Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
episode 31


__ADS_3

Setelah berkeliling menggunakan kursi roda terlihat rona bahagia di wajah yang sudah tidak muda lagi tapi masih terlihat cantik dengan khas orang bulenya , Momy Isabel menikmati suasana sore hari di Dubai .


Malam haripun datang untuk menggantikan siang semua yang beragama 'Islam melaksanakan kewajibannya termasuk keluarga Ibrahaim, selepas melaksanakan kewajibannya makan malam bersama seperti makan tadi siang sambil bercanda .


semua percakapan ini menggunakan bahasa Inggris karena bahasa universal walau di Dubai menggunakan bahasa Arab karena di kediaman Zyn selain Zyn dan Zydan belum bisa berbicara bahasa Arab .


Setelah makan para Art pun membersihkan ruang bekas makan tadi .


"Bibi Ratih , Bi Esmeralda kalau sudah selesai kalian istirahat lah kalau kalian mau gabung di belakang bergabunglah bersama kami " ucap Zyn kepada kedua Art tersebut .


"Iya tuan " jawab mereka berdua ,sebenarnya Zyn engga mau di panggil tuan lebih nyaman di panggil nama tapi mereka tetap memilih manggil tuan, Zynpun. pergi kebelakang sambil mendorong kursi roda yang di duduki Momy Isabel di ikuti Zydan dan Bu Aisyah.


"Tua Zyn itu baik banget orangnya ? " ucap Bi Ratih pada Esmeralda .


"Iya Bi aku tau dia dari kecil, beliau itu sangat sayang dan nurut sama orang tuanya" jawab Esmeralda


"Oh jadi bibi Esmeralda merawat tuan Zyn dari kecil ?" tanya Bi Ratih


" Beruntung banget ya Nonya Isabel punya putra sebaik Tuan Zyn ?"ucap Bi Ratih .


"Iya karena Nyonya Isabel orang nya baik pada siapapun kalau suaminya orangnya sangat di siplin dan tegas engga jauh beda sama Tuan Zyn " jelas bi Esmeralda Bi Ratih cuma manggut-manggut .


"Saya sangat beruntung bisa berada di tengah-tengah keluarga sebaik mereka" ungkap Bi Ratih mengagumi .


"Apa lagi saya Bi hanya sebatang kara, punya anak entah ada di mana !" ungkap Bi Esmeralda lemah .


"Yang sabar ya Bi pasti suatu saat akan di pertemukan, Bibi Esmeralda istirahatlah dari tadi sepertinya Saya liat belum istirahat " ucap Bi Ratih menyemangati .


"Iya ini mau istirahat " jawab Esmeralda, Ratih dan Esmeralda walaupun baru bertemu sepert sudah lama bertemu .


Di halaman belakang Momy lagi - lagi di buat takjub melihat lampu taman yang menghiasi halaman belakang pohon dililiti lampu yang berkedip - kedip, walaupun tadi siang sudah melihatnya begitupun Bu Aisyah , menikmati sejuknya malam di Negara Dubai yang syarat dengan kemewahannya bangunan - bangunan yang menjulang tinggi .


Mereka berempat pun ngobrol dan bercanda sambil menikmati angin malam tidak terasa waktu sudah malam .


"Mom kita masuk ya sudah malam ? engga baik angin malam buat Momy " ucap Zyn dan di anggukan sama Zydan .

__ADS_1


"Nak Zyn biar Ibu saja yang bawa nyonya " ucap Bu Aisyah .


"Baiklah Bu ,,, " jawab Zyn , Bu Aisyah mendorong kursi roda di ikuti Zyn dan Zydan dari belakang sesampai nya di kamar Momy Isabel di gendong Zyn untuk di rebahkan biar nyaman .


"Terimakasih sayang ,,," ucap Momy Isabel


"Iya Mom Zyn keluar ya jangan lupa di minum obatnya " ucap Zyn sambil mengecup kening Momy tetcinta sambil meninggalkan kamar .


Pagi hari yang cerah di Negara Dubai, hari ini Zyn mulai beraktifitas kerja selama 6 bulan terakhir lebih fokus merawat Momy tercinta .


"Mom Zyn berangkat kekantor dulu ya karena hari ini ada meeting ?" ucap Zyn sambil mencium tangannya yang masih belum bisa di gerakan .


"Zydan juga berangkat Mom"


"Hati - hati sayang,,, " jawab Momy Isabel yang sedang berjemur dan terapi di halaman belakang sambil menikmati indahnya alam dan pohon yang ada di halaman belakang .


"Assalamualaikum Mom" ucap Zyn dan Zydan mereka berdua bagaikan sodara kembar yang terlahir dari rahim yang berbeda karena Zyn lah Zydan bisa menjadi manusia yang lebih baik makanya dia berjanji akan menjaganya walaupun nyawa jadi taruhannya .


Hari kedatangan pangeran dari Qwuait beliau sangat tertarik dengan gambar yang di buat Zyn waktu mengadakan pertemuan pameran di Quait, karena sebelumnya juga pernah bekerja sama dan pangeran dari Quit sangat puas dengan kerja sama .


"Kami akan melakukan nya dengan baik pangeran terimakasih anda kembali mempercayakan proyek ini kepada perusahaan Zyn grouf " ucap Zyn ramah , mereka berduapun berjabat tangan dan mengakhiri meeting hari ini


"Apakah proyek yang di tangani sebelumnya sudah selesai Zydan?" tanya Zyn .


"Sudah tuan tinggal finishing, mungkin satu bulan lagi sesuai waktu yang kita sepakati " jawab Zydan .


"Kalau bisa di lakukan lebih cepat, cepat lakukan jangan tunggu satu bulan! " ucap Zyn tegas


"Baik tuan " jawab Zydan .


"Setelah proyek yang disini selesai kita langsung bikin perencanaan untuk yang di Quait , jangan sampai mengecewakan Clint kita " ucap Zyn.


"Siap aku akan pantau terus tuan"


"Tapi kalau aku ke Quait Momy bagaimana? beliau belum pulih " ucap Zyn termenung .

__ADS_1


"Itu bisa di atur tuan kan bisa lewat zoom, kalau di haruskan tuan kesana bisa pulang pergi " jawab Zydan .


"Iya ya kenapa aku bisa sebodoh ini ,padahalkan teknologi semakin canggih " ucap Zyn sambil menepuk jidanya, sedangkan Zydan hanya bisa geleng - geleng kepala ..


"Bagai mana dengan perusahaan Deddy? apakah sudah bisa kita ambil alih dan penghianat itu sudah kamu urus Zydan ?" tanya Zyn .


"Masih saya lacak tuan sepertinya rencananya sangat rapi jadi sedikit sulit, saya masih mencurigai paman tuan dari keluarga Momy Isabel tapi buktinya belum cukup Tuan " jelas Zydan .


"Siapa yang kamu curigai Zydan ?" tanya Zyn kaget .


"Paman Remon " jawab Zydan


"What ,,,! " Zyn kaget dengan muka memerah


"Iya tuan aku akan secepatnya mencari bukti yang kuat atas persekongkolan paman Remon dengan perusahaan dynamit grouf " ucap Zydan .


"Aku terlalu asik dengan Duniaku sehingga Deddy harus seperti ini, padahal Deddy ingin meneruskan usahanya tapi Deddy tidak pernah memaksakan kehendaknya, aku yang egois disini " keluh Zyn mengenang dengan mendiang Deddy Ibrahim .


"Zyn kapan kamu akan meneruskan perusahaan Deddy ?" ucap Deddy Ibrahim percakapan 1 thn yang lalu .


"Aku engga tahu Ded di Dubai juga aku sedang membangun Bisnisku sendiri sesuai besik aku " ucap Zyn .


"Tapi kan kamu bisa belajar juga mengenai usaha yang Deddy kelola,? dulu masih ada kakak kamu yang selalu siap membantu Deddy, walau bukan di bidangnya " ucap Deddy ibrahim, dia mempunyai usaha di bidang produksi alat rumah tangga yang canggih seperti penyedot debu .


"Tapi Ded perusahaan Zyn juga sekarang sudah mulai berkembang, nanti Zyn akan coba membagi waktu nya " ucap Zyn


" Tuan ,,,!" Panggil Zydan yang melihat sahabat sekaligus adik dan atasannya itu sedang melamun .


"Oh iya Zydan maaf aku teringat Deddy ku, aku merasa bersalah karena belum bisa menjaga amanahnya " ucap Zydan .


"Iya tuan saya tahu keadaan anda saat ini " ucap Zydan hanya bisa itu yang bisa di perbuat .


"Ujian silih berganti sampai aku lengah perusahaan Deddy bisa di ambil orang padahal itu perusahan keluarga, Zydan tolong jangan sampai Momy tahu bahwa paman Remon terlibat , sampai aku engga tahu memulainya dari mana untuk memecahkan semua ini hanya kamu satu - satunya yang saya percaya untuk saat ini " ucap Zyn sambil menarik nafas panjang seperti benang kusut .


Aduh aduh babang tamvan banyak juga masalahnya tadi nya mau autur masalahnya jangan terlalu berat pelan - pelan saja babang tamvan sesuai judul keikhlasan hati jadi harus ikhlas menerima ujiannya ya babang tamvan

__ADS_1


__ADS_2