Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 33 #S3


__ADS_3

Hari semakin sore dan matahari pun ingin menenggelamkan diri nya dan akan bergantian pada bulan. Setelah Eggy mengerjakan sholat ashar, ia sudah sibuk di dapur untuk membuatkan bubur serta susu ibu hamil untuk Almira mengingat Almira belum juga terbangun dari tidur nya dengan perut kosong.


Eggy membawa mereka ke kamar nya lalu membangunkan Almira.


"Sayang... Ist...". Dengan lembut Eggy memanggil Almira serta menyentuh pipi nya.


" Ist...".


Perlahan Almira membuka mata nya yang terasa berat dan lemas. Ia mengerutkan dahi nya ketika ia melihat Eggy di hadapan nya.


Eggy tersenyum memandangi wajah Almira.


"Ist makan dulu yuk. Suam sudah buatkan bubur untuk Ist". Ia berkata sembari memangku nampan yang berisi semangkuk bubur serta air putih dan susu tersebut.


Perlahan Almira mencoba untuk mengangkat tubuh nya untuk duduk sembari memegang kepala nya yang masih terasa pusing.


" Pelan - pelan sayang. Kepala nya masih pusing?". Eggy pun membantu nya dengan memegang lengan nya.


Almira mengangguk pelan.


"Masih Suam tapi sedikit. Suam sudah lama pulang nya?".


" Iya. Ya sudah Ist makan dulu nanti kita ngobrol nya soal nya Ist belum makan dari tadi siang". Eggy menyodorkan sesendok bubur ke mulut Almira dan Almira pun membuka mulut nya untuk menyantap suapan Eggy.


"Ghifari sudah pulang Suam?".


" Belum". Jawab nya sembari menyuapi Almira.


"Hmm... Pasti dia lagi senang - senang sama Uwak Uncle nya he he he".


" Hmm... Mungkin. Oh ya Ist jangan ngerjain pekerjaan rumah lagi ya? Mulai besok Suam akan mempekerjakan orang untuk ngerjain pekerjaan rumah. Kali ini Ist enggak boleh menolak lagi. Karena Ist enggak boleh capek - capek. Ist bukan wonder woman yang bisa mengerjakan semua nya sendirian. Suam enggak mau kalau Ist sampai jatuh sakit kayak gini apa lagi sampai pingsan di saat tidak ada siapa pun di rumah ini".


Almira hanya diam menatap Eggy yang bersikap tegas namun penuh perhatian itu. Pandangan Almira sangat lesu dan tidak bersemangat.


"Dengar enggak apa yang Suam bilang?". Eggy melirik nya.


Almira mengangguk pelan.


" Iya, Ist dengar kok. Terimakasih ya Suam selalu menjadi suami yang terbaik untuk Ist". Ujar nya sembari tersenyum.


Hati Eggy terenyuh mendengar Almira mengucapkan terimakasih pada nya. Ia menggenggam tangan nya dengan erat.


"Harus nya Suam yang bilang terimakasih ke Ist karena Ist sudah menjadi istri yang terbaik untuk Suam. Suam janji akan selalu menjaga Ist dan anak - anak kita lahir dan batin. In Sya ALLAH Suam akan mengusahakan untuk adil membagi waktu Suam pada kalian".


Almira tersenyum simpul serta mata nya berkaca - kaca memandangi wajah Eggy yang begitu menenangkan hati.


" Assalamualaikum....". Tiba - tiba terdengar suara Ghifari dan Egga yang baru tiba dan mereka mengucapkan salam.


"Waalaikumussalam". Jawab mereka secara serentak.


" Itu mereka sudah pulang. Suam turun ke bawah bentar ya sayang, buka'in pintu untuk mereka, Ist habis kan dulu bubur nya biar Ist bisa minum obat".


"Iya Suam".


Eggy pun beranjak meninggalkan Almira sendirian di kamar. Ia berjalan mendekati pintu utama rumah nya lalu membukanya. Terlihat lah Abang dan anak nya yang sedang berdiri menunggu diri nya membukakan pintu sembari membawa beberapa bungkusan di tangan mereka masing - masing.


" Lho Daddy sudah pulang?". Ghifari terkejut ternyata yang membukakan pintu nya adalah Eggy. Ghifari dan Egga pun masuk ke dalam rumah.


"Iya sayang, Daddy sudah dari tadi siang pulang nya kok. Ya sudah sebelum Ghifari mau pamer ke Mommy dan Daddy, lebih baik Ghifari mandi dulu terus ganti baju". Eggy mengusap kepala anak nya.

__ADS_1


" Hmmm... Mommy mana Dad?". Ghifari melirik ke sekitar rumah.


"Mommy ada di kamar".


" Ya sudah, Ghifari mau jumpain Mommy dulu baru abis tuh mandi". Secepat kilat Eggy menarik anak nya untuk melarangnya bertemu dengan Almira.


"Eiiiiit.... Tadi apa yang Daddy bilang? Mandi dulu".


Ghifari mengenduskan nafasnya sembari memanyunkan bibir nya.


" Hufffft.... Iya Dad". Ia pun berjalan menuju ke kamar nya dan terpaksa mengurungkan niat nya untuk menemui Almira ke kamar.


Egga tertawa kecil sembari menggelengkan kepala nya melihat mereka berdua.


"He he he, kau ini lah Gy. Anak nya mau jumpa sama emak nya kau larang - larang".


" Bukan gitu bang. Masalah nya kalian itu sudah dari mana - mana. Terus Ghifari pun belum mandi , sudah pasti banyak kuman yang menempel di badan nya. Di tambah lagi Almira sedang sakit, bisa - bisa virus yang kalian bawa cepat menyerang ke tubuh Almira". Ia menjelaskan nya sambil duduk di sofa ruangan tv.


"Rara sakit?".


" Iya, dia kecapek'an terus bawa'an kehamilan nya juga".


"Sudah bawa ke dokter?".


Eggy terpelongo melihat Egga.


" Aku kan dokter bang, jadi ngapain aku bawa lagi istri aku ke dokter lain?".


"Oh ha ha ha iya iya, lupa aku ha ha ha. Maaf maaf. Soal nya aku kadang suka lupa kalau kau itu sudah jadi dokter, yang aku ingat kau itu model ha ha ha". Egga terbahak sembari menepuk jidat nya.


Eggy memberengi mata nya.


"Hmm iya, sejak Tari enggak ada, aku jadi malas balik ke Jakarta. Aku lebih suka di sini. Selain aku bisa mengobati rasa rindu ku dengan setiap hari datang ke makam nya, aku juga bisa memenuhi amanat Tari". Wajah Egga berubah menjadi sendu ketika ia mengingat Tari.


" Amanat? Amanat apa?". Eggy mengerutkan dahi nya.


"Hmmmp... Nanti kapan - kapan aku cerita'in ke kau. Kalau untuk sekarang aku belum bisa cerita ke kau. Tapi yang pasti nya aku bakalan cerita ke kau tapi nanti kalau sudah waktu nya he he he. Ya sudah, aku langsung balik lah. Soal nya nanti malam aku ada janji lagi sama orang, terus aku mesti siap - siap dari sekarang". Egga pun berdiri dari duduk nya.


" Hmm iya. Terimakasi banyak ya bang sudah bawa'in anak aku jalan - jalan he he he".


"Ah kau, tumben - tumbenan formal sama aku ha ha ha". Egga menepuk lengan Eggy cukup keras.


" Sesekali formal kan enggak apa - apa bang ha ha ha".


Eggy pun mengantar Egga ke depan rumah nya.


"Ya sudah. Aku balik dulu, titip salam untuk Rara, semoga Rara lekas sembuh. Dan bilang sama Ghifari Uwak Uncle pamit dan enggak bisa lama - lama".


" Aamiin. Iya nanti aku sampaikan. Hati - hati di jalan kau bang. Nanti kalau ketemu jodoh di tengah jalan langsung sikat saja bang ha ha ha". Celetuk nya.


"Kurang ajar kau pikir jodoh itu kayak sampah ha ha ha, sudah ah, Assalamualaikum".


"Ha ha ha, Waalaikumussalam".


Setelah Egga berlalu, Eggy pun kembali masuk ke dalam rumah nya.


"Uwak Uncle mana Dad?". Ghifari pun keluar dari kamar nya setelah ia mandi dan mengganti baju nya.


" Uwak Uncle baru saja pulang sayang. Soal nya Uwak Uncle masih ada urusan lagi maka nya Uwak Uncle langsung pulang, enggak bisa lama - lama di sini kata nya". Eggy mendekati Ghifari, sempat ia tertawa kecil melihat penampilan anak nya yang sedikit berantakan.

__ADS_1


"Kamu kok pakai baju nya terbalik sayang? He he he. Terus ini lagi rambut nya kenapa enggak di sisir rapi?". Eggy menggelengkan kepala nya melihat anak nya dari ujung rambut hingga ujung kakinya.


" Hm? Abis nya, kan selama ini Mommy yang selalu nyiapi Ghifari, ini Mommy di kamar mulu enggak keluar - keluar, kalau Ghifari kan masih belum pandai Daddy. Ghifari bisa mandi sendiri saja sudah bagus he he he". Dengan polos nya ia menjawab.


"He he he, ya sudah sini biar Daddy saja yang ngerapi'in baju kamu dan menyisir rambut kamu". Eggy mengajak nya masuk ke dalam kamar nya.


" Enggak usah Dad. Biar Ghifari minta Mommy saja yang nyisirin rambut Ghifari. Daddy mana bisa".


"Hmmmp... Kamu sepele sama Daddy? Jangan remehkan ke ahlian Daddy sayang. Walau pun Daddy enggak pernah ngelakuin apa yang Mommy kerjakan tapi gini - gini Daddy juara nya di urusan beginian he he he". Eggy pun mulai merapikan baju serta menyisir rambut anak nya dengan lihai. Beberapa menit kemudian Ghifari sudah cakep di sulap oleh sang Daddy. Ia bercermin melihat tampilan dirinya.


"Gimana? Keren kan?". Eggy melipat kedua tangan nya sembari senyum - senyum melihat anak nya.


" Keren sih Dad, tapi belahan rambut Ghifari salah ini, harus nya sebelah kiri Dad bukan kanan?". Ghifari tersenyum getir melihat dirinya di cermin.


"Ha? Ya sudah enggak apa - apa, sesekali ganti di sebelah kanan. Yang penting ganteng kan anak Daddy he he he".


Ghifari menganggukkan kepala nya.


" Hmm... Ya sudah deh, kalau gitu Ghifari mau ke tempat Mommy". Ia pun berlari menuju kamar mereka untuk menemui Almira.


"Mommy.... Mommy kok enggak keluar - keluar dari kamar sih dari ta...... di..?". Ucapan Ghifari terputus ketika ia melihat Almira berbaring lemas di atas tempat tidur. Ia bergegas mendekati Almira.


" Ehh sayang. Kamu sudah mandi?". Almira pun mencoba mengangkat tubuh nya lalu bersandar pada dinding tempat tidur nya.


"Mommy lagi sakit?". Ghifari memandangnya dengan wajah nya yang sedih sembari meraih tangan Almira.


Almira menyunggingkan senyuman nya.


" Iya sayang. Tapi Mommy enggak apa - apa kok he he he".


"Iya, Mommy cuma butuh istitahat yang cukup sayang. Mommy dan calon adik nya Ghifari mau di manja - manja he he he". Tiba - tiba Eggy pun muncul menyusul Ghifari mendekati Almira.


" Pantesan saja tadi Daddy ngelarang Ghifari untuk jumpain Mommy langsung".


"Oh ya? Daddy tadi melarang kamu?". Ia bertanya sembari melirik Eggy yang berdiri di samping Ghifari.


" Iya Mommy. Ghifari di suruh bersih - bersih dulu baru boleh jumpain Mommy".


Eggy dan Almira tersenyum.


"Iya donk sayang, kamu kan sudah dari luar terus belum mandi, sudah pasti banyak kuman yang menempel di tubuh kamu. Memang nya kamu mau kalau Mommy dan adik nya makin sakit karena kenak virus yang kamu bawa dari luar?". Eggy mengusap kepala Ghifari.


" Enggak mau. Ghifari enggak mau kalau Mommy sakit, kalau Mommy sakit nanti Daddy lagi yang nyisirin rambut Ghifari dengan belahan rambut yang salah kayak gini".


Almira pun baru menyadarinya setelah memperhatikan rambut anak nya.


"Eh... Iya ya, pantesan tadi Mommy mikir nya kok ada yang lain dari anak Mommy tapi apa, eh ternyata rambut nya he he he". Almira memegang lengan Ghifari, sempat ia menyentuh rambutnya.


" Iya mom. Ini Daddy yang nyisirin rambut Ghifari, kata Daddy ini keren tapi salah belahan nya". Cibirnya sambil melirik Eggy yang tertawa kecil.


"He he he, anak Mommy dan Daddy kan mau di apa'in saja masih tetap cakep kok. Mau belahannya sebelah kanan atau kiri, Ghifari tetap ganteng he he he". Almira mencubit pipi Ghifari dengan gemes.


" Siapa dulu Daddy nya he he he". Eggy pun berlagak kepedean karena kegantengan Ghifari titisan dari diri nya.


"Hmm... Iya iya he he he. Oh ya tadi gimana nak jalan - jalan sama Uwak Uncle, seru enggak?".


Wajah Ghifari mendadak kecewa ketika di tanya soal jalan - jalan bersama Egga.


" Seru sih Mom Dad, tapi......".

__ADS_1


Wajah Eggy dan Almira mengerut serta penasaran dengan cerita anak nya dan heran kenapa wajah anak nya mendadak murung ketika Almira bertanya padanya.


__ADS_2