
Ari hampir ilang akal, bahkan kuliah nya pun berantakan, ini untuk kedua kali nya dia harus mengulang di tahun depan, lagi. Akibat dia selalu bolos karna nemeni Lana. Dan kurang nya konsentrasi dalam belajar.
Flash back . . .
"Aku bosan lah kuliah, rasa nya mau berenti aja trus nyarik kerja". Ari berkeluh kesah di hadapan Almira.
Almira/ "Ya ALLAH yank, kamu tuh ya harus nya bersyukur bisa kuliah masih banyak orang di luar sana yang mau kuliah kayak kamu".
Ari/ "Hmm andai aja bisa di tukar sama mereka, udah aku tukar".
Almira/ "Andai aja bisa".
Ari melihat raut wajah Almira sedikit lirih, dia meraih tangan Almira.
Almira tersenyum menguat kan diri.
Almira/ "Pokok nya kamu jangan banyak ngeluh, kamu harus semangat ngejalani nya, toh hasil nya untuk kamu juga ke depan nya. Kamu jangan banyak main aja kerja nya, cepat kelarin kuliah nya trus dapat kerja biar kamu bisa ngewujud' in impian konyol kamu itu". Almira menarik hidung Ari.
Ari/ "Ha ha ha iya ya, abis itu biar kita bisa touring sama - sama".
Almira/ "Enggak mau, nunggu' in kamu keburu aku karatan".
Ari/ "Biarin karatan yang penting kan aku cinta sama kamu".
Almira/ "Uweeeek lebay".
"Ha ha ha biarin lebay".
.
.
Ari masih menyimpan bayang - bayang Almira dan rasa bersalah nya pada Almira. Dia juga tak jauh beda nya dengan Almira, hanya saja dia memiliki cinta egois nya.
Seperti orang - orang pacaran pada umum nya. Ari selalu menemani Lana kemana pun dia pergi. Terkadang mereka jalan berdua dan terkadang berjalan bersama ke dua keluarga mereka. Meski Ari memiliki sesuatu yang lengkap namun bagi nya tidak terasa sempurna.
Seperti saat ini pada saat akhir pekan, ke dua orang tua mereka berencana pergi jalan - jalan bersama ke salah satu tempat wisata yang ada di provinsi Sumatera Utara yakni bukit kubu berastagi. Tempat yang begitu ramah bagi keluarga yang sedang berkumpul. Bukan hanya happy family yang berkunjung di tempat itu, sekelompok kawanan bahkan orang sedang di mabuk asmara juga berduyun - duyun datang ke tempat itu untuk menghabis kan waktu nya bersantai.
Mereka menggelar tikar di bawah pohon yang akan menambah sejuk nya tempat itu.
Melihat para pengunjung yang begitu antusias menghabis kan waktu luang mereka. Sebagian pengunjung ada yang sedang bermain layang - layangan, anak - anak yang sedang berlari kesana - kemari, ada yang tertawa gembira, dan sebagian kelompok kawanan sedang bernyanyi bersama di iringi alat musik gitar. Melihat itu membuat hati terasa tenang.
Satu pemandangan yang berhasil mengalih kan perhatian Ari. Dia melihat sepasang kekasih sedang bersenda gurau sembari bermain dengan balon balon busa di bawah pohon yang tak jauh dari nya. Pemandangan itu membuat Ari tersenyum dan mengingat pada saat dimana dia dan Almira pernah menghabis kan waktu nya di tempat itu sambil bermain balon balon busa.
.
"Kamu kayak anak - anak lah Yank main main itu, liat tuh udah sama kamu kayak anak - anak kecil itu". Ari menertawa kan Almira yang asik menghembus balon balon busa sembari menunjuk kan ke arah anak anak kecil yang sedang bermain balon balon busa.
"Biarin". Almira iseng menghembus kan nya di wajah Ari.
__ADS_1
"Adooooh yank . . . Kenak mata aku, perih kali nih mata aku enggak bisa ke buka". Ari merintih keperihan sembari menutupi mata nya.
"Ya ALLAH Yank, astaghfirullah . . . Jangan di kucek yank, sini sini biar aku hembus huuuff huuuff huff". Sentak Almira panik bahkan balon busa nya terjatuh ke tanah sangkin panik nya. Almira mendekati Ari dan menghembus kan mata nya.
"Kenak tipuuuuu ha ha ha". Ternyata dia nge - isengin Almira dan tertawa puas.
"Iiiiiih ngeseliiiiiiiiiiin, iiiih iiiiih". Almira memukul mukuli badan Ari bahkan menjambak rambut nya.
"Adoh adoh adooh iya iya yank, ampon ampon ampon". Mencoba mengelak pukulan Almira.
"Ngeselin, gara - gara kamu liat nih balon balon busa nya jatoh tumpah semua, iiiiih". Almira kesal dan memukulin telapak tangan Ari.
"He he he, maaf ya yank, kita beli lagi yaaa, yok yok kita beli lagi balon balon busa nya, kita beli yang banyak, ayoooook". Ari membujuk nya dan mengajak nya membeli lagi itu mainan.
.
Balon balon busa menghinggap menyentuh wajah nya, sentak Ari sadar dari lamunan nya.
Ari menoleh ternyata Lana yang sedang menghembus kan balon balon itu ke arah wajah nya. Dia tersenyum pada Lana yang tertawa gembira menghembus kan balon balon itu di depan nya. Dan terlintas sosok Almira yang sedang bermain balon busa itu bukan Lana.
#Bayangan mu masih melekat di pelupuk mata ku.
Senyuman mu masih terukir di ingatan ku.
Dan cinta mu selalu menghantui hari - hari ku.
Bukan hanya sehari mereka berhari pekan melain kan mereka menginap di resort yang terletak di bukit kubu, meski kamar mereka berbeda enggak menutup kemungkinan Lana mengambil kesempatan untuk bisa berduaan dengan Ari.
Lana/ "Sayang . . Kapan - kapan kita touring berdua yok".
Ari/ "Bukan nya kita udah sering ya touring berdua".
Lana/ "Maksud aku touring nya kita berdua aja enggak ngikut di comunitas".
Ari/ "Enggak bisa, kita masih pacaran belum menikah, kalau kita udah sah nikah baru kita bisa touring berdua aja".
Lana/ "Emank nya kenapa?, kan enggak ada beda nya".
Ari/ "Banyak beda nya, kalau kita pigi touring nya ber status masih pacaran itu resiko nya besar, aku enggak mau ngambil resiko itu".
Lana/ "Ya udah kalau gitu kita nikah aja secepat nya biar kamu enggak payah ngambil resiko itu".
"Ha ha ha, aku masih kuliah, mau aku kasi makan apa kamu nya kalau aku nikahi kamu secepat nya?". Spontan Ari terdiam mengingat . . .
.
.
Ari/ "Nikah? Ha ha ha, jangan bilang kamu mau minta nikah sama aku sekarang ini".
__ADS_1
Almira/ "Ya enggak lah, ngacok kamu umur kamu masih 19 tahun dan aku mau 19 tahun, trus kuliah kamu aja belum kelar masa iya minta kamu nikahi aku sekarang, mau kamu kasi makan pakek apa aku nya ha?".
Ari/ "Ha ha ha, nah tuh tau, tapi kalau kamu mau nikah sama aku, kamu mesti sabar nungguin aku, karna lulus kuliah trus udah dapet kerja aku belum mau nikah dulu, aku mau touring keliling indonesia abis itu baru nikah, ya kira kira sekitar umur 35' an gitu lah".
Mata Almira terbelalak. "35' an ?, Lama amat?, enggak salah tuh?, bisa bisa aku udah karatan luan nungguin kamu, kamu iya laki laki umur segitu mah masih wajar wajar nya, lah aku umur segitu udah tak wajar bro, dari segi umur emank kita seumuran bro tapi dari segi fisik aku lebih rentan resiko nya".
Ari/ "Ya udah, kalau kamu enggak mau sama aku, silah kan kamu carik yang lain yang mau cepat nikah nya he he he".
Almira/ "Haiiiih ini anak pemikiran nya enggak ada dewasa nya, terlalu banyak main".
Ari/ "Biarin, jadi kamu enggak bisa nih kalau di ajak touring sama aku?".
"Tunggu sampek kita berumur 35 tahun baru kita bisa touring bareng". Almira menyindir Ari karna kesal dengan keinginan nya yang agak enggak waras.
"Okeh". Santai aja dia mah.
.
.
"Sayang . . . ". Lana membuyar kan lamunan nya.
Ari/ "Hemm?, tadi kamu bilang apa?".
Lana/ "Jadi dari tadi aku ngoceh enggak kamu dengerin?". Manyun.
Ari/ "Maaf, soal nya aku udah ngantok he he".
Lana/ "Iissh resek".
Ari/ "ya udah yuk kita masuk ini udah jam 1, enggak enak di liati orang, entar di kira kita lagi macem - macem lagi".
"Aaacch enggak mau, aku masih mau di sini, biarin aja orang lain mau bilang apa, rang hidup hidup kita kok, mau macem - macem atau enggak nya engga ada urusan nya sama mereka". Lana mendongak kan kepala nya melihat wajah Ari.
Ari tersenyum simpul/ "Aku udah ngantok kali, kalau kamu masih mau di sini ya udah aku masuk luan ya, kamu jangan lama - lama di sini, nanti kamu kedinginan".
Ari bangkit dari duduk nya meninggal kan Lana. Baru beberapa langkah Ari menapaki kaki nya Lana menarik tangan Ari dan menciumi nya.
Sentak Ari terkejut dan menyadari sungguh sangat berbeda antara sosok Almira dan sosok Lana.
Almira yang slalu menghindari dan memperingati Ari jangan melakukan hal - hal seperti itu bahkan menangis seperti anak kecil di saat pertama kali Ari mencium nya.
Sedang kan Lana begitu agresif terhadap nya.
#Di saat aku bersama mu ingin sekali aku melakukan hal ini, ingin sekali aku merasa kan bebas nya berpacaran pada umum nya.
Dan kini, aku mendapat kan yang ku ingin kan dari Dia, namun entah mengapa aku merasa aku tidak mengingin kan nya lagi.
Dulu aku jenuh dan bosan karna hubungan yang seperti permainan yang tidak memiliki tantangan, seperti sebuah film yang sangat mudah di tebak alur cerita nya.
__ADS_1
Namun kini, entah mengapa aku selalu menghindari tantangan yang setiap saat menghampiri ku dan rasa nya tak ingin memecah kan teka - teki yang menyulit kan ku.