Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 80 #S3 #ENDING


__ADS_3

Seluruh keluarga kini sedang berkumpul di kediaman Wijaya karena akhir nya Ratna dan Egga sudah bisa pulang ke rumah, namun masih tetap dalam pengawasan Eggy.


Mereka bersuka cita karena mereka mendapatkan kebahagiaan yang bertubi - tubi. Kesehatan Ratna dan Egga pun berangsur - angsur membaik. Kini Egga sudah bisa menggerakkan kaki nya walau ia masih belum bisa berjalan dengan normal.


"Maka nya cepat kalian sembuh biar cepat kita buat acara resepsi pernikahan kalian dan biar kalian juga bisa secepatnya nambah sepupu buat Ghifari hi hi hi". Eggy menyikut lengan Egga sembari menggodanya.


" Ha ha ha iya iya, benar sekali itu. Mama juga sudah enggak sabar punya cucu dari kalian fu fu fu". Bu Wardah menambah nya.


"He he he, iya tenang saja. In Sya ALLAH secepatnya kami akan ngasi anggota baru buat kalian hi hi hi, jangan kan satu bahkan bikin tim kesebelasan pun kami sanggup. Iya kan sayang? ho ho ho". Celetuknya sembari melirik Ratna. Ratna tersipu malu sembari mencubit pinggang Egga.


Mereka semua tertawa bersama kecuali Tara yang terlihat pendiam dan murung.


Egga pun menyadari itu.


Hari menjelang sore, satu per satu dari mereka berpamitan pulang ke rumah masing - masing kecuali Eggy dan keluarga kecil nya yang masih tetap tinggal karena Bu Hanna melarang mereka untuk pulang.


Egga mendorong kursi roda nya lalu ia tidak sengaja melihat pintu kamar Tara terbuka sedikit dan melihat Tara duduk terdiam di dalam kamarnya sembari mengelus bulu kucing nya.


Egga pun menghampirinya dan merasa ada yang aneh dari Tara seharian ini.


"Kamu belum tidur Tara?". Ia bertanya dan Tara menoleh lalu tersenyum.


" Belum Pa. Tara masih mau main - main sama Bobo dan Bibi (nama kucing - kucing nya)". Jawabnya lalu membiarkan kucing nya turun dari pangkuannya.


"Hmm... Oh ya! Kamu kenapa beberapa hari ini Papa lihat kamu jadi pendiam dan lebih sering menyendiri? Bahkan di saat Ghifari ngajakin kamu bermain kamu nya terlihat tidak semangat. Apa kamu sedang tidak enak badan? Atau kamu lagi memikirkan sesuatu?". Egga langsung bertanya pada nya.

__ADS_1


Tara menundukkan kepalanya lalu menggelengkan kepalanya.


"Enggak ada apa - apa Pa".


Egga merangkul pundaknya.


" Kalau kamu enggak mau cerita ke Papa, ya sudah. Papa enggak maksa kamu kok untuk cerita. Yang terpenting kamu jangan pernah merasa kalau kamu itu sendirian di sini. Kamu sama sekali tidak sendirian, kamu sudah punya Papa, Mama, Opa, Oma, Nenek, Om Eggy, Tante Almira dan Ghifari. Kamu jangan pernah beranggapan kalau kamu itu sendirian".


Tara mengangkat kepalanya lalu melihat wajah Egga yang tersenyum padanya.


"Apa Tara pantas Pa menjadi anggota keluarga ini?".


Egga sudah menduga bahwa ini lah penyebab kenapa akhir - akhir ini Tara sering menyendiri.


" Sejak Papa membawa kamu bersama Papa. Papa dan yang lainnya tidak pernah menganggap bahwa kamu tidak pantas menjadi anggota keluarga ini. Bukan kah kamu sendiri yang merasakan bahwa kami semua sangat sayang sama kamu?".


"Justru karena itu yang membuat Tara merasa tidak pantas menjadi keluarga ini pa. Entah kenapa Tara lama kelamaan menjadi serakah dan takut suatu saat Papa Mama dan yang lainnya tidak menyayangi Tara lagi kalau nanti Papa dan Mama sudah punya anak kandung sendiri. Makanya Tara berpikir bahwa Tara tidak pantas menjadi anggota keluarga ini dan Tara merasa tidak tahu diri".


"He he he, kamu itu masih kecil sayang. Wajar ego kamu seperti ini. Terkadang orang dewasa pun juga bisa seperti ini he he he. Wajar kamu merasa takut dunia yang sudah kamu dapatkan akan menghilang begitu saja karena kamu sudah terlalu sering kehilangan orang - orang yang kamu sayangi. Papa salut sama kamu. Kamu masih kecil saja sudah memiliki pemikiran seperti orang dewasa he he he. Kamu menyadari apa yang kamu rasakan dan juga menyadari bahwa itu tidak baik untuk kamu. Kamu enggak usah takut dan jangan berpikiran rasa sayang kami untuk kamu akan berkurang. Kamu tetap menjadi anak sulung Papa dan Mama sampai kapan pun walau pun suatu saat nanti Papa sama Mama memberikan kamu adik". Ia berkata panjang lebar.


Hati Tara terasa tenang mendengarkan apa yang di katakan Egga untuk nya.


Sejak itu Tara selalu berpikiran jernih dan selalu mengingat dimana ia selalu tertawa bahagia bersama dengan keluarga baru nya.


Perasaan yang ia anggap serakah itu sirna juga dan ia juga berpikir untuk menjadi seseorang yang sukses dan akan membalas semua kebaikan mereka suatu saat nanti.

__ADS_1


"Aku janji! Aku akan membalas semua kebaikan mereka yang sudah mewujudkan impian ku serta memberikan kebahagiaan dalam hidup ku".


#TAMAT


.


.


Assalamualaikum...!


Hai...! Hai...!


Semua para readers setia...!


Saya mohon maaf yang sebesar - besarnya karena saya tidak akan melanjutkan kisahnya di judul ini lagi.


Tapi readers setia enggak perlu khawatir dan enggak perlu bersedih...!


Saya punya sesuatu untuk readers setia yang pastinya tidak akan mengecewakan (In Sya ALLAH).


Saya akan melanjutkan kisah ini di judul baru (KEIKHLASAN HATI (JADI DUA)) yang akan saya rilis (In Sya ALLAH) dalam bulan ini juga.


Untuk para readers mohon dukungannya dan terimakasih masih setia menunggu kisah novel saya.


Sampai ketemu di kisah KEIKHLASAN HATI (JADI DUA) ya......!

__ADS_1


😘🥰


Wassalamualaikum...!


__ADS_2