk pelan.


"Iya bro. Beib aku tinggal ya. Kamu harus bersikap ramah sama mereka, karena kamu setenda sama mereka". Eggy berbicara pelan pada Karien.


"Heemm iyaaaa". Karien memutarkan bola mata nya serta melipat tangan nya ke depan.


Eggy/ "Ya sudah, saya titip pacar saya ya, he he he".


"Iya Bang Eggy, tenang aja he he he". Dengan senang hati Lana memenuhi amanah Eggy.


Nita menyingkut lengan Lana, mata nya memplototin Lana. Eggy dan Ari berlalu meninggalkan mereka bertiga di depan tenda.


"Kak Karien ternyata lebih cantik asli nya ya dari pada foto nya he he he". Lana memuji Karien. Bukan nya mau carik muka tapi memang seperti itu lah seorang Lana yang memiliki sifat supel dan ramah meski terkadang dia bisa bersifat sombong tapi terhadap laki - laki yang mengejar diri nya.

__ADS_1


"Thanks". Jawab nya singkat.


"Oh ya, nama aku Lana". Ia mengulurkan tangan nya ke hadapan Karien dan di sambut oleh Karien. "Karien".


"Pertama kali aku touring, aku juga sama seperti kakak. Karena enggak terbiasa dengan kegiatan - kegiatan kayak gini, enggak bisa mandi, susah nyarik sinyal di tambah lagi kita bakal susah tidur karena banyak nya gangguan kayak nyamuk atau suara - suara berisik lain nya he he he. Tapi setelah kegiatan selesai terus pulang ke rumah masing - masing, entah kenapa aku merindukan suasana seperti ini dan rasa nya ingin kembali melakukan nya he he he. Aneh kan?, awal nya enggak mau, ehh pada akhir nya ketagihan he he he". Lana sedikit menceritakan pengalaman nya. Karien hanya mendengarkan nya dengan seksama.


"Udah kak, kakak nikmati saja, enggak usah di ambil pusing, entar kakak juga terbiasa he he he".


Karien tersenyum getir.


"Oh ya, makasi ya kamu sudah minjamin sepatu ini ke aku". Karien menaikkan sedikit kaki nya bermaksud untuk menunjuk kan sepatu yang dia kenakan.


"Iya kak, kalau kakak suka, sepatu nya boleh kok untuk kakak, aku enggak ada maksud buat kakak tersinggung, tapi kebetulan sepatu itu baru kok, belum pernah aku pakek he he he".


"Serius kamu?. Sepatu ini kan mahal, masa kamu mau kasih gitu saja ke aku". Mata Karien melebar.


"Aah Kak Karien berlebihan, sepatu itu enggak mahal kok. Udah sepatu nya untuk kakak saja, aku ikhlas kok he he he".


Karien/ "Sekali lagi makasi banyak ya, entar kapan - kapan aku traktir kamu gimana?".


Lana/ "Boleh kak, dengan senang hati he he he".


.


.


"Hoaaam". Eggy menutup mulut nya dan sesekali meregangkan badan nya yang terasa pegal. Meski merasa kurang tidur dan lelah menangani ribet nya Karien, Eggy harus bangun sesubuh mungkin agar dia tidak melewatkan moment yang paling dia sukai, yakni melihat matahari terbit dan menikmati sejuk nya udara pagi yang beraroma khas dari pepohonan yang lembab karena embun.


"Aaaaa . . . ". Terdengar suara teriakan suara perempuan dari ujung jalan setapak yang Eggy lalui. Eggy mendekati pusat suara karena ia penasaran. Langkah kaki Eggy terhenti ketika dia melihat Lana dan Ari. Suara yang dia dengar barusan adalah suara nya Lana.


Ari/ "Kamu apa - apa'an sih?, aku kan sudah pernah bilang ke kamu, kalau aku sama sekali enggak pernah berhubungan dengan dia lagi. Dan ini sama sekali enggak ada hubungan nya dengan dia".


Lana/ "Ya kalau emang enggak ada hubungan nya sama dia, kenapa kamu selalu menolak setiap kali aku mau berduaan sama kamu. Kenapa akhir - akhir ini kamu makin berubah ke aku?".


Lana/ "Enggak, aku enggak percaya itu alasan nya. Aku yakin ini pasti karena dia. Kamu pikir aku enggak tau dan enggak sakit setiap kali kamu salah menyebut nama aku dengan nama dia. Kamu masih cinta sama dia, iya kan?".


Ari/ "Kalau iya, kenapa rupa nya hah?". Bentak nya dan spontan Lana terdiam, air mata nya menetes ke pipi nya. "Kalau pun aku masih cinta sama dia, toh itu enggak bakal merubah rencana kita, salah . . . Rencana kamu sama kedua orang tua kita ck . .".


"Kamu pikir selama ini aku diam karena aku menginginkan nya?, enggak sama sekali.Kamu tau?, prinsip dan impian aku harus aku kubur dalam - dalam gara - gara rencana kalian dan aku yakin kamu enggak akan peduli soal itu, yang kamu peduliin itu cuma membangun cinta dan kebahagiaan kamu sendiri tanpa peduli orang lain bahagia atau enggak. Perlu kamu ingat, ini sama sekali enggak ada hubungan nya sama dia dan jangan pernah kamu mengusik kehidupan dia".


Lana berlari meninggalkan Ari dan sesekali dia mengusap air mata di pipi nya.


Eggy yang sudah melihat dan menguping pertengkaran pasangan kekasih itu, langsung bergegas bersembunyi di balik pohon ketika mengetahui Lana akan melewati diri nya.


"Aaaaaaarrrrgggt". Ari teriak kesal.


.


.


"Ehem . . . ". Eggy mengagetkan Ari yang duduk pada bebatuan di pinggir tebing sembari melihat matahari sudah menampak kan diri nya. Ari menoleh ke belakang, melihat Eggy.


"Eh . . . Telat kau, matahari nya sudah nongol luan tuh he he he". Ujar nya.


Eggy berjalan mendekati Ari dan duduk di samping nya.


"Iya, padahal sudah di bela - bela 'in bangun nya cepat, rupa nya aku telat juga he he he".


Ari tersenyum simpul melirik Eggy yang pandangan nya terfokus pada sinar matahari yang menenangkan hati.


Eggy/ "Sejak kapan kau pacaran sama Lana?".


Sentak Ari menoleh.


"Ehm . . ?. Kira - kira setahun yang lalu".

__ADS_1


"Ouhmm . . . ". Eggy mengangguk pelan.


"Kenapa?".


Eggy/ "Enggak apa - apa. Cuma heran saja, kenapa tiba - tiba selera kau berubah he he he. Karena setahu aku, selera kau itu cewek berhijab, manis dan lemah lembut, bukan seperti Lana, he he he".


Ari masih mendengarkan Eggy dengan seksama.


"Bukan nya aku sok tau, tapi yang aku lihat kau kayak nya enggak happy sama dia. Kalian di jodohi?". Eggy melirik wajah Ari yang tertunduk.


"Enggak, kami enggak di jodohi, cuma kebetulan Papa nya Lana sama Papa ku dulu nya temanan waktu di sekolahan".


Eggy/ "Ouh gitu, bisa kebetulan banget ya".


Ari/ "Iya, maka nya mereka mendesak aku buru - buru nikahi Lana he he he. (Diam sejenak). Ini karma buat aku".


Alis mata Eggy berkerut/ "Karma gimana maksud nya?".


Ari/ "Iya . . . Sebelum nya aku pernah nyakiti perasaan seseorang. Aku terlalu silau melihat kecantikan bidadari dunia sehingga aku menyia - nyia kan bidadari syurga".


Eggy terdiam mendengarkan Ari.


Ari/ "Aku pernah memiliki cewek impian aku, dia berhijab, manis, akhlak nya baik, lemah lembut walau pun terkadang cerewet dan jutek, yaa seperti yang kelen tau selera cewek aku seperti apa, he he he. Awal nya aku ngerasa happy sama dia, karena dia ngebuat aku jadi diri aku sendiri. Terus aku ketemu Lana di saat aku merasa jenuh dengan hubungan kami yang aku anggap jalan di tempat. Lama - lama aku semakin dekat sama Lana dan entah kenapa tiba - tiba hati aku goyah. Aku pun berubah dengan dia, hingga akhir nya aku lebih memilih Lana dan meninggal kan dia tanpa penjelasan apa pun. Aku pikir semua nya bakal baik - baik saja, ternyata aku salah, setelah dia mengetahui apa alasan aku ninggalin dia, semakin hari justru aku semakin di hantui sama rasa bersalah aku dan sadar bahwa aku manusia yang bodoh, karena udah nyia - nyia 'in dia. Aku juga sadar bahwa aku memilih Lana bukan karena cinta melainkan pengalihan aku dari rasa jenuh ku. Jujur aku masih cinta sama dia".


Eggy/ "Kenapa kau enggak minta maaf aja ke dia?, dan minta kesempatan".


Ari/ "Jangan kan untuk bisa minta kesempatan dan meminta maaf. Bahkan ketika bertemu pun, dia sama sekali enggak mau melihat aku. Aku bagaikan orang asing".


Eggy/ "Hemm . . . Aku ngerti sama perasaan tuh cewek, pasti dia ngerasa sakit kali di hati nya maka nya dia udah anggap kau itu orang asing dan enggak mau kenal sama kau lagi. Enggak seharus nya kau berbuat kayak gitu bro. Ngedengeri cerita kau aja rasa nya aku palak sama kau, hati aku pengen kali ngehajar kau. Di sini bukan cuma cewek itu aja yang terluka tapi Lana juga terluka karena cinta kau untuk cewek itu bukan untuk Lana yang saat ini ada di samping kau. Saran aku, coba lah kau berusaha terus buat dia bisa memaafkan kau".


Ari/ "Percuma".


Eggy/ "Enggak ada kata percuma. Ketimbang kau terus - terusan di hantui sama rasa bersalah kau, emang nya kau mau hidup enggak tenang selama nya?. Aku yakin dia bakal memaafkan kau, asalkan kau mau berusaha dan lagi, kau harus tegas mengikuti kata hati kau bukan mengikuti ego. Kasihan juga si Lana nya ".


Ari menarik nafas nya/ "Hmm . . . aku juga mikir nya gitu. Makasi banyak ya bro, kau udah ngebuat beban di pundak aku terasa tercampak jauh he he he".


Eggy/ "Enggak perlu kau bilang makasi sama aku. Yang penting kau ngelakui apa yang aku sarani. Kalau kau diam - diam aja, hidup kau bakal kayak gini sampai seterus nya. Emang nya kau mau?. Mm . . . Mana tau dengan kau berusaha keras, kau bakal ngedapati kebahagiaan kau, entah itu sama Lana atau cewek itu, atau pun enggak sama kedua nya, melainkan sama yang lain. Yang penting kau ikutin kata hati kau".


Ari tersenyum merangkul bahu Eggy. Eggy pun tersenyum sembari menepuk bahu Ari.


Ari/ "Sekali lagi makasi banyak ya bro. Si Omen beruntung banget punya sahabat kayak kau".


Eggy mengerut kan dahi nya.


"Lah kok bisa lari nya ke si Omen?, bukan nya kita lagi ngebahas cewek ya ha ha ha".


Ari/ "Ha ha ha, iya si Omen kan mulut nya kayak cewek ha ha ha".


"Buah ha ha ha iya ya, betul kali kau wk wkk kk kk".


Sedang kan Omen yang berada di tenda . . .


"Uhuk uhuk uhuk". Dia tersedak tiba - tiba sembari menepuk pelan dada nya, ha ha ha.


.


.


#Bisa jadi orang yang dulu sangat kau sia - sia kan adalah orang yang paling kau ingin kan dalam hidup mu.


Dia penting dan sangat berharga, namun di saat kau ingin mengambil nya kembali, semua nya sudah terlambat. Karena dia sudah tak menginginkan mu kembali ada di dalam hidup nya.


Ada masa nya orang yang dulu, orang yang sangat tidak kau harap kan menjadi orang yang sangat kau harap kan kembali.


Maka, jangan lah sia - sia kan ketulusan seseorang yang terlanjur kau buat patah dan tak akan bisa kembali utuh seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2