Keikhlasan Hati

Keikhlasan Hati
Chapter 71 #S3


__ADS_3

Akhirnya Egga bisa membawakan dirinya untuk tidak terlihat sedih di depan keluarganya.


Tepat di hari weekend, Eggy memutuskan untuk mengajak keluarga nya untuk liburan ke Berastagi dan menginap di salah satu villa miliknya.


Eggy sengaja mengajak mereka ke tempat itu setidaknya itu akan membantu Egga untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Egga mengasingkan dirinya dari keluarga nya yang masih sibuk membereskan barang bawaan mereka. Perlahan ia mendorong kursi rodanya menuju ke arah pinggiran tebing yang di depannya terdapat pemandangan yang indah.


Matanya berbinar - binar memandangi pemandangan tersebut dan sesekali ia memejamkan matanya untuk menikmati angin yang cukup dingin berhembus ke wajahnya.


Kini Eggy akhirnya sadar bahwa Egga tidak ada di tengah - tengah mereka. Eggy pun sibuk mencarinya sebab ia khawatir akan terjadi apa - apa pada Egga. Namun begitu, Eggy tidak memberitahu yang lainnya. Ia mencari ke setiap sudut kawasan villa hingga ia menemukan Egga yang masih berdiam di tepian tebing.


Eggy menghelakan nafasnya kemudian menghampiri Egga.


"Ku pikir kau entah kemana lah bang. Bikin jantungan aku saja".


Egga menoleh kebelakang dan tertawa kecil.


" He he he kau lah nih. Aku cuma mau lihat pemandangan saja sekalian ngangin (mencari angin) biar enggak gerah kali badan aku". Ujarnya sembari mengibas - ngibaskan baju kaosnya.


"Huh...! Paling enggak kau itu ngasi tahu ke aku. Untung yang lainnya enggak tahu kalau kau tiba - tiba ngilang. Kalau enggak bisa - bisa mereka jadi panik". Eggy memegang kursi roda Egga lalu melihat ke arah pemandangan itu juga.


Egga /" Iya maaf, lagian kalian sibuk kali tadi jadi agak payah aku mau ngasi tahu sama kalian, makanya aku langsung pergi saja he he he".


"Hmmpt. Sudah lama juga kita enggak touring ya Bang?". Eggy pun memejamkan matanya sejenak sembari menghelakan nafasnya dengan rilex.


Egga /" Sudah lama kali lah. Kalau kau masih mending, kau masih pernah jalan - jalan sama binik kau sekalian touring. Sedangkan aku sudah lupa kapan terakhir kali aku ke sini ha ha ha".


Eggy /"Rang kau sibuk kerja saja sampai lupa untuk bersenang - senang sebentar".


Egga /"Mau macam mana lagi nama nya aku bercita - cita jadi orang sukses jadi harus sibuk kerja lah ha ha ha".


Eggy menjitak kepala Egga sembari merapatkan giginya.


"Enggak gitu juga lah koplak. Sukses itu bukan berarti ngebuat kita enggak bisa melakukan hal yang menyenangkan. Pantesan saja kau kadang orang nya ngebosenin ha ha ha".


Egga /" Ha ha ha. Ya sudah! Kalau begitu, kapan - kapan kita buat rencana touring bareng. Kau tetap bawa anak dan binik kau, kalau aku nanti bawa si Tara. Gimana?".


Eggy /"Oke, siapa takut. Nanti kita atur rencana itu tapi setelah kau sembuh total. Makanya kau harus nurut apa kata ku untuk kesehatan kau".


"Hmm iya iya". Egga memutar bola matanya.


"Jangan iya iya saja kau. Oh ya! Jadi Bang macam mana? Apa mau kau buat habis ini?". Eggy bertanya pada Egga sebab ia mengetahui keputusannya untuk ikhlas melepaskan Ratna dari kehidupannya walau itu sungguh berat untuknya.


" Apa lagi, tapi kau bilang aku harus sembuh, aku harus bisa jalan secepatnya. Jadi habis ini aku harus nuruti apa kata kau lah. Huaaaaaah.... Lagian aku sudah rindu kali sama kerja, rindu kantor aku, rindu di kejar - kejar deadline dan yang paling utama itu rindu menghasilkan pundi - pundi (uang) yang berlimpah ha ha ha". Jawabnya sembari membentangkan tangannya dengan lebar dan menghirup udara segar yang begitu asri di tempat itu.


"Lah sejak kapan kau jadi mata duitan? Hah?". Eggy menepuk lengan Egga.


"Begh sejak dulu bahkan sebelum kau lahir. Kalau enggak ngapain juga aku susah payah kerja keras selama ini dan bisa sekaya ini ha ha ha". Egga meliriknya sembari mengejeknya.


"Ha ha ha iya lah yang kaya. Aku akuin itu hmmm". Eggy melipat kedua tangannya.


Egga /"Ha ha ha tapi tetap saja aku kalah sama kau. Lebih kaya kau lagi lah dari pada aku. Kau sudah punya usaha property dimana - mana, rumah sakit pun juga kau sudah punya bahkan rumah sakit kakek kau bayarin semuanya. Sedangkan aku baru punya perusahaan".


Eggy /" Elleh, enggak usah gitu kau ngomong nya bang, bilang saja kau mau mengejek aku. Iya kau baru punya perusahaan tapi perusahaan apa sekarang. Perusahaan kau perusahaan nomor 3 terbesar se-Asia bahkan melebihi perusahaan Papa. Huuuu".

__ADS_1


Egga /"Ha ha ha, wk wk wk wk. Oh ya gimana usaha property kau? Lancar?".


Eggy /"Alhamdulillah lancar - lancar saja Bang, cuma di bagian perkomplekan aku saja yang enggak begitu".


Egga /"Kenapa rupanya? Rumah di perkomplekan itu masih belum bertuan semuanya?".


"Alhamdulillah tinggal beberapa rumah saja Bang, cuma ini aku lagi sibuk ngejual cepat rumah tetangga aku yang genit itu sama rumah mantan RT di perkomplekan". Eggy melepaskan tangannya dari kursi roda Egga lalu beralih duduk di batu besar yang berada di sisi kiri Egga.


" Kenapa di jual? Mereka mau pindah?". Egga mengerutkan dahinya.


"Iya. Pindah ke penjara". Jawabnya dan membuat Egga terkejut.


" Lah serius kau? Kok bisa? Ada kasus apa rupanya orang itu?". Egga begitu penasaran lalu Eggy pun menceritakan semuanya pada Egga.


Egga /"Ya ALLAH...! Sudah ku bilang dari awal ke kau cepat di laporkan, eh sudah kejadian kan jadinya. Untung si Almira pandai berinisiatif seperti itu kalau tidak kalian juga yang kejebak sama fitnah mereka".


"Iya. Enggak kebayang kalau sampai itu terjadi. Walau pun bakalan terbukti itu hanya fitnah tapi yang pastinya kan kami bakalan melewati masa - masa yang mencengkam dulu, alhamdulillah nya itu enggak terjadi". Bulu kuduk Eggy nyaris berdiri.


Egga /" Terus apa jadi mereka sekarang (Bagaimana kondisi mereka sekarang), berapa tahun mereka nginap di dalam sana (maksudnya penjara) ?".


"Masih belum tahu. Mereka masih di tahap pemeriksaan, sidang saja belum. Haaaaah pokoknya bakal pening lah, aku dan Almira bakalan bolak - balik ke persidangan untuk menjadi saksi. Haduuuuh belum lagi tugas RT aku yang ngurus semuanya selama belum ada penggantinya. Mereka di tunjuk jadi RT, masing - masing menolaknya karena takut jadi RT haiiiih pening lah Bang". Eggy sedikit mengeluh sembari mengusap wajahnya.


Egga /"Sudah enggak usah ngeluh kau, jalani saja. Lagian tumben kali kau ngeluh enggak kayak biasanya yang selalu semangat hi hi hi".


Eggy /"Hmpt... Iya entah kenapa kali ini rasa ku agak capek aku ngadepinnya. Untung ada binik aku, kalau enggak sudah roboh aku hingga tak berbentuk ha ha ha".


"Itu lah kau, harusnya kau bersyukur, jangan ngeluh".


Eggy menaikkan alis matanya sebelah lalu kepikiran sesuatu sembari memandangi wajah Egga dan dengan semangat ia berdiri.


" Oh ho ho ho. Aku punya solusinya bang".


"Solusi apa?".


"Gimana kalau kau tinggal di salah satu rumah di perkomplekan aku, terus habis itu kau, aku pilih jadi ketua RT di situ. Gimana bang?". Eggy berantusias mengeluarkan usulannya sembari menunjukkan jarinya ke arah Egga.


Mata Egga terbuka lebar dan sempat ia menahan tawanya.


"Ahhh enggak enggak enggak. Enak saja kau punya usulan kayak gitu. Usulan di tolak". Ujarnya sembari menyilangkan tangannya 🙅.


" Iya lah bang. Tolong lah aku bang. Lagian kau kan masih single jadi enggak begitu bermasalah kalau di hadapkan sama tetangga - tetangga wanitanya. Kan mana tahu kau bisa ketemu jodoh di perkomplekan aku". Bujuknya.


Egga /"Enggak. Lagian rumah kau mahal - mahal. Ogah aku beli rumah di situ 🤪".


"Hiiis gitu kali lah kau bang, katanya orang kaya masa rumah aku di bilang kemahalan. Tolong lah adik kau ini. Ya bang? Aku kasi diskon lah kau Bang. Kalau enggak aku kasi deh tuh rumah untuk kau gratis. Ya? Ya?". Eggy memaksanya sambil merengek namun Egga tetap pada pendiriannya.


" Enggak, sekali aku bilang enggak ya enggak. Kau cari saja orang lain enggak usah aku lagian kalau aku jadi RT di perkomplekan kau terus gimana perusahaan aku?". Egga melipat kedua tangan sambil menahan tawanya melihat adik nya seperti anak kecil.


Eggy /"Hiiis awas kau ya bang. Tengok saja lah nanti. Enggak mau aku kawani kau ke kamar mandi nanti huffft".


Akhirnya Egga sudah tak tahan menahan tawa nya, ia pun ngakak habis - habisnya karena tingkah adik nya itu.


"Ha ha ha, memang lah kau ini. Sudah tua tapi tingkah nya masih saja kayak anak - anak ha ha ha".


Eggy hanya meliriknya dengan mata tajam nya kemudian ia pun terbahak karena menyadari tingkahnya sendiri.

__ADS_1


" Ha ha ha. Iya lah Bang. Nanti sebagai gantinya aku cariin kau jodoh. Mau cewek yang kayak gimana kau, Dokter, perawat, model ada Bang, tinggal kau sebut saja asalkan jangan yang kayak si Zia saja yang kau pinta ha ha ha".


"Ha ha ha, memangnya kenapa si Zia?". Egga terbahak.


" Cewek gile (gila) dia sama kayak si Karien ha ha ha". Eggy mengangkat 1 jarinya lalu menempelkan nya pada dahinya berbentuk garis mereng.


"Wk wk wk kka ka kak. Aku pun tak mau cewek yang kayak si Zia atau pun si Karien gitu ha ha ha". Egga benar - benar ngakak sehingga ia mengeluarkan air matanya.


" Jadi, iya lah ya bang? Kau setuju kan? Kau setuju tinggal di tempat aku? Eh maksudnya di perkomplekkan aku". Eggy masih tetap membujuknya.


"ENGGAK. Masih belum nyerah juga ini anak ha ha ha. Eh iya! Gimana urusan kau sama si Omen? Sudah kelar?". Egga mengalihkan topik pembicaraan mengenai masalah Eggy dan Omen.


Awalnya Eggy malas membahas perihal itu tapi ya sudah lah, lagian Egga pun sudah mengetahui semuanya.


" Kalau di tanya sudah kelar apa belum nya sih aku enggak tahu tapi mudah - mudahan sudah kelar setelah aku datangi dia kemarin dan mudah - mudahan dia enggak bakalan mengganggu kami lagi".


Egga /"Emm... Aamiin. Terus si Omen apa kabarnya? Sudah pulang dari rumah sakit dia?".


"Harusnya sih hari ini, tapi aku malas ngurusin dia, lagian kan masih banyak yang bisa ngurusi dia. Aku pun juga enggak ngasi tahu ke dia kalau aku melabrak Si Suwandi". Eggy terlihat acuh sembari memetik bunga dandelion yang tersusun indah di pinggiran tebing.


" Kenapa enggak kau kasi tahu ke dia?". Egga melihat kemarahan itu tersembunyi pada wajah adik nya.


"Biarin saja, paling nanti dia tahu sendiri juga nya, ngapain capek - capek aku ngasi tahu ke dia. Lagian kan mana mungkin Si Suwandi itu enggak ngasi tahu ke dia". Jawabnya.


Egga /"Kau masih marah sama dia?".


Eggy enggan menjawabnya hanya raut wajahnya saja yang menjawabnya. Kini kemarahannya terlihat jelas pada wajahnya.


" Sudah lah Gy. Kalian sudah dewasa. Salah satu dari kalian harus mengalah. Bisa jadi dia mau minta maaf sama kau tapi dia masih merasa takut sama kau. Lagian pikirkan persahabatan kalian dari kecil. Enggak semua orang bisa memiliki sahabat, sama seperti aku he he he. Jadi kau coba lah runtuh kan emosi kau itu, berbaikan dan bereskan masalah kalian dengan kepala dingin. Memang menasihati orang lain itu begitu mudah ketimbang menasihati diri sendiri tapi setidaknya aku hanya bisa mencoba untuk kau bisa berpikir dengan jernih. Jangan sampai jadi penyesalan buat kau. Paling enggak nya kau pikirkan juga kebaikan dia selama ini". Egga mencoba menasihatinya serta membujuknya agar ia mau memaafkan Omen.


Eggy sempat memikirkan persahabatan mereka yang terjadi sejak mereka masih kecil dan berpikir bahwa apa yang di katakan Egga itu benar, tapi entah kenapa rasa marah itu lebih besar dan berat untuk memaafkan Omen.


Ia memandangi wajah abangnya yang begitu enteng memaafkan Omen karena telah merebut Ratna darinya.


"Padahal kita sama - sama tersakiti gara - gara si Omen bahkan mungkin kau yang lebih sakit Bang. Tapi kenapa kau begitu enteng memaafkan si Omen? Sedangkan aku enggak?".


Egga tertawa kecil mendengar pertanyaannya.


" Ha ha ha. Karena bagi aku ini bukan lah kesalahan Omen, ini memang sudah takdir ALLAH. Kalau sudah ALLAH berkehendak, kita tak akan bisa mengubahnya. Dan aku juga yakin bahwa ALLAH pasti akan memberikan yang terbaik untuk aku makanya aku bisa untuk ikhlas. Lagian kasus kita berbeda, kasus kau lebih rumit makanya kau susah untuk memaafkan dia ha ha ha".


"Hmm... Iya juga sih. Memang benar kata orang memaafkan itu lebih berat dari pada meminta maaf fuuuuht".


" Aaaaaaaaaaaaaaaa". Tiba - tiba Eggy menjerit sekeras mungkin ke pinggiran tebing sontak membuat Egga terkejut.


"Ehh apa nya kau ini pakai menjerit - jerit. Nanti kedengaran sama yang lain di kira entah lagi ngapain pulak. Apa lagi nanti di dengar sama binik kau sama yang lainnya". Egga memperingati Eggy sembari melihat ke sekitar.


" Ehh... Iya ya. Nanti panik pulak anak, binik aku ha ha ha". Eggy pun tersadar lalu menutup mulutnya.


Egga menggelengkan kepalanya sembari terbahak melihat Eggy.


#Ya...


Benar apa kata orang...


Satu keburukan merusak seribu kebaikan.

__ADS_1


Meminta maaf bukan lah hal yang mudah untuk di lakukan.


Namun, memaafkan jauh lebih sulit dari pada meminta maaf.


__ADS_2