
Eggy berlari menuju mobil Egga yang terparkir cukup jauh dari rumah nya.
"Fuuuuuuht . . . ". Dengan nafas kencang Eggy langsung masuk ke dalam mobil dan memakai sit belt.
"Eggy . . . ". Sentak seorang wanita cantik memakai set putih yang sudah berada di dalam mobil duduk di sebelah nya membuat Eggy terkejut mencilat seperti melihat hantu.
"Astaghfirullahhal Adzim, ko . . Kok bisa ada Almira disini ?, enggak . . Enggak . . Ini pasti halu atau . . . Jangan - jangan di mobil nya si Egga ada penghuni nya lagi trus penghuni nya nyamar jadi Almira ". Eggy mengedap - ngedipkan mata nya menatap Almira sambil ngoceh enggak jelas.
Almira mengerut kan dahi nya melihat Eggy yang ngomong sendiri lalu menimpuk muka Eggy pakek boneka yang di pegang nya karna kesal.
Almira/ "Enak aja bilangin orang penghuni dalam mobil, emang nya Almira hantu ".
Eggy/ "Adoh . . Jadi ini beneran kamu Al, bukan penghuni mobil ini?".
Almira / "Iya laaaaah ". Teriak nya sambil menimpuk badan Eggy bertubi - tubi.
Eggy/ "Adoh . . Adoh . . Adoh . . Iya . . Iya . . Percaya . . Ampon . . Ampon ". Eggy hanya pasrah.
"Huuuh ". Almira mencibir kesal.
"Maaf . . Abis nya Egga enggak bilang kamu ada di dalam sini, trus kamu pakek putih - putih lagi ya kaget lah, mirik nya ya penghuni mobil ini he he maaf ya ".
"Hmmm ".
"Maaf yaaaaaa . . . ". Eggy mengeluarkan tampang memelas nya.
Almira/ "Enggak usah sok imut gitu, nta Almira . . . ". Terhenti.
Eggy/ "Ntar Almira apa hayo ?".
"Ntar Almira turun ". Ancam nya nya sambil meraih pintu mobil padahal bukan itu yang mau dia bilang.
"Ehh . . Ehh . . Jangan - jangan ". Hampir aja tepegang tuh tangan.
Eggy/ "Jangan gitu lah Al, masa merajok sih, maaf lah . . ".
"Hmm . . ".
Eggy/ "Ngomong - ngomong kamu kok bisa ada disini?, kenapa enggak di rumah?, kan ini hari pernikaham kamu".
Almira/ "Seharus nya Almira yang nanyak kenapa Eggy yang kesini bukan nya bang Egga, trus bang Egga nya mana?, dan trus itu kenapa wajah kamu memar - memar gitu ".
Tanpa menjawab pertanyaan Almira, Eggy menghidupkan mesin mobil nya dan berlalu daru tempat itu.
10 menit dalam perjalanan 10 menit juga mereka hening. Hingga Eggy menghentikan mobil nya ke pinggir jalan kecil tepat berada di tempat yang sunyi dan sekeliling nya di kelilingi pohon - pohon tinggi dengan daun - daun kering yang berguguran di bawah nya.
Eggy membuka pintu mobil nya dan keluar dengan cepat karna mau ngebuka pintu untuk Almira.
"Kenapa kita kesini ?". Almira melihat ke sekeliling tempat yang tak seorang pun terlihat kecuali mereka berdua.
Almira/ "Eggy kenapa sih suka nya sama tempat sunyi kek gini, horro tau, jangan yang aneh - aneh napa ".
"Kamu enggak usah takut, disini tempat nya enggak aneh - aneh, lagian kan ada aku". Eggy memandang wajah ketakutan Almira.
"Disini enggak seram, seraman kamu lagi ha ha ha ". Malah meledek nya agar rasa takut nya ilang.
"Iiiiiih enak aja bilangi Almira nyeremin, Eggy tuh yang nyeremin ". Almira memungut daun - daun kering yang berjatuhan dan melemparkan nya ke arah Eggy.
__ADS_1
"Ha ha ha . . . Udah enggak takut lagi kan ?, duduk sini". Eggy tertawa puas dan duduk yang beralaskan daun - daun kering dan mengajak Almira duduk disebelah nya Almira pun nurut.
"Kamu tau enggak, tempat ini tempat favorite aku, apa lagi kalau lagi musim gugur gini, daun - daun nya kering dan berjatuhan, terlihat menyemak tapi indah, suasana nya hening bikin relax. Dari dulu sejak aku tau tempat ini, aku sering kesini kalau lagi pengen sendiri sangkin aku suka nya sama tempat ini sampek - sampek aku beli tempat ini, konyol kan ?, he he he".
Almira hanya menjadi pendengar budiman sambil tersenyum manatap wajah Eggy yang terlihat dari samping.
"Keluarga aku aja enggak pernah tau tempat ini dan mereka juga enggak tau kalau aku beli tempat ini, pokok nya enggak ada yang tau kecuali petugas kebersihan, bekas pemilik tempat ini dan kamu ". Eggy menoleh ke arah Almira yang terdiam menatap nya dengan wajah nya yang sedikit sembab.
Mereka terdiam sejenak sampai akhir nya.
"Itu wajah kamu kenapa memar - memar gitu ?". Almifa menunjukan tangan nya ke arah wajah Eggy yang memar abis berantem.
"Biasa jagoan ". Eggy menaik turunkan alis nya.
Almira/ "Iya jagoan neon ". Sambil memutar bola mata nya.
Eggy/ "Ha ha ha . . Gemesin banget sih kamuuuuuuu ". Berlagak lebay. Almira menepuk jidad nya.
Eggy/ "Ha ha ha . . . Oh ya . . Maaf ya bukan nya ngantari kamu pulang malah ngebawa kamu kesini dan nyeritain hal yang enggak penting soal tempat ini, aku jadi kayak melarikan pengantin wanita dari pelaminan nya ha ha ha ".
Almira/ "Emang iya kok, bukti nya Eggy ngebawa Almira kesini".
"Siapa suruh ngebatalin pernikahan nya". Ceplos nya dan langsung mengatupkan bibir nya karna merasa ucapan nya bakal ngebuat Almira tersinggung.
"Siapa suruh Eggy yang jadi penyebab nya ". Dengan lantang Almira menjawab ucapan Eggy.
"Siapa suruh udah buat aku jatuh cinta sama kamu ". Eggy pun tak mau kalah membalas nya kembali.
"Ha ha ha ha ha ". Mereka tertawa bersama karna geli dengan tingkah aneh mereka.
"Haaah . . . Bismillahhirrohmanirrohim . . , Al . . Maafi aku yang terlambat untuk kamu, maafi aku udah menjadi penyebab terjadi nya semua ini dan aku enggak mau mengulang kesalahan aku lagi".
Almira/ "Seharus nya Almira yang minta maaf sama kamu, yang enggak percaya sama kamu dan mengakibatkan Almira terjebak dalam kesalahfahaman Almira sendiri, harus nya Almira percaya sama kamu dan enggak akan terjadi seperti ini. Sampai kapan pun Almira akan percaya sama kamu ".
Eggy/ "Makasi ya . . , Al . . aku yang memiliki banyak kekurangan ini mencintai kamu karna ALLAH, maaf Aku mau ngelamar kamu tapi aku malah enggak ada persiapan bahkan cincin untuk kamu pun enggak ada, tapi aku enggak mau menunggu lama - lama lagi takut ntar kamu di sambar laki - laki lain lagi, jadi . . . mau kah kamu jadi istri aku hingga ke syurga nanti ?. ". Lugu nya.
Almira/ "Iiissssh enggak ada romantis - romantis nya ini anak ternyata. Siapa bilang kamu enggak punya persiapan apa pun ". Almira menunjukan tangan kanan nya lebih tepat nya jari manis nya yang mengenakan cincin pemberian Eggy yang menyatukan mereka.
Eggy tersenyum di kulum - kulum melihat nya.
"Jadi . . . ? ".
Almira tersenyum dan menganggukan kepala nya.
"Yeeeeeeeeeaaaaah " . Teriak nya bertingkah seperti anak kecil yang abis di kasi ice cream, dia berlari mengelilingi Almira dan sesekali menghujani nya dengan daun - daun kering dan membalas nya dengan tertawa kecil penuh bahagia.
Kebahagiaan yang enggak bisa di rangkai dengan kata - kata apa pun bahkan sebuah keindahan yang berada di sekitar pun iri melihat mereka yang sedang bahagia.
Suasana riuh di kediaman orang tua Almira. Tamu undangan serta sanak saudara saling berbisik - bisik membicarakan apa yang terjadi.
Almira yang sudah pulang dari setengah jam yang lalu serta seluruh keluarga Wijaya pun duduk di ruang tamu bersama keluarga Almira untuk menjelaskan apa yang terjadi, tak ketinggalan orang - orang yang kepo mengerumuni dari jendela - jendela rumah.
Raut wajah orang tua Almira tampak kesal serta kebingungan dan tak sabar mendengarkan penjelasan dari yang bersangkutan.
Egga/ "Mmm . . . Om saya minta maaf atas kesalahan yang telah saya buat, saya tau keputusan saya ini pasti membuat Om dan keluarga malu, tapi saya sama sekali enggak ada niat sedikit pun untuk mempermalukan seluruh keluarga Almira, saya memutuskan untuk membatalkan pernikahan saya dan Almira.
Pernyataan Egga membuat seluruh keluarga Almira terkejut. Kaca - kaca jendela seakan mau pecah dengan suara - suara yang riuh bagaikan pasar yang sedang berkecamuk.
__ADS_1
"Apa sebenar nya yang terjadi hingga ada pembatalan seperti ini ?". Dengan tenang Pak Syarif bertanya dan melirik anak nya yang tertunduk meneggelamkan wajah nya dari pandangan siapa pun.
"Om . . Ini semua kesalahan dari saya bukan kesalahan Almira. Saya yang salah karna tidak menyadari nya dari awal, saya yang salah karna hanya melihat cinta yang saya miliki tanpa melihat cinta Almira dan tanpa perduli apa Almira bahagia jika bersama saya. Mungkin bagi orang lain ini adalah aib dan pasti sudah menjadi bahan gunjingan orang lain, tapi jika saya tidak mengambil keputusan ini dan jika saya masih tetap menuruti ego saya, mungkin sampai kapan pun saya enggak akan bahagia melihat Almira tidak bahagia bersama saya dan akan di hantui dengan keegoisan saya sendiri. Keputusan saya sudah benar Om, cinta dan kebahagiaan Almira bukan untuk saya karna saya tidak ada di tempat itu. Dan saya juga enggak akan mampu mencintai dan membahagiakan Almira seperti adik saya yang mampu mencintai dan membahagiakan Almira di dunia dan di akhirat, In Sya ALLAH ". Dengan lembut dan bijak Egga menjelaskan semua nya sembari memandang wajah Eggy dan Almira.
Suasana hening seketika, tamu undangan sedikit demi sedikit mulai pulang dan tinggal lah sanak saudara yang masih menyimpan rasa penasaran mereka.
Setelah berdiam beberapa menit Pak Syarif pun membuka suara.
"Apa benar kamu mencintai Almira ?". Dengan tegas nya bertanya pada Eggy yang duduk di sebelah Egga.
"Iya Om, saya sangat mencintai Almira karna ALLAH ". Dengan lantang Eggy menjawab pertanyaan dari sang Ayah wanita yang dia cintai.
"Apa benar kamu juga mencintai dia ?". Pak Syarif beralih bertanya pada anak nya, tanpa merespon jawaban dari Eggy.
Raut wajah yang terlihat menakutkan namun sendu itu menatap Almira yang memberanikan diri untuk menatap Ayah nya dan menganggukan kepala nya, meng -iya kan pertanyaan dari sang Ayah.
Suasana semakin menegangkan, setelah mendapatkan jawaban dari kedua nya beliau pun langsung beranjak dari tempat duduk nya tanpa respon sedikit pun dan ngebuat yang lain semakin bingung.
Tak ada satu suara pun yang berani untuk berbunyi, raut wajah yang penuh tanda tanya dan kecewa serta murung merasa bersalah, semua nya tertunduk lemas, itu menandakan semua nya terlihat jelas bahwa Pak Syarif marah besar dan tidak terima dengan semua ini.
Hanya beberapa langkah dari mereka terdengar suara yang tak lain suara Pak Syarif sedang berbicara pada telpon genggam nya dan semua memasang telinga lebar - lebar.
Ayah/ "Hallo Assalamualaikum, Pak maaf, gini . . yang tadi pagi enggak di batal kan cuma hanya tertunda aja karna ada sedikit masalah he he, iya pak . . , tapi pak ada kesalahan mengenai mempelai pria nya dan berkas - berkas nya, Iya Pak, jadi gimana itu Pak soal berkas - berkas nya?, ouh iya iya Pak, Iya makasi banyak ya Pak, saya tunggu, Assalamualaikum ".
Semua mata tertuju kepada seorang laki - laki paruh baya yang berdiri yang tak jauh dari mereka, mendengar percakapan nya membuat mereka terkejut dan suasana berubah menjadi berbinar - binar, senyuman di bibir merekah begitu indah.
"Alhamdulillah . . . ".
"Semua nya siap - siap, bentar lagi tuan kadi nya mau datang, hapus semua raut wajah murem kalian, Kamu . . . Siap - siap cepat hafal ijab qabul nya ".
Dengan tegas Pak syarif memerintahkan semua nya terutama Eggy.
"I . . . Iya Om . . ". Sangkin senang dan gugup nya Eggy langsung menghampiri calon ayah mertua nya dan mencium tangan beliau. Pak Syarif pun menyambut nya dengan hangat dan memeluk nya.
"Saya terima nikah nya Almira Syarif dengan mas kawin tersebut di bayar tunai ". Dengan 1 nafas Eggy lantang mengucapkan ijab qabul di hadapan Pak Syarif, penghulu dan para saksi yang menikahkan mereka.
"Gimana para saksi, SAH . . ?". Tuan kadi menoleh ke arah para saksi.
"SAH . . . ". Seru mereka dengan semangat.
"Alhamdulillah . . . . ". Semua nya secara serentak mengucapkan rasa syukur dan berbahagia.
Apa lagi Eggy dan Almira yang sudah SAH menjadi suami istri, senyuman indah yang tak pernah lepas dari bibir mereka menunjukan betapa bahagia nya mereka.
#Tiada sangka Dari keikhlasan ku merelakan mu, kini aku bersama mu.
Kau adalah wanita yang mengembalikan ku pada Sang Pencipta.
Kau adalah wanita yang membuat hidup ku menjadi berarti.
Kau adalah wanita yang menyempurnakan hidup ku.
Kau adalah wanita yang di ciptakan ALLAH untuk ku.
Kau adalah wanita ku, Tuan Putri Sholehah ku . . .
Aku mencintai mu karna ALLAH . . .
#Berbagai ujian yang di lalui.
Meski harus berdarah namun kau mampu mengikhlaskan semua nya dengan enteng nya.
Kau adalah kesalahfahaman ku selama ini.
Kau adalah bahagia ku.
Kau adalah lelaki ku, Pangeran Sholeh ku . . .
Aku mencintai mu karna ALLAH . . .
__ADS_1