Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 38 #S3


__ADS_3

Di kediaman keluarga Eggy dan Almira...


Almira tengah sibuk membantu anak nya yang sedang membereskan buku - bukunya usai ia mengerjakan pekerjaan rumah nya alias PR. Kini Almira terlihat lebih sehat dari sebelumnya, ia pun juga sudah bisa mengerjakan sedikit pekerjaan rumah nya itu pun karena untuk memberitahu tugas - tugas yang akan di kerjaan oleh asisten rumah tangga mereka yang baru di pekerjakan oleh Eggy hari ini.


Tak banyak tugas yang di berikannya untuk ART tersebut dan Almira juga tidak memberikannya tugas untuk menghandle anak nya. ART tersebut hanya membantunya memasak, menyuci pakaian serta membersihkan rumah, selebihnya Almira.


"Mommy... Ghifari masih penasaran lah, siapa sih Karien itu? Kenapa Bu Zia bilang nya Ghifari anak Daddy sama Karien? Apa jangan - jangan benar ya Mommy, kalau Ghifari itu anak nya Daddy sama Karien itu?". Ia bertanya karena ia benar - benar penasaran.


Almira tersenyum melihat anak nya yang semakin hari keingintahuannya semakin meningkat.


"Ghifari yang ganteng ini ya jelas anak Mommy dan Daddy donk. Ghifari tumbuh di dalam perut Mommy selama 9 bulan sama seperti calon adik kamu he he he". Ujar nya sembari tangan kanan nya mengelus pipi Ghifari dan tangan kirinya mengelus perutnya.


" Terus kalau gitu Karien itu siapa Mommy? Ghifari itu benar - benar penasaran lho Mommy".


"He he he Ma Sya ALLAH nak. Rasa ingin tahu kamu itu tinggi sekali ya? He he he". Almira menarik hidung Ghifari dengan gemes.


"Bu Karien itu sebenarnya teman lama Daddy kamu sayang, mereka berteman sebelum Daddy kamu kenal sama Mommy. Bu Karien sama Daddy itu sama - sama model, dulu nya mereka selalu di pasangkan di setiap brand".


" Oh.... Berarti kayak artis - artis sinetron gitu ya Mom? Kalau sudah sekali bawa film terus pasti di gossipin deh dikira pasangan".


Almira tertawa kecil.


"He he he, iya. Anak Mommy Daddy ini kok pintar kali, sudah ngerti soal begitu".


" Ya harus ngerti lah Mom. Kan Ghifari bakal mau jadi artis juga, jadi Ghifari harus ngerti soal itu biar nantinya Ghifari enggak terkejut kalau sudah jadi artis". Ghifari nyengir.


"Ma Sya ALLAH. Gemes Mommy jadi nya he he he". Tuturnya sembari mencubit pipi Ghifari dengan lembut lalu menciumnya.


.


#ckrek.. Ckrek... Ckrek...


" 1.. 2.. 3...". #Ckreeeek.... Seorang photographer sibuk memotret modelnya yang lihai dengan gaya nya yang sungguh menawan.


Suasana studio terlihat tak seperti biasanya, itu di penuhi dengan beberapa model dari berbagai agency serta ada nya pihak brand ternama yang terjun langsung ke studio untuk memastikan hasil pemotretan brand nya.


"Assalamualaikum". Tiba - tiba Eggy muncul lalu menepuk pundak Omen yang sedang sibuk dengan kamera nya.


Omen pun menoleh.


" Waalaikumusalam. Ku pikir kau enggak jadi datang ke sini karena sudah jam segini". Ucapnya sembari melirik jam tangannya.


"He he he, iya sorry. Biasa lah, enggak usah di pertanyakan lagi, sudah ngertinya kau itu gimana kerjaan aku hi hi hi".

__ADS_1


" Hmm... Paling enggak nya ngabari kek, untung saja mereka belum pulang".


"Siapa rupanya?".


" Tuh... Kau lihat kan bapak - bapak yang bergaya parlente itu?". Omen menunjukkan ke arah Bapak - bapak yang sibuk mengatur model nya.


"Hmm... Memang nya bapak itu siapa?". Eggy mengerutkan dahinya.


" Tuh bapak - bapak mau ketemu sama kau secara langsung. Dia mau ngajak kerja sama jadi brand ambassador produk nya".


Eggy meletakkan tangan nya ke pinggangnya sembari melirik Omen.


"Jadi kau heboh nyuruh aku ke sini karena bapak itu?".


"Yaaa enggak juga sih. Sebenarnya aku juga mau curhat sama kau jadi ya sekalian saja".


" Kenapa kau enggak bilang dari awal? Kalau kau bilang dari awal kan aku bisa ngatur jadwal nya lain waktu, soalnya hari ini aku enggak bisa lama - lama, ini saja aku sempat - sempati ke sini. Ck".


"Ya, ku pikir kau pasti bakal langsung nolak untuk datang kalau aku bilang ngapain ke sini. Makanya enggak aku bilang dulu ke kau".


Eggy menarik rambut Omen karena sedikit kesal.


" Hiiiis... Kau lah pulak nya. Ah pokok nya aku enggak bisa lama - lama apa lagi dengerin kau curhat. Lain waktu saja soalnya binik aku lagi sakit. Kasian enggak ada yang bantu'in anak aku makanya aku sengaja sudah nyetel cepat pulang terus sekalian saja lah jumpain kau sebentar, ehh rupanya karena ini".


"Ya maaf. Ya sudah deh kalau dengerin curhatan aku nanti - nanti saja. Yang penting kau jumpain dulu bapak itu. Kan enggak enak kau sudah ke sini tapi enggak kau jumpain. Dia dari tadi sudah nengok - nengok kau saja tuh".


"Hmmm... Ya sudah cepat lah. Jangan lama - lama lagi, aku enggak mau binik aku kenapa - kenapa di rumah kayak kemarin".


" Memang kemarin Almira kenapa rupanya?".


"Kemarin dia pingsan, posisinya di rumah lagi enggak ada siapa - siapa. Pas aku nyampek di rumah, ku tengok dia sudah tergeletak di lantai. Untung saja aku pulang. Kalau enggak, sudah enggak tahu lagi aku cemana jadi nya". Ia menceritakan nya Omen sembari mengusap keningnya.


" Hmm... Maka nya kau pekerjakan lah yang bisa bantu - bantu binik kau di rumah. Jadi binik kau enggak kecapek'an. Kan kasihan calon anak kau".


"Iyaaaa. Ya sudah, cepat lah makanya ah...". Eggy mendorong tubuh kerempeng Omen mengarah menuju ke Bapak tersebut. Omen pun menarik tangan Eggy.


Mereka mendekati orang tersebut.


" Pak. Ini Eggy nya sudah datang". Tuturnya dengan ramah pada orang yang ingin bertemy dengan Eggy.


Eggy tersenyum lebar membalas senyumannya.


"Perkenalkan nama saya Suwandi CEO dari brand XXX". Ia mengulurkan tangannya kepada Eggy.

__ADS_1


Eggy menyambut uluran tangan tersebut.


" Saya Eggy. Saya salah satu model di management ini".


"Iya saya sudah tahu soal itu. Dan saya juga sudah tahu semua tentang kamu he he he. Oh ya, mari kita duduk dulu biar santai ngobrolnya he he he".


" Oh iya.. Silahkan Pak, kita masuk ke ruangan itu saja". Omen menunjukkan ke arah ruangan khusus untuk tamu di dalam studio tersebut.


Mereka bertiga pun berjalan menuju ruangan itu lalu duduk dengan santai.


"Gini, saya tidak ingin berbasa - basi lagi. Maksud saya ingin bertemu dengan kamu itu, saya ingin mengajak kamu untuk bekerja sama dengan brand kami, untuk menjadikan kamu brand ambassador pada brand kami. Karena kami tahu terutama saya sangat mengetahui kualitas kamu bagaimana di sini. Jadi, Apakah kamu bersedia dengan tawaran saya ini?". Ia berkata tanpa basa - basi dengan percays diri.


Eggy dan Omen saling melirik satu sama lain. Sempat Eggy menghelakan nafasnya sembari melirik jam di tangannya.


"He he he... Seperti saya harus memikirkan nya terlebih dahulu. Saya tidak bisa mengambil keputusan begitu cepat terutama saya harus berdiskusi terlebih dahulu kepada istri saya". Jawabnya.


" Hmm... Iya, saya paham. Kita sebagai suami harus memberitahu istri terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tapi kita juga sebagai suami enggak harus semuanya tergantung apa kata istri apa lagi sampai takut sama istri sebab kita lah yang berhak atas istri kita he he he".


Eggy merasa tidak nyaman dengan perkataan Pak Suwandi ini. Dia seperti menganggap Eggy adalah suami - suami takut istri.


"He he he... Ngomong -ngomong soal istri. Seperti nya saya harus segera pulang karena kebetulan istri saya sedang sakit dan lebih membutuhkan saya. Jadi saya minta maaf, saya harus pamit sekarang". Eggy berdiri dari duduk nya dan berpamitan pada Pak Suwandi.


Pak Suwandi tidak bisa menahan Eggy lebih lama lagi. Ia hanya bisa tersenyum.


"Saya harap kamu mau mempertimbangkan nya lagi soal kerja sama ini. Kalau kamu sudah setuju atas kerja sama ini, kamu segera hubungi saya". Ia pun mengulurkan tangannya.


" In Sya ALLAH. Saya permisi. Assalamualaikum". Eggy keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Omen dan Pak Suwandi.


Lalu sesegera mungkin Omen mengejar Eggy keluar studio.


"Gy.... Kau kenapa sih?".


"Kesel aku sama bapak itu. Masa dia ngomong kayak gitu. Kayak dia enggak punya binik saja. Ku rasa biniknya tertekan ngadepin dia". Dumelnya sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.


Omen menepuk bahu Eggy.


" Hmm... Ya sudah lah. Enggak usah kau pikirin kali soal itu. Sekarang kau mau enggak mempertimbangkan tawarannya dia?".


"Enggak tahu aku. Aku masih belum bisa mikirin hal itu. Yang di pikiran aku sekarang binik aku lagi sakit". Ia membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalamnya.


" Hmm... Ya sudah, pulang lah kau. Semoga lekas sembuh binik kau". Omen membanting pintu mobil Eggy alias menutupnya, kemudian Eggy pun membuka pintu kacanya.


"Aamiin. Nanti lain waktu kita ketemuan lagi. Nanti aku hubungi kau".

__ADS_1


" Hmmm".


Eggy pun berlalu meninggalkan Omen.


__ADS_2