
"Istku enggak apa - apa di tinggalin sendiri ? ". Eggy yang sudah siap - siap untuk KOAS enggak rela meninggalkan istri nya sendiri di ruangan. Sebab orang tua Almira pergi ke Aceh jadi enggak ada yang bisa ngejagai Almira selama Eggy bertugas.
Almira/ "Enggak apa - apa kok, lagian kan kalau ada apa - apa tinggal panggil perawat disini ".
Eggy/ "Beneran nih, tapi ntar panggil Suammu aja kalau ada apa - apa ".
Almira/ "Enggak lah, ntar ketauan lagi kalau Suamku itu Suami Istmu ".
Eggy/ "Ya enggak apa - apa lah "
Almira/ "Yeee enak aja, Suamku belum lulus, ya udah pigi sanah ntar keduluan yang lain datang trus ntar ngeliat Suammu keluar dari sini ".
Eggy/ "Iya, ya udah Suammu berangkat ya, ntar jam 9 Istku di jemput untuk teraphi nanti Suammu juga ada di situ ".
Almira/ "Iya . . Ehh iya ntar Istmu pigi teraphi trus yang ngejaga ruangan ini siapa, kan banyak barang - barang kita disini ".
Eggy/ "Udah Istku enggak usah pikirin soal itu, percuma donk Suammu ini pemilik rumah sakit ini he he he ".
Almira/ "Hmm . . Iya iya ".
Eggy/ "Ya udah Suammu pigi ya, Assalamualaikum ". Eggy menciumi kening Almira dan keluar dari ruangan.
Almira/ "Waalaikumsalam".
Seseorang tidak sengaja melihat Eggy keluar dari ruangan Vvip 1. Seseorang itu yang tak lain Dokter Tari yang sudah tiba di rumah sakit setengah jam yang lalu dan berkeliling rumah sakit.
"Dokter Eggy kenapa keluar dari ruangan itu ?". Rasa penasaran Dokter Tari membuat nya menghampiri ruangan Almira dan melihat isi ruangan dari kaca pintu yang berukuran 4 x 4 namun tak menemukan tanda - tanda mencurigakan.
Dokter Tari kembali ke ruangan dokter dan menghampiri Eggy yang sedang menulis hasil pemeriksaan pasien.
"Pagi dok ". Sapa nya sembari tersenyum.
"Eh . . Dokter Tari, pagi juga ". Eggy hanya sekilas menoleh untuk mengetahui siapa yang menyapa nya.
Tari/ "Oh ya tadi dokter Eggy abis muter - muter rumah sakit juga ya ".
Eggy/ "Enggak, saya baru tiba ".
Tari/ "Ouhmm tapi tadi . . . ".
Eggy menoleh.
Tari/ "ha . . Enggak ada Dok, ya udah aku permisi dulu mau nyiapin alat - alat medis ".
"ouh iya silahkan ". Eggy merasa heran tapi kembali lagi dengan sifat cuek nya. Eggy mengeluarkan hp nya dari saku jas nya. Eggy melakukan selfie dengan gaya cute nya dengan memonyongkan bibir nya dan mengirim nya ke chat Almira.
"Love You Istku., emmmuaaaach 😘 ". Send.
Dokter Tari memperhatikan tingkah Eggy yang senyam - senyum sendiri sambil melihat hp nya. Dokter Tari satu hari ini lebih sering memperhatikan gerak - gerik Eggy ketimbang tugas nya. Dia tidak sengaja melihat Eggy senyum - senyum melihat Almira pada saat mereka berdua melewati ruangan teraphi.
Rasa penasaran dokter Tari semakin menjadi.
Waktu jam makan siang juga dia mengikuti Eggy dari belakang dan penasaran selama ini Eggy makan siang kemana. Tapi sayang nya kali ini Tari tidak mendapatkan apa pun yang di curigai, Eggy pergi ke mesjid untuk sholat zuhur dan usai itu dia pergi ke rumah makan padang.
Dokter Tari kembali ke ruangan nya dan masih menyimpan rasa penasaran nya, padahal kalau dokter Tari lebih bersabar lagi menunggu nya mungkin dokter Tari mengetahui semua nya. Sebab setelah Eggy membeli nasi bungkus di rumah makan padang Eggy langsung menuju ke ruangan Almira.
Sore nya dokter Tari mengikuti Eggy lagi untuk memastikan apa yang dia lihat tadi pagi itu salah atau tidak. Selangkah deni langkah dokter Tari mengikuti Eggy dari belakang, dan lagi rencana nya gagal, 4 orang dokter muda yang laki - laki memergoki Tari.
"Ciye dokter Eggy yang mau pulang bareng dengan dokter Tari ". Ujar nya meledek Eggy dan Tari.
__ADS_1
Eggy merasa heran dan membalikan badan nya dan baru tau ternyata dokter Tari ada di belakang nya. "Dokter Tari ?, Apa dia ngikuti aku ya?". Batin nya.
"ah . . Ha . . Enggak . . Enggak kok cuma emang searah aja sama dokter Eggy, kami enggak pulang bareng kok ". Tari merasa kikuk sembari melirik wajah Eggy.
"Ya kalau emang searah kenapa enggak barengan aja pulang nya, iya enggak?".
"Iya benar itu, kalian cocok kali, kenapa enggak jadian aja ". Timpal dokter lain nya.
"Ha ha ha ada - ada aja dokter ini hu hu hu ". Tari tersipu malu.
Sedang kan Eggy hanya memutar bola mata nya.
"Maaf saya permisi luan ya, karna saya sedang buru - buru, permisi ". Eggy beranjak meninggalkan mereka.
Dokter Tari merasa kesal kenapa tiba - tiba mereka - mereka ini muncul di saat yang enggak tepat.
"Sayang . . . Kayak nya dokter Tari mulai curiga sama Suammu ". Eggy yang sudah berada di ruangan Almira sejak setengah jam yang lalu seperti biasa duduk di samping Almira sambil menceritakan aktivitas nya.
Almira/ "Kok bisa ?".
Eggy/ "Iya soal nya tingkah dokter Tari satu harian ini aneh, Suammu ngerasa kalau dia ngikuti Suammu deh ".
Almira/ "Perasaan Suamku aja itu, lagian kan dokter Tari dokter dampingan Suamku ".
Eggy/ "Hmm . . . Mungkin kali ya, oh ya gimana tadi teraphi nya ?".
Almira/ "Susah - susah gampang, Istmu kayak anak kecil yang baru belajar jalan ".
Eggy/ "Hmm bentar lagi kembali normal nya itu, kalau pun lama normal nya kan ada Suammu yang siap ngegendong Istku kemana aja dan kapan aja he he he ".
Almira/ "Mmm iya lah tuh, Suamku paling senang kalau yang kayak gitu biar bisa ngambil kesempatan ".
Almira/ "Iya deh iya, sebagai istri yang sholeha harus ngalah sama suami ".
Eggy/ "Ha ha ha ini yang bikin Suammu enggak rela ninggali Istku sedetik pun, karna 1000 banding 1 wanita kek gini yang rela ngalah untuk suami nya, biasa nya kan istri slalu benar dan suami selalu salah ".
Almira/ "Itu kan biasa nya, tapi ini luar biasa nya ".
"Uuummm . . . Gemeeeeez ". Eggy mencomot pipi Almira.
Keesokan nya . . .
Jam 9 pagi seperti hari sebelum nya waktu nya Almira teraphi bersama dokter Dika dan Intan.
Eggy sengaja mengajak dokter Tari untuk ke ruangan teraphi dimana ada Almira di dalam nya dengan alasan di suruh tante Maya untuk memeriksa ruangan teraphi dan mengenal alat - alat medis yang ada di dalam nya.
Eggy pura - pura memperhatikan alat - alat medis yang berada di dekat Almira, dokter Dika dan dokter Intan melakukan tugas nya. Almira tau apa maksud dari suami nya itu, Eggy sengaja memantau nya saat melakukan teraphi.
Lagi lagi dokter Tari memperhatikan gerak - gerik Eggy yang diam - diam mencuri pandangan ke Almira.
Dasar Eggy Modus.
Ntah ada angin apa dokter muda yang wanita lain nya juga ikut serta masuk ke dalam ruangan teraphi termasuk salah satu nya dokter Keira dan dokter Githa.
"Hei dokter Eggy ". Keira menghampiri Eggy.
Eggy hanya tersenyum.
"Dokter Eggy tau enggak ini apa maksud nya ?". Keira menunjukan map yang berisi table tentang catatan jenis - jenis penyakit dan bahasa nya sulit di mengerti.
__ADS_1
"Ini maksud nya penyakit organ bagian dalam seperti jantung paru - paru hati dan lambung ". Eggy menjelaskan rincian nya, tapi Keira bukan nya memperhatikan table itu malah ngeliati wajah Eggy.
Keira/ "Ouh gitu . . Waaah dokter Eggy pintar banget ya udah tau semua nya ".
Eggy/ "Kalau kita niat nya belajar sungguh - sungguh In Sya ALLAH kita bisa ". Senyum nya.
Ternyata Almira melirik ke arah mereka dan ngebuat dia tidak konsentrasi sehingga tumpuan kaki nya tak seimbang, akhir nya Almira roboh dan dengan cepat dokter Dika menangkap tubuh Almira dari belakang.
Mata Eggy memerah melihat dokter Dika seperti memeluk Almira dari belakang.
Tanpa basa - basi Eggy menghampiri Almira dan dokter Dika.
"Lepasin dia ". Perintah nya untuk dokter Dika.
Dokter Dika dan yang lain nya terkejut Eggy tampak marah.
Dika/ "buk Almira tadi hampir jatuh maka nya . . . ".
Eggy merampas tubuh Almira dari tangan Dokter Dika dan menggendong nya.
Dika/ "Tapi dok, buk Almira kan pasien saya sekarang, buk Almira tanggung jawab saya disini ".
"Pasien yang anda tangani sekarang adalah istri saya dan tanggung jawab saya di dunia dan syurga nya ". Eggy mengucap kan dengan lantang.
Pernyataan itu ngebuat semua nya sentak terkejut apa lagi yang kaum hawa terutama dokter Keira yang hampir pingsan mengetahui kalau lelaki idaman nya sudah nikah. Sedangkan Dokter Tari hanya terpaku dan benar dugaan nya kalau Eggy ada hubungan dengan Almira si pasien Vvip 1.
Eggy membawa Almira pergi meninggalkan mereka semua yang terkejut di ruangan teraphi. Dengan tampang sangar Eggy menggendong Almira menuju ruangan nya. Semua mata tertuju pada mereka. Sedangkan Almira hanya menatap wajah Eggy yang tegang dengan mata nya yang memerah.
Tiba di ruangan, Eggy meletakkan Almira di atas tempat tidur posisi duduk. Mereka berdiam seribu bahasa. Eggy sibuk mengambil obat oles untuk kaki Almira yang sedikit membengkak akibat jatuh barusan.
Eggy berlutut untuk mengolesi obat itu pada kaki Almira. Eggy tampak lihay mengobati nya. Perlahan tangan Almira menyentuh bahu Eggy dan Eggy menyambar tubuh Almira untuk memeluk nya.
"Maaf . . Suammu enggak bisa nepati janji Suammu ". Isak tangis Eggy pecah di pelukan Almira.
Almira/ "Enggak perlu minta maaf, Suamku enggak salah, yang salah itu Istmu yang merahasiakan hubungan kita ".
Eggy menggelengkan kepala nya.
"Enggak . . . ".
Almira tersenyum. " Ya udah mulai sekarang kita enggak usah merahasiakan status kita lagi, kita lupakan aja persyaratan yang Istmu buat ".
"Tapi . . . ". Eggy melepaskan pelukan nya.
Almira menutup mulut Eggy dengan tangan nya menghentikan ucapan Eggy.
"Enggak ada pakek tapi tapi, lagian kan se isi rumah sakit udah pada tau jadi apa yang mau kita rahasiakan lagi, yang penting Suamku harus tetap fokus dengan kewajiban nya mencapai kelulusan ".
Eggy hanya menganggukan kepala nya sebab mulut nya masih di tutup sama Almira.
Almira melepaskan tangan nya dari mulut Eggy dan mengecup dahi Eggy.
"Udah enggak usah pakek nangis - nangis lagi, masa bapak kepala rumah tangga cengeng he he he ". Almira mengusap air mata di pipi Eggy.
"Umm . . . ". Eggy bertingkah sepeti anak kecil yang sedang di bujuk sembari menciumi kedua tangan Almira.
Dokter Tari masih shock dengan pernyataan Eggy kemarin sehingga dia izin tidak masuk bertugas di rumah sakit, dia lebih memilih berdiam diri di rumah nya tepat di dalam kamar.
Dokter Tari menangis sejadi - jadi - jadi nya sembari memegang mainan tua dan usang berupa boneka helikopter berukuran 25 cm yang terdapat bordiran nama "Eggy" di pinggir sayap nya.
__ADS_1