
"Suam jadi malam ini photo shoot nya?". Mereka mulai membahas kembali urusan modeling Eggy setelah sekian masalah dan musibah yang mereka lewati. Ia hanya melihat Eggy dari atas tempat tidur mereka.
" In Sya ALLAH jadi sayang. Karena enggak mungkin di tunda lagi, si Omen saja hampir kena sanksi karena Suam". Jawab nya sambil memilih - milih baju nya di dalam lemari untuk persiapan photo shoot nya.
Almira /"Heeemm... Tapi kenapa mesti malam sih sayang photo shoot nya?".
" Karena dari pagi sampai sore Suam di rumah sakit Ist, jadi malam nya lah bisa photo shoot nya sayang, itu pun dari jam 8 sampai jam 10, pokoknya sampai rumah jam 11 malam lah". Eggy mendekati Almira lalu melingkarkan tangan nya pada leher Almira.
Almira mengenduskan nafas nya.
"Hufft... Mengurangi jadwal di rumah sakit malah mengisi nya dengan photo shoot. Hmm..".
Eggy /" Ha ha ha. Ist tenang saja, Suam pasti meluangkan waktu Suam untuk Ist dan Ghifari kok. Lagian kan photo shoot nya enggak setiap hari juga, cuma hari malam selasa sampai malam kamis, cuma 3 hari doank dalam seminggu, terus sekarang setiap hari minggu Suam enggak dinas di rumah sakit. Kurang longgar apa lagi coba jadwal Suam he he he".
Almira /"Bukan gitu Suam. Suam pikirin juga kesehatan Suam. Apa lagi akhir - akhir ini Suam sering kali sakit kepala bahkan sampai pingsan. Ist khawatir sama kesehatan Suam".
Eggy mengangkat tubuh Almira lalu memangku nya di paha nya.
" Sayang. Suam pasti ngejaga kesehatan Suam kok. Masa Suam menjaga kesehatan banyak orang tapi enggak bisa menjaga kesehatan Suam sendiri he he he. Ist doa kan saja agar kita sekeluarga sehat - sehat terus, terutama Ist juga doa kan Bang Egga agar Bang segera siuman".
Almira mengangguk pelan.
"Iya Suam, Ist pasti selalu doa kan".
" Ya sudah kalau gitu, Suam mau menyiapkan baju - baju untuk photo shoot nanti malam karena bentar lagi mau magrib". Eggy melagakan jidatnya pada jidat Almira lalu menciumnya.
Almira /"He em... Perlu Ist bantu enggak?".
" Enggak usah, Ist cukup duduk saja sambil melihat Suam he he he". Eggy menciumnya lagi lalu memindahkan Almira di atas tempat tidur kemudian kembali menyiapkan persiapan photo shootnya.
Almira memonyongkan bibir nya dengan wajah cemberut.
"Kenapa di monyong - monyongin gitu bibir nya? Mau minta di cium lagi ha? Ha ha ha". Eggy mendekatinya lagi sembari menggoda Almira.
" Iiih enggak ha ha ha". Almira merasa kegelian karena Eggy menggelitik pinggangnya.
"Kalau enggak kenapa di monyong - monyongin gitu muncung nya ha ha ha". Eggy sengaja mendekati wajah nya sambil menggelitiki pinggang nya.
" Enggak lho Suam ha ha ha geli lho. Sudaaaah Suam ha ha ha ampooooon (ampun)". Almira memohon untuk berhenti menggelitiki nya.
Sejenak Eggy tersadar bekas operasi pada perut Almira dan menghentikannya. Almira nyaris kehabisan nafas nya serta nungap, ia mengatur nafas nya secara perlahan, setelah itu Eggy kembali menciumnya lalu ngacir sambil terbahak dan mengejek nya.
__ADS_1
"Suaaaaaaaaaam". Teriaknya sambil memplototin matanya, kesal.
" Ha ha ha".
...
" 1.. 2.. 3.. (Ckrek) yak sekali lagi ya.. 1.. 2.. 3.. (Ckrek)". Terdengar suara riuh beberapa photographer sedang memotret para modelnya.
Eggy memperhatikan kinerja serta bakat mereka satu per satu sambil menunggu giliran nya untuk di photo.
"Oh ya kok rata - rata yang di shoot model laki - laki semua? Model yang cewek mana? Katanya photo nya harus berpasang - pasangan". Eggy merasa heran sambil melihat sekeliling studio tak satu pun wanita yang terlihat.
Omen /" Iya, gara - gara kau menunda photo shoot nya, jadi pihak Pak Suwandi memutuskan untuk memotretnya secara terpisah terlebih dahulu. Mereka mengubah edisi katalog brand mereka dengan mengeluarkan produk perfume untuk pasangan pas di edisi terakhir". Jelasnya.
"Oh gitu, bagus lah. Paling enggak nya aku enggak photo bareng sama model cewek nya hi hi hi". Eggy nyengir seakan tak merasa bersalah.
" Iya bagus untuk kau tapi tak bagus untuk aku hufft. Gara - gara kau, kami hampir terancam tahu kau?". Omen merasa kesal padanya sempat ia menoyor kepala Eggy.
Eggy/ "Ha ha ha, sorry lah bro. Nama nya musibah tak dapat di elak jadi kayak gini lah jadi nya".
" Heem.. Mau macam mana lagi. Aku juga enggak bisa menyalahkan kau, karena siapa yang mau di datangkan musibah dan aku faham dengan kondisi keluarga kau sekarang ini mengingat Egga belum juga siuman. Untung saja Pak Suwandi itu cinta kali sama kau sampai bela - bela'in mengubah konsep katalog mereka demi kau. Kalau enggak, habis semua nya daaaah hiks hiks hiks". Omen melesek membayangkan resiko besar yang hampir saja terjadi karena Eggy.
Eggy/ "Ha ha ha. Maaf lah bro. Aku bakalan ganti rugi lah sama kau. Aku akan berusaha sebagus mungkin dalam kerja sama ini demi kau. Nanti ku buat Pak Suwandi itu makin cinta sama aku bahkan ku buat juga dia cinta sama kau ha ha ha".
"Ha ha ha, kotor saja pikiran kau". Eggy menoyor jidat Omen.
Omen/ " Eh... Tapi kau jangan senang dulu, nanti kau pasti bakalan photo shoot berdua sama si Rania".
Eggy /"Rania? Siapa Rania?". Alis mata nya mengerut mendengar nama yang asing bagi nya.
" Itu lho model cewek yang rada bule yang jadi brand ambassador yang bakalan jadi pasangan kau di photo shoot. Nah nama tuh cewek Rania". Omen mengingatkan Eggy pada model wanita yang menangkap basah Eggy karena melihat nya.
"Oh". Jawab nya singkat.
Omen /" Oh? Jangan oh ah oh saja kau. Masalah nya gara - gara kau menunda photo shoot kemarin, selain mereka mengubah konsep katalog mereka, mereka juga menambah adegan photo shoot dengan mesra bahkan tuh cewek cuma pakai lingerie dan kau hanya memakai celana jeans doank, terus kalian bakalan di shoot di atas tempat tidur sambil berpelukan mesra layak nya seperti pasangan yang lagi di mabuk kasmaran karena mereka sudah mengubah konsep pada pengambilan photo kelen sedang membawakan product perfume untuk pengantin baru di malam pertama".
"Apa? Gilak kau Men! Jadi kau setuju gitu saja mereka merubah konsepnya?". Eggy terkejut.
Omen /" Iya, memang nya kenapa?
"Kau tanya lagi memang nya kenapa. Hah? Kau pikir ini majalah dewasa. Ini enggak ada di dalam surat perjanjian kerja sama kita ya Men. Kalau gitu aku enggak mau melanjutkan kerja sama ini apa lagi perubahan konsep ini tanpa persetujuan aku terlebih dahulu. Aku terpaksa mau ikut kerja sama ini hanya untuk kau Men, tapi kalau jadi nya seperti begini, aku lebih baik mundur dari sekarang". Eggy menjadi emosi dan spontan mendorong tubuh Omen cukup keras, semua yang ada di studio menghentikan pekerjaan mereka dan mengalihkan pandangan mereka pada kedua sejoli itu.
__ADS_1
"Tapi Gy, mau macam mana lagi, aku enggak bisa berbuat apa - apa karena Pak Suwandi sudah mengancam aku dan yang lainnya, mereka akan meminta ganti rugi 10 kali lipat pada kami dan mereka akan merusak semua reputasi photographer yang bekerja di sini kalau aku tidak menyetujui nya, aku enggak bisa ngebuat pencapaian mereka juga hancur gara - gara aku, maka nya aku menyetujui perubahan konsep itu tanpa persetujuan kau terlebih dahulu". Omen terkejut untuk pertama kali nya ia melihat Eggy begitu marah pada nya.
Eggy menarik kerah baju Omen seakan ia melupakan persahabatan mereka. Sempat ia menarik nafas nya dalam - dalam lalu menghelakan nya cukup kuat.
"Itu sama saja kau menggadaikan aku demi reputasi kau dan lagi, aku sama sekali enggak peduli dan enggak takut sama ancaman nya". Gigi nya gemeretuk karena geram.
Omen menepis tangan Eggy dari kerah bajunya lalu memandang Eggy dengan merendah namun menyindir diri nya.
" Huh... Kau bisa Gy bilang enggak peduli dan enggak takut sama ancaman mereka, itu karena kau punya segala nya. Karena kau memang sudah terlahir menjadi anak orang kaya bahkan keluarga kau salah satu orang terkaya se-Asia tenggara. Jadi kau bisa mengatasi semua nya dengan kekayaan kau itu. Sedangkan kami... Kami cuma orang kecil yang berusaha mati - matian untuk mencapai impian kami. Kami cuma orang kecil yang takut sama ancaman yang akan menghancurkan apa yang sudah kami bangun dari jerih payah kami sendiri. Kami cuma orang kecil yang untuk di tindas sama orang - orang besar seperti kau. Kami bukan seperti kau Gy, bukan. Posisi kita berbeda, sangat berbeda". Omen menunjuk kan sisi lain nya, dimana ia merasa kecil bila bersama dengan sahabatnya itu.
"Aaaaaaaaaaaaarggt".
Eggy ingin sekali menghajar Omen namun ia mengalihkan pukulan nya pada dinding yang berada di belakang Omen, ia melampiaskan nya penuh dengan emosi sehingga tangan nya mengeluarkan darah cukup banyak, bahkan darah nya pun menempel pada dinding tersebut. Ia mengatur nafas nya yang menggebu - gebu kemudian ia menarik kembali kerah baju Omen. Mata Eggy memerah serta urat rahang Eggy terlihat dengan jelas.
"Ini bukan soal kaya atau miskin, ini bukan soal derajat atau pun tahta, ini bukan soal uang atau pun impian. Tapi ini soal takut sama ALLAH dan takut sama dosa, ini soal martabat dan harga diri, dan ini soal kesetiaan terhadap istri dan anak. Aku lebih baik kehilangan segala nya ketimbang aku kehilangan keluarga ku sendiri. Paham kau....? Sahabat macam apa kau ini yang tega menggadaikan sahabat nya sendiri. Aaaaaaarght". Eggy mendorong tubuh Omen cukup keras hingga ia terpental ke lantai. Kemudian ia meninggalkan studio dengan membawa amarah nya dan rasa kecewanya terhadap sahabatnya itu.
...
Almira terkejut dan merasa heran ketika ia melihat Eggy masuk ke dalam kamar mereka.
"Lho... Kok Suam cepat pulang nya? Kata nya pulang nya sampai jam 11 malam, tapi ini masih jam 9 kok sudah pulang...?".
Eggy langsung memeluk tubuh Almira dengan erat lalu menangis. Almira bertambah bingung.
" Suam kenapa? Suam kok nangis? Terjadi sesuatu yang buruk Suam? Apa bang Egga? Suam jawab donk. Jangan bikin Ist takut gini lah Suam".
Eggy hanya menangis tersengkuk - sengkuk.
"Suam... Ngomong lah, jangan kayak gini napa, sukak kali lah Suam kayak gini, suka kali lah Suam nakut - nakuti Ist. Bukan Bang Egga kan Suam? Enggak terjadi apa - apa kan Suam?". Almira mulai terpancing untuk menangis.
Eggy melepaskan pelukan nya, lalu memandangi wajah Almira kemudian mencium seluruh wajah Almira dengan bertubi - tubi sembari menangis.
" Suam enggak akan menggadaikan kesetiaan Suam sama Ist dan Ghifari hanya demi dunia ini". Tuturnya.
"Maksud nya apa Suam? Ist enggak ngerti lho sayang. Ya ALLAH....! Jangan buat Suam bingung kayak gini Suam hu hu hu". Almira akhirnya menangis juga dan bingung sebenarnya ada apa dengan suami nya ini.
Eggy kembali memeluk Almira, ia masih belum bisa menceritakan nya pada Almira. Ia benar - benar merasa sedih hampir saja ia melakukan kesalahan besar kepada anak dan istri nya jika ia tetap melanjutkan kerja sama itu.
Almira terpaksa harus terjaga karena Eggy terlelap di pelukan nya tanpa menganti bajunya terlebih dahulu.
Almira memandangi wajah Eggy yang sembab lalu menyentuh nya dengan lembut. Tak sengaja ia melihat tangan Eggy terluka dan menyisakan darah yang sudah mengering.
__ADS_1
"Huh? Tangan Suam terluka? Sebenarnya apa yang terjadi sih sama Suam? Kenapa Suam seperti ini? Berarti bukan Bang Egga, pasti ada hal yang lain nya". Ia bertanya - tanya dalam hati nya dengan cemas sembari menyentuh luka pada tangan kanan Eggy.