Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
episode 38


__ADS_3

"Assalamualaikum teh Haaanaa,,, kita sudah siap ni, mau lari pagi bareng teh Hana... " panggil anak-anak didikku, yang sudah siap untuk lari pagi di hari Minggu ini .


Seperti biasa kalau hari Minggu ngga pulang ketempat Kaka di Manggarai, aku suka ngajak anak didik ku untuk olahraga pagi, di komplek yang ngga jauh dari tempat tinggal ku ada sebuah taman .


"Waalaikum salam, waduuh sudah pada siap ni? Ayoo berangkat,,," jawab ku , karena waktu sudah menunjukan pukul enam jadi pas untuk berolahraga, sambil ngajak anak didik ku, berlari kecil menuju taman.


Di lingkungan tempat tinggal ku anak selalu nurut apa yang di katakan oleh aku, kalau ada yang berkata kasar selalu ngadunya sama aku padahal ada emak bapaknya, walaupun ada aja yang membenci, iri dan juga dengki kepada aku, itu hal biasa karena tidak bisa membuat semua orang untuk menyukaiku dan membungkam mulut orang lain, tapi kita harus menjadi pribadi yang baik setidaknya tidak merugikan orang lain itu sudah menjadi prinsif aku.


Sampailah ke tempat yang dituju hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan berlari kecil sambil pemanasan, ditaman juga ada banyak wahana permainan anak-anak karena kalau hari libur dan sore hari selalu di penuhi anak-anak yang untuk sekedar bemain .


Ada juga ibu-ibu yang olahraga senam jantung, berlari, bersepedah juga aktifitas di pagi hari lainnya.


"Teh aku mau ke sana ya?" ucap anak didikku sambil menunjuk tempat bermain seperti perosotan dan ayunan.


" Ya,, tapi jangan jauh-jauh dari sini , Ok,? nanti kita kumpul disini lagi, kalian semua harus saling menjaga satu sama lain, Ok...?" ucap Ku mengingatkan anak didikku yang berjumlah sepuluh orang supaya tidak hilang .


"Siapa Teh,,, kita ngga bakalan jauh-jauh kok Teh,,,?" jawab anak - Anak serempak, yang baru usia belasan tahun ya sekitaran masih sekolah dasarlah.


Tidak terasa waktu sudah siang, aku sudah selesai mengikuti olahraga senam jantung, yang diikuti oleh emak - emak dan lansia senang kalau sudah mengenal mereka. Banyak yang bisa di ambil pelajaran hidup dari orang tua, aku lebih suka mengenal orang yang lebih tua dariku.


"Sudah ni main, apa olahraga? " ucapaku sambil tersenyum kepada anak-anak yang terlihat tanpa beban hidup, dengan kepolosannya .


"Dua-duanya Teh,,, kan main perosotan Sama lari juga olah raga..." ucap Edes yang paling tua usianya dari temannya yang lain sambil tersenyum kearahku.


"Iya ya ,,, ayo kita pulang sudah jam delapan, kalian juga pasti sudah laper ?" ucapku kepada anak-anak.


"Iya, aku juga sudah laper, pulang yuuk ...?" ujar Doni bocah paling kecil diantara kawan-kawannya.


Akupun selalu mengajari anak didikku untuk menghormati yang lebih tua dan menghargai perempuan bagi laki-laki, akhlak dan adab yang lebih utama, karena ilmu tanpa akhlak hasilnya nol.


Aku dan rombongan pulang karena waktu sudah siang anak-anak juga butuh asupan makanan.


Masih ditempat yang sama sekitaran komplek elit ada restoran kecil tapi tetap rapih, seorang pria yang bertubuh atletis berwajah blasteran timur tengah Eropa berahang tegas menggunakan hoodie dan juga topi, celana trening hitam, sedang menikmati sarapan pagi setelah olahraga rutin dipagi hari.

__ADS_1


"Gadis itu,,,?" ucap pria yang sedang menikmati sarapan, melihat gadis yang sedang berjalan di ikuti anak-anak yang sekitaran belasan tahun. Yang selama ini dicarinya, untuk memastikan apakah tidak salah liat atau sekedar mirif, pria blesteran itu bergegas keluar dari restoran siap saji tersebut sampai lupa untuk membayar.


"Tuan maaf anda belum bayar ...? " ucap pedagang kepada pria blesteran tersebut.


"Ah, sorry-sorry buru-buru " ucap pria bule tersebut sambil mengambil beberapa lembar uang berwarna merah takutnya kurang, diapun bergegas keluar untuk memastikan gadis yang tadi liat adalah gadis yang dia cari selama ini.


"Tuan, ini kebanyakkan ...? " ucap pedagang restoran siap saji tersebut .


"Ambil aja semuanya ...!" sambil berteriak karena sudah sedikit menjauh .


"Damn! kemana gadis itu? cepat sekali dia hilangnya " Sambil berjalan kesana kemari mencari gadis yang sepat ia lihat tadi .


Keesokan harinya diperusahaan Internasional grouf sedang sibuk semua karyawan datang lebih awal dari biasanya karena akan kedatangan salah satu investor terbesar di perusahaan tempat mereka bekerja, sekaligus pertemuan bulanan untuk melaporkan hasil kerja di setiap divisi dan perwakilan setiap cabang termasuk diluar negri.


"Assalamualaikum Syahanaaa... berarti sekarang pak Alfian datang dong ya?" ucap Sasya yang baru datang terus menghampiri tempat resepsionis.


"Ya mana ku tehe, emang aku sodaranya ...!" jawab Syahana yang sedang ngelap meja resepsionis biar tetap bersih.


"Kan sekarang perwakilan dari setiap cabang pada dateng, buat laporan untuk di evaluasi..." ucap Sasya antusias.


"Sudah tadi dirumah lagi males kekantin ..." jawab Sasya .


"Ya sudah sana siap-siap.Oh ya aku kemarin bikin disert dan aku bawa kesini, kalau kamu mau ambil aja di pentry di dalem pendingin, aku sengaja bikin di cup yang kecil-kecil " ucap Syahana kepada sahabatnya .


"Waah mau banget, tapi nanti buat siang aku sudah sarapan tadi pagi" ucap Sasya sambil ekor matanya melihat ke pintu masuk siapa aja yang datang


Semua orang sudah mulai berdatangan perwakilan setiap divisi dari tiap cabang.


"Sudah sana naik keatas sebentar lagi mau meeting juga... kayanya Pak Alfian engga dateng deh ? " ucap Syahana kepada sahabatnya .


"Masa sih idola gue engga dateng,padahal sekarang kan rapat penting loh, kedatangan komisarisnya langsung lagi" jawab Sasya .


"Buktinya jam segini belum dateng..." ucap Syahana.

__ADS_1


"Ya sudah aku keruangan kerjaku dulu, kayanya Mak lampir sudah lewat" ucap Sasya sambil berjalan kearah lift .


Para petinggi diInternational grouf sudah di bawah untuk menyambut kedatangan orang yang penting diperusahaan ini.


Karena ini kali kedua beliau bisa hadir di perusahaan tempat Syahana menjemput rizkinya.


Orang yang ditunggu kehadirannya pun datang limabelas menit sebelum meeting, semua petinggi di perusahaan internasional grouf menyambutnya dengan antusias.


Pria bertubuh atletis, berahang teges menggunakan jas mahal berwarna hitam dan celana kain, menggunakan kacamata hitam mempunyai wajah blesteran tampak karismatik dan rupawan, menggunakan mobil yang mahal, scurity pun membukakan pintu mobilnya dengan ramah.


"Terimakasih" ucap Zyn kepada scurity tersebut dan menganggukan kepalanya ramah.


"Sama- sama tuan " ucap scurity sambil menggukan kepalanya juga.


"Selamat datang di perusahaan kami tuan Zyn dan tuan Zydan " sapa Daniel seorang CEO diInternational grouf dan petinggi yang lainnya sambil berjabat tangan kepada Zyn dan Zydan.


"Terimakasih Tuan Daniel dan yang lainnya untuk sambutannya saya " ucap Zyn kepada Daniel dan petinggi yang lainnya sambil menganggukan kepalanya tanda hormat.


Daniel dan lainnya pun membalasnya ramah.


"Mari tuan Zyn dan tuan Zydan kita langsung keruang meeting, karena sudah ditunggu dengan yang lain..." ucap Daniel ramah.


Zyn dan zydanpun masuk kedalam gedung yang menjulang tinggi tersebut.


"Gadis itu...?" gumam Zyn yang baru masuk kedalam gedung tersebut, karena langsung melihat resepsionis.


Semua yang masuk ke gedung tersebut pasti yang pertama dilihat adalah meja resepsionis.


"Ada apa tuan Zyn ...? " tanya Daniel yang berjalan di samping Zyn, karena dia tadi mendengar Zyn mengucapkan sesuatu, takutnya ada yang ucapkan tapi tidak jelas.


" Oh, bukan apa- apa " jawab Zyn.


Sambil berjalan Zyn menatap sang resepsionis.

__ADS_1


Syahana yang merasa di lihat oleh sang bule, menganggukan kepalanya tanda hormat.


Zynpun membalasnya hormat sambil berjalan, itu semua tidak luput dari pantauan Zydan pasalnya dari pertama masuk menatap sang resepsionis tapi tidak di sadari oleh yang lain.


__ADS_2